
Wushhh...
Tombak itu melesat dengan cepat, memang tombak itu terbuat dari kayu dan batu. Namun siapa saja yang melihat tombak itu melesat pasti akan mengira bahwa Tombak itu tak sesederhana itu.
Termasuk Ratu hewan buas tersebut yang tak lagi sempat menghindari tombak tersebut dan tombak itu tepat mengenai dadanya dan menembus jantungnya membuat Ia tak bisa berkutik dan langsung kehilangan nyawanya.
Seluruh Desa bersuka cita atas selamatnya Mereka dari musibah besar tersebut. Anak Muda itu di nobatkan sebagai penyelamat dan di panggil Pahlawan oleh Orang orang Desa tersebut, namun bukannya senang Ia justru nampak terdiam dengan ekspresi dan tatapan yang tak bisa di pahami siapapun.
Ia di berikan hadiah berupa Tombak baru yang terbuat dari emas, namun di depan Warga desa Ia menolak Tombak itu dengan dingin, semua Warga desa kebingungan mengapa Anak muda itu menolak itu padahal sudah jelas seluruh Orang tau Anak muda itu suka berlatih tombak dan ingin tombak yang bagus.
Mengetahui pikiran Warga desa itu, Anak muda itu kemudian menganggat tangannya dan tombak kayu yang menancap di jantung ratu hewan buas itu tercabut dengan sebuah jantung tertancap di ujungnya dan melesat menuju genggaman Anak muda tersebut.
Saat itulah, semua Orang memandang takjub saat tombak itu bersinar dan jantung ratu hewan buas itu melebur dan menyatu dengan tombak itu membuat kayunya berubah menjadi sangat keras dan menjadi warna merah dengan corak baru di atasnya, ujung tombak itu menjadi lebih tajam dengan ukirannya sendiri.
"Aku akan pergi, Menaklukan Dunia dengan Tombakku!" ucap Anak muda itu tetakhir kali sebelum akhirnya melesat meninggalkan Desa tersebut dan pergi menjelajahi Dunia.
Dari situlah Ia kemudian mengalami berbagai petualangan dan pertarungan hidup dan mati dengan tombaknya, tombaknya semaki bertambah kuat begitupun Ia yang sudah 'Menjadi satu dengan tombaknya'.
Ia sama sekali tak pandai teknik tombak apapun, namun 'menjadi satu dengan tombak' membuat tak ada satupun teknik tombak yang tak bisa Ia kalahkan.
Hingga puncaknya Ia mengalahkan Kaisar Naga dan Kaisar Phoenix, setelah itu Ia sakit parah dan Ia sudah tau ajal akan menjemputnya sehingga dengan tenaga terakhir kalinya dan sentakan kuat Ia melempar tombak itu ke langit, menembus alam semesta dan pergi ke alam semesta yang lain. Hingga kini sampai ke tangan Feng.
"Luar biasa bukan?" sebuah suara membuat Feng teralihkan, itu adalah Dewa Kematian yang tersenyum sambil menatap Tombak itu.
"Kau benar benar beruntung berjodoh debgan tombak itu, bahkan Aku sendiri meski Aku yang mendapatkannya pertama kali dan menggunakannya namun tetap saja Aku tak berjodoh dengannya sehingga aku menyimpannya terlebih dahulu dan ternyata takdir memang sungguh sangat misterius yang membuat Kau yang juga merupakan pewarisku menadapat Tombak tersebut."
Feng terdiam mendengar ucapan Dewa kematian itu, Ia kemudian menatap telapak tangannya sendiri sambil bergumam.
"Bagaimana jalannya Takdirku?"
...- - -...
Feng membuka matanya perlahan, tombak di depannya sudah melayang beberapa centi dari tanah. Feng menghela nafas sejenak kemudian tersenyum, Ia kemudian menggigit ujung jarinya hingga berdarah dan meneteskan darahnya ke atas tombak tersebut. Tepat setelah Feng meneteskan darahnya, garis garis merah muncul di tombak tersebut dan tombak itu berubah menjadi sinar yang masuk kedalam kepala Feng meninggalkan sebuah lambang tato bergambar Tombak di dahinya.
Tubuh Feng langsung di penuhi energi yang meluap luap, dengan sigap Ia langsung duduk bermeditasi dan mengatur energi yang meluap luap itu untuk menerobos.
Boom!
Boom!
Boom!
...- - -...
Semua Orang di luar Pagoda kuno langsung gemetaran begitu mendadak Pagoda itu mengeluarkan aura yang luar biasa kuat. Bukan hanya itu, sebuah cahaya memancar dari ujung Pagoda menuju langit dan selain itu cahaya itu juga melesat berpisah ke seluruh penjuru.
Alam Iblis...
Tubuh Raja Iblis gemetaran begitu juga seluruh Iblis yang jatuh berlutut begitu melihat dan merasakan aliran cahaya cahaya itu melesat di langit.
Namun sebuah cahaya mendadak melesat ke arah Rara dan memasuki Tubuhnya.
Boom!
Boom!
Boom!
Dewi Kehidupan yang berada di dalam tubuh Rara tersenyum begitu merasakan cahaya yang memasuki tubuh Rara tersebut.
"Kalian memang pasangan yang memiliki Takdir luar biasa."
Alam Manusia...
Kaisar Iblis yang berada di dalam tubuh Ran mendadak membuka mata dan langsung berlutut begitu merasakan aura dari cahaya itu begitu juga seluruh Manusia yang langsung berlutut dengan tubuh gemetaran begitu merasakan hal itu.
Alam Dewa...
Badan Kaisar Dewa gemetar begitu merasakan aura cahaya itu, Ia menggeleng keras dengan wajah tak percaya.
"Bagaimana mungkin?!" ucapnya tak percaya saat merasakan aura itu.
"Tombak itu bukankah sudah hancur bersama saat coba ku hancurkan Dewa sialan itu!" ucap Kaisar Dewa berteriak marah.
...- - -...
Seluruh Manusia elang menatap Pagoda kuno yang mendadak mengeluarkan cahaya yang menyelimuti Pagoda tersebut. Hingga cahaya itu hilang dan memperlihatkan bentuk Pagoda yang mendadak berubah 180 derajat dengan dinding terbuat dari berlian dan lantainya yang nampak berkurang menjadi 5 lantai.
"Bahkan jika kini Aku mati sekalipun Aku tak akan pernah menyesal hidup di Dunia ini setelah Aku menyaksikan ini," gumam Kakek itu menutup matanya menetralkan keterkejutannya yang membuat jantungnya berdetak bekali kali lipat lebih cepat.
...- - -...
Feng membuka matanya perlahan bersamaan dengan sentakan aura luar biasa yang keluar dari dalam tubuhnya. Tangannya bergerak perlahan menyentuh dahinya yang memunculkan sebuah lambang tato berbentu tombak bewarna hitam.
Ia kemudian menatap telapak tangannya sambil tersenyum, "Inikah perasaan tingkat Walis?"
Feng merasakan bahwa dirinya berkali kali lipat lebih kuat sekarang. Bahkan Ia yakin jika itu Manusia elang seperti Kakek itu pun tak akan susah untuk Ia kalahkan. Terlebih lagi Ia memiliki kartu As baru sekarang, Tombak Kuno.
Ia beranjak berdiri dan merasakan tubuhnya sangat ringan sekarang bahkan mungkin lebih ringan dari sehelai daun. Ia mengambil sebuah batu di dekatnya dan melemparkannya jauh.
Wushhh...
Dalam gerakan yang tak bisa di lihat siapapun Feng sudah gilang dan muncul di seberang sambil menangkap batu tersebut. Feng tersenyum merasakan itu, tak sampai di situ. Ia kemudian memfokuskan pikirannya sambil menatap batu batu di rungan itu, mendadak batu batu itu bergerak gerak dan mulai melayang terbang.
Feng tersenyum melihat itu, kemudian dengan pikirannya Ia menggerakkan batu batu tersebut untuk membentuk sebuah patung berbentuk Orang yang sangat Ia rindukan, Rara.
Feng tersenyum melihat patung Rara tersebut, entah bagaimana kabar Istrinya tersebut kini, apakah Ia mengikuti kata katanya di mimpi untuk berlatih semakin kuat? Ah, mengingatnya membuat Feng tambah rindu dengan Istri kecilnya itu.
Setelah keluar dari Pagoda ini Feng berjanji akan langsung mencari Rara.
"Ra, tunggu Aku!"
...- - -...