
Boom!
Prajurit Iblis yang sedang latihan nampak terkejut saat melihat Mentri Iblis terhempas menembus tembok dan sampai di tempat latihan Mereka.
"Tuan! Tuan tidak apa apa?! Apakah ada penyusup?!" ucap para Prajurit itu siaga, Mentri Iblis menggeleng bangkit sambil meringis kesakitan.
"Lanjutkan latihan Kalian, Kalian tak akan bisa menghentikannya," jawab Mentri Iblis, para Prajurit Iblis saling berpandangan bingung mendengarnya.
Tiba tiba tanah yang Mereka pijak bergetar begitu juga bangunan dan Istana Raja Iblis, ledakan demi ledakan suara terdengar bersahutan membuat Prajurit Iblis kini saling menatap lalu merinding ngeri. Mentri Iblis sendiri menghela nafas kemudian melesat terbang pergi dengan cepat.
...- - -...
"Permaisuri, sebaiknya Kita akhiri ini saja," ucap Raja Iblis menatap Rara yang nampak marah di depannya, Rara menggeleng dengan air mata masih mengalir antara emosi dan sedih. Ia sedih mengingat bagaimana nasib Feng tanpa dirinya, pasti Orang yang paling Ia cintai itu kini terluka parah, disisi lain Ia emosi karna Raja Iblis di depannya ini terus menahannya. Nafas Rara mulai ngos ngos an melawan Raja Iblis dan Mentri di depannya ini, bukan karna Rara tidak kuat, namun kekuatannya belum kembali sepenuhnya sehingga Ia masih terhalang oleh Raja Iblis dan Mentri mentrinya tersebut.
"Memang pantas menjadi Istri Tuan, bahkan dengan kekuatan yang sedikit masih harus Membuat Kami mengeluarkan seluruh kemampuan Kami," gumam Raja Iblis memngingat bagaimana Ia sedari tadi bersama para Mentrinya menahan Rara dengan seluruh kemampuan dan tenaga Mereka, meski begitu 2 Mentrinya bahkan sudah tak sadarkan diri oleh pukulan Rara tadi.
Rara kembali melesat dengan cepat, kali ini Ia mengarahkan serangannya tepat ke arah Raja Iblis, Raja Iblis yang melihat itu langsung memasang kuda kuda untuk menahan serangannya. Namun begitu bebedapa centi lagi serangan itu sampai kepadanya, mendadak serangan itu berubah menjadi akar akar yang muncul tepay di bawahnya dan mengikat seluruh tubuhnya, tak sampai disitu, sebuah putaran angin juga muncul mengitari seperti mengikat dirinya.
"Sial!" ucap Raja Iblis saat baru mengerti rencana Rara, Rara bukan berniat menyerangnya melainkan menahannya sementara sedangkan Rara sudah melesat cepat pergi dari Istana.
"Raja! Kau tak apa apa?!" ucap Mentri mentri Iblis melihat Raja Iblis terikat, Raja Iblis menghela nafasnya. Para Mentrinya bahkan tak sadar untuk mengejar Rara dan malah mencemaskan dirinya.
Boom! Raja Iblis melepaskan dirinya dari ikatan tersebut dan memandang para Mentrinya,"Cepat! Kita kejar Permaisuri!" perintah Raja Iblis, Mentri mentri Iblis mengangguk. Mereka kemudian melesat dengan cepat mengejar Rara.
Rara sendiri dengan tenaga di ambang batas dan sisa tenaga melesat cepat menuju arah Ia datang tadi. Ia tak tau jalannya, namun insting cintanya kepada Feng membuatnya yakin bahwa jalan yang Ia lewati ini adalah jalan yang benar sehingga Ia terus melesat dengan cepat.
Dengan kecepatan yang luar biasa tanpa bisa dikejar Raja Iblis, Rara tak membutuhkan waktu lama untuk sampai di tempat pertarungannya dengan Feng tadi. Rara turun dari terbangnya dan jatuh berlutut dengan tubuh bergetar hebat melihat wilayah itu. Wilayah itu memang benar benar bekas tempat pertarungan Feng, bagaimana tidak, Ia masih bisa merasakan sisa sisa aura serangan Feng yang tertinggal begitu juga bekas serangan Feng.
Namun yang paling membuat tubub Rara bergetar bukan itu, melainkan benda di depannya. Sebuah benda berbentuk gelang yang telah hancur seperempatnya, Ia masih ingat, itu adalah gelang yang pernah Ia berikan pada Feng dulu saat awal Mereka bertemu. Feng tak pernah melepaskan gelang itu bahkan sampai sekarang, namun kini gelang itu tergeletak dan bahkan hancur seperempatnya, apa artinya ini?
Sebelum Rara sempat memikirkan kemungkinan kemungkinan terburuk yang terjadi pada Feng, kesadarannya kembali menghilang. Raja Iblis menghela nafas bergumam meminta maaf karena kembali membuat Rara tak sadar, Ia menatap sebentar gelang di genggaman Rara kemudian menghela nafas menatap sekitarnya.
Para Mentrinya sendiri sudah terdiam melihat wilayah di sekitar situ yang sudah berubah menjadi tandus dengan banyknya bekas pertempuran yang Mereka dapat rasakan bahwa pertarungan itu adalah pertarungan luar biasa yang bahkan Mereka yang hanya merasakan bekasnya saja merinding ngeri.
"Tuan, apakah Kau baik baik saja?" gumam Raja Iblis menatap bekas pertarungan itu.
...- - -...
"Apakah Manusia itu?" gumamnya, namun sedetik kemudian Ia menggeleng, aura itu bukan berasal dari Alam manusia. Lalu dari mana asal aura tersebut?
Kaisar Iblis memukul singgasananya dengan dahi berkerut, kenapa semakin banyak saja hal hal di luar kendalinya yang terjadi, ini pasti gara gara Manusia itu, ya Manusia itu.
"Aku harus cepat menghabisinya," gumam Kaisar Dewa.
...- - -...
Ran dan Fay yang tengah berlatih bersama Di Mo mendadak menatap Di Mo kebingungan saat Ia tiba tiba terdiam dengan ekspresi serius.
"Kakek, ada apa?" tanya Ran, Fay yang beridirk di sebelahnya mengangguk menatap Di Mo. Di Mo terdiam karna Ia juga dapat merasakan aura asing yang liaf biasa kuat tadi entah dari mana.
Mendadak tubuh Ran di selimuti aura kegelapan yang membuat Fay langsung kaget begitu juga Di Mo yang sadar dari lamunannya dan langsung menatap Ran waspada.
"Tenang saja, Aku Kaisar Iblis, Aku teman Feng juga Roh beladiri Anak ini," tiba tiba Ran berbicara dengan suara yang berat dan pupil mata yang sudah menghitam, Di Mo awalnya masih curiga, namun begitu tak merasakan adanya ancaman dari sosok di depannya Ia akhirnya menurunkan kewaspadaannya.
"Aku mengenali aura ini!" ucap Kaisar Iblis yang mengambil alih tubuh Ran, Di Mo langsung menatap Kaisar Iblis bertanya.
"Tak ku sangka, sepertinya Feng memang ditakdirkan menjadi pembawa perubahan bagi 3 Alam ini. Aku yang dulu bahkan hanya menemukan jejak bulu milik Mereka berakhir dengan Aku membawa pertarungan di 3 Alam, lalu bagaimana dengan Feng yang kini sepertinya benar benar bertemu Mereka?" gumam Kaisar Iblis dengan mata serius, Di Mo nampak kebingungan mendengar perkataan Kaisar Iblis.
"Mereka?" tanya Di Mo binging, Kaisar Iblis mengangguk menatap Di Mo.
"Mereka, Penghuni pertama Dunia ini, sesuatu yang hanya Kalian dengar dari Legenda legenda kuno dan yang kekuatannya bahkan tak dapat diukur dengan ukuran kekuatan di Alam ini," jelas Kaisar Iblis kemudian perlahan aura gelap menghilang dari tubuh Ran.
"Sepertinya Aku tak bisa berlama lama karna ini bahkan Aku terpaksa bangun karna merasakan aura Mereka, tolong latih Ia dengan baik ya dan juga semoga Feng baik baik saja," pesan Kaisar Iblis sebelum menghilang.
"Hey hey! Siapa Mereka itu?!" tanya Di Mo masih penasaran.
"Oh yah, Mereka itu adalah...
Hewan Kuno!"
...- - -...