The System

The System
Hancurnya Kekaisaran Matahari



Feng tersenyum dingin.


"Jika Kau ingin kembali ke Rumahmu, maka akan Ku bantu," gumam Feng menggerakkan jarinya.


Pedang yang tadi menusuk Patriak Cao tiba tiba bergerak maju menusuk lebih dalam dan membawanya pergi.


Kekaisaran Matahari...


"Pangeraaan... Kenapa tampak senang?" tanya Han Si, Putri Mentri itu pada Pangeran Pertama, sambil memeluk lehernya.


Pangeran Pertama menghempaskan tangan yang melingkari lehernya itu dengan kasar.


"Lebih baik Kau jangan menyentuhku Jala_g!" kasar Pangeran Pertama, Han Si terdiam dengan wajah memerah marah, tapi Ia tak bisa berkata apa apa, apalagi setelah kejadian Mereka di siksa Feng waktu itu.


'Aku bersumpah akan membalasmu!' kutuk Han Si dalam hati.


"Bagaimanapun, Kekaisaran Matahari pasti akan menang, dan akan Ku siksa Feng 100 kali lipat dari apa yang Ia lakukan padaku," ucap Pangeran Pertama dengan nada penuh dendam.


BOOM!!


Tiba tiba sesuatu menghantam keras halaman Istana Kekaisaran Matahari membuat suara keras. Semua yang berada di Istana langsung keluar.


"Ada apa ini?" tanya Permaisuri Kekaisaran Matahari bersama Istri Mentri Kekaisaran Matahari.


"Pe-permaisuri!" ucap hormat Prajurit lalu membuka jalan, Permaisuri dan Istri Mentri itu berjalan melihat dan betapa terkejutnya Mereka saat melihat Patriak Cao yang tengah sekarat dengan pedang menusuk dadanya.


"Adik!" panggil Permaisuri memangku kepala Patriak Cao dengan menangis, Patriak Cao yang masih memiliki sedikit kesadaran berkata.


"K-kabur... Di-dia Iblis!" ucap Patriak Cao lalu matanya memutih, mati.


Semua Orang yang manyaksikan itu terdiam, termasuk Pangeran Pertama, Han Si, Da Bai, Ning Mei dan yang lainnya.


"Kabur? Apakah Pasukan Kekaisaran Matahari telah kalah?" ucap Ning Mei melihat itu.


"Tidak mungkin! Leluhur ada di sana, Mereka semua termasuk Iblis itu pasti akan Mati!" teriak Pangeran Pertama tak terima.


"Oh, benarkah begitu?" tiba tiba sebuah suara dari Langit membuat semua Orang di situ mendongak, dan semuanya terkejut.


Feng terbang di Langit sedangkan 3 tubuh terbang di sekitarnya, itu adalah Kaisar Yun, Mentri, dan Leluhur Kekaisaran Matahari.


"Kaisar!"


"Leluhur!"


"Mentri!"


Semua Orang berteriak kaget, Feng sendiri menggerakkan jarinya dan 3 Orang itu langsung melesat menghantam tanah.


"Silahkan menikmati sedikit sisa waktu dan nyawa Kalian!" ucap Feng dingin kemudian ribuan jarum terbuat di sekitarnya dan langsung melesat menancap ke Orang orang di situ.


Semua Orang langsung berteriak kesakitan karna jarum jarum itu merupakan jarum jarum beracun.


"Kau! Kenapa Kau jadi seperti ini Feng! Kau Anakku! Tak seharusnya Kau seperti ini!" ucap Permaisuri Kekaisaran Matahari dengan nada lemah.


Semua serangan itu langsung berhenti dan menghilang, tiba tiba Feng turun lalu berlutut di hadapan Permaisuri Kekaisaran Matahari.


"Ma-maafkan Aku Ibu," ucap Feng dengan nada bersalah, semua Orang yang melihat itu menggertakkan giginya ingin menyerang Feng, namun Permaisuri Kekaisaran Matahari itu mangangkat tangannya menyuruh diam.


"Iya, Kau juga harus... Menebusnya!" ucap Permaisuri lalu dengan kejamnya menusuk Feng dengan pedang yang Ia bawa.


"Hahahhaa... Rasakan! Itu balasan karna telah menyiksa Suami dan seluruh Orang yang Ku sayangi!" tawa Permaisuri itu dengan kejam.


"Oh, iyakah?" tanya Feng tersenyum, semua Orang terkejut.


Feng bangkit kemudian menjentikkan jarinya dan pedang itu langsung hilang menjadi cahaya, semua Orang yang melihat itu kembali terkejut.


"Sepertinya Kalian semua memang benar benar tak tau malu yah?" ucap Feng tersenyum dingin kemudian terbang tinggi.


"Bagi seluruh yang berada di Kekaisaran Matahari, Kaisar Kalian dan Pasukannya telah di kalahkan, sekarang tanpa basa basi Aku ingin siapa saja yang masih mengabdi pada Kekaisaran Matahari untuk berdiri, sedangkan yang siap tunduk di bawah kekuasaanku silahkan berlutut!"


Suara Feng terdengar merambat ke seluruh penjuru Kekaisaran Matahari, semua Rakyat mendengar itu terdiam sejenak.


Kemudian secara serentak Banyak Orang berlutut juga banyak yang berdiri, Feng tersenyum tipis.


Ribuan, tidak, Jutaan Jarum kemudian muncul di sekitar Feng, Feng mengayunkan tangannya dan Jutaan jarum itu melesat terbang membunuh siapa saja yang tak bersedia mengabdi kepadanya, termasuk Orang orang di bawahnya itu.


Kini, Sejarah Kekaisaran Matahari telah berubah....


...- - -...


"Bagaimana keadaan Rara?" tanya Feng dengan cemas menatap Di Mo, Di Mo mengangguk.


"Permaisuri tak apa apa Tuan, hanya kelelahan saja, lukanya sudah sembuh sejak lama," jelas Di Mo, Feng mengangguk kemudian memasuki kamar melihat Rara yang masih tertidur dengan pulasnya.


Feng tersenyun lembut mengelus kepala Rara yang masih tertidur dengan pulasnya.


"Makasih sudah mau berjuang sekuat tenaga," ucap Feng kemudian mengecup kening Rara.


Tangan Feng tiba tiba di pegang erat Rara.


"Rara, mau Wortel Besar Feng Gege..." igau Rara, Feng tersenyum kecil kemudian mengecup lembut bibir Rara.


Cup...


"Makasih, malam ini, pasti akan ada Wortel besar khusus untuk Rara, karna Hari ini adalah Hari Istimewa untukmu," ucap Feng kemudian bangkit berjalan keluar kamar.


...- - -...


"Tuan!" ucap Di Mo, Di Shi, Kaisar Di dan yang lainnya saat Feng memasuki Istana Kekaisaran Mereka.


"Bagaimana persiapannya?" tanya Feng tersenyum tipis, Kaisar Di mengangguk.


"Sudah hampir selesai Tuan, tapi bukankah biasanya Pesta Ulang Tahun harus mewa Tuan?" tanya Kaisar Di bingung.


"Iya Tuan, juga Hiasan yang Tuan rancang sepertinya agak... aneh?" tanya Di Mo, Feng tersenyum tipis kemudian mengangguk.


"Ini adakah ciri khas dariku, dan malam nanti adalah malam Special untuk Rara jadi Ia harus mendapatkan yang terbaik, mengerti?" ucap Feng, semua Orang di situ mengangguk siap.


Feng mengangguk.


"Baiklah, ada yang perky ku urus dulu," ucap Feng kemudian terbang pergi.


...- - -...


"Tuan!" ucap Raja Iblis dan Bawahannya.


"Kalian ingin kembali sekarang?" tanya Feng, Raja Iblis mengangguk.


"Iya Tuan, bagaimanapun Kami juga tak bisa berlama lama di Dunia Manusia," ucap Raja Iblis, Feng menghela nafas mengangguk.


"Baiklah, selamat kembali dan bersiaplah!" ucap Feng, Raja Iblis yang mengerti maksud Feng mengangguk yakin.


"Bangsa Iblis akan selalu siap Tuan!" ucap Raja Iblis, Feng mengangguk.


Perlahan, Raja Iblis dan Bawahannya kemudian bersinar hitam kemudian menghilang.


Feng kini menatap ke depan, masih ada satu urusan lagi yang harus Ia urus.


...- - -...


Istana Kekaisaran Matahari...


Ruang Bawah Tanah...


Feng berjalan memasuki ruangan itu dan melihat sebuah bola kristal di dalamnya, Feng tersenyum dingin kemudian menyentuh bola Kristal itu.


Alam Dewa..


Kaisar Dewa kini terdiam dengan senyum penasaran akan hasil yang di bawa Leluhur Kekaisaran Matahari, karna dari yang Ia lihat mungkin saja Leluhur Kekaisaran Matahari itu biaa mengalahkannya apalagi tingkat kekuatannya sudah berada pada tingkat Surka.


"Oh, kelihatannya Kau begitu senang?" sebuah suara membuatnya terkejut dan menoleh.


"Kau!"


...- - -...