
Feng tersenyum tipis saat merasakan bahwa semakin Ia pergi ke hulu semakin Ia merasakan banyaknya Lobster mata tiga didalam sungai, bahkan Hewan buas lainnya Ia tak dapat rasakan. Feng mempercepat langkahnya hingga telinganya menangkap sebuah suara yang terdengar cukup familiar.
"Air terjun," gumamnya kemudian melesat ke arah suara itu berasal, benar saja begitu Ia sampai, Ia melihat sebuah air terjun besar dan sebuah kolam indah dibawahnya. Kolam yang menjadi asal muasal aliran sungai ini, Feng menyebarkan instingnya memeriksa kedalam hulu tersebut.
"Bingo!" Ia tersenyum lebar saat merasakan seekor hewan buas besar tinggal di dalam air tersebut, Ia menatap permukaan air memikirkan bagaimana cara memancing Ratu lobster mata tiga itu keluar.
"Kau teteskan saja setetes darahmu, lobster mata tiga juga terkenal dengan kesukaannya terhadap darah. Begitu Ia tampak muncul langsung tarik menggunakan Qi mu ke permukaan," saran Dewa Kematian, Feng mengangguk paham.
Ia kemudian menggores sedikit jarinya kemudian meneteskan darahnya ke atas air tersebut. Tak lama Ia menunggu sebelum akhirnya air di hulu tersebut berglyang kencang, gelembung gelembung nampak keluar dari salam air. Feng bersiap mengambil ancang ancang untuk menarik Ratu lobster mata tiga itu keluar. Hingga saat mata mata itu beranjak keluar air.
Byuuur... Dengan Qi airnya, Feng menarik Ratu lobster mata tiga itu melompat dari air.
Boom! Feng tercengang, melihat hewan buas didepannya. Badan hewan buas ini yang berkali kali lipat lebih besar dari lobster mata tiga, hampir sebesar bus dibumi. Namun yang paling membuatnya terkejut adalah... Matanya tidak cuman tiga, Feng menghitungnya satu persatu dan menemukan bahwa matanya ada 33.
[Ratu Lobster : Memiliki kekuatan pada tingkat emas setara tingkat Langit tahap akhir, merupakan salah satu penguasa sungai di Gunung Dunia dan memiliki kemampuan unik yaitu ratusan cahaya dan pemanggil]
Feng membaca informasi dari system itu baik baik kemudian menatap Ratu lobster didepannya. Tampaknya Ratu lobster itu telah sadar bahwa Ia dijebak oleh manusia didepannya sehingga membuatnya marah dan menghantamkan capitnya ketanah.
Booom! Booom! Boom! Tak hanya sekedar suara yang keras, bahkan menyebabkan gunung dunia itu terasa bergertar sesaat dibuatnya. Feng diam saja menatap Ratu Lobster itu tajam, apa tujuannya Ia memukulkan capitnya ke tanah? Namun sedetik kemudian pertanyaannya terjawab saat Ia bisa merasakan bahwa ribuan hewan buas bergerak ke arahnya. Hewan buas itu adalah Lobster mata tiga.
Disisi lain, seluruh Murid baru akademi dewa terdiak begitu mendengar suara besar dan guncangan sesaat yang berasal dari Ratu Lobster tadi. Mereka merinding, tak berani bergerak ke arah sumber suara mengingat seberapa kuat hewan buas itu sampai bisa menghasilkan suara dan guncangan pada Gunung Dunia. Hanya beberapa murid baru yang langsung melesat menuju sumber suara termasuk Putri ketujuh, Pangeran kesepuluh, Xiao Ang dan Wei Yin. Sedangkan Rara sendiri langsung tersenyum begitu mendengar suara dan merasakan guncangan tadi.
"Pasti Feng gege," ucapnya riang kemudian langsung melesat menuju sumber suara.
Kembali kepada Feng, Ia menggertakkan giginya kesal melihat Ratu Lobster ini menggunakan kemampuan pemanggilnya untuk memanggil lobster lobster mata tiga itu. Ia tak takut kalau atau semacamnya, namun jika harus melawan seluruh lobster mata tiga itu akan benar benar menghabiskan seluruh waktunya.
Namun tanpa Feng ketahui Ia cukup tertolong karna Pangeran kesepuluh, Putri ketujuh, Xiao Ang dan Wei Yin yang menyusul kearahnya. Karna saat pergi ke arah sumber suara tersebut mau tak mau Mereka harus melewati sungai yang membuat Mereka harus berhadapan dengan sebagian lobster mata tiga. Begitu juga dengan Rara, bedanya Rara hanya dengan satu pukulan atau gerakan untuk membunuh lobster lobster mata tiga itu atau Ia akan langsung melesat cepat melewati lobster mata tiga tersebut.
Jika ada yang menyaksikan pertarungan Feng ini, pasti akan terkejut melihat pertarungannya. Layaknya seekor semut melawan kumpulan gajah dengan kekuatannya, begitupula Feng.
Lobster lobster mata tiga tadi kembali maju menyerangnya dengan capit ataupun tembakan sinarnya. Feng membuat pelindung menggunakan Qinya membuat serangan Mereka sama sekali tak mempan terhadap dirinya. Ia kemudian menatap Ratu Lobster yang kembali bangkit setelah Ia hempaskan tadi.
Kini Ratu Lobster itu tampaknya tak lagi berniat kabur, dan malah tampak ingin menyerang Feng. Ia mengangkat capitnya dan...
Ctakkk... Capit itu dengan keras mencapit Feng, Feng sama sekali tak menghindar dan melampisi tubuhnya dengan Qi membuat capit itu tertahan. Namun beberapa saat kemudian Ia menyeritkan dahinya saat Qi yang Ia buat itu perlahan retak.
Feng langsung bergerak keluar dari capitan itu dan menghindar. "Benar benar kekuatan capitan yang kuat, bahkan Pendekar tingkat langit bisa mati karna itu."
Kini Feng gantian menyerang dan maju memukul Ratu Lobster itu dengan kekuatan fisiknya.
Tang... Feng mengambil jarak cukup jauh setelah itu, Ia terkejut melihat kekuatan fisiknya sama sekali tak mempan pada Ratu lobster tersebut, hanya sedikit menggores cangkangnya. Ia mendengus kesal kembali mengayunkan tombaknya, memotong lobster lobster mata tiga yang masih berusaha mendekati dan menyerangnya.
Ratu Lobster itu nampaknya cukup cerdas untuk memanfaatkan kesempatan saat Feng diserang oleh anak anaknya. Mata yang Ia miliki kemudian bersinar dan mirip dengan jurusa yang dimiliki lobster mata tiga, mata mata Ratu lobster itu juga menembakkan cahaya mirip laser yang menyerang ke arah Feng. Feng bergerak cepat menghindari serangan itu, Ia juga sesekali membuat tameng dari Qi untuk menghalangi serangan itu.
Pertarungan Feng melawan Ratu Lobster ini memang benar benar menghabiskan tenaganya, bukan karna Ia kesusahan melawan atau menahan serangan Ratu Lobster itu namun pada setiap kesempatan, anak anak Ratu Lobster itu, Lobster mata tiga juga selalu menyerangnya membuat Feng tak bisa lengah walau sesaat.
Sreeet... Benar saja, Feng hampir lengah barusan karna berusaha menghindari serangan Ratu lobster membuatnya tak sadar hampir terkena serangan lobster mata tiga, beruntung itu hanya mengenai pipinya dan membuat goresan yang mengeluarkan darah namun itu tetap saja menjadi pelajaran untuknya.
"Apakah Aku harus menggunakan seluruh tenagaku untuk melawan Mereka?"
...- - -...