
Aqua mengambil 2 dagger dari punggungnya, dia meloncat ke arah Kraken. Setiap tentakel yang menyerangnya terpotong menjadi beberapa bagian.
[ Lightning Strike ]
Lingkaran sihir besar muncul di atas Kraken, petir menyambar Kraken tepat di kepalanya. Lengkingan yang memekakkan telinga terdengar keras. Serangan Aqua melumpuhkan Kraken sementara.
Sebisa mungkin dalam jangka waktu itu, Aqua berlari di tentakel dan terus memotong sebanyak-banyaknya. Kelumpuhan Kraken tak bertahan lama, dia mulai bergerak dengan cepat ke dalam air sambil melilit tubuh Aqua. Aqua terperangkap dan menghilang bersama Kraken ke dalam lautan.
"AQUAAA!!!!!!!!!" panik Yue dari atas kapal. Lix juga terlihat shock dan jatuh terduduk.
"Sialll!!!!!!" Lix meninju lantai kapal. Dia marah pada dirinya sendiri yang tidak bisa membantu Aqua.
"Kalau aku ikut turun, aku hanya akan jadi beban buat Aqua. Apanya yang rekan?!! Bukankah rekan itu harus saling membantu?! Dari dulu hanya aku yang selalu dibantu!!!"
"Aqua!!! Tunggu Yue!!"
Yue hampir meloncat ke dalam laut, namun Lix berhasil menahannya.
"APA YANG KAU LAKUKAN!!!?"
Yue kehilangan ketenangannya. Dia meronta-ronta sekencang mungkin.
"Justru kamu! Pergi ke sana hanya akan membebani Aqua. Memangnya apa yang bisa kau lakukan?!" bentak Lix.
"Itu…"
Yue tidak bisa menjawab apapun. Memang benar kalau Yue tidak bisa membantu apapun kalau turun sekarang.
"Tapi kita tidak bisa diam saja!"
"Benar. Kita tidak bisa diam saja. Bukankah Aqua sudah bilang, kalau kita punya tugas kita sendiri. Yue! Percaya pada Aqua!" ujar Lix pada Yue dan dirinya sendiri.
"Lix… aku mengerti. Yue percaya pada Aqua. Aqua pasti akan kembali dengan kemenangan!"
Lix tersenyum, dia dan Yue berusaha untuk mencegah kapal tenggelam. Damage dari serangan Kraken membuat kapal hampir jatuh. Yue dan penyihir lain akan mempertahankan kapal. Lix akan berusaha mengendalikan kapal yang berjalan tanpa arah karena kehilangan pengendalinya.
"Aqua! Kuserahkan dia padamu! Kumohon… kembalilah dengan selamat!"
Lix sebenarnya bukan tipe yang akan mempedulikan orang lain, dia bahkan rela membuang temannya jika itu menguntungkan. Tapi sejak bertemu Aqua, Lix mulai berubah sedikit demi sedikit.
Aqua menahan napasnya, dia terus mencoba lepas dari jeratan Kraken. Namun semakin Aqua mencoba, semakin keras lilitan itu. Kraken merasa makhluk kecil yang dia pegang terlalu berbahaya jika dilepas, makhluk itu berhasil melukai dirinya yang salah satu terkuat di laut.
Kraken menggerakan tentakelnya, dia menabrakkan Aqua ke banyak batu-batu karang.
DDUUGGG DRAGGGG BRAKKKK
"!"
Tubuh kecil anak itu mulai mengeluarkan darah. Meski begitu sama sekali tak ada kata menyerah di tatapan matanya.
[ Rock Stab ]
Batu-batu karang itu meruncing dan menusuk tentakel yang melilit Aqua. Berkat itu, Aqua bisa lepas dari lilitan.
[ Air Bubble ]
Aqua membuat gelembung udara dengan sihir angin di kepalanya agar dia bisa bernapas.
"Haahh… hahhh… dia pintar. Kalau aku dicelupkan di air, aku tidak bisa memakai sihir petir atau api. Tapi itu bukan masalah, rencanaku sama sekali berbeda!"
Aqua berenang ke arah Kraken sembari menghindari semua tentakelnya. Kraken marah, dia menciptakan pusaran air untuk mengurung Aqua. Pusaran itu semakin lama semakin menyempit dan menggores tubuh Aqua.
"Sial!!"
[ Protective Soil ]
Bebatuan mengelilingi Aqua dan menyatu seakan mengurungnya. Dengan bebatuan itu, Aqua memaksa keluar dari pusaran air. Akibatnya Aqua terpental menabrak karang tajam dan kasar.
Aqua mengeluarkan darah dari mulutnya akibat benturan itu. Tubuhnya sedikit gemetar menahan sakit.
"Bahkan walau ini di air, tabrakannya tetap saja keras, huh. Pusaran air itu merepotkan!"
[ Recovery ]
Sebelum melanjutkan serangan, Aqua memulihkan dirinya dulu. Kraken tak diam saja, makhluk itu terus melempar karang besar ke Aqua. Sulit untuk bergerak cepat di dalam air. Tapi dengan sihir angin, Aqua bisa menghindari semua karang yang mengarah padanya.
[ Coral Cage ]
Karang di sekitar Kraken memanjang dan mengurungnya. Makhluk besar itu mencoba menghancurkan kurungan itu.
"Tak akan kubiarkan!!"
[ Enhancement ]
Aqua memperkuat kurungan dengan sihir bayangan. Kraken telah benar-benar terjebak sekarang.
Lagi-lagi jeritan nyaring terdengar dari Kraken. Makhluk itu terus menerus menjerit sambil berusaha keluar dari sana.
BWWUUSSSSHHHHH
Gurita besar itu mengeluarkan tinta dari dalam kelenjar khusunya.
"Aku tidak bisa melihat apa-apa! Benar juga sih, cumi-cumi memang bisa ngeluarin tinta. Aku lupa."
"?"
Ada yang aneh dengan tubuh Aqua. Perlahan tubuhnya mulai melemah dan terasa berat. Dia juga jadi sulit mengeluarkan sihir.
"Ada apa ini?"
"Racun??!"
Aqua kaget dengan pesan yang muncul tiba-tiba di mata kirinya.
"Tintanya ini beracun? Padahal aku tidak menghirup atau meminumnya, tapi aku masih bisa kena racunnya?"
Aqua segera berenang ke permukaan secepat yang dia bisa. Kraken sama sekali tak membuang kesempatan, dia kembali melilit Aqua dengan tentakelnya. Aqua bergerak ke bawah dengan cepat.
"Oy, sialan!!! Gurita satu ini!!!"
[ Spear of Darkness ]
Kali ini meski Aqua terus menyerangnya, Kraken tak melepas Aqua dan terus menahannya di dasar laut.
Padangan Aqua mulai kabur, tubuhnya lemas dan nyaris tak bisa bergerak.
"Kalau begini terus, aku bisa mati. Entah karena tenggelam atau keracunan."
"Tidak! Aku belum boleh mati sekarang. Masih ada yang harus kulakukan!!"
Aqua melihat HP ( Health Point ) nya yang semakin menurun. Namun MP ( Magic Point ) nya masih tersisa cukup banyak.
"Ini adalah taruhan yang gila. Bisa-bisa aku malah mati karenanya. Tapi! Daripada mati karena cumi-cumi, lebih baik aku mati karena diriku sendiri!!!"
Dengan kesadaran dan kekuatan terakhirnya. Aqua melepaskan mana dalam jumlah besar. Meskipun Kraken menyadarinya, itu sudah terlambat karena Aqua tak butuh waktu untuk merapal sihir.
"Master memang bilang kalau sihir tingkat Epic tidak boleh digunakan kecuali saat darurat. Maaf master… Tapi ini darurat!!"
"Sihir petir tingkat Epic!!!"
[ Thunder God's Rage ]
Lingkaran sihir raksasa yang dikelilingi lingkaran sihir kecil muncul di langit. Awan menghitam, laut berdesir hebat, angin bertiup kencang. Seluruh penyihir di kapal merapalkan mantra pelindung pada kapal.
Hanya dalam hitungan detik, area yang tertutupi lingkaran sihir tersambar petir dalam jumlah yang sangat besar. Petir menyetrum ke dalam Laut, makhluk laut di sekitarnya mati seketika. Tak ada satupun yang luput dari petir itu, tentu saja termasuk Kraken dan Aqua.
"Sihir tingkat Epic!!! Ada yang menggunakan sihir tingkat Epic!"
"Apa anak tadi yang memakainya? Bagaimana mungkin?!"
"Tunggu! Apa anak itu baik-baik saja?"
"Apa bisa? Itu sihir tingkat Epic loh!"
Para penyihir di kapal ribut sendiri melihatnya. Berbeda dengan Yue dan Lix yang sudah terlalu shock. Mereka benar-benar takut Aqua bisa mati karena sihirnya sendiri. Yue terus menerus menangis di pelukan Lix. Lix sendiri juga sangat terluka di hatinya.
Kraken sama sekali tak bisa menghindari sihir Aqua, dia kehilangan semua HP-nya dalam sangkar batu Aqua. Ya, Aqua berhasil mengalahkan monster laut itu.
Namun…
Semua MP Aqua habis. Dia tak bisa bergerak lagi. HP-nya tersisa sedikit dan juga terus menurun. Aqua sudah benar-benar kehilangan kesadarannya.
"Ah… apa aku akan mati?"
BYUUUURRRRR
Seseorang melompat dari kapal, dia berenang ke dasar laut dan membawa Aqua bersamanya.
"Dasar nekat! Aku tidak akan membiarkanmu mati. Atau senior akan marah padaku nanti."
.
.
.
.
.
.
[ Sudah gak error, kan? ]