The System

The System
Sudah Lama



"Hoaaam..." Rara menguap lebar begitu bangun dari tidurnya. Ia mengucek matanya, memperjelas penglihatannya yang masih kabur dan mengumpulkan kesadarannya kembali.


Ia langsung membuka matanya lebar begitu teringat sesuatu. Rara langsung celingukan melihat kesana kemari, badannya bergerak gelisah saat hal yang Ia cari tak dapat Ia temukan.


Krek...


Pintu kamar terbuka, seorang Pemuda dengan tampan dan semangkok sup besar di atasnya berjalan masuk. Rara, begitu melihat Pemuda itu langsung melompat memeluknya erat. Tak peduli sup yang do bawa Pemuda itu jatuh pecah.


"Feng Gege!"


Feng yang di peluk erat oleh Rara secara tiba tiba tentu saja kaget apalagi sup yang secara khusus Ia buat untuk Rara juga jatuh pecah. Beberapa saat Feng terdiam kemudian Ia tersenyum kecil balas memeluk Rara sambil mengusap rambutnya yang masih berantakan sehabis bangun tidur.


"Rara kira hanya mimpi..." gumam Rara dengan nada sedih. Feng paham, Mereka sudah lama tak bertemu dan tentu saja saling merindukan sama sekali. Apalagi Rara yang langsung tertidur begitu Mereka bertemu dan tentu saja panik serta menganggap pertemuan Mereka hanya seperti mimpi.


"Tenang saja, itu bukan mimpi. Aku disini dan tak akan pergi lagi," ucap Feng berusaha menenangkan Rara. Rara mengangguk kecil kemudian melepaskan pelukannya dan menyodorkan jari kelingkingnya.


"Janji?" ucapnya, Feng tersenyum mengaitkan jari kelingkingnya pada Rara.


"Janji."


Setelah saling berjanji, Feng mengangkat Rara dan mendudukannya di depan cermin kemudian mengambil sebuah sisir dan menyisir rambut Rara yang masih berantakan.


"Feng Gege," panggil Rara sambil menatap Feng yang sedang menyisir rambutnya dari pantulan cermin.


"Ya?"


"Rasanya udah lama kali ya, Aku rindu Feng Gege," Feng tersenyum tipis mendengar ucapan Rara tersebut, tak bisa Feng pungkiri Ia juga sangat merindukan Rara dan tak ingin lagi rasanya berpisah dengannya.


"Iya, ini juga gara gara Authornya," jawab Feng kembali fokus menyisir rambut Rara.


"Hooh betul, Authornya ada masalah apa sih? sampai sampai Kami dipisahin begitu lama? Terus pas ketemu justru Authornya yang ngilang!" kesal Rara menggebu gebu.


"Iya, nanti Aku bantuin hubungi Authornya biar semangat lagi nulisnya, jangan marah marah ya?" Rara yang mendengar ucapan Feng itu mengangguk kembali menjadi tenang.


"Sudah, yuk sekarang makan," ucap Feng begitu selesai menyisir rambut Rara. Rara tersenyum senang namun sedetik kemudian Ia kembali cemberut menatap Feng sedih.


"Ma-maaf," ucap Rara sedih, Feng mengangkat sebelah alisnya bingung menatap Rara yang mendadak tampak sedih tersebut.


"Kenapa minta maaf?"


"Gara gara Rara, sup yang Feng Gege buat jadi tumpah dan pecah."


Feng tersenyum mendengar penuturan Rara kemudian mengusap pucuk kepalanya dan mengecupnya.


"Gak papa, kalau gitu sekarang Kita makan diluar aja sekalian jalan jalan, udah lama Kita gak jalan bareng kan?"


Rara langsung mendongak menatap Feng dengan mata berbinar binar senang. Ia langsung melompat menarik tangan Feng antusias.


"Ayuk!" namun Feng tiba tiba menahan tangan Rara membuat Rara menoleh menatap Feng bingung.


Muka Rara langsung memerah begitu sadar arah tatapan Feng. Ia langsung menutup dadanya dan berlari masuk ke kamar mandi. Feng tersenyum menggelengkan Rara begitu melihat Rara yang malu seperti itu, sangat menggemaskan.


...- - -...


"Feng Gege, mau beli itu!"


"Itu enak, Feng Gege beli ya?"


"Waaah... Rara mau yang ini!"


Rara dengan semangat berlari kesana kemari membeli seluruh makanan yang tampak enak dimatanya, dan sepertinya setiap makanan yang Ia lihat selalu tampak enak. Dibelakangnya Feng berjalan mengikuti sambil tertatih tatih membawa bungkusan makanan yang dibeli Rara.


Sepertinya ini tak cocok dibilang jalan bareng karna sedari tadi yang sangat bersemangat dan bersenang senang adalah Rara. Namun Feng tak mempermasalahkan hal itu, selagi Rara senang, maka Feng juga sangat senang dibuatnya.


Hal yang masih membuat Feng kaget dan bertanya tanya itu justru adalah Orang orang di sekitar Mereka. Setiap Rara lewat atau bahkan sekedar tampak oleh Mereka, Mereka langsung membungkuk hormat, bahkan sampai ada yang bersujud kepada Rara. Orang orang itu juga berkerumun saling berbisik melihat dirinya yang berjalan dibelakang Rara sambil membawa makanan. Bahkan para penjual makanan pun dengan senang hati memberikan makanan Mereka pada Rara tanpa perlu Rara membayar


Setelah Mereka, tidak lebih tepatnya Rara berbelanja. Mereka memilih duduk bersantai di sebuah taman di tengah Kota kerajaan Iblis tersebut sambil menikmati makanan yang dibeli Rara, tidak lebih tepatnya di dapat Rara. Uang Mereka bahkan tak keluar sepeserpun sedari tadi.


Rara langsung melahap makanannya begitu Mereka duduk. Ia juga sesekali menyuapi Feng kemudian bertanya enak tidak makanannya. Feng hanya mengangguk menjawab pertanyaan Rara.


"Ra," panggil Feng, Rara yang sedang asyik melahap makanannya langsung mendongak menatap Feng.


"Adwa apwa Fweng Gwege?" tanya Rara dengan mulut masih dipenuhi makanan.


"Kenapa semua Orang langsung membungkuk hormat begitu melihatmu?" tanya Feng, Feng dapat mengatakan semua orang karna memang itu kenyataannya. Tak ada satupun Orang yang luput dari pandangan Feng kecuali nanti Ia akan membungkuk begitu melihat Rara. Rara yang mendengar pertanyaan Feng langsung menghabiskan makanan di dalam mulutnya dan mengelap mulutnya sejenak sebelum berbicara.


"Sekarang.... Seluruh Alam Iblis ini punya Rara!" ucapnya bangga sambil mengangkat kedua tangannya. Feng mengangkat kedua alisnya mendengar penuturan Rara tersebut.


"Kok bisa?"


"Iyalah... Rara gitu lho!" jawab Rara, Mereka saling berpandangan beberapa saat kemudian kompak tertawa. Feng tak bertanya lebih lanjut, bukan karna Ia tak percaya pada Rara dan merasa ucapan Rara itu hanya bualan saja. Sebaliknya Ia sangat percaya pada Rara, untuk alasannya? Ia yakin akan mengetahui lebih jelasnya nanti.


Feng langsung mengangkat kedua tangannya dan mencupit kedua pipi Chubby Rara karna gemas.


"Masih bocil rupanya kirain dah beneran Dewasa," celetuk Feng, Rara yang mendengar celetukan Feng langsung menggembungkan pipinya dengan raut wajah kesal.


"Feng Gege gak suka Rara yang kayak gini?" tanyanya kesal sambil melipat kedua tangannya dan membuabg mukanya. Feng tersenyum melihat Rara yang tiba tiba kesal seperti itu. Justru itu semakin membuat Rara tampak menggemaskan dimata Feng.


Feng memegang wajah Rara dan menghadapkannya pada wajahnya. Kemudian menghujani wajah Rara dengan kecupan kecupan di dahi, pipi dan bibirnya.


"Aku sangat suka Rara, seperti apapun itu ingat?!" ucap Feng gemas kembali menciumi Rara. Rara mengangguk mengangguk mendorong wajah Feng yang terus menyerbunya dengan ciuman itu.


"Iya iya Rara tau," ucap Rara yang sudah risih karna terus diciumi Feng. Feng tertawa melihat Rara yang sudah kesal tersebut.


...- - -...