The System

The System
Bertengkar



"Huffht..." Feng menghela nafas panjang mengelap keringat yang bercucuran di tubuhnya. Ia sama sekali tak menyangka bahwa membangkitkan Ratu Lobster ini bahkan menghabiskan setengah dari Qi yang Ia punya, sedangkan Qi nya juga terkuras tadi karna bertarung dengan Ratu lobster ini. Beruntung ada Rara yang bantu menyalurkan Qi nya sehingga membuat semua ini lebih mudah dan cepat.


"Feng gege ngapain sih, cepat kali habis Qi nya, Rara cemas kan jadinya," ucap Rara memarahi Feng, Feng hanya tersenyum tak bersalah kemudian menarik Rara untuk duduk didekatnya dan menunjuk ke arah bangkai Ratu Lobster di hadapan Mereka. Rara menoleh menatap yang ditunjuk Feng dan langsung membuka matanya lebar.


Ratu Lobster itu perlahan bangkit, dengan mata yang seluruhnya berubah hitam, dan tubuhnya yang sudah kembali menyatu, aura hitam nampak jelas keluar dari dalam tubuhnya.


"Ini..." Rara nampak terkejut lalu menatap Feng, Feng tersenyum mengangguk.


"Keren, apakah kekuatannya sama?" tanya Rara, Feng mengangkat kedua bahunya menyuruh Rara mencobanya. Rara mengangguk lalu berdiri mengeluarkan pedangnya menatap Ratu Lobster didepannya.


Wussh... Trang! Rara melesat memukulkan pedangnya ke cangkang Ratu lobster itu namun sama sekali tak berefek apa apa. Feng tersenyum tipis kemudian menyuruh Ratu Lobster itu balas menyerang, Ratu Lobster itu dengan patuh balas menyerang Rara. Ia mengangkat capitnya siap mencapit Rara.


Ctakkk... Rara menghindar dengan cepat terkejut dengan serangan itu, serangan yang Ratu Lobster lakukan barusan benar benar sangat kuat bahkan mungkin sekuat saat Ia masih hidup. Feng tersenyum memanggil Rara kembali.


"Itu jurus yang diberikan Dewa Kematian padaku, namanya jurus mayat hidup," jelas Feng, Rara mengangguk tiba tiba mukanya berubah kesal dan menggembungkan pipinya.


"Kakak cantik gak pernah ngasih jurus keren kek gitu ke Rara," ucap Rara kesal, tiba tiba siluet Dewi kehidupan keluar dari tubuh Rara dan bergerak menjitak kepala Rara.


Ctak...


"Dasar bocah gak tau bersyukur, udah baik Aku bantu untuk ketemu sama Kekasihmu ini lagi, malah mengutukku," ucap Dewi kehidupan kesal pada Rara. Rara yang baru saja dijitak Dewi kehidupan mencibir, membuat Dewi kehidupan kembali kesal dan berniat menjitak Rara lagi, namun Rara lebih cepat berlari meminta perlindungan Feng. Feng yang melihat itu tertawa kecil, begitu juga Dewa kematian yang keluar dari tubuh Feng.


"Sudahlah... Lagipula Kau memang sudah sejak dulu pelit," ucap Dewa kematian, Rara yang merasa mendapat dukungan Dewa kematian semakin semangat mencibir roh beladirinya itu. Dewi kehidupan berubah sedih merasa Ia kalah, Ia kemudian menatap Feng meminta bantuan.


"Ahaha... Sudah sudah, jangan bertengkar lagi," lerai Feng, Dewi kehidupan menghembuskan nafasnya kesal kemudian menembakkan cahaya masuk ke dalam kepala Rara.


"Itu jurus untukmu, pelajari sendiri," kesalnya, Rara terdiam kemudian melonjak girang dan berubah memuji muji Dewi kehidupan.


"Kakak cantik rupanya beneran cantik deh, baik lagi," puji Rara, Dewi kehidupan memutar matanya kemudian menatap Dewa kematian tajam.


"Malam ini jangan harap bisa dekat dekat," ucapnya kemudian masuk kedalam tubuh Rara, Dewa kematian tampak tercengang mendengar ucapan Dewi kehidupan barusan.


"Ta-tapi..." Feng menggeleng mengelus pundak Dewa kematian iba, Dewa kematian hanya bisa pasrah dan puasa malam ini padahal Ia sudah lama menaha keingannya itu.


Feng dan Rara kemudian merasakan beberapa aura mendekat dengan cepat ke arah Mereka.


"Kayaknya itu Murid murid baru itu, tadi Rara sempet liat Mereka juga mau kesini," ucap Rara, Feng mengangguk paham kemudian mengajak Rara untuk segera pergi dari situ. Rara mengangguk setuju, kemudian setelah menyimpan Ratu Lobster tadi, Feng dan Rara pergi menghilang.


"S-siapa..." ucap Putri ketujuh, turun menatap bangkai lobster lobster mata tiga itu, yang lainnya ikut turun dan memeriksa sekitarnya lebih detail.


"Ini pertarungan yang mungkin hanya bisa dilakukan oleh tingkat langit keatas," ucap Xiao Ang membuka suaranya. Sisanya mengangguk setuju atas pendapat Xiao Ang.


"Dan lagi, lobster lobster mata tiga ini tpaknya terbelah oleh pedang," lanjut Tang Ya, semua orang terdiam berfikir kemudian menatap Xiao Ang.


"Bagaimana mungkin itu aku, Kalian bersamaku saat terjebak tadi," ucap Xiao Ang paham dengan tatapan teman temannya, Mereka menggangguk, benar juga.


"Lalu siapa? Sedangkan yang bisa masuk ke Gunung Dewa ini hanya Murid baru Akademi Dewa, bahkan Tetua pun tak bisa masuk," gumam Putri ketujuh kebingungan.


"Sepertinya Aku tau siapa..."


...- - -...


Feng dan Rara akhirnya berhenti setelah melesat cukup jauh.


"Feng, Aku merasakan aura yang cukup familiar dari puncak gunung ini, sepertinya seekor hewan buas yang sangat kuat," ucap Dewa kematian tiba tiba, Feng menyeritkan dahinya, familiar?


"Aku juga merasakannya, tapi sebelum itu saat Aku dan Rara menyusul kalian Aku juga merasakan masih ada 2 hewan buas dengan kekuatan yang sama dengan Ratu Lobstet tadi di gunung ini, sepertinya Ia bawahan dari Hewan buas paling puncak itu," jelas Dewi kehidupan, Feng dan Rara saling menatap kemudian tersenyum, memikirkan hal yang sama.


"Tunggu tunggu, jangan bilang Kalian ingin memburu 2 hewan buas ini juga," ucap Dewa kematian diangguki Dewi kehidupan. Feng dan Rara mengangkat kedua bahunya kemudian langsung melesat ke arah yang berlawanan menuju temoat masing masing hewan buas itu berada.


"Hei, Kau bahkan belum mempelajari Jurus yang kuberikan tadi," ucap Dewi kehidupan melihat Rara yang tampak sangat bersemangat untuk memburu hewan buas tersebut.


"Mudah, itu hanya jurus inti kehidupan. Membuat inti sendiri dari Qi untuk menghidupkan dan mengendalikan makhluk hidup," jawab Rara santai.


[Jurus Inti Kehidupan : Dapat mengendalikan mayat atau makhluk hidul dengan membuat inti Qi dan mengendalikannya]


"Benarkah?" tanya Dewi kehidupan merasa tak yakin bahwa Rara sudah menguasainya. Tangan Rara kemudian bergerak cepat menangkap burung yang terbang didekatnya kemudian membunuhnya, kemudian dalam hitungan detik sebuah cahaya berwarna hijau nampak bersinar di dada burung tersebut dan burung itu kembali membuka matanya yang berubah menjadi putih bersinar cukup terang.


Dewi kehidupan yang melihat Rara sudah menguasai jurus yang Ia berikan itu nampak tercengang tak percaya melihat secepat itu Rara menguasainya, bahka Ia belum ada mencobanya.


"Kalian benar benar pasangan gila."


...- - -...