The System

The System
Pertarungan Dahsyat



Tiga saudara kematian menelan ludahnya melihat dua sosok di hadapan Mereka. Dua sosok yang sama sama mengeluarkan aura yang membuat tubuh Mereka gemetar, dua sosok yang saling menatap tajam dan tubuh bersiap untuk bertarung.


"Tak ku sangka Kau berani lagi kembali ke sini Siluman kerbau," ucap Phoenix es menatap Raja Iblis di depannya.


"Harusnya Aku yang bilang seperti itu, beraninya Kau masih ada di tempat ini Burung pipit," balas Raja Iblis sengit, Phoenix es yang di bilang "Burung Pipit" tak terima dengan langsung mengangkat sayapnya, ribuan pedang es terbuat di sekitarnya dan langsung melesat menuju Raja Iblis begitu Phoenix es itu mengayunkan sayapnya.


Booom! Tiga saudara kematian yang merasakan efek ledakan itu tergerak mundur beberapa langkah kebelakang sambil menatap ke arah ledakan itu khawatir. Mereka saja yang terkena efek ledakannya sudah seperti ini, bagaimana dengan Raja Iblis? Karna Mereka tau, perbedaan tiga saudara kematian dengan Raja Iblis tak beda jauh.


Debu yang mengepul akibat ledakan itu tiba tiba menghilang dan nampaklah Raja Iblis yang masih berdiri tanpa terkena luka bahkan debu sedikitpun, itu karna aura hitam yang menyelimuti tubuhnya membuatnya terlindungi dari apapun.


"Kekuatanmu masih sama seperti yang dulu, benar benar kuno!" ucal Raja Iblis kemudian tanpa bergerak, puluhan tentakel hitam keluar dari tubuhnya dan mengikat Phoenix es tersebut. Phoenix itu meraung mencoba melepaskan tubuhnya namun sedikit susah, akhirnya Ia mengeluarkan seluruh kekuatannya membuat dirinya di balut aura biru yang sangat dingin.


"Sialan! Aku tak menyangka Kau bertambah kuat, tapi tenang saja, Aku akan menghabisimu kali ini, karna si Kaisar siluman kerbau itu sudah tak ada," ucap Phoenix es itu dengan nada menghina.


Boom! Tanpa aba aba, Raja Iblis muncul di depannya kemudia melayangkan tinjunya tepat ke paruh besar Phoenix tersebut membuat dirinya terbanting mengjempas tanah dengan kepala terlebih dahulu.


"Jangan coba hina Kaisarku! Hari ini Aku yang akan menghabisimu, menghabisi dendam lama Kita!" ucap Raja Iblis marah, Tiga saudara kematian juga merinding ketakutan begitu melihat kemarahan Raja Iblis saat itu, karna aura raja iblis yang meningkat tajam berkali kali lipat setelah itu.


Phoenix itu bangkit, menatap Raja Iblis dengan kemarahan yang sama. Mendadak aura yang luar biasa kuat juva keluar dari tubuhnya. "Oh, kalau begitu mari Kita benar benar selssaikan saja dendam di antara Kita, dan lihat siapa yang akan mati duluan dalan pertarungan ini!"


Akhirnya pertarungan yang luar biasa dahsyat pun terjadi. Tiga saudara kematian yang tak berani ikut campur ditambah jika Mereka ikut campur hanya akan menambah beban bagi Raja Iblis untuk melindungi Mereka saja.


Ledakka demi ledakkan terdengar susul menyusul, bahka para Iblis yang ada di wilayab luar bukan hanya melihat pertarungan luar biasa itu, namun efek dari angin nya juga dapat Mereka rasakan.


"Semuanya, sepertinya ada pertarungan luar biasa terjadi di wilayah dalam sarang Iblis, lebih baik Kita keluar sekarang sebelum terjadi hal hal yang tak dapat Kita atasi!" ucap salah satu Iblis kemudian melesat keluar sarang hewan buas. Iblis iblis lain mengangguk, Mereka juga yakin bahwa pertarungan itu bukan pertarungan yang dengan mudah dapat Mereka hadapi, melainkan sebuah pertarungan luar biasa.


Semua Iblis yang semula ingin memasuki sarang hewan buas tadi akhirnya berhenti dan kembali melesat keluar dari sarang hewan buas. Meninggalkan dua orang yang masih belum ingin pergi, pertama seorang Iblis muda yang tadi di singgung Rara dan yang satu lagi adalah Iblis muda yang tadi mengingatkan Rara.


Gu Yang, yang merupaka tuan muda keluarga Gu yang tadi di singgung Rara masih ingin disitu karna Ka berharap bahwa Perempuan tadi terluka, dan kemudian bertemu dengannya, maka lihatlah. pikir Gu Yang sambil menjilat bibirnya menjijikkan.


Akhirnya, baik Gu Yang atau Iblis Kuda itu sama sama melesat menuju tempat terlarungan itu terjadi.


Disisi lain, saking dahsyatnya pertarungan Phoenix es dan Raja Iblis itu, Mereka tal sadar bahwa Mereka telah bertarung sampai di gunung sarang Phoenix es sebelumnya.


Boom! Tubuh Phoenix es terbanting menghantam gunung tempatnya beristirahan hingga membuat lubang yang sangat dalam. Raja Iblis menarik nafasnya yang ngos ngosan begitu juga Phoenix es yang kembali bangkit, hiasan luka sudah terlukis di tubuh kedua makhluk tersebut dan energi Mereka pun sudah terisa sedikit, akhirnya Mereka saling pandang sebelum pada akhirnya sama sama mempersiapkan diri Mereka untuk mengerahkan kekuatan terakhir untuk menyerang musuh di depannya.


Tiga sudara kematian yang masih memperhatikan itu dari jauh menatap jeri keduanya, andai jika ini bukan di sarang hewan buas Mereka yakin pertempuran keduanya bahkan bisa mengjamcurkan kota kerajaan Iblis saking dahsyatnya.


BOOM! Masing masing dari Mereka akhirnya melepaskan serangan dengan seluruh tenaga akhir Mereka. Ledakkan yang luar biasa kuat terjadi, membuat gunung tempat tinggal sarang Phoenix itu menghilang dan pohon pohon di sekitar Mereka tercabut dan berterbangan. Tiga sudara Kematian saja bukan lagi termundur ke belakang, melainkan ikut terhempas menabrak batang salah satu pohon.


Efek ledakkan itu menyebabkan debu mengepul beberapa saat menutupi pandangan seluruh mata hingga akhirnya saat perlahan debu itu menghilang, nampaklah dengan jelas di tempat ledakkan itu terbuat sebuab cekungan besar yang di tengahnya sudah jatuh berlutut dengan mandi darah dua sosok yang tadj beramtarung dan menyebabkan ledakkan dahsyat itu.


Raja Iblis dan Phoenix es sama sama jatuh berlutut dengan darah dan luka memenuhi tubuh Mereka. Mereka benar benar tak memiliki energi yang tersisa saat ini, tatapan keduanya bertemu masih tajam seperti sebelumnya.


"Kau sudah kalah," ucap keduanya kompak, saat itu Mereka saling menatap tajam dan kembali sama sama berteriak. Hanya dalam beberapa detik setelab Mereka berteriak, mendadak muncul banyak hewan buas kuat yang langsung berdiri di depa Phoenix itu seperti melindunginya. Begitu juga dengan munculnya tiga saudara kematian yang langsung berdiri melindungi Raja Iblis.


Dua kubu sama sama terdiam namun juga bersiao untuk bertarung. Tiba tiba Phoenix es itu tertawa melihat itu dan kemudian menatao remeh ke arah Raja Iblis.


"Kau menggunakan Tiga anak kerbau itu untuk menghabisi Kami sedangkan lihatlah, sekalipun Mereka dapat melawan hanya dapat melawan satu sampai tiga anak buahku sedangka kini lihatlah berapa banyak anak buahku dan Kau masib yakin mau melawan?!"


Raja Iblis menelan ludahnya, Ia benar. Jika Mereka menyerang atau bahkan sekedar bertahan saja pasti tak akan lama.


"Raja, Kami siap berkorban dengan nyawa Kami!"


...- - -...