The System

The System
Petir Roh



Kini Feng dan Rara sedang beristirahat karna Hari sudah akan malam.


Rara datang sambil membawa 4 ekor Ikan di kedua tangannya, lalu Ia menyodorkannya pada Feng yang sedang memotong motong sayuran.


"Feng Gege, Rara mau makan Ikan!" pinta Rara memelas, Feng mengangguk tersenyum kemudian menunjuk pipinya.


Rara yang sudah paham langsung mendekatkan kepalanya ke pipi Feng dan menciumnya.


Cup!


Feng tersenyum lebar sambil mengacak ngacak rambut Rara kemudian melanjutkan masakannya, Rara sendiri langsung duduk dengan bosan karna Ia merasa tak ada yang harus dikerjakan.


Feng yang melihat Rara bosan menghela nafas, lalu Ia terpikirkan sesuatu.


"System, beli buku gambar, pensil dan pensil warna," ucap Feng.


[Ding! Membeli : -150 Point]


[Sisa Point : 89.850]


Sebuah buku gambar sedang, pensil dan pensil warna kemudian muncul dihadapan Feng.


Feng langsung mengambilnya dan berjalan ke arah Rara yang sedang duduk kebosanan.


"Ra, bosan ya?" tanya Feng, Rara mendongak menatap Suaminya tersebut kemudian mengangguk sambil cemberut.


"Gambar aja yuk," ucap Feng, Feng kemudian ikut duduk disamping Rara dan membuka buku gambar lalu mulai menggambar dengan pensil dan pensil warna.


Rara yang duduk disebelah Feng langsung penasaran dan mendekat untuk melihat, Ia berdecak kagum saat Feng mulai menggambar.


Rara terus memperhatikan Feng dengan fokus tinggi hingga 15 Menit kemudian Feng selesai menggambar seekor Kelinci lucu berwarna hitam dan putih.


"Waah..," Rara terkagum kagum melihatnya, membuat Feng tersenyum.


"Ini, gambarlah apa saja agar tak bosan," ucap Feng menyerahkan buku gambarnya, Rara mengangguk dengan semangat kemudian membuka buku gambar tersebut dan mulai menggambar.


Beberapa saat kemudian, Di Mo tiba tiba muncul disamping Rara sambil menatap kagum pada buku gambar tersebut, Feng yang melihat itu tersenyum karna Ia sudah tau apa yang diinginkan Di Mo.


"System beli buku gambar, pensil dan pensil warna lagi."


[Ding Membeli : -150 Point]


[Sisa Point : 89.700]


"Ini, menggambarlah bersama Rara," ucap Feng pada Di Mo sambil menyerahkan buku gambar, pensil dan pensil warna.


Di Mo langsung menerimanya dengan antusias.


"Terima kasih Tuan!" ucapnya semangat kemudian langsung membukanya dan menggambar.


Feng sendiri langsung melanjutkan masaknya namun saat ditengah tengah memasak Feng tiba tiba teringat sesuatu.


"Sytem, bukankah Aku sudah mencapai Tingkat Langit yang berarti harusnya Roh Bela Diriku akan memiliki kesadaran sendiri?" tanya Feng pada System.


[Itu benar Tuan, namun Tuan harus melewati Petir Roh dulu]


"Petir Roh? Apa itu?"


[Petir Roh merupakan Petir untuk seorang yang ingin membuat Roh Bela Dirinya memiliki kesadarannya, sebenarnya Roh Bela Diri tak harus memiliki kesadaran pada Tingkat Langit]


[Namun, saat ingin Roh Bela Diri memiliki kesadarannya maka Orang itu harus menerima Petir Roh, Petir Roh sendiri sangat kuat]


[Saking Kuatnya, Petir Roh dapat membunuh Pendekar Tingkat Bumi kebawah dan Petir Roh terendah hanya dapat ditahan oleh Pendekar Tingkat Langit lapis 1 dan itu juga akan menyebabkan Ia terluka parah]


Feng yang mendengar dengan serius penjelasan System, tertegun dibuatnya.


"Memang ada apa saja Tingkatan Petir Roh?"


[Ding! Tingkatan Petir Roh ada 3 Tuan : Rendah Menengah dan Tinggi]


"Bisa Kau jelaskan perbedaannya?"


[Ding! Menjelaskan...]


Kerugian : Dapat memumbunuh dibawah Tingkat Bumi dan membuat terluka parah pada Tingkatan Langit Lapis 1-5


Keuntungan : Roh Bela Diri akan sadar namun tak memiliki ingatan dari kehidupan sebelumnya]


[Petir Roh Tingkat Menengah :


Kerugian : Dapat membunuh pada Tingkat Langit Lapis 5 kebawah dan membuat terluka parah pada Tingkat Langit Lapis 6 - Tingkat Surka Lapis 1


Keuntungan : Roh Bela Diri akan sadar namun hanya memiliki 50% ingatan dari kehidupan sebelumnya]


[Petir Roh Tingkat Tinggi :


Kerugian : Dapat membunuh pada Tingkat Surka lapis 5 dan membuat terluka parah pada Tingkat Surka Lapis 6- Lapis 10


Keuntungan : Roh Bela Diri akan memiliki kesadaran dan 100% ingatan kehidupan sebelumnya]


Feng manggut manggut mendengar Penjelasan System tersebut, sebenarnya Ia ingin sekali memberi kesadaran pada Roh Bela Dirinya namun jika hanya mendapat Petir Roh Tingkat Rendah atau Tingkat Menengah Ia rasa belum puas.


"Lebih baik Tunggu Aku naik ke Tingkat Walis saja untuk mendapatkan kesadaran Roh Bela Diri," gumam Feng dengan berat hati.


"Feng Gege!"


"Tuan!"


Panggilan Rara dan Di Mo membuat Feng tersentak dari kegiatan memasaknya, Feng kemudian menoleh menatap Rara dan Di Mo yang tampak penuh harap menatap ke arahnya.


"Ada apa?" tanya Feng.


Rara dan Di Mo saling berpandangan kemudian mengangguk, Mereka berdua kemudian mengeluarkan buku gambar Mereka dan menunjukkannya pada Feng.


"Uhuk... Uhuk..," Feng langsung tersedak terbatuk batuk ketika melihat gambaran Rara dan Di Mo, bukan karna jelek namun karna sangat bagus!


"Gak bagus ya?" ucap Rara dengan sedih.


"Bagus! Bagus sekali, Aku tak menyangkan Kalian sangat berbakat dalam menggambar," ucap Feng buru buru.


Mendengar ucapan Feng membuat Mereka berdua senang, sedangkan Feng masih menatap 2 buku gambar yang digambar Mereka berdua.


Di Mo menggambar sebuah Istana yang Feng tebak merupakan Istana Kekaisaran Bulan beribu ribu tahun dulu.


Sedangkan Rara?


Ah... Hati Feng dibuat terenyuh saat Rara ternyata menggambar dirinya yang sedang memasak, Feng tersenyum melihat itu kemudian menatap Rara dan Di Mo yang juga mentap Feng.


"Baik, begini saja, Kalian masing masing harus mulai menggambar perjalanan Kalian masing masing yang masih Kalian ingat," saran Feng, Rara dan Di Mo terdiam beberapa saat kemudian mengangguk dengan antusias.


Feng kemudian memberikan kembali buku gambar Mereka dan Ia sendiri kembali melanjutkan kegiatan memasaknya.


1 Jam kemudian Feng telah menyelesaikan memasaknya dan menghidangkannya lalu Feng dan Rara mulai makan bersama sedangkan Di Mo tak makan karna Ia memang sudah tak perlu makan lagi.


"Oh ya Di Mo, apakah dulu Kau memiliki Roh Bela Diri yang memiliki kesadaran?" tanya Feng pada Di Mo.


"Iya Tuan, Saya memang memiliki Roh Bela Diri yang memiliki kesadaran," jawab Di Mo.


"Kau menerima Petir Roh Tingkat apa saat itu?" tanya Feng lagi.


"Saya menerima Petir Tingkat Rendah Tuan," jawab Di Mo seadanya.


"Hm... Ngomong ngomong Apa Roh Bela Dirimu? kenapa sekarang Kau tak memiliki Roh Bela Diri namun kekuatanmu masih setara Tingkat Langit?" tanya Feng bertubi tubi.


"En.. Roh Bela Diri saya adalah Elang Bulan Tuan, sedangkan tentang pertanyaan kedua Tuan, Saya juga tak tau jawabannya namun kekuatan saya saat ini memang benar benar berada pada Tingkat Langit," jawab jujur Di Mo.


Feng terdiam mendnegar itu kemudian Ia memutuskan bertanya pasa System.


"System Kau tau alasannya?" tanya Feng.


[Ding! Menjelaskan...]


...- - -...