The System

The System
Kembali bertemu



"Apakah semua sudah siap?" tanya Raja Iblis pada bawahannya.


"Siap Raja!" ucap Bawahannya mengangguk.


"Kita harus segera menemukan Kaisar, jadi Kalian jangan ada yang melakukan sesuatu yang dapat menghambat mengerti?!" ucap Raja Iblis.


"Mengerti!" jawab Bawahannya, Raja Iblis mengangguk lalu berubah menjadi bayangan dan melesat pergi diikuti Bawahannya.


Tak ada yang tau, di bawah Langit yang cerah Hari itu, sekolompok Iblis sedang mencari Pemimpinnya.


...- - -...


Feng dan Rara kini masih berjalan menuju Hutan tempat Ia terakhir kali berpisah dengan Ran dan Fay.


"Feng Gege, ini Hutannya kan?" tanya Rara pada Feng sambil menunjuk Hutan di depan Mereka, Feng mengangguk mengiyakan. Rara langsung tersenyum lebar kemudian melesat ke dalam Hutan, Feng yang melihat Rara begitu bersemangat hanya tersenyum kecil kemudian ikut melesat ke dalam Hutan.


Beberapa saat kemudian Rara telah sampai di tempat Ran dan Fay tinggal, Ia memasuki Rumahnya namun tak ada siapapun, membuatnya langsung cemberut.


"Ada Orang?" tanya Feng pada Rara yang baru keluar dari Rumah, Rara menggeleng cemberut.


Wussh...


Sebuah panah melesat cepat, membuat Feng dan Rara langsung menghindar. Seseorang kemudian muncul di dekat Rara dan Feng lalu menyerang Mereka, Rara dengan mudah menangkap tangan penyerang itu dan menguncinya sehingga Ia tak dapat bergerak.


Namun belum itu selesai kini sebuah suara kembali terdengar.


"Panah Kematian," sebuah anak panah melesat menuju Feng, Feng melompat menghindari anak panah itu namun anak panah itu justru berbelok kembali menyerangnya, Feng menghela nafas kemudian mengangkat satu jarinya.


Anak panah itu berhenti kemudian jatuh, "Ra, lepaskan Dia," ucap Feng, Rara mengangguk patuh kemudian melepaskan kunciannya pada Penyerang tadi.


Bukannya bisa bergerak bebas, Penyerang tadi justru merasa tubuhnya menjadi kaku dan tidak bisa di kendalikan. Ia lalu menatap Feng yang mengangkat satu jarinya, 'Benar benar kuat, hanya dengan satu jari bisa melumpuhkanku dan menghancurkan jurus yang bahkan bisa membunuh seseorang pada tingkat Bumi,' pikir Penyerang itu.


Feng diam, Ia tau penyerang itu tak sendiri sehingga Ia menggerakkan satu jarinya tadi dan kemudian keluarlah 2 Orang Temannya, seseorang dengan muka ganas dan seseorang yang tampaknya masih berumur di bawah 10 tahun, Feng terkejut melihatnya.


"Ran, Uwo?" ucap Feng, 2 Orang itu kembali menatap Feng dan memperhatikannya dengan seksama.


"Guru?!"


"Tuan?!" Ucap Ran dan Uwo kompak dengan terkejut, Feng langsung menurunkan jarinya membuat Ran, Uwo dan Penyerang tadi terlepas dari tekanannya.


"Kalau begitu ini berarti... Fay?" tanya Rara menatap Penyerang tadi, ah Feng baru menyadari bahwa Penyerang tadi juga bukan Manusia sepenuhnya, Ia memiliki 2 Telinga Rubah berwarna putih dan ekor Rubah yang juga berwarna putih.


"Rara juga mau di peluk?" cemberut Rara.


...- - -...


"Jadi akhir akhir ini banyak kekacauan terjadi sehingga Kalian menjadi waspada dan mengira Kami juga Orang jahat?" tanya Feng, Ran Fay dan Uwo mengangguk.


"Sepekan yang lalu juga pernah segerombolan Penjahat sampai ke tempat ini Guru, Mereka rata rata berada di tingkat Perak dan Emas awal, untung ada Uwo yang bantun kalo gak mungkin Kita gak bisa ketemu lagi," jelas Ran, Feng mengangguk paham kemudian beralih menatap Fay yang kini tak lagi berbentuk Rubah, melainkan sudah menjadi Manusia.


"Kapan evolusimu terjadi Fay?" tanya Feng.


"Satu bulan yang lalu Guru!" jawab Fay bersemangat kemudian menatap Rara sinis yang di balas Rara juga dengan tatapan sinis, Feng menggeleng melihat itu.


"Baiklah, Ran, kapan Ulang tahunmu yang ke 6? tanya Feng, Ran terdiam, menghitung hitung.


"Mungkin 2 hari lagi Guru," jawab Ran, Feng mengangguk.


"Saat ulang tahunmu, Aku akan memvangkitkan roh beladirimu, dan Kau bisa mulai berlatih," ucap Feng, muka Ran langsung menunjukkan ekspresi terkejut dan senang.


"Tapi bukannya membangkitkan roh beladiri itu pada umur 7 tahun Guru?" tanya Ran bingung, Feng mengangguk.


"Pada umumnya memang begitu, tapi Kau memiliki kondisi spesial, dan juga Guru yang spesial," jawab Feng tersenyum, Ran, Fay dan Uwo bertepuk tangan tertawa namun berbeda dengan Rara yang sejak tadi diam sambil cemberut.


"Ada apa Ra?" tanya Feng menatap Rara, begitu juga Ran, Fay dan Uwo.


"Feng Gege, Rara laparr!" rengek Rara.


Ruangan itu kembali pecah dengan tawa.


...- - -...


"Kau yakin ini tempatnya?" tanya Raja Iblis pada bawahannya, Bawahannya mengangguk yakin.


"Desa ini tempat terakhir kali Aura Kaisar Iblis terdeteksi Raja," jawab Bawahannya, Raja Iblis menangguk percaya, Iblis yang kini bersamanya adalah Orang yang paling Ia percaya dan Mereka tak mungkin berbohong.


"Ganti baju Kalian dengan pakaian Rakyat jekata dan sembunyikan aura Kalian," perintah Raja Iblis, para Bawahannya mengangguk patuh.


Setelah selesai mengganti baju dan menyembunyikan aura, Raja Iblis dan Bawahannya melangkah memasuki Desa Hijau Lumut.


...- - -...