
Kepala!
Mata seluruh Warga Kota terbelakak saat melihat kepala tersebut namun itu bukan sekedar kepala melainkan kepala Pemimpin Bandit!
Dari kepala Pemimpin Bandit itu keluar Jarum berwarna emas yang tampak terbang lalu masuk kedalam Jubah Feng.
"T-tuan M-uda itu.. " Walikota berkata dengan ragu ragu, Feng tersenyum sambil mengangguk.
"Ya, ini adalah kepala Pemimpin Bandit dan itu Kalian pasti tau siapa," ucap Feng tersenyum menunjuk ke arah gerbang Kota.
Serempak Warga Kota lainnya menoleh ke gerbang Kota dan terbelakak melihat, Keluarga, Teman, Orang Tua, Anak dan Orang terdekat Mereka yang berjalan sambil tersenyum haru.
Langsung saja para Warga Kota berpelukan penuh haru dan isak tangis, kegembiraan Mereka bertambah dengan Mereka dapat bertemu lagi.
Feng yang melihat itu tersenyum puas.
"T-Tuan Muda Feng, Terima Kasih!" ucap Salah satu Warga terisak, Feng tersenyum mengangguk.
Warga lainnya juga ikut berterima kasih kemudian Mereka kembali melanjutkan pestanya.
...- - -...
Pagi ini Feng dan Rara bersiap kembali melanjutkan perjalanan, Mereka kini tengah berdiri dihadapan Warga Kota di gerbang Kota.
"Tuan Muda Feng, harap terima ini sebagai tanda terima kasih Kami," ucap Pak Walikota, Feng dengan jujur langsung menerima barang barang yang diberikan Warga Kota tanpa tolak menolak layaknya Pahlawan tanpa pamrih.
Feng mengayunkan tangannya dan seluruh barang barang tadi masuk kedalam Cincin Ruangnya.
"5 Kelelawar keluarlah," ucap Feng.
5 Boneka Kelelawar kemudian tiba tiba muncul dihadapan Feng membuat Warga Kota terkejut.
"5 Kelelawar ini ada pada Tingkat Bumi, Aku akan menempatkan Mereka disini seandainya ada Bandit atau Hewan Buas yang menyerang," ucap Feng lagi lagi membuat Warga Kota tak tahan untuk tak berterima kasih.
"Tuan Muda Feng, bukankah ini berlebihan?" ucap Walikota ragu menerimanya.
"Tak apa, namun apakah Aku bisa minta tolong pada Kalian?" tanya Feng, Warga Kota langsung dengan antusias mengangguk karna merasa bisa membalas budi kepada Feng dengan begitu.
"System, apakah Bibit Sumber Daya yang tak diketahui oleh siapapun di Dunia ini namun memiliki manfaat yang luar biasa?" tanya Feng.
[Ding! Ada Tuan]
[Bibit Labu Biru {15 Point} :
Jika di tanam dapat menumbuhkan Labu berwarna biru yang berguna untuk membersihkan pikiran hingga lebih cerdas dalam berpikir]
[Bibit Rumput Tulang {10 Point}:
Jika di Tanam akan tampak seperti Rumput biasa namun jika sudah matang ujung Rumputnya akan berwarna putih dan dapat digunakan untuk memperkuat pondasi]
[Bibit Buah Mental {30 Point} :
Jika di Tanam akan menumbuhkan Pohon yang akan berbuah dan Buahnya berkhasiat meningkatkan kekuatan Jiwa]
Feng tersenyum puas melihat hal tersebut.
"System, beli 5 Bibit Buah Mental, 100 Bibit Rumput Tulang dan 1000 Bibit Labu Biru."
[Ding! Membeli : -16.150 Point]
Feng kemudian memunculkan 3 kantong yang berisi masing masing bibit lalu memberikannya ke Walikota Kota Biru.
"Aku ingin Kalian menanam Biji ini, dan jika sudah matang Kalian dapat menggunakannya namun jangan sampai Orang luar tau tentang ini," ucap Feng serius.
Jika hal ini sampai bocor ke Orang luar bukan tidak mungkin Kota Biru akan kembali hancur karna banyak Orang yang akan memburu bibit ini.
Walikota dan para Warga mengangguk dengan serius.
"Baiklah, Kami akan pergi dulu! Jaga diri Kalian baik baik," ucap Feng kemudian melesat menuju arah Kekaisaran Bulan diikuti Rara.
...- - -...
"Oh, ngomong ngomong Di Mo, Kau sebenarnya ada pada Tingkat apa hingga Kau dapat mengalahkan Pemimpin Bandit ini dengan cepat," tanya Feng.
"Tuan Aku sebenarnya dulu ada pada Tingkat Surka lapis 5 sebelum disegel dan kini setelah disegel dan tersisa jiwaku mungkin hanya setara Tingkat Langit Lapis 3," jawab Di Mo dari Jarum.
Feng mengangguk paham mendengar itu, namun otaknya tiba tiba terpikirkan sesuatu.
"Tunggu! Kalau ada yang bisa menyegelmu pada Tingkat Surka Lapis 5 bukankah berarti itu hanya satu satunya Manusia yang sudah menjadi di Tingkat Walis dan menjadi Dewa dan hanya ada satu Manusia yang telah melakukan itu," ucap Feng, Di Mo sedikit terkejut mendengar itu karna Ia tak menyangka Feng dapat memikirkan hal ini dengan cepat.
"Tuan Benar," ucap Di Mo yang dalam Jarum, Jarum itu kemudian terbang kemudian berubah menjadi arwah persis sebelum Di Mo masuk ke Jarum Jiwa.
Rara yang melihat arwah yang tadi bersama Feng langsung mendekat dan mengulurkan tangannya.
"Paman Hantu! Aku mau coba naik ke atas Hantu," ucap Rara, Feng tersenyum mendengar sedangkan Di Mo tertawa canggung kemudian mengangkat Rara dan menggendongnya di punggung.
"Jadi bagaimana ceritanya?" ucap Feng melanjutkan berjalannya diikuti Di Mo yang melayang sambil menggendong Rara di punggungnya.
"Tuan memang benar, Orang yang menyegel Aku merupakan satu satunya Manusia yang menjadi Dewa, sebenarnya dulu Aku merupakan Kaisar Kekaisaran Bulan," ucap Di Mo, jal itu tentu saja membuat Feng terkejut dibuatnya.
"Kaisar Kekaisaran Bulan?" Beo Feng.
"Ya Tuan, Aku merupakan Kaisar Kekaisaran Bulan yang pertama, beribu ribu Tahun yang lalu selain dikenal sebagai Kaisar Aku juga merupakan Alchemist terhebat di 3 Benua dan Kekaisaran," jelas Di Mo.
"Saat itu, Orang itu meminta padaku untuk membuat Pil yang dapat meningkatkan kultivasi ke Tingkat Walis secara instan namun saat itu Aku sudah menolaknya karna Aku sudah tau sifatnya yang serakah akan kekuasaan dan kekuatan."
"Akhirnya beberapa Bulan setelahnya, Ia kembali namun dengan Tingkat Walis dan ternyata Ia dapat naik dengan mempelajari Kultivasi terlarang dimana Kultivasinya akan meningkat jika menyerap darah para Pendekar lainnya."
"Akhirnya Aku memutuskan untuk menghubungi 2 Kekaisaran lainnya, namun Kekaisaran Matahari justru berpihak kepadanya sedangkan Kekaisaran Bintang justru ragu ragu dan menolaknya," ucap Di Mo.
"Akhirnya Aku dan Pasukan ku pun memutuskan untuk memburunya sendiri hingga suatu saat Kami bertemu tepat disini antara perbatasan Kekaisaran Bulan dan Kekaisaran Matahari."
"Perangpun terjadi dan ternyata saat itu Ia telah ada pada Tingkat Walis lapis 2 dan tentu saja itu membawa kekalahan telak dipasukaku karna Ia juga membawa Pasukan dari Kekaisaran Matahari."
"Aku disegel dan diserap darahnya saat itu hingga saat ini," akhir cerita Di Mo, Feng yang menyimak sejak awal mengangguk paham mendengarnya.
"System, kenapa Informasi seperti ini tak ada di Informasi Semesta?" tanya Feng bingung.
[Ding! Tuan sebenarnya Informasi ini telah lama dilupakan karna setiap Orang yang tau langsung dihapus ingatannya oleh Manusia tersebut]
Feng langsung terdiam memikirkan sebenarnya bagaimana Manusia yang menjadi Dewa tersebut.
Ia jelas kuat, dan lagi Ia juga memiliki keterampilan Segel seperti Feng, 2 Hal itu saja membuat Feng tau bahwa Manusia ini bukan main main.
...- - -...