
[Ding! Menjelaskan...]
[Roh Bela Diri akan hilang dan mati jika Pemiliknya mati, namun dalam beberapa kasus ada dimana Roh Bela Diri yang sudah memiliki kesadaran akan dengan sukarela menyatu dengan Jiwa Tuannya menyebabkan Jiwa Tuannya masih akan hidup dan memiliki kekuatan walau tak sekuat saat masih hidup]
Feng menyerit terdiam sambil mencerna penjelsan System.
"Jadi maksudmu bahwa Roh Bela Diri Di Mo menyatu dengan Di Mo hingga membuat Jiwanya tetap ada dan tetap memiliki kekuatan begitu?"
[Benar Tuan]
Feng mengangguk paham kemudian menjelaskannya pada Di Mo, Di Mo yang mendengar penjelasan Tuannya mengangguk dan semakin kagum dengan pengetahuan Tuannya.
...- - -...
Setelah berjalan 1 Hari akhirnya Feng dan Rara sampai disebuah gerbang besar, Gerbang tersebut merupakan Gerbang Ibukota Kekaisaran Bulan.
Feng langsung membuka topengnya dan menyuruh Rara juga membukanya agar tak mengundang kecurigaan Orang orang yang melihat.
Namun tampaknya tebakan Feng salah besar, justru saat membuka topengnya membuat Mereka berdua menjadi pusat perhatian karna wajah Mereka yang sangat tampan dan cantik.
Berbagai macam tatapan langsung menghujam ke Mereka berdua, mulai dari tatapan kagum, iri, nafsu dan semacamnya.
Feng cuek saja sedangkan Rara yang polos hanya mengikuti Feng ikut cuek.
Mereka berdua kemudian berjalan ikut mengantri di antrian masuk ke Kota.
"Minggir! Minggir! Bangsawan Wang mau lewat!" ucap Seorang Prajurit berkuda yang berjalan didepan sebuah gerbong Kereta mewah.
Seluruh Orang disana langsung menepi termasuk Feng dan Rara karna Feng tak mau membuat masalah lagi jika Ia tak menyingkir.
Namun tampaknya walau Feng berusaha menghindari masalah, masalah malah akan selalu datang kepadanya.
Kereta Kuda itu tiba tiba berhenti tepat didepan Feng dan Rara, dari dalam Kereta Kuda tersebut kemudian keluar seorang Pemuda berusia sekitar 15 Tahun yang tampak tampan namun masih dibawah Feng ketampanannya.
Feng menyerit saat Ia langsung dapat menilai Pemuda tersebut lewar gerak geriknya, Feng sudah menebak bahwa Pemuda itu tampak sombong, arogan dan semacamnya.
Orang orang yang melihat Pemuda tersebut berdecak kagum dan mulai berbisik bisik.
"Bukankah itu Tuan Muda Wang Yi, Ia sangat tampan," bisik salah seorang Perempuan.
"Hei... Walau Tampan, Tuan Muda Wang dikebal sebagai Pemain Wanita yang sering bergonta ganti Wanita lho," balas bisik yang lainnya.
Walau berbisik Feng dapat dengan jelas mendengarnya dan menyerit dibuatnya, Ia menghela nafas berat sepertinya masalah akan kembali datang.
Wang Yi berjalan lalu berhenti dihadapan Rara dan mengulurkan tangannya pada Rara dengan Mawar di gigitannya.
Para Perempuan yang melihat hal tersebut beberapa berteriak tertahan melihat keromantisan Wang Yi, Mereka paham maksud perbuatan Wang Yi seperti itu berarti adalah mengajak Perempuan itu ikut bersamanya.
Namun kali ini Ia salah Orang, Feng sendiri sudah menahan tawanya menebak apa yang akan Rara perbuat mengingat kepolosan Rara.
Benar saja, Rara langsung mengeluarkan 1 koin Emas lalu meletakkannya di telapak tangan Wang Yi yang terjulur.
Sontak hal tersebut membuat suasana hening sesaat sebelum beberapa Orang tertawa sedangkan beberapa lagi berusaha menahan tawanya.
Wang Yi sendiri mukanya sudah merah karna malu dibuatnya, Rara yang tak paham mengangkat bahunya kemudian Ia melompat ke punggung Feng meminta digendong.
Sontak hal tersebut membuat suasana kembali sunyi karna hal tersebut dapat dianggap penghinaan bagi Wang Yi.
"Yang menghina siapa, Kau sendiri yang mempermalukan dirimu sendiri dengan gayamu yang aneh aneh tersebut," bukan Rara yang menjawab, melainkan Feng yang menjawab dengan nada sinis.
Feng kemudian berjalan melewati Wang Yi tampak peduli muka Wang Yi yang sudah memerah karna marah.
"Kau berhenti sekarang! tangkap Dia!" perintah Wang Yi.
Pengawal pengawal yang tadi berjalan disekililing Kereta kuda lansung maju bergerak hendak menangkap Feng dan Rara.
Feng sendiri hanya melambaikan tangannya lalu seluruh Pengawal tersebut langsung terbang jauh menabarak beberapa pohon.
Hal itu tentu saja membuat Mereka yang berada disana terkejut bahkan Wang Yi sendiri tanpa sadar juga berjalan mundur dibuatnya.
Pengawal pengawalnya tadi ada pada Tingkat Perunggu lapis 3-5 dan langsung terpental hanya dengan sekali lambaian tangan Feng.
Sungguh sangat kuat!
Seluruh Orang disana terdiam dibuatnya, Feng sendiri melempar sekantong koin Emas pada Penjaga Gerbang Kota kemudian berjalan masuk melewati Penjaga gerbang yang masih melongo karna terkejut.
"Kau! Jangan sampai Aku melihat Mu lagi atau Bangsawan Wang akan memburu mu!" teriak Wang Yi membuat dahi Feng berkerut karna bingung.
Ia bingung karna biasanya Tuan Muda sombong seperti Wang Yi akan menggunakan Keluarganya untuk langsung memburunya namun Wang Yi hanya mengancamnya begitu.
Feng pun menelusuri Informasi Semesta dan beberapa saat kemudian mengetahui alasannya.
Itu alasannya karna Ayah Wang Yi yang merupakan Kepala Keluarga Bangsawan Wang adalah Orang yang bijak, adil dan jujur.
Ayah Wang Yi juga tegas jika Anaknya melakukan kesalahan, namun Wang Yi seakan tak pernah jera membuat kesalahan hingga Ayahnya Wang Yi menjadi cuek padanya.
Hal tersebut membuat Wang Yi menjadi jadi, hingga suatu saat Wang Yi pernah menyinggung Bangsawan lainnya hingga membuat Bangsawan itu mendatangi kediaman Bangasawan Wang dan menuntutnya.
Hal tersebut membuat Bangsawan Wang rugi banyak, itu juga yang mengundang murka Ayah Wang Yi hingga Ayah Wang Yi menyiksa Wang Yi agar sadar atas perbuatannya.
Setelah itu Ayah Wang Yi mengancam Wang Yi jika suatu saat Ia kembali menyinggung Orang dengan kekuatan besar, atau latar belakang kuat dan hal tersebut membuat Bangsawan Wang ikut terlibat maka Wang Yi akan dilumpuhkan kultivasinya dan di usir dari Rumah Bangsawan Wang.
Feng setelah mengetahui hal tersebut terdiam dibuatnya, Ia tak dapat juga menyalahkan Wang Yi sepenuhnya atas itu namun Wang Yi memang merupakan inti penyebab masalahnya.
Feng menghela nafas memutuskan untuk tak memikirkan itu lagi dan berjalan memasuki Kota.
Sampai dalam Kota Feng dan Rara dibuat terkagum kagum saat melihat Kota yang ramai, para Pendekar dan Manusia biasa tampak berlalu lalang.
Pedagang pedagang tampak berteriak mempromosikan jualanya, Feng dengan Rara kemudian berjalan dengan perlahan sambil menikmati suasana Kota yang tampak snagat ramai tersebut.
Sesekali Feng berhenti karna Rara meminta membelikan beberapa jajanan yang dijual, Feng sendiri juga menikmati hal tersebut hingga tanpa sadar Hari sudah akan Sore.
Feng dan Rara akhirnya berhenti disebuah Penginapan yang tampak tak telalu mewah namun elegan.
Pengianapan tersebut memiliki 3 Lantai, dan tampak banyak Orang keluar masuk penginapan tersebut.
Pengianapan tersebut berama Penginapan...
Penginapan Bulan Putih!
...- - -...