The System

The System
Sang Penolong



Boom!


Hening~


Mal Li perlahan membuka matanya, Ia belum mati? Ia kemudian menatap ke depan melihat Iblis tadi sudah terhempas keras hingga memuntahkan darah, bagaimana bisa?!


Mendadak Mal Li merasakan aura kuat yang berasal dari atasnya, Ia mendongak melihat darimana aura sangat kuat itu berasal, dan mendadak matanya terbelakak melihat siapa yang terbang di atasnya.


"I-itu Raja Iblis! Bagaimana m-mungkin?!" gumamnya terkejut tak percaya.


"Tuan! Tuan tak apa?!" ucap Saudara Mal Li datang mengjampiri Mal Li, Mal Li menatap Saudaranya itu kemudian menatap Raja Iblis yang terbang di atasnya itu, Saudara Mal Li yang paham apa yang dipikirkan Mal Li hanya tersenyum mengangguk.


"Nanti Aku jelaskan, Tuan lebih baik istirahat sekarang, serahkan semuanya kepada Raja Iblis," ucap Saudara Mal Li kemudian membantu Mal Li berdiri dan pergi menjauh mencari tempat Istirahat.


Iblis tadi kaget saat tiba tiba serangannya di tahan bahkan di balikkan dengan mudah hingga membuatnya terhempas dan memuntahkan darah.


"Siapa yang berani-" ucapannya terputus saat melihat siapa yang menyerangnya tadi, matanya mendadak membelakak kaget dengan tubuh gemetar melihat siapa yang terbang di hadapannya itu.


"R-raja I-iblis!" ucapnya gemetar, Raja Iblis yang terbang di depannya hanya memandangnya dingin kemudian mebgangkat satu jarinya, dan sebuah lubang hitam keluar dari ujung jarinya dan berputar menghisap energi di sekitarnya, Iblis itu mendadak merasakan energi di dalam tubuhnya ikut terserap dengan kencang tanpa bisa di tahan, begitu juga rasa sakit yang menyerang tubuhnya saat energinya tersebut di serap, Ia melihat tanda bintangnya yang perlahan memudar dan menghilang, sedangkan Ia sendiri langsung terjatuh ke tanah sambil memandang Raja Iblis tak percaya.


"K-kenapa-" ucap Iblis itu menatap Raja Iblis.


"Salahkan dirimu yang menyinggung Orang yang salah, Aku tak akan membunuhmu, karna yang akan menghakimimu bukan Aku," ucap Raja Iblis kemudian terbang dan melambaikan tangannya, mendadak ribuan energi berbentuk tebasan terbang membelah tubuh tubuh pasukan Iblis itu, semua Pasukan Mal Li terkejut akan serangan itu dan melihat siapa yang menyerang itu. Mengetahui Orang yang menyerang adalah Raja Iblis, Mereka semua langsung bersujud hormat ke Raja Iblis, Raja Iblis melambaikan tangannya.


"Selamatkanlah apa yang Kalian tuju," ucapnya kemudian berbalik, terbang menuju Mal Li.


"Bagaimana keadaannya?" tanya Raja Iblis melihat Mal Li yang duduk bersila memejamkan matanya berusaha mengobati luka di bantu oleh Saudara Mal Li yang duduk di belakangnya mengalirkan energi, Saudara Mal Li bangkit dan memberi hormat pada Raja Iblis.


"Tuan tidak apa apa Raja, hanya perlu mengobati lukanya beberapa saat lagi," ucap Saudara Mal Li, Raja Iblis mengangguk memilih memperhatikan Mal Li yang masih mengobati lukanya. Tak lama, akhirnya Mal Li membuka matanya menyelesaikan pengobatan dirinya, begitu Ia membuka mata, Ia langsung bersujud dalam melihat Raja Iblis yang berdiri di depannya.


"Hormat Raja Iblis!" ucapnya, Raja Iblis yang berdiri di depannya mengangguk, Ia benar benar tak menyangka dapat bertemu kedua kalinya dengan Raja penguasa Alam Iblis ini, Raja yang memiliki 10 Tanda bintang penuh dan tak memiliki tandingan di Alam Iblis ini.


"Kau beruntung bisa bertemu dengan Tuan Feng, dimana Tuan Feng sekarang?" tanya Raja Iblis, Mal Li mendongak menatap Raja Iblis.


"T-tuan Feng ada di kediaman Mal Li di Kota satu Ras-" tanpa menunggu Mal Li menyelesaikan kata katanya, Raja Iblis langsung melesat terbang pergi dengan cepat.


"Beruntung?" gumam Mal Li kemudian menatap Saudaranya bingung, Saudara Mal Li sendiri hanya menghela nafas kemudian membuka mulutnya mulai menjelaskan pada Mal Li.


"Mal Li!" sebuah suara teriakan membuat Mal Li menoleh, Ia melihat Ayahnya dan juga seluruh Keluarga Mal nya berlari ke arahnya sambil tersenyum lebar, Mal Li langsung memeluk erat Ayahnya dan meneteskan air matanya, begitu juga Ayahnya.


"Aku tau... Kau pasti bisa!" ucap Ayahnya, Mal Li mengangguk.


"Ini semua berkat Sang Penolong Yah," jawab Mal Li.


"Sang Penolong?"


...- - -...


"Enaaaak!" ucap Rara terus menyuapkan makanan ke mulutnya, Feng yang melihat itu tersenyum.


"Jangan banyak banyak, ini baru kedai pertama lho!" ucap Feng usil mengambil salah satu potong makanan Rara, Rara menggembungkan pipinya kesal.


"Ihhh Feng Gege! Itukan punya Rara! Lagian Rara makannya gak banyak kok, masih bisa makan yang lainnya," ucap Rara kesal, Feng tertawa kecil sambil menggeleng, apanya yang gak banyak, Ia sudah hampir menghabiskan 10 porsi dan itu belum banyak?


Mendadak Feng terdiam saat merasakan aura yang sangat familiar dengannya mendekat, Ia kemudian membuat sebuah Qi berbentuk panah dan melesatkannya keluar kedai tanpa di sadari siapapun, beberapa saat setelah Ia melesatkan anak panah itu aura yang kuat itu menghilang dan seorang dengan caping dan jubah hitam masuk ke dalam kedai.


Orang itu langsung berjalan menghampiri Feng dan berlutut di hadapannya sambil menyodorkan panah Qi tadi.


"Tuan Feng!" ucapnya hormat, Feng mengangguk menjetikkan jarinya kemudian Qi berbentuk panah itu langsung menghilang.


"Raja Iblis," gumam Feng tersenyum tipis kemudian menyuruh Raja Iblis yang sudah menyamar itu duduk di hadapannya. Ya, Raja Iblis sebenarnya tak ingin menyamar, namun saat menerima Qi panah tadi dan pesan yang terkandung di dalamnya, Ia langsung menyembunyikan aura dan wajahnya untuk bertemu dengan Feng.


"Bagaimana kabarmu?" ucap Feng tersenyum kemudian memakan makanN di hadapannya, Raja Iblis mengangguk.


"Aku sudah mulai melakukan semua yang Tuan perintahkan dulu, kapan Tuan akan berkunjung untuk melihatnya?" tanya Raja Iblis membuat gerakan tangan Feng terhenti sejenak kemudian menghela nafas.


"Kau lanjutkan saja apa yang Ku perintahkan dulu, sementara Aku tak ingin tampil dulu, karna ada sesuatu yang harus ku usut, jadi sementara Kau juga tetaplah di Istana dan fokus terhadap apa yang Ku perintahkan, karna Aku ingin nanti saat Aku datang semuanya sudah sebaik yang Ku harapkan, mengerti?" ucap Feng, Raja Iblis di depannya mengangguk.


"Mengerti Tuan!" jawabnya.


"Oh, ngomong ngomong, apakah Kau tau Makam Kesesatan dimana?"


...- - -...