The System

The System
Menonton



Putri ketujuh dan Pangeran kesepuluh bergerak semakin cepat. Ia yakin bahwa Orang yang membunuh Ratu lobster dan Kura kura bumi itu melewati jalan ini untuk kabur.


Booom! Langkah Mereka tiba tiba terhenti saat merasakan gravitasi disekitar Mereka tiba tiba menjadi berat. Mereka menatap kesana kemari mencari arah sumber serangan ini dan terkejut saat melihatnya, seekor kura kura sebesar sebuah bukit berdiri dihadapan Mereka. Matanya yang hijau bersinar menatap Mereka tajam.


"Sial!" umpat Pangeran kesepuluh kemudian mengeluarkan Roh beladirinya, membuatnya bisa bergerak dengan biasa dan langsung menembakkan Qi nya ke langit yang menjadi kembang api yabg meledak. Menjadi tanda meminta bantuan kepada teman temannya yang lain.


Syyyuut... Jdar! Kembang api tersebut langsung disadari oleh Xiao Ang dan Tang Ya yang pergi bersama, Mereka saling memandang kemudian mengangguk melesat berbalik arah menuju arah kembang api itu berasal. Namun baru saja Mereka ingin berbalik menuju arah kembang api tersebut, mendadak kabut gelap muncul disekitar Mereka membuat pandangan Mereka terbatas oleh kabut gelao tersebut.


Wushhh... Mata Mereka berdua terbuka lebar saat sesuatu yang berbentuk kecil melesat dengan cepat dan berhasil melukai kedua pipi Mereka. Xiao Ang langsung mengeluarkan pedangnya sedangkan Tang Ya langsung mengeluarkan panahnya, Mereka langsung waspada menatap sekitarnya.


"Meooow..." Mata Mereka terbuka saat mendengar suara kucing tersebut, dan benar saja di hadapan Mereka seekor kucing berwarna hitam muncul dari kegelapan dengan mata hitam dan badan mengeluarkan aura berwarna hitam juga.


Wei Yin sudah setengah jalan menuju arah kembang api tersebut. Begitu Ia melihatnya tadi, Ia langsung berbalik menuju arah kembang api itu berasal. Namun sebelum sampai di tempat kembang api itu berasal.


Ctakkk... Ia terkejut dan langsung menghindari serangan sebuah capit yang tiba tiba muncul tersebut. Mata Wei Yin terbuka lebar saat seekor lobster besar bermata banyak muncul dihadapannya, mata hitamnya dan aura hitamnya mengarah ke arahnya, itu adalah Ratu Lobster.


Wei Yin menggertakkan giginya kesal berniat ingin kabur dan langsung menuju arah kembang api itu berasal. Namun baru saja ingin bergerak Ia kembali terdiam begitu mengetahui Ia ternyata sudah dikepung oleh banyak lobster mata tiga.


Feng dan Rara tersenyum saling tos atas ide Mereka barusan. Kini Mereka dapat menyaksikan pertarungan seru antara para jenius itu dengan hewan buas kuat yang tadi Mereka taklukan. Feng sengaja membeli sebuah alat dari System untuk memantau pertarungan dari tiga tempat sedangkan Feng dan Rara duduk santai diatas sebuah pohon besar sambil menonton 3 pertarungan itu dari 3 layar hologram didepan Mereka.


[Burung Pengintai : Dapat merekam dan menampilkan kejadian sesuai yang dilihat lewat layar hologram]


"Feng gege, minta wortel," minta Rara sedangkan matanya fokus menatap pertarungan di layar hologram didepan Mereka tersebut. Feng memberikan wortel pada Rara sedangkan Feng sendiri memakan popcorn yang Ia beli sendiri dari System.


...- - -...


Dipuncak Gunung Dunia....


Mata Phoenix itu terbuka lebar tatkala melihat patung kecil kura kura bumi dan kucing bayangan itu tiba tiba hancur. Siapakah Orang yang membunuh Mereka berdua? bahkan dalam waktu yang hampir bersamaan.


Phoenix itu beralih menatap langit, kemudian menatap seluruh pemandangan Gunung Dunia dari tempatnya berpijak saat ini. Apakah orang yang membunuh 3 bawahannya yang paling kuat adalah orang yang disebutkan orang tuanya beberapa tahun lalu? Apakah Ia yang akan membuat perubahan pada Alam Dewa? Tidak, bahkan Dunia ini?


Ia harus memastikannya!


...- - -...


Booom! Boom! Boom! Putri ketujuh dan Pangeran kesepuluh berusaha mati matian menghindar dari serangan kura kura bumi tersebut. Qi Mereka benar benar terkuras saat ini mengingat Mereka harus menghindari kura kura bumi ini sedangkan Mereka ditekan dengan gravitasi. Mau tak mau Mereka harus menggunakan seluruh tenaga Mereka, selain itu Mereka juga harus mengeluarkan Roh beladiri Mereka demi menghindari dan balas menyerang kura kura bumi tersebut.


"Sialan! Kulitnya sangat keras!" umpat Putri ketujuh saat Ia sudah beberapa kali memiliki kesempatan menyerang namun tak mempan sama sekali mengingat kulit kura kura bumi yang sangat keras.


Booom! Putri ketujuh dan Pangeran kesepuluh lengah, Kura kura bumi itu berhasil menyerang Mereka membuat Mereka terlempar jauh dan keras sambil memuntahkan darah. Roh beladirinya perlahan menghilang, seiring dengan Qi Mereka yang habis.


Boom! Gravitasi yang diberikan Kura kura bumi kemudian membuat Mereka langsung kehilangan kesadaran diri.


Feng dan Rara bertepuk tangan menyaksikan pertarungan yang pertama kali selesai tersebut dari balik layar hologram. Meski terlalu cepat kalah, namun Feng dan Rara akui bahwa pertarungan ini lumayan seru. Rara kemudian menyuruh kura kura bumi itu berhenti dan kembali kepadanya untuk kemudian Ia simpan kembali ke penyimpanan. Mereka kembali beralih ke layar hologram kedua yang menampilkan pertarungan antara Tang Ya dan Xiao Ang melawan kucing bayangan.


"Tebak, berapa lama Mereka bisa bertarung," ucap Feng pada Rara, Rara diam nampak berpikir serius.


"15 menit?" Feng menggeleng menunjukkan 3 jari. Rara nampak terkejut.


"3 Menit?!"


"Salah, 30 menit."


...- - -...


Xiao Ang dan Tang Ya saling menempelkan punggung Mereka menatap tajam ke sekitarnya. Tang Ya menarik panahnya, memanah ke arah kabut gelap itu saat Ia merasa bahwa Kucing bayangan itu berada disana. Begitu juga dengan Xiao Ang yang langsung menyabetkan pedangnya begitu Ia merasa bahwa kucing bayangan itu melesat didekat Mereka. Namun hasilnya? Nihil, Mereka sama sekali tak mengenainya.


Wushhh... Kali ini Kucing bayangan itu yang balas menyerang, dengan cepat melesat dan menggores parah lengan Xiao Ang dan Tang Ya membuat Mereka menggaduh kesakitan dan darah yang mengalir keluar dari lengan Mereka.


"Tak bisa terus begini!" ucap Xiao Ang kemudian mengeluarkan roh beladirinya, siluet pedang besar keluar dari dalam tubuhnya. Matanya berubah putih dan bersinar terang, Xiao Ang mengambil kuda kuda sebelum mengeluarkan jurusnya.


"Tebasan Bulan Sabit!" ucapnya kemudian menyabetkan pedangnya membuat gerakan melingkar. Energi pedang itu menyebar dengan cepat ke kabut gelap disekitarnya.


Meski serangan Xiao Ang itu sama sekali tak mengenai Kucing bayangan, namun itu cukup efektif membuatnya keluar dari kegelapan dan muncul dihadapan Mereka.


Tang Ya tak menyia nyiakan itu dan mengeluarkan roh beladirinya, Dewi Pemanah. Ia menarik panahnya yang berubah menjadi warna merah membara ke arah Kucing bayangan itu.


"Panah Membara!"


Wushhh...


Jleb!


...- - -...