The System

The System
Rara Berubah



Shuffft...


Feng membuka matanya perlahan begitu rohnya memasuki badannya, Ia menghela nafas kemudian tersenyum kecil memegang dadanya. Itu benar benar detik detik yang paling ajaib dan paling menegangkan dalam hidupnya. Kini Ia berharap Rara baik baik saja dan Ia akan menghubunginya nanti.


Feng mendongak menatap sekitarnya, matanya membulat kaget saat menyaksikan pemandangan sekitarnya. Tanah yang semula gersang bekas pertempuran itu kini benar benar telah berubah, sekarang seluruh tanah itu sempurna menjadi hijau sejauh mata memandang dengan bunga bunga bermekaran yang menghiasinya.


"Kau sudah sadar?" suara Dewa Kematian itu sempurna membuat Feng tersentak dari kekagetannya. Ia menoleh melihat Dewa Kematian yang kini tampak sangat sehat, bahkan luka luka bekas bertarung dengan Dewa Kehancuran tadi tak nampak sama sekali.


"Kau pasti bingung kenapa seluruh wilayah ini mendadak berubah, begitu juga dengan luka luka di sekujur tubuhku yang hilang tanpa bekas sama sekali bukan?" ucap Dewa Kematian, Feng mengangguk. Ia sangat bingung dengan semua itu, pasalnya Ia sama sekali tak memperhatikan semua itu saat roh nya keluar dari tubuhnya.


"Aku juga tak tau kenapa, tapi yang pasti saat Kau bermeditasi tadi, sebuah cahaya merah terang keluar dari tubuhmu. Cahaya itu terasa sangat hangat dan nyaman, cahaya itu bersinar terang menyebar ke segala penjuru dan setiap hal yang terkena cahaya itu pasti akan pulih, hal itu yang terjadi pada lukaku dan wilayah di sekitarmu," jelas Dewa Kematian sambil mengambil posisi duduk di samping Feng, Feng terdiam mencerna seluruh penjelasan Dewa Kematian tersebut. Cahaya? Hangat dan Nyaman? Semuanya pulih?


"Ikatan Cinta Semesta," gumam Feng teringat akan itu, ya! Ia yakin hanya itu satu satunya penjelasan akan seluruh hal itu, meski Feng tak mengerti cara kerjanya, namun Ikatan Cinta Semesta selalu bekerja dengan cara ajaib dan misterius.


"Apa Kau bilang?! Ikatan Cinta Semesta!" ucap Dewa Kematian terkejut dengan memasang tampang muka tak percaya. Feng yang melihat Dewa Kematian sangat terkejut mendengar gumamannya tadi mengangkat sebelah alisnya bingung, ada apa memangnya dengan Ikatan Cinta Semesta?


"Baiklah, baiklah, Aku yakin Kau pasti menyimpan seribu rahasia lagi yang akan membuatku terkejut. Tadi Kau memiliki Tombak Kuno Dewa Tombak, kemudian kini Ikatan Cinta Semesta lalu apalagi? Baiklah, sebelum Kau menjelaskan semua itu, Aku hanya ingin bertanya satu hal sebagai pembuka," ucap Dewa Kematian panjang lebar kemudian menatap Feng serius, Feng mengangguk, Ia akan menjawab pertanyaan pembuka Dewa Kematian itu dengan senang hati.


"Apakah Kita pernah bertemu? Mengapa Aku merasa familiar?"


...----------------...


Di Tempat Rara...


Cahaya yang memancar dari tubuh Rara bersinar terang, menerangi seluruh Alam kotak Surgawi itu. Bahkan di luar sana, Dewi Kehidupan mundur beberapa langkah saat melihat bahwa Kotak di depannya itu kini nampak bersinar terang, perlahan kotak itu semakin bersinar dan mengecil.


Rara yang semula di dalam kotak kini langsung berpindah keluar kotak dan kotak itu bersinar terang menjadi sebuah cahaya kecil dan melesat menuju dahi Rara. Sinar itu perlahan menghilang, digantikan sebuab gambar tato berbentuk persegi empat di dahi Rara. Dewi Kehidupan yang menyaksikan semua itu tak dapat berkata kata dan hanya diam melihat itu.


Rara perlahan membuka matanya, tepat saat Ia baru membuka matanya, sebuah siluet merah nampak keluar dari pinggir kelopak matanya. Tak hanya keluar bahkan siluet itu membentuk warna merah di sekitar mata Rara. Rara diam sejenak kemudian menatap Dewi Kehidupan.


"Dewi Kehidupan," panggil Rara, Dewi Kehidupan terdiam. Ia sama sekali tak menjawab pertanyaan Rara tersebut karna Ia merasa ada sesuatu yang berubah dari diri Rara saat ini.


Ia tau bahwa biasanya Rara akan memanggilnya 'Kak Cantik' atau 'Kak' tapi Ia kini memanggil dirinya 'Dewi Kehidupan'. Tapi bukan hanya itu yang membuat Dewi Kehidupan semakin yakin bahwa ada yang berubah dari diri Rara, melainkan juga karena dari nada suara dan aura yang keluar dari tubuhnya bukanlah aura yang sama seperti yang Dewi Kehidupan rasakan dari Rara sebelumnya.


Dewi Kehidupan bergerak cepat menyerang Rara, Ia membuat kibasan Qi yang melesat ke arah Rara. Rara mengangkat sebelah tangannya menahan serangan Dewi Kehidupan dengan mudah. Dewi Kehidupan kembali menyerang Rara bertubi tubi namun dengan mudah di hindari atau di tahan Rara, Dewi Kehidupan yang menyaksikan dan merasakan itu membuka matanya lebar, Ia kini yakin bahwa Rara lebih kuat darinya karna semua serangannya bahkan dengan mudah ditahan Rara meski itu belum setengah dari seluruh tenaganya.


Dewi Kehidupan bergerak mundur menatap Rara tenang beberapa saat, Rara juga menatap Dewi Kehidupan dengan tenang. Hening beberapa saat sebelum akhirnya Dewi Kehidupan membuka suaranya bertanya.


"Apakah Kau masih Rara yang sama?"


...----------------...


Feng menjelaskan beberapa hal, namun Ia masih menutupi bahwa ada Dewa Kematian lain yang sebenarnya tadi bersamanya dan saat masuk ke sini Ia tertahan.


Dewa Kematian yang mendengar penjelasan Feng tadi terdiam, Ia adalah Dewa tercerdas dan memiliki pengetahuan paling luas di Alam ini bahkan di bandingkan dengan Dewa Pengetahuan sekalipun. Namun penjelasan Feng membuat banyak pertanyaan di dalam benaknya, pertanyaan yang Ia rasa bahwa Feng sendiri juga tak mengetahui jawabannya.


"Lalu bagaimana Kau bisa mendapatkan Tombak Kuno Dewa Tombak? Setauku bahwa Tombak itu sudah lama hilang dan Dewa Tombak juga sudah lana tiada," tanya Dewa Kematian, Feng mengangguk kemudian menceritakan semua yang Ia tau mulai dari Sejarah Tombak itu sampai Ia mendapatkannya, dan lagi lagi Ia menutupi bagian bahwa Dewa Kematian yang mendapatkan sebelumnya.


Dewa Kematian, Ia merasa ada yang janggal dari cerita Feng namun Ia tak merasa bahwa Feng berbohong padanya.


"Baiklah pertanyaan selanjutn-" Dewa Kematian ingin melanjutkan pertanyaan selaniutnya namun Feng memotongnya.


"Kau sudah bertanya 2 kali sedangkan Aku baru sekali, biarkan Aku tanya sekali lagi," ucap Feng menatap Dewa Kematian, Dewa Kematian balas menatap Feng beberapa saat kemudian mengangguk setuju. Ia merasa bahwa Pemuda di depannya kini mungkin secerdas atau bahkan lebih cerdas dari dirinya sehingga Ia dengan hati hati setiap mengucapkan kata.


"Siapa Dewa Kehancuran tadi?"


...----------------...


Di Tempat Rara...


Hening~


"Aku masih Rara yang sama kok," jawab Rara tenang, Dewi Kehidupan menghela nafas kemudian kembali santai mendekati Rara.


"Aku tau Kau masih Rara yang sama, tapi kenapa Aku merasa ada yang berubah padamu?" tanya Dewi Kehidupan, Rara menatap Dewi Kehidupan bingung.


"Apa yang berubah dari diriku?" tanya Rara, Dewi Kehidupan diam sejenak berfikir.


"Seperti ada sikap alamimu yang berubah drastis, tapi apa ya? Semangat? Tidak, Ceria? Tidak, lalu apa..." Gumam Dewi Kehidupan terdiam sejenak, beberapa saat kemudia Dewi Kehidupan berpikir kemudian Ia membuka matanya lebar saat menyadari sesuatu.


"Sikap kekanak kanakanmu!"


...----------------...


Assalamualaikum...


Selamat Menikmati Sahur dan Berbuka puasa!!!


Gimana? Makin seru gak alurnya?