The System

The System
Turnamen 6



Feng tentu saja tak menghiraukan cibiran Mereka dan terus berjalan maju hingga berdiri tepat didepan Elang tersebut.


Mata Elang tersebut tajam dan secara tak sengaja mata Elang tersebut bertemu dengan mata Feng dan Rara, Orang orang yang melihat itu agak sedikit terdiam.


Namun hal selanjutnya membuat Orang orang benar benar terdiam bahkan menahan nafas Mereka, Elang tersebut secara tiba tiba bersujud dihadapan Feng dan Rara.


Hal tersebut tentu membuat semua Orang ternganga kaget, belum berhenti kekagetan Mereka lagi lagi Mereka kembali dibuat kaget oleh 3 Elang yang semula tenang langsung mendekati Feng dan Rara lali bersujud di kakinya.


Sunyi~


Tak ada yang berani berucap setelah melihat itu, Feng sendiri hanya diam lalu mengelus kepala Elang Epang tersebut lalu Ia berbisik sangat pelan sampai hanya dapat didengar Elang Elang tersebut.


Elang Elang tersebut yang mendengar bisikan Feng langsung dengan patuh menundukkan badannya siap dinaiki, Feng dan Rara langsung naik tanpa menghiraukan Orang orang yang melongo melihatnya.


...- - -...


"Nak, bagaimana Kau bisa menundukkan Elang Elang tadi?" tanya Old Xi diatas Elang, Orang orang yang satu Elang dengan Feng juga terdiam walau Mereka juga penasaran bagaimana Feng bisa menundukkan Elang tadi.


"Aku belajar dari Guru ku," jawab Feng dingin, Old Xi terdiam kemudian mengangguk karna menganggap jawaban Feng masuk akal begitupun Orang orang yang mendengarnya.


Feng sendiri mencibir dalan hatinya kenapa Ia berkata bahwa itu dari Gurunya, Ia bisa melakukan itu karna telah belajari dari Penguasa Dunia berarti secara tidak langsung Ia mngatakan Penguasa Dunia adalah Gurunya, cih tidak sudi.


...- - -...


Tuk


"Aiissh... Ini benar benar ada Orang yang membicarakan ku atau Buah kelapa ini sangat kangen kepada kepalaku," kesal Penguasa Dunia sambil mengusap kepalanya.


...- - -...


Setelah beberapa jam perjalanan akhirnya seluruh Orang sampai di Gunung Awan Biru, seluruh Orang berkumpul di depan kaki gunung sebelum masuk Gunung Awan Biru.


"Baiklah semuanya, Kalian tentu saja mengingat apa yang Aku jelaskan tadi bukan, maka langsung saja silahkan memasuki Gunung dan Ujian dimulai!" ucap Old Xi tanpa basa basi.


Beberapa Orang langsung membuat kelompok, beberapa Orang lagi lamgsung pergi secara pribadi langsung memasuki Gunung dengan cepat.


Feng sendiri berjalan dengan santai memasuki Gunung, Rara yang berjalan disebelahnya mengenggam tangannya sambil bersenandung melompat lompat ria.


"Feng Gege, Kita mau kemana?" tanya Rara, Feng terdiam sejenak.


"Rara maunya kemana?" balik tanya Feng, Rara diam mengetuk ngetuk dahinya kemudian berucap.


"Rara mau makan Rusa kayak dulu," ucap Rara, Feng mengangguk mendengarnya.


"Ya sudah, yuk Kita cari Rusanya," balas Feng, Rara mengangguk dengan antusias kemudian Mereka bergandengan memasuki Gunung.


Tak lama kemudian, Mereka akhirnya menemukan seekor Hewan Buas Rusa dengan tanduk yang banyak tumbuh di kepalanya.


Rusa Tanduk Seribu!


Hewan Buas ini termasuk Hewan Buas Tingkat Rendah yang setara dengan Tingkat Perak Lapis 5, Kartu As Rusa ini ada pada Tanduknya.


Karna selain banyak, Tanduknya juga dapat berubah ubah sesuai keinginan Rusa tersebut.


"Feng Gege, Itu Rusa!" tunjuk Rara dengan antusias, Feng mengangguk tersenyum mengelus rambut Rara.


"Rara cari kayu bakar sana, biar bisa lngsung masak," Ucap Feng, Rara mengangguk kemudian pergi mencari Kayu bakar sedangkan Feng berjalan mendekati Rusa tersebut.


Rusa tersebut yang melihat ada Manusia mendekatinya langsung memasang kuda kudanya dengan waspada, Feng sendiri hanya diam kemudian membuat sebilah Pisau dari Angin dan melemparnya ke arah Rusa tersebut.


Kecepatan Pisau Angin tersebut tak dapat dihindari oleh Rusa tersebut, alhasil Pisau Angin itu menusuk lewat kepala dan membelahnya hingga perut.


Feng maju dan mulai menguliti Rusa tersebut sambil mengambil Intinya, Ia juga langsung memotong motong dagingnya.


...- - -...


Tempat Ji Yao


Ji Yao saat ini sedang duduk dengan seorang Wanita dipangkuannya, sedangkan beberapa meter didepannya Anak Buahnya sedang bertarung habis habisa dengan seekor Macan berwarna hijau dan sesekali Macan itu dapat mengeluarkan racun.


Macam Pohon Racun!


Hewan Buas ini tergolong Tingkat Rendah yang setara dengan Tingkat Perak Lapis 2, namun dengan Racunnya Ia bahkan bisa membunuh Orang pasa Tingkat Perak Lapis 5.


Setelah pertarungan selesai, Ji Yao dengan angkuh langsung mengambil intinya tanpa menghiraukan bahwa ada bawahannya yang mati dan juga ada yang terkna racun.


Bawahannya juga tak berniat memprotes atau Mereka dapat mati karna kekuatan Ji Yao diatas Mereka dan akan sangat mudah membunuh Mereka.


"Awas Kau, jika Kita bertemu akan Ku pastikan Kau mati dan tubuhmu dimakan Hewan Buas serta Gadis Mu itu akan Ku nikmati dan jual ke Rumah Bordir," gumam Ji Yao geram sambil mengingat wajah Feng.


...- - -...


Tempat Wang Yi


"Hah... Hah... Hah..," Wang Yi berlari dnegan nafas terputus putus.


Marah, kesal dan benci semuanya bercampur untuk Ji Yao.


Kenapa begitu? itu disebabkan, Ji Yao langsung mengirim Orang orangnya untuk menyuruh membunuh Wang Yi saat memasuki Gunung.


Mungkin Wang Yi memang satu atau dua Tingkat lebih kuat dari Bawahan Ji Yao namun Ji Yao mengirim lebih dari 5 Orang membuatnya tak bisa menghadapi semuanya dan memilih untuk melarikan diri.


"Ji Yao!" gumam Wang Yi dengan geram, namun Ia tetap merasa tak bisa membalasnya karna saat ini Ia bukan Tuan Muda Keluarga Wang.


Bawahannya juga telah berkhianat dan bergabung dengan Ji Yao hingga kini Wang Yi tak dapat meminta bantuan siapa siapa kecuali dirinya sendiri.


Tap..


Tap...


Tap...


Tap...


Suara langkah kaki yang mendekat membuat Wang Yi langsung kembali berlari melanjutkan larinya.


...- - -...


Tempat Di Shi


Di Shi tampak tak memiliki masalah berarti, Ia memiliki 2 Pengawal bayangan Tingkat Emas yang selalu mengikutinya atas perintah Ayahnya sehingga Ia tak cemas jika ada masalah.


Namun ada satu yang mengganjal di pikirannya, yaitu tentang Feng.


Ia sangat penasaran dengan Pemuda tersebut, walau seumuran Di Shi dapat menebak bahwa Feng jauh lebih kuat darinya.


Apalagi saat Ia mengingat kejadian Feng menundukkan 4 Elang tadi, hal tersebut menambah kesan Misterius pada diri Feng dan Di Shi benar benar penasaran dengan hal tersebut.


Ia menghela nafas dan berharap Ia bertemu dengan Feng nantinya selama Ujian ini.


...- - -...