
Beberapa Hari berlalu...
Selama beberapa Hari itu, Feng terus melatih Ran dengan ketat, Ran yang juga bersemangat berlatih membuatnya dengan cepat berkembang, kini Ia bahkan sudah sampai tingkat Emas lapis 1.
Begitu juga Fay yang di latih Rara, walau Mereka sering berantem walau karna hal kecil juga pada saat latihan, namun Metrka adalah rekan yang baik, kini Fay juga sudah berada pada tingkat Perak lapis 10, satu tingkat lagi untuk menerobos ke tingkat Emas.
Tapi sayangnya, Feng tak bisa berlama lama lagi di Desa Hijau Lumut, karna dari kabar yang Ia dapat dari Bawahan Raja Iblis bahwa Kekaisaran Matahari mulai menyerang pinggiran pinggiran perbatasan Kekaisaran Bulan.
"Kaliah akan pergi sekarang?" tanya Nenek Zi pada Feng, Rara, Ran, Fay dan Raja Iblis.
Feng mengangguk.
"Ada beberapa hal penting yang tak lagi bisa di tunda," ucap Feng, Nenek Zi mengangguk dengan wajah sedih, sedih karna harus kembali berpisah dengan Cucunya.
Ran yang mengerti kesedihan Nenek Zi maju memeluknya.
"Nenek tenang saja, nanti setelah Ran kuat, Ran pasti kembali dan jagain Nenek," ucap Ran menenangkan Nenek Zi, Nenek Zi mengangguk tersenyum.
Kemudian tanpa berpamitan pada Warga Desa, Feng dan yang lainnya melesat pergi menuju Kekaisaran Bulan.
"Raja Iblis, bawa Ran dan Fay langsung menuju Istana di Kekaisaran Bulan, tunjukkan tanda ini dan katakan untuk membawa Ran dan Fay latihan di Dunia Kecil," ucap Feng kemudian membuat sebuah Jarum dari Qi nya dan memeberikannya pada Raja Iblis, Raja Iblis mengangguk.
"Baik Tuan," jawabnya hormat.
"Guru mau kemana?" tanya Ran, Feng tersenyum tipis mengacak rambut Ran.
"Aku harus mengunjungi salah satu tempat istirahat," ucap Feng kemudian menggandeng tangan Rara dan melesat pergi.
Kota Biru...
"Walikota, bagaimana ini?!" tanya Warga Kota Biru pada Walikota Kota Biru tersebut, Pagi tadi sebuah Pasukan kecil Kekaisaran Matahari mengepung dan menyerang Kota Biru, beruntung ada beberapa pertahanan dan pasukan yang dulu Feng berikan sehingga Kota Biru belum dapat di tembus hingga Siang ini, namun itu jelas tak akan bisa bertahan lama.
"Ya Walikota, Apakah Kita harus menyerahkan diri?" tanya Warga warga dengan cemas, Walikota hanya diam namun di wajahnya jelas terdapat kecemasan di wajahnya.
Ia hanya Walikota baru yang di tunjuk Warga, Ia juga belum lama menjabat, namun sudah di hadapkan dengan masalah seperti ini.
"Kalian tenanglah," sebuah suara tiba tiba terdengar, semua Orang menoleh melihat siapa yang berbicara.
Itu Feng!
"Tuan Feng!" ucap Walikota dan Warganya terkejut, Feng dan Rara kemudian terbang turun dan mendarat di depan Walikota di hadapan para Warga.
"Mereka hanya sekumpulan Semut yang menginginkan gula, tapi sayangnya Mereka salah, Kota ini bukan Gula, tapi sebuah Racun," ucap Feng kemudian menjentikkan jarinya, ribuan jarum dari Qi berelemen Racun terbuat dan melesat keluar Kota Biru menyerang para Pasukan Kekaisaran Matahari tersebut.
"Aarkh!!"
"Aaargh!!"
"Aaarkhg!"
Teriakkan demi teriakkan kesakitan terdengar bersahut sahut membuat bulu kuduk Warga Kota Biru merinding, begitu juga dengan Walikota Mereka.
"Sudah, sekarang Semut semut itu sudah di hancurkan, lihatlah," ucap Feng tersenyum tipis, para Warga Kota yang mendengar itu saling memandang bingung.
"Ini tidak mungkin?!" ucal salah seorang Prajurit yang berada pada tembok Kota terkejut, para Warga yang mendnegar itu penasaran dan langsung berbondong bondong naik ke tembok Kota untuk melihat.
Semua Orang tercengang! Lihatlah, Pasukan Kekaisaran Matahari yang tadi begitu gagah mengepung dan menyerang Kota Biru, kini sudah menjadi bangkai. Ada yang tersisa tulang, membusuk, hancur badannya dan berbagai hal lainnya yang membuat siapa saja merinding.
"Dewa!" ucap Mereka, Feng yang melihat itu hanya menghela nafas, berbeda dengan Rara yang sibuk mengangkat tangannya bak seorang Artis.
"System, Aku mau beli 5 Bawahan pada tingkat Langit dan 2 pada Tingkat Surka," ucap Feng.
[Ding! 5 Bawahan Tingkat Langit dan 2 Bawahan tingkat Surka : - 2 Juta Point]
[Sisa Point : 500 K]
7 Orang kemudian muncul di hadapan Feng, Feng mengangguk.
"Kalian bertujuh, jagalah Kota ini dengan semua kekuatan Kalian, mengerti?" ucap Feng.
"Mengerti Tuan!" jawab ke tujuh Bawahan itu membungkuk hormat, Feng mengangguk kemudian menatap Warga warga yang masih bersujud padanya.
"Kalian tak perlu memanggilku Dewa, jika Kalian memang sangat menghormatiku maka panggil Aku Kaisar, dan jangan pernah mengkhianatiku!" ucap Feng mengeluarkan aura kematiannya membuat semua Warga itu merinding kemudian mengangguk.
"Baik Kaisar!" ucap Mereka hormat.
Feng mengangguk kemudian kembali mengajak Rara menuju Kekaisaran Bulan.
...- - -...
Halaman Pelatihan Istana Bulan...
Kini Kaisar Di, Istrinya dan Di Mo tengah memperhatikan Di Shi yang tengah berlatih dengan Lin Shan, hal itu karna permintaan Di Mo pada Lin Shan yang meminta untuk latih tanding dengan Di Shi dan memberi masukan.
Tiba tiba sebuah aura yang kuat muncul membuat Kaisar Di, Istrinya, Di Mo dan begitu juga Lin Shan dan Di Shi waspada.
Itu adalah Raja Iblis bersama Ran dan Fay yang melesat dan mendarat tak jauh dari Mereka.
"Siapa Kau? dan Mau apa?!" ucap Di Mo mengeluarkan auranya membuat Raja Iblis, Ran dan Fay tertekan.
Raja Iblis kemudian langsung mengeluarkan auranya juga untuk membebaskan dirinya dari tekanan yang di berikan Di Mo. Di Mo yang melihat Orang di depannya bisa melawan langsung memasang kuda kuda bersiap bertarung.
Raja Iblis yang tau Orang didepannya bersiap bertarung kemudian melempar Jarum dari Feng tadi, Di Mo dan Lin Shan yang familiar dengan aura dari Jarum itu langsung menurunkan kewaspadaannya kemudian menatap Raja Iblis.
"Tuan meminta agar membawa Ran dan Fay ke Dunia kecil dan melatihnya," ucap Raja Iblis menunjuk Ran dan Fay, Lin Shan yang mendengar itu mengangguk kemudian mendekati Ran dan Fay kemudian menggenggam tangannya.
Lin Shan, Ran dan Fay kemudian bercahaya kemudian menghilang, meninggalkan Raja Iblis. Di Mo kemudian maju mendekati Raja Iblis.
"Bisakah Kau menceritakan bagaimana dan dimana Tuan saat ini? Lalu Kau yang berasal dari bangsa Iblis," ucap Di Mo, Raja Iblis mengangguk kemudian mulai bercerita.
...
"Jadi Kau bertemu dengan Tuan beberapa Hari yang lalu saat menemukan Kaisar Kalian, dan bersama beberapa hari, lalu tadi berpisah karna di suruh duluan menuju ke sini?" tanya Di Mo setelah mendengar cerita Raja Iblis.
"Benar," ucap Raja Iblis mengangguk.
"Lalu kemana kira kira Tuan pergi?" tanya Kaisar Di, Di Mo mengangguk menatap Raja Iblis.
"Tuan tidak memberi tahu pergi kemana, Ia hanya memerintahkanku untuk mengantar Ran dan Fay," jawab Raja Iblis, Kaisar Di dan Di Mo yang mendengar itu menghela nafas berat.
"Tuan pasti memiliki sebuah rencana besar."
...- - -...