The System

The System
Piringan Yin dan Yang



Seluruh Alam Dewa ribut...


Langit di atas Mereka tiba tiba menggelap dan petir serta kilat menyambar nyambar. Semua Orang hebat di seluruh Alam Dewa langsung keluar, mengecek apa yang sebenarnya terjadi.


"Kaisar!" salah satu Orang hebat itu adalah Panglima Kekaisaran Dewa, kekuatannya kini sudah berada di tingkat Walis lapis 5 dan Ia merupakan salah satu Orang terkuat setelah Kaisar Dewa di Alam Dewa ini. Kaisar Dewa yang tengah duduk di singgasananya diam, Ia yabg semula tengah memejamkan matanya kemudian membuka matanya. Menatap Panglimanya tersebut sambil tersenyum tipis.


"Itu Aku," ucap Kaisar Dewa, Ia tau bahwa Panglimanya ini ingin melaporkan kejadian yang terjadi diluar dan bersiap menunggu perintahnya. Panglima itu mengangkat kepalanya menatap Kaisar Dewa masih belum mengerti.


"Rahasiakan ini dari siapapun, yang tengah duduk di hadapanmu kini adalah duplikat dari diriku yang sebenarnya. Kini tubuh asliku sedang berusaha melewati Pembatas alam untuk pergi ke Alam Manusia sehingga mengakibatkan hal seperti ini terjadi," jelas Kaisar Dewa itu menatap tajam Panglimanya tersebut, Panglima itu langsung mengangguk tegas, faham akan apa yang di katakan Kaisarnya tersebut.


"Baik Tuan!"


"Sekarang tugas Kamu, lindungi duplikatku ini hingga tubuh asliku kembali."


"Baik Tuan!"


...- - -...


Di tempat Feng dan Rara...


Feng dan Rara yang tengah duduk bermeditasi langsung membuka matanya begitu merasakan aura yang sangat besar. Mereka segera berjalan ke arah langit dan melihat bahwa Langit sudah menggelap, bukan karna malam melainkan awan awan hitam yabg berkumpul dan petir petir yang menyambar nyambar.


"Feng Gege..." panggil Rara melihat fenomena itu, Feng fokus melihat langit itu kemudian Ia mengalirkan sedikit Qi nya kedalam langit tersebut yang langsung menyebar ke segala penjuru, berusaha mencari asal muasal langit yang tiba tiba berubah seperti itu.


Dahi Feng menyerit saat Ia merasakan bahwa di salah satu tempat, Qi nya itu terhalang dan tak bisa masuk terlebih lagi Feng hanya mengeluarkan sangat sedikit dari Qi nya sehingga langsung hancur begitu sampai ke tempat itu.


"Mungkin itu asal muasalnya," gumam Feng, Ia sebenarnya sangat penasaran dan ingin pergi ke tempat itu untuk memeriksanya. Namun instingnya mengatakan bahwa Ia tak boleh pergi, terlebih lagi Ia bersama Rara, Ia juga baru sampai di Alam Dewa sehingga Ia tak tau apa yang akan terjadi dan apakah Ia sanggup menghadapinya.


Kejadian itu hanya terjadi beberapa menit sebelum akhirnya sempurna hilang dan langit kembali berubah menjadi biru. Semua Orang di Alam Dewa menghela nafas lega karna suasana tadi memang begitu mengerikan.


Begitu juga Feng dan Rara, meski Mereka masih memikirkan kejadian tadi. Mereka yakin bahwa ada suatu hal besar yang menunggu Mereka di Alam Dewa ini namun bahkan dengan kekuatan Mereka saat Ini masih belum cukup untuk melewatinya, maka Mereka harus secepatnya kembali meningkatkan kekuatan Mereka.


"System, apakah ada suatu benda yang sangat berharga dan menjadi tujuan Kami untuk meningkatkan kekuatan?" tanya Feng.


[Ding! Ada Tuan, benda tersebut bernama Piringan Yin dan Yang]


"Piringan yin dan yang?"


Feng mengangkat sebelah alisnya begitu melihat informasi mengenai piringan yin dan yang tersebut. Berasal dari luar Dunia ini?


"Baiklah, kalau begitu langkah pertama untuk mencari piringan ini adalah masuk Akademi Dewa," ucap Rara, Feng tersentak baru ingat bahwa Rara juga dapat melihat systemnya. Feng tersenyum mengangguk mendengar ucapan Rara barusan.


"Tapi bagaimana caranya?" tanya Rara bingung, Feng tersenyum. Bukankah Mereka baru saja membuat kesepakatan dengan seseorang?


Feng kemudian mengajak Rara berjalan menuju kamar Resepsionis tadi dan mengetuk pintunya. Resepsionis itu melihat sejenak dari lubang pintu sebelum akhirnya membuka pintu dan mengajak Feng dan Rara masuk dengan cepat. Feng dan Rara melangkah masuk dan langsung menemukan Orang yang menjadi buronan Arena Pertarungan tersebut tengah duduk bermeditasi tampak seperti memulihkan luka lukanya.


Meski tampak seperti memulihkan luka lukanya, namun dalam sekali lihat Feng tau bahwa tak ada satupun luka yang terpulihkan. Feng menggeleng kemudian mengangkat tangannya, jalinan Qi keluar dari ujung ujung jarinya dan memanjang menasuki tubuh si Gila, si Gila tersentak kaget begitu merasakan kekuatan yang memasuki tubuhnya dan langsung menyembuhkan beberapa lukanya padahal sedari sehari semalam tadi Ia berusaha memulihkan lukanya namun hasilnya nihil, sedikitpun tak terpulihkan. Ia membuka matanya dan menemukan seorang Pemuda tengah berdiri di hadapannya, energi yang memulihkan lukanya tetsebut berasal dari Pemuda ini, tapi siapa Pemuda ini?


"Baiklah, Aku sudah memulihkan luka luka kecilmu, untuk luka besarmu akan di pulihkan juga seiring berjalannya waktu," ucap Feng kemudian menarik lagi energinya dari tubuh si Gila, si Gila langsung membungkuk berterima kasih.


"Terima kasih banyak, kalau boleh tau Tuan Muda ini siapa?" tanya si Gila, Feng menatap Resepsionis tadi menyuruhnya memberi penjelasan pada Ayahnya tersebut.


"Nama Tuan Muda ini Feng ayah dan di sebelahnya adalah Istrinya Rara, Mereka adalah Orang yang akan membantu Kita," ucap Resepsionis itu, si Gila terdiam menatap Anaknya tajam. Membantu kita?


Ia kemudian menoleh menatap Feng dan Rara dan diam diam menggunakan mata Dewanya untuk menelusuri Feng dan Rara.


Tiba tiba Ia merasa mata Dewanya terblokir dan justru diserang. Ia langsung memuntahkan darah setelahnya membuat Resepsionis itu kaget.


"Jangan coba coba meneriksaku dengan mata Dewamu itu atau Kau akan terima akibatnya," ucap Feng dingin, si Gila nampak terkejut saat Feng menyebutkan tentang mata Dewanya, apakah Ia tau mata dewa?


"Ma-mafkan Ayahku Tuan! Ia pasti tak sadar melakukan itu," Resepsionis itu langsung meminta maaf begitu tau bahwa Ayahnya baru saja mencoba menyerang Feng dan Rara. Feng melambaikan tangannya, tak masalah.


"Tuan, Kau tau mengenai mata Dewa?" tanya si Gila menatap Feng penuh harap. Feng tersenyum tipis mengangguk. Begiru melihat Feng mengangguk si Gila langsung jatuh bersusjud di hadapan Feng.


"Kumohon Tuan bantu Aku!"


Feng diam menatap si Gila yang tengah memohon padanya tersebut. Ia kemudian mengangguk menyuruh si Gila berdiri.


"Aku akan membantumu, namun tidak sekarang karna ada hal penting yang harus segera Aku lakukan terlebih dahulu, pertama tinggallah di Dunia Kecilku terlebih dahulu dan pulihkan kekuatanmu," ucap Feng, si Gila mengangguk kemudian Feng memasukkannya ke Dunia kecilnya. Ia kemudian menatap Resepsionis tadi.


"Baiklah, sekarang Kami memerlukan bantuanmu."


...- - -...