The System

The System
Kunci Takdir Dunia



"Maka, dengan bantuan Mutiara Jiwa itulah, Ia dapat naik ke tingkat Dewa Kuno. Namun itu tentu saja menyebabkan banyak resiko padanya dan pada seluruh Alam ini dan puncaknya adalah seperti yang Kau lihat tadi."


"Ia berhasil melanggar aturan yang ada bagi Dewa Kuno dan justru datang lagi ke Dunia ini dan membuat kekacauan hingga saat ini, namun beruntungnya kekuatannya tak lagi sekuat Dewa Kuno saat Ia turun."


"Namun tetap saja, Ia masih lebih kuat dari Dewa Dewi lainnya, sehingga Ia merasa kembali sombong dan ingin menguasai Dunia ini dengan berbuat berbagai kekacauan, namun Ia lupa bahwa sejak lama Ia pergi dan Ia kira tak ada yang sekuatnya?" Dewa Kematian menjelaskan itu sambil tersenyum sinis, pertama karna Ia sangat benci pada Dewa Kehancuran, kedua, karna Ia yakin bahwa Ia sebenarnya lebih kuat dari Dewa Kehancuran.


"Tapi sayangnya, Ia memiliki senjata yang hanya dimiliki oleh Dewa Kuno tersebut, sehingga bahkan jika menggunakan seluruh tenagaku Aku tetap tak bisa menghalanginya, namun..." kini Dewa Kematian kembali menatap Feng bingung.


"Kau bisa memiliki Tombak Dewa Kuno dan bahkan menggunakannya sedangkan dirimu bahkan belum mencapai puncak dari tingkat Walis, itu tentu saja membuat Aku dan Dewa Kehancuran kaget dan tak percaya," ucap Dewa Kematian kemudian diam sejenak.


"Tapi Aku tak bisa mengingkari semua itu karna masih banyak misteri Dunia ini yang tak ku ketahui mungkin dirimu salah satunya," jelas Dewa Kematian, Feng mengangguk paham.


"Kemudian untuk Mutiara Jiwa tadi..."


...----------------...


Rara mulai bergerak menguasai Alam Iblis..


Pertama Ia kembali menuju kerajaan Iblis dulu dan bertemu Raja Iblis serta para Mentrinya, Raja Iblis dan para Mentrinya yang melihat bahwa Permaisuri Mereka kembali tentu saja kaget dan menunduk hormat apalagi setelah merasakan kini bahwa kekuatan Rara berada di luar nalar Mereka.


Rara menyampaikan semua rencananya, mulai dari menguasai Alam Iblis kemudian bertanya tempat tempat yang belum dikuasai atau tersentuh oleh kerajaan Iblis.


Raja Iblis menyetujui itu dengan mudah begitu juga para Mentrinya, maka keesokkannya Ia mengumumkan bahwa Rara kini di angkat sebagai Penguasa Alam Iblis.


Hal itu tentu saja menyebabkan kontra dan ketidak setujuan dimana mana, bahkan pemberontakan pemberontakan mulai di rencanakan dan dimulai.


Raja Iblis ingin mengutus bawahannya untuk menghabisi para Pemberontak itu hingga ke akarnya, namun Rara menahannya dan hanya bertanya.


"Dimana kira kira tempat Pemberontakan yang paling banyak dan kuat?"


Setelah di beritau oleh Raja Iblis, Rara dengan cepat melesat menuju tempat yang di tuju dan dalam hitungan detik seluruh tempat itu serta para penghuninya telah rata oleh tanah.


Hal itu tentu saja menyebabkan berita yang menggeparkan seluruh Alam Iblis, dimana Penguasa Alam Iblis yang baru saja di angkat telah mengahncurkan akar pemberontakan terkuat dalam hitungan detik. Berita itu membuat perlahan pemberontakan pemberontakan di berbagai tempat perlahan surut kemudian padam.


Raja Iblis lalu mengumumkan atas perintah Rara, bahwa tak akan ada yang berubah dari Alam Iblis meski dirinya telah diangkat menjadi Penguasa Alam Iblis, justru yang akan terjadi adalah kebaikan bagi seluruh Alam Iblis.


Tepat setelah Raja Iblis mengumumkan itu, Rara mengibaskan tangannya dan berbagai cahaya menyebar ke seluruh penjuru dari lengan baju Rara. Cahaya itu mendadak berubah menjadi serbuk yang mengenai seluruh Iblis dan Alam Iblis.


Tentu saja hal itu membuat seluruh Iblis di Alam Iblis bersorak senang dan bahagia, kini Mereka semua yang semula meragukan Rara sebagai Penguasa Alam Iblis justru malah memuja muja dan menyanjung nama Rara.


"Hidup Dewi Kehidupan!!"


Sorak sorai para Iblis itu saat Rara pertama kali memunculkan dirinya di depan khalayak ramai, Semua Iblis itu terpana melihat penampilan Rara yang begitu cantik dan menawan, begitu juga aura megah yang keluar dari tubuhnya yang membuat semua Iblis tak ada yang tak menunduk hormat bertemu dengannya.


"Hei, Kau mengambil gelarku sebagai Dewi Kehidupan, harus ada dispensasi atas itu," ucap Dewi Kehidupan yang kini kembali menjadi Roh Beladirinya, Rara tertawa kecil mengangguk mendengar penuturan Dewi Kehidupan.


Ia kemudian melihat proses Questnya, sudah 80% terisi, tinggal 20% lagi dan Rara yakin bahwa itu adalah menaklukan tempat tempat yang belum terjamah oleh Kerjaan Iblis. Segera saja Rara melesat menuju tempat tempat itu untuk segera menaklukannya.


Tempat pertama adalah semacam gunung tinggi dimana di pegunungan itu kabarnya hidup sebuah suku Iblis kuno yang sangat agresif dan berbahaya, beberapa kali Kerajaan Iblis mengirim pasukannya untuk sekedar atau bernegosiasi atau bahkan menaklukan suku itu namun hasilnya selalu nihil. Terlebih lagi tempatnya yang berada di Gunung dan di sekeliling Gunung itu di lindungi oleh pelindung yang tak kasat mata yang membuat siapa saja yang memasuki wilayah itu kekuatannya akan menurun drastis.


Rara melangkahkan kakinya memasuki wilayah itu, pelindung itu benar adanya dan memang menekan kekuatan setiap Orang yang memasukinya temasuk Rara. Rara yang mengetahui itu mengambil sedikit tenaganya dan dalam satu gerakan Ia menghancurkan pelindung itu dengan mudahnya.


Suku Iblis Kuno yang semula sadar bahwa ada Penyusup yang mencoba menerobos ke wilayah Mereka segera bersiap siap menyerangnya, namun sedetik kemudian saat seluruh pelindung itu hancur Mereka terdiam dengan segala senjata Mereka yang terlepas dan jatuh ketanah, Mereka diam sejenak kemudian saling memandang satu sama lain lalu mengangguk.


Maka, saat Rara datang, seluruh Suku Iblis Kuno itu telah berbaris dan segera berlutut di hadapan Rara.


"Hormat Dewi Alam!"


...----------------...


"Kita tak tau ke arah mana Mutiara Jiwa itu pergi, namun benda terkutuk itu pasti membawa bencana besar bagi alam ini, tidak, bagi Dunia ini bahkan!" ucap Dewa Kematian serius, Feng mendengarkan semua itu serius kemudian mengangguk Ia juga merasakan hal yang sama begitu melihat mutiara itu tadi.


"Lalu bagaimana?" tanya Feng, Dewa Kematian menggeleng tak tau harus berbuat apa, Ia kemudian bangkit dan menepuk bahu Feng.


"Walaupun Aku tau caranya, Aku rasa Aku juga tak bisa menghentikan bencana yang terjadi karna Mutiara Jiwa itu, tapi Kau..." ucap Dewa Kematian lalu menatap Feng, Feng juga balas menatap Dewa Kematian.


"Kita memang baru bertemu, namun Aku merasa Aku memiliki ikatan takdir yang kuat denganmu dan kini Aku yakin..."


"Bahwa hanya Kau, Kunci Takdir Dunia ini!"


...----------------...