The System

The System
Alam Walis lagi?



Deg!


Feng terdiam mendengar tawaran System tetsebut, kali ini bahkan Dewa Kematian yang semula antusias tadipun juga di buat terdiam karenanya. Feng kemudian membayangkan jika Ia memiliki kekuatan yang luar biasa tadi, Ia bisa menguasai segalanya bukan hanya alam ini bahkan seluruh alam semesta ini, apalagi Perempuan bukan?


Dewa Kematian yang mengetahui pikiran Feng tak berani berkata apa apa, karna bagaimanapun ini adalah Ujian untuknya. Feng menutup matanya sejenak menarik nafas panjang kemudian dengan nada yakin Ia berkata...


"Aku memilih Rara!" ucap Feng dengan nada yakin.


Ya, Ia pasti akan selalu memilih Rara di banding apapun itu. Apalah gunanya kekuatan terkuat di seluruh semesta Ia dapatkan sedangkan sumber kekuatannya sendiri adalah Rara?


[Tuan Yakin?]


Mendadak tubuh Feng terasa sakit sekali, rasa sakit yang begitu menusuk dan menghancurkan. Feng di buat berlutut dan muntah darah olehnya, Ia mati matian menahan rasa sakit yang luar biasa itu.


"Y-Ya!!!" Tepat saat Feng mengatakan hal itu, rasa sakit di dalam dirinya mencapai puncak dan matanya mulai mengabur menahan seluruh rasa sakit itu.


[Ding! Tuan berhasil lulus ujian terkuat]


[Ding! Selamat Tuan mendapat warisan dan pengakuan dari Dewa dan Dewi Cinta!]


Mata Feng sudah menggelap dan kesadarannya pun menghilang.


...- - -...


"Sssh..." Mendadak Rara merasakan sakit hati saat Ia sendiri masih dalam meditasinya.


"Perasaan Rara gak enak... Semoga Feng Gege baik baik aja," gumam Rara tiba tiba teringat pada Feng, Ia kemudian menutup matanya ingin melanjutkan kultivasinya namun tanpa Ia sadari sebuah cahaya berwarna pink muncul dan menyelimuti tubuhnya.


Kultivasi Rara mendadak maju dengan cepat berkali kali lipat, Rara saja di buat terkejut olehnya.


Boom!


Boom!


Boom!


...


Boom!


Tubuh Rara bersinar terang dan sinarnya memancar ke atas kemudian menyebar ke seluruh penjuru Dunia.


Alam Manusia...


Ran, Fay dan Di Mo yang sedang berlatih terkejut melihat cahaya tersebut, sama seperti dua cahaya sebelumnya.


"Ini..." gumam Ran dan Fay tak percaya. Di Mo mengangguk meski Ia sendiri juga sangat terkejut.


Alam Dewa...


Kaisar Dewa berdiri kemudian melesat keluar istananya begitu merasakan aura itu, Ia melihat ke arah langit dimana cahaya cahaya itu melesat berpendaran.


"Sial! G-gak mungkin?!" gumam Kaisar Dewa tak percaya.


Alam Iblis...


Raja Iblis dan seluruh Mentrinya tak ada satupun yang bersuara begitu merasakan aura dan cahaya tersebut. Raja Iblis tertunduk lama dengan hati yang di penuhi kekaguman dan penghormatan.


"Kaisar benar... Orang Orang itu adalah Penguasa Dunia ini," gumamnya pelan.


Tempat Misterius...


"Hey, Penguasa Bodoh! Menurutmu jika Kau latih tanding dengan keduanya kali ini apakah akan menang?" tanya Anak Perempuan itu.


Penguasa Dunia menggeleng, "Bahkan jika Aku mengerahkan seluruh tenaga pun akan susah bagiku bahkan hanya untuk sekedar menumbangkannya."


"Bagaimana denganmu Loli Tua? Nenek nenek?" tanya Penguasa Dunia balik, Anak Perempuan dan Nenek nenek itu menggeleng.


"Mereka berdua memang adalah pasangan luar biasa yang di tentukan takdir," gumam Nenek nenek itu, Penguasa Dunia dan Anak Perempuan itu mengangguk setuju.


...- - -...


Dewi Kehiudupan benar benar terkejut melihat cahaya berwarna pink yang mendadak muncul dan menyelimuti Rara tersebut. Meski Ia tak tau secara pasti apa cahaya itu, namun Ia menebak bahwa itu ada hubungannya dengan Feng.


"Ikatan Cinta di antara Mereka memang adalah sesuatu yang tak dapat di bayangkan oleh Makhluk lain," gumam Dewi Kehidupan.


Rara membuka matanya begitu kultivasinya sudah menerobos ke tingkat Walis tersbut. Ia menatap telapak tangannya, "Apakah Rara udah kuat untuk nemenin Feng Gege?"


Jika ada Perempuan lain atau bahkan Orang lain yang mendengar hal itu pasti terkejut, karna menurut kekuatan Rara adalah satu satunya Perempuan terkuat di Dunia itu. Lalu apa? Ia mencari kekuatan itu hanya agar bisa menemani Feng?


Rara tiba tiba terdiam, mendadak ada seuatu dalam dirinya yang membuatnya kembali menutup matanya dan memfokuskan pikirannya.


Saat Ia membuka matanya, kesadarannya mendadak sudah berada di sebuah ruang hitam. Rara menatap sekitarnya kemudian matanya mendadak terhenti pada satu titik dimana seseorang tengah terbaring tak sadarkan diri tersebut.


Air matanya mendadak turun tanpa Ia bisa tahan dan atur, Ia berlari menghampiri Orang yang sedang terbaring tak sadarkan diri itu dan memeluknya erat.


"Feng Gege!"


...- - -...


*Assalamualaikum...


Maaf cuman bisa Up sedikit ya*!