
Keesokkan Harinya...
Lin Shan kini tengah berdiri didepan pintu balkon Kamar Tuannya.
Feng menyuruhnya menunggu karna Lin Shan mengajak Feng untuk melihat Organisasi Sepasang Dewa Dewi.
Ceklek...
Feng dan Rara keluar dengan mengenakkan jubah dan topeng hitam putih.
"Tunjukkan jalannya," ucap Feng, Lin Shan mengangguk kemudian melesat menuju tempat Organisasi Sepasang Dewa Dewi diikuti Feng dan Rara.
Tak butuh waktu lama akhirnya Mereka sampai di tempat Organisasi itu berada, Feng mengangguk begitu tau tempatnya ada pada sebuah Restoran yang digunakan sebagain pintu masuknya.
Disisi lain seluruh Anggota Organisasi Sepasang Dewa Dewi menyeritkan dahinya melihat Ketua Mereka membawa 2 Orang dengan jubah dan topeng.
"Semuanya! berkumpul di Aula sekarang juga!" ucap Lin Shan, mendengar perkataan Ketuanya 19 Anggota lainnya mengangguk kemudian pergi ke Aula yang berada dibawah tanah.
Kini Lin Shan, Feng dan Rara tengah berdiri berhadapan dengan 19 Anggota Organisasi Sepasang Dewa Dewi.
"Baiklah, mungkin Kalian bingung kenapa Aku mengumpulkan Kalian disini namun ada hal penting yang Aku harus sampaikan kepada Kalian!" ucap Lin Shan dengan tegas.
"Hari ini Aku, Ketua Organisasi Sepasang Dewa Dewi ingin memberi tau Kalian bahwa 2 Orang disampingku adalah Pendiri Organisasi Sepasang Dewa Dewi yaitu Tuan Feng dan Nona Rara!"
Ucapan Lin Shan membuat seluruh Orang terdiam sejenak mencerna kata katanya.
"Beri Hormat!" teriak Lin Shan berlutut.
"Hormat Tuan!" ucap seluruh Anggota ikut berlutut.
Feng mengangguk tersenyum puas, Ia kemudian menggambar Segel setia dan Segel itu langsung masuk ke dalam tubuh seluruh Orang disana.
"Baiklah, sebagai perintahku pertama, Aku ingin Kalian memanggilku Kaisar!" ucap Feng.
"Baik Kaisar!" ucap Mereka kompak.
"Perintahku kedua, buka seluruh topeng Kalian!" perintah Feng, seluruh Anggota kompak membuka topengnya termasuk Feng, Rara dan Lin Shan.
"Baiklah, karna Kalian semua sekarang adalah Pasukanku maka kini nama diubah yaitu Pasukan Reinkarnasi!"
"Kalian akan tetap menjalankan Organisasi ini diluar dengan nama yang sama, namun didalam Kalian adalah Pasukanku yaitu Pasukan Reinkarnasi!"
"Siap Kaisar!"
Feng tersenyum puas kemudian melambaikan tangannya memunculkan sekarung emas dan 3 Gunung Sumber Daya.
Seluruh Anggota yang melihat hal tersebut menahan nafasnya tercengang.
Feng yang melihat ekspresi Orang orang tetsebut hanya tertawa kecil.
"Latihanlah yang keras, sementara itu Lin Shan Kau ikut Aku," ucap Feng, Lin Shan mengangguk paham.
"Terima kasih Kaisar!" ucap kompak seluruh Anggota, Feng hanya menjawab mengangguk lalu pergi diikuti Rara dan Lin Shan.
...- - -...
"Tuan ada apa?" tanya Lin Shan pada Feng.
Kini Mereka tengah duduk di ruangan yang biasa ditempati Lin Shan saat menjadi Ketua Organisasi Sepasang Dewa Dewi.
"Tak ada yang berarti, hanya saja Aku ingin sedikit bermain main namun Aku butuh bantuanmu," ucap Feng tersenyum menyeringai, Lin Shan langsung merinding begitu melihat senyuman Feng.
- - -
Kediaman Keluarga Ji
Malam Hari...
Ting!
"Hahaha... Benar Tuan Muda, B_jingan itu memang harus mati!" jawan Ji Zang sambil tertawa juga.
Kediaman Keluarga Ji kini tengah ramai oleh pesta atas kesenangan Tuan Muda Ji dan Kepala Keluarga Ji yang berhasil membunuh Feng.
Setelah tadi Malam mendapat kiriman kepala Feng, Mereka langsung bersorak senang dan langsung membuat pesta.
"Hahaha... Nak, Kau jangan lupa Gadisnya itu," ingat Kepala Keluarga Ji sambil tersenyum menjijikkan.
"Hahaha... Iya Ayah, besok Aku akan mengirim Orang untuk menangkap Gadis itu dan menjadikannya J_alangku!" tawa Ji Yao menjijikkan.
Wuush...
Tiba tiba Angin bertiup kencang hingga mematikan lampu lampu yang terbuat dari Api, seluruh ruangan pesta langsung sunyi begitu tak ada lagi penerangan.
Kepala Kelurga Ji juga menyeritkan dahinya merasa ada yang aneh.
"Pendekar berelemen Api, keluarkan Api Kalian untuk menerangi ruangan!" teriak Kepala Keluarga Ji.
"Ya!" jawab kompak Orang orang tersebut.
Namun sedetik kemudian setelah semua mengembalikan kembali penerangan, mata semua Orang terbelakak.
"Aaaaaa!" teriakan histeris dan ketakutan terdengar kencang.
Di lantai pesta tampak banyak genangan bewarna merah yang merupakan darah disertai potongan potongan tubuh yang terpotong kecil kecil.
Beberapa Orang langsung menutup matanya ketakutan melihat itu bahkan beberapa lagi langsung pingsan.
Kepala Keluarga Ji juga terkejut melihat hal tersebut namun segera Ia tersadar dan langsung berteriak.
"Hei! Siapapun itu, beraninya Kau membuat onar!" teriaknya marah.
"Hihihihi..," sebuah tawa cekikikan dan feminim menyambut teriakan Kepala Keluargs Ji, begitu mendengar tawa cekikikan itu semua Orang langsung dibuat merinding dengan bulu kuduk merinding.
"Keluarga Ji~"
Sebuah suara lirih namun terdengar jelas ke seluruh Orang di pesta tersebut.
Kepala Keluarga Ji dan Tuan Muda Ji serta beberapa Orang yang mengenali suara tersebut langsung membuka matanya lebar.
"Kau! Feng!" teriak tak percaya Ji Yao.
"Xixixi... Tuan Muda Ji sungguh mengenalku ya~"
"Kau... Bagaimana mungkin?!" ucap Kepala Keluarga Ji tak percaya apalagi saat mendengar suara kedua tersebut.
"Hihihi... Kepala Keluarga Ji, Arwahku akan selalu datang padamu dan meminta pertanggung jawaban atas kasus pembunuhanku~" suara halus tersebut membuat seluruh Orang merinding ketakutan.
"A-apa maumu Ba_ingan! Keluarlah! akan Ku habisi Kau B_jingan!" teriak marah Tuan Muda Ji.
"Hihihi... Aku telah Kau habisi, jadi bagaimana Kau bisa menghabisi Arwahku saja."
"Keluarga Ji, mendongaklah melihat ke atas untuk melihat hadiah pertama dariku!~"
Mendengar suara tersebut, kompak seluruh Orang di pesta tersebut mendongak melihat apa yang ada diatas.
Deg!
"Aaaaa!!" beberapa Orang langsung berteriak histeris saat melihat sesuatu berbentuk bulan banyak tergantung di langit langit ruangan tersebut.
Beberapa Orang langsung muntah, beberapa pingsan dan ada yang masih terdiam karna shock.
Kepala Keluarga Ji, dan Anaknya, Tuan Muda Ji juga langsung melebarkan matanya begitu melihat sesuatu yang menggantung di langit langit Ruang pesta tersebut.
Itu Kepala!
...- - - ...