The Dragon'S Blue Gem

The Dragon'S Blue Gem
(S2) Chapter 94 [ Sumpah Setia Ksatria ]



Suasana asri padang rumput yang dibelah jalanan tanah dan dikelilingi hutan terbentang sejauh mata memandang. Tidak ada kendaraan perusak udara dan jalanan aspal dimanapun. Suasana khas pedesaan seperti inilah yang mampu menyejukkan mata.


Sebuah burung cahaya berwarna biru langit terbang melewati hamparan rumput yang bergoyang oleh angin. Arah terbang burung itu menuju ke tiga anak remaja yang sedang berjalan santai bersama.


Tangan sang anak lelaki terulur untuk dihinggapi burung itu. Burung hinggap di tangannya, sang anak mengelus burung itu lembut sebelum burung itu berubah menjadi cahaya biru dan masuk ke telinganya.


"!"


Sang anak tersentak kaget sesaat setelah itu.


"Ada apa?" tanya Mika penasaran.


Aqua menghela napas agak panjang. Dengan wajah lelah, dia menjawab Mika.


"Kekaisaran Anessa sudah gila."


"Kekaisaran Anessa? Kekaisaran Benua Suci itu? Kenapa?"


Kali ini giliran Eli yang bertanya.


"Karena mereka tidak bisa menemukan pahlawan di dunia ini, mereka jadi gila dan melakukan pemanggilan pahlawan dunia lain."


"APAA?!!!" jerit Mika dan Eli bersamaan.


Eli, "Pemanggilan pahlawan dunia lain?! Itu kayak di manga dan anime gitu??"


Mika, "Mereka benar-benar gila!! Memanggil orang dunia lain itu butuh mana yang sangat besar!! Bahkan para makhluk di luar batasan kesulitan melakukannya. Berapa banyak Penyihir yang mereka korbankan??!"


Mika menggoncang tangan kanan Aqua dan Eli tangan kirinya. Aqua menapis kasar tangan Eli dan melepas lembut tangan Mika.


"Tenanglah, kalian berdua."


"Ada lebih dari 100 penyihir yang langsung kehabisan mana seketika. Mereka di duga tidak akan bisa memakai sihir sampai beberapa bulan kedepan."


"100?! Bagaimana Kekaisaran Anessa bisa mengumpulkan penyihir sebanyak itu?" bingung Mika.


"Yang dipanggil ada 9 anak remaja. 4 penyihir dan 5 pengguna senjata."


"Anak remaja, SMA ya..." gumam Eli.


"Aqua, Mika. Kalian kelihatannya tidak begitu menyukai Kekaisaran Anessa, bukannya Kekaisaran Anessa itu semacam suci gitu? Kalau Aqua aku paham, tapi kenapa malaikat seperti Mika juga?"


Saat malam kemarin, banyak hal yang harus Mika jelaskan pada rekan baru mereka itu. Mika tidak memberikan detailnya, hanya garis besar saja.


"Bagi rakyat biasa, Kekaisaran Anessa memang baik dan suci. Tapi itu hanya bagian depan saja, dalamnya sangat busuk," jelas Aqua.


"Yang mengetahui ini hanya sedikit. Kebanyakan orang taunya kalau Kekaisaran Anessa itu keturunan para penyembah terpercaya Dewi Athena selayaknya kami, para Malaikat. Tapi sesungguhnya, mereka tidak lebih dari rakyat biasa yang kebetulan melihat pemandangan Dewi berbicara pada Saintess pertama. Leluhur mereka adalah penjilat Saintess pertama," terang Mika.


"Uwaaahh, penjilat..." jijik Eli.


"Benar, karena itu jangan samakan kami para pelayan Dewi dengan makhluk rendahan seperti mereka."


"Selain Saintess, kebanyakan pendeta disana bermuka dua dan hanya menginginkan ketenaran saja. Yang paling parah justru Pausnya. Sudah banyak kejahatan yang dilakukan Paus dengan dalih 'demi sang Dewi'. Justru Kota Bess, kota kecil mandiri di Benua Sucilah yang menurutku benar-benar cocok dengan kesan 'suci'," tambah Aqua.


"Kenapa Kota Bess?"


"Kota itu adalah kota kelahiran Saintess pertama dan kota dengan aliran mana terbersih," sambung Mika.


"Jadi begitu..."


Sementara Mika menjelaskan detailnya ke Eli, tiba-tiba Aqua merasa ada yang aneh disini. Mendadak dia merasa melupakan sesuatu karena membahas Kekaisaran Anessa.


"Ah!!!!" jerit Aqua, mengejutkan Mika dan Eli.


"Kenapa?!"


"Aku benar-benar melupakannya..."


"Lupa apa?"


Aqua menatap Mika dengan ekspresi "Kita lupa orang itu" padanya. Mika berpikir sejenak, lalu dia ikut menjerit.


"Kau benar!!!"


"Karena sudah terlalu lama, aku lupa sama dia. Semoga saja dia tidak marah."


Eli, "?"


Tak lama, makhluk serba hitam tanpa kepala dan menunggangi kuda hitam mendadak muncul di depan mereka. Eli sangat kaget dengan kemunculan tiba-tiba itu, berbeda dengan Aqua dan Mika yang penuh perasaan bersalah.


Ya, makhluk yang mereka lupakan itu adalah Dullahan.


⟨ Kenapa kau baru mengeluarkanku sekarang, bocah!!!! ⟩ kesal Dullahan.


"Maafkan aku, kami juga baru saja keluar dungeon 2 hari yang lalu," balas Aqua masih sedikit merasa bersalah.


⟨ Kalau begitu 10 tahun di dalam dungeon itu ngapain?!! ⟩ marahnya.


"Penelitian," jawab Mika santai.


Dullahan menatap Mika lekat-lekat.


⟨ Jadi kamu sudah berhasil keluar, Arc-Angel Michael ⟩


"Arc-Angel Michael?!! Arc-Angel yang menghilang itu?!!" kaget Eli.


"Kukira kamu cuma sekedar malaikat!! Kenapa gak bilang kalau kamu Arc-Angel?!!!"


"Eh? Apa aku belum bilang?" elak Mika.


"Belum!!!!"


Aqua dan Dullahan hanya memandang mereka berdua seperti pacar yang bosan menunggu pacarnya belanja.


⟨ Apa dia (Mika) memang begitu? Kayaknya dulu lebih tenang dan dewasa ⟩


"Yah... sifat aslinya memang begitu. Biarkan saja."


⟨ Yasudahlah. Kerja bagus sudah mengeluarkanku bocah! Memang butuh waktu lama, tapi kau berhasil mengeluarkanku ⟩


Dullahan turun dari kudanya dan berdiri tegak di depan Aqua. Aqua bersiap dengan segala kemungkinan, termasuk kalau Dullahan akan menyerangnya. Tapi itu tidak terjadi, Dullahan bersujud di hadapan Aqua.


Aqua, Mika dan Eli, "!?"


⟨ Aku sudah berjanji akan menyerahkan kesetiaanku padamu jika kamu berhasil mengeluarkanku dari dungeon ⟩


Dullahan mengeluarkan pedangnya dan memberikan pedang itu pada Aqua.


⟨ Dengan ini aku, Dullahan sang Ksatria Kegelapan bersumpah akan menyerahkan seluruh hidup dan matiku hanya demi tuanku!!! ⟩


Aqua mengambil pedang itu dan mengarahkannya ke pundak Dullahan seperti upacara sumpah ksatria pada umumnya.


"Aku, Aquamarine Valler El Vittacelar menerima sumpah setia Ksatria Kegelapan. Sebagai gantinya berjanji bahwa aku pasti akan menghancurkan Kekaisaran Anessa dalam kurun waktu 3 tahun."


Mika dan Eli terpana melihat hak itu, sumpah ksatria adalah hal yang biasa pada Bangsawan dan keluarga kerajaan. Meski kerajaan seperti Kerajaan Vittacelar tidak melakukannya. Melakukan sumpah ksatria pada makhluk rank EX Dullahan adalah hal yang gila.


Begitu sumpah selesai, hal yang harus dilakukan tuan pada bawahan monster adalah pemberian nama.


"Aku sudah memikirkannya, mulai sekarang namamu adalah Heolstor Erebus yang artinya kegelapan sang Dewa Kegelapan."


⟨ Saya menerima nama baru yang di berikan tuan saya. Mulai saat ini saya adalah Heolstor Erebus sang Ksatria Kegelapan, Dullahan! ⟩


CRIIINGGGGGGGGGG


Dullahan mendadak memunculkan cahaya menyilaukan dari tubuhnya. Setelah pemberian nama selesai, sumpah setia telah terbentuk dan Dullahan resmi menjadi bawahan Aqua.


Wujud menyeramkan Dullahan perlahan berubah. Kepalanya terbang menyatu dengan tubuhnya, badan hanya tengkorak itu mulai memunculkan daging dan kulit. Armornya bersinar seperti armor baru. Rambut berwarna hitam pendek tumbuh dari kepalanya. Bola mata kembali terbentuk dengan iris biru gelap.


Wajahnya bisa dibilang sangat tampan hingga membuat Eli terpana. Tapi bagi Mika yang sudah terbiasa dengan wajah Aqua, dia tidak terlalu terpengaruh.


"Jadi itu penampilan aslimu sebagai manusia, dulu," senyum Aqua.


Meski fisik Dullahan berubah menjadi wujud manusia, namun Dullahan tetaplah Dullahan. Dia adalah sang ksatria kegelapan demi human dengan rank EX.


"Aku mengandalkan bantuanmu, Hell!" seru Aqua.


"Saya akan melakukan yang terbaik untuk membantu anda, Tuan Aqua!" hormat Heolstor.