
Feng kini berdiri didepan 10 gendang, Ia tanpa mengeluarkan sedikitpun mengeluarkan Aura atau Roh Bela Diri mulai mengayunkan tangannya.
Dong!
Gendang 1!
Semua Orang yang melihat itu merasa biasa saja, berbeda dengan Old Xi dan Di Shi yang melihat itu menyipitkan matanya tampak terkejut.
Old Xi sendiri tak dapat merasakan sedikitpun Qi yang dipakai Pemuda di atas Arena sedangkan Di Shi juga terkejut saat Pemuda itu tampak biasa saja padahal tak menggunakan sedikitpun Qi saat memukul.
Sedangkan Ia sendiri memakai, ¼ Qi nya hanya untuk memukul 1 gendang, tentu saja ini membuatnya terekejut dan penasaran dengan kekuatan Pemuda diatas Arena tersebut.
Feng sendiri tersenyum tipis, Ia sudah memiliki Pondasi Berlian dan Ia juga sudah menempa tubuhnya dengan pertarungan hidup mati berulang kali, gendang didepannya hanya mainan saja menurutnya.
Walau begitu, Feng tak berniat membuat kehebohan dengan misalnya memukul lebih dari 3 atau memukul gendang tersebut dengan hancur, Ia ingin tetap low profile sehingga aman dari Orang orang yang pasti menginginkan kekuatannya.
Dong!
Gendang 2!
Dong!
Gendang 3!
Feng sengaja membuat bunyi gendang 3 lebih kecil agar Ia tampak seperti kehabisan tenaga.
Semua Orang tentu menyangkan Feng benar benar kehabisan tenaga, namun tidak bagi Old Xi dan Di Shi yang dapat melihat dengan jelas bahwa Feng belum kehabisan tenaga.
"Keringat saja belum keluar, apanya yang kehabisan tenaga," batin Old Xi dan Di Shi.
Feng sendiri juga menyadari itu, namun Ia memilih cuek, biarkan saja jika ada yang mengetahuinya walau Ia sendiri yakin 90% Orang disana adalah Orang Bodoh yang tak menyadari hal tersebut.
"Peserta No 7, Lolos."
Ujian pun dilanjutkan, masih banyak Orang yang tak lolos dikarenakan selain Tingkat kultivasinya yang rendah, Ia tak mampu mengatur dalam mengeluarkan tenaganya sehingga pada gendang 1 Ia akan mengeluarkan bunyi kencang namun pada gendang 2, bunyinya akan turun dengan cepat terakhir pada gendang 3 Ia tak sanggup lagi memukul.
"Peserta No 84, Gagal."
Kini giliran Peserta No 85 yang maju, Feng sedikit menyipitkan matanya begitu yang maju ternyata adalah Ji Yao.
Ji Yao naik ke atas Arena dengan langkah angkuhnya menatap remeh segala yang ada didepannya, Orang orang pun bersorak kepadanya bukan karna mau namun karna ingin menjilatnya.
"Tuan Muda Ji, Kau Keren!"
"Tuan Muda Ji, Aku mencintaimu!"
"Tuan Muda Ji, Kau jenius!"
Sorak sorakan itu banyak terdengar terlebih lagi dari para Wanita, Mereka sebenarnya enggan mengatakan itu karna Ji Yao bukanlah termasuk Orang yang tampan dan lagi Ia juga sangat dibenci Perempuan karna sifatnya yang seenaknya sehingga sering bergonta ganti Wanita.
Bahkan dibandingkan Wang Yi, Ji Yao lebih sering bergonta ganti Wanita, namun yang terkena hinaannya Wang Yi karna tak ada satupun yang berani menghina Ji Yao karna Keluarganya mendukungnya sedangkan Wang Yi, Keluarganya selalu bersifat tegas padanya.
Ji Yao yang berdiri diatas Arena melambaikan tangannya seolah olah Ia Artis yang Feng sering lihat saat di Bumi.
Kemudian Ia mengangkat tangannya, Ia sama sekali tak mengeluarkan Roh Bela Diri atau Auranya karna merasa Ia bisa apalagi setelah melihat Feng tadi.
Feng sendiri tertawa kecil dalam hatinya melihat Ji Yao yang terlalu banyak gaya seperti itu, disisi lain, Di Shi dan juga Old Xi memandang jijik ke arah Ji Yao.
Dong!
"Uhuk... Uhuk..."
Seluruh Arena senyap dibuatnya, Ji Yao bahkan termundur sambil terbatuk darah saat memukul gendang 1 hanya dengan fisiknya.
Hal ini tentu saja membuat semua Orang terkejut, namun Mereka tak sama sekali menghubungkan hal ini ke Feng karna Mereka mengira Feng menggunakan Qi sedangkan Ji Yao tidak walau pada kenyataannya terbalik.
Ji Yao sendiri juga terkejut, Ia kini semakin marah karna merasa malu, Ia bukan marah pada dirinya sendiri melainkan pada Feng karna Ia merasa Feng yang memprovokasinya.
Siapa yang memprovokasi siapa? itulah sebenarnya yang patut dipertanyakan.
Akhirnya Ji Yao memasang kuda kuda, kemudian Aura kuat keluar dari tubuhnya diikuti siluet seekor Mamoth dengan garis emas di gadingnya.
Kali ini hal itu berhasil menarik perhatian banyak Orang, Mamoth tersebut bernama Mamoth Suci, Ia merupakan Hewan Buas Tingkat Menengah namun beberapa juga ada pada Tingkat Tinggi.
Hewan Buas satu ini jarang ditemui sehingga tak banyak yang mengetahuinya, sedangkan untuk Roh Bela Diri, Mamoth Suci tergolong Roh Bela Diri tingkat Langit setengah jalan ke Tingkat Surka.
Setengah Jalan? Hal itu dikarenakan Roh Bela Diri ini bisa saja sewaktu waktu menjadi Roh Bela Diri Tingkat Surka jika keberuntungan datang, karna Roh Bela Diri yang dapat meningkat seperti Mamoth Suci tak memiliki patokan seperti Sumber Daya atau semacamnya untuk meningkat.
Itu hanya berasal dari keberuntungan!
Dong!
Gendang 2!
Dong!
Gendang 3!
Kini, Qi Ji Yao tak lebih dari 5% membuatnya ragu ragu apakah akan lanjut memukul Gendang ke empat atau selesai saja.
Namun tiba tiba Ia teringat akan Di Shi dan berniat membuatnya terpana hingga jatuh kepelukannya namun Ia tak menyadari bahwa Di Shi sebenarnya sudah jijik sejak pertama kali bukan terpana.
Dong!
Bom!
Gendang 4 memang berhasil dipukul dan mengeluarkan suara sangat kecil namun Ji Yao juga terlempar menabrak dinding pembatas Arena dan langsung tak sadarkan diri.
Feng diam diam hanya menghela nafasnya melihat itu, jika di Bumi Ia sudah biasa melihat Orang seperti itu, merasa tinggi dan memiliki segalanya padahal kenyataannya Ia tak dapat berbuat apa apa.
Ujian dilanjutkan, hingga 1 Jam kemudian giliran No 91 yaitu Rara yang maju.
Feng menoleh tertawa geli melihat Rara yang ternyata tertidur dengan kepala disandarkan pada bahunya, Peserta disana juga melihat itu juga terdiam.
Rara benar benar polos apa adanya, jika ingin melakukan sesuatu atau ingin berbicara sesuatu maka Ia akan langsung melakukannya tanpa peduli apapun kecuali jika bersangkutan dengan Feng.
Feng akhirnya membangunkan Rara dan menyuruhnya untuk ujian, Rara denga mata terpejam ngantuk hanya mengangguk ngangguk dan berjalan ke atas Arena.
Tentu saja hal tersebut menarik Perhatian semua Orang, walau dalam keadaan bangun tidur Rara masihlah tampak sangat cantik dan itu dapat disetarakan dengan Di Shi.
Perbedaannya, Di Shi adalah kecantikan Remaja Dewasa sedangkan Rara adalah kecantikan karna keimutannya.
...- - -...