The Dragon'S Blue Gem

The Dragon'S Blue Gem
Chapter 46 [ Dungeon Baru Muncul ]



Seorang anak laki-laki menaiki tangga untuk menggapai rak yang tinggi di perpustakaan. Setelah menemukan buku yang dia cari, anak itu membacanya sebentar. Jika dia tidak tertarik atau sudah mengerti, buku akan langsung dikembalikan ke tempatnya semula.


"AQUAAA!!!!!!!" jerit seorang gadis Elf.


Aqua mengintip gadis sepupunya itu yang berlari dengan cepat ke arahnya.


"Kak Rin... ini perpustakaan loh," ucapnya.


"Aku tau, oke! Tapi ini penting!!!!!!" sanggah anak itu tak mau kalah.


Aqua menghela napas, anak itu turun dari tangga dan menghampiri sepupunya.


"Ada apa? Apa itu sangat penting sampai kakak ribut di perpustakaan?"


"Fufufu... jangan kaget ya! Kami menemukan sebuah dungeon baru!!!!!!"


"!!!?"


"Dungeon baru katamu?!!!" kaget Aqua.


"Benar! Bagaimana? Ini sangat menakjubkan, bukan?!" pamer gadis itu.


"Ini sudah bukan level menakjubkan lagi, kak!"


< Dungeon >


Sebuah tempat yang tidak terhubung langsung dengan dimensi ini. Setelah kamu memasuki dungeon, kamu seperti memasuki dimensi yang berbeda. Bahkan jika luar dungeon itu bersalju, didalamnya bisa saja Padang pasir. Didalam dungeon dipenuhi oleh monster dan harta. Perbedaan paling besar monster dalam dungeon dan luar dungeon adalah tingkat kekuatan dan kecerdasan.


Kebanyakan monster dalam dungeon jauh lebih kuat dari monster luar dungeon, serta juga jauh lebih cerdas. Tentu saja sesuai dengan peringkatnya. Harta dan item yang didapat dari dalam dungeon memiliki kualitas lebih bagus dari item dengan tingkat yang sama.


Aqua mengeluarkan ekspresi yang sulit dimengerti. Di satu sisi senang, disisi lain panik dan bersemangat.


"Terbentuknya dungeon baru bukanlah pertanda baik. Tapi ini tetap menguntungkan. Masalahnya karena ini baru, pasti tingkatnya belum diketahui."


"Terbentuknya dungeon itu sangat jarang. Bisa sampai 1000 tahun sekali. Entah ini keberuntungan atau kesialan."


"Bagaimana karakteristik dungeon itu kak?"


"Karena dungeon terbentuk tak jauh dari Hutan Elf, dungeon itu bisa diklaim sebagai bagian dari Kerajaan Vittacelar. Kami sudah mengirim orang untuk menelitinya, sepertinya itu tipe dungeon menara turun. Tidak diketahui berapa lantainya sih," terang Citrine.


"Dungeon tipe menara turun?! Itu bagus! Dungeon tipe ini memiliki monster tingkat rendah sampai tinggi sesuai lantainya. Masing-masing monster juga tak bisa meninggalkan lantainya. Jadi itu tempat yang bagus untuk leveling."


Aqua menggenggam tangan Citrine dengan mata bersinar-sinar.


"Kakak..."


"Iya! Iya! Aku tau! Aku akan mengajakmu!" jerit Citrine tak tahan melihat tingkah imut adiknya.


Wajah Aqua langsung berseri-seri. Anak itu langsung memeluk Citrine dengan wajah bahagia.


"Terimakasih kakak!!!!"


Citrine baru pertama kali melihat Aqua bertingkah seperti itu. Aqua memang anak yang hangat dan baik, tapi dia tidak manja dan bertindak kekanak-kanakan. Jadi Citrine merasa momen langka ini tidak boleh dilewatkan begitu saja. Gadis itu membalas pelukan Aqua dengan senang hati.


"Hahaha! Siapa dulu aku!"


Aqua mengangkat wajahnya.


"Jadi, kapan kita pergi?!" tanya anak itu bersemangat.


"Kita akan pergi setelah pekerjaan Kak Turky selesai. Mungkin lusa? Ah, kakak juga bilang kamu boleh mengajak temanmu juga."


"Wah... itu hebat! Terimakasih banyak!!!"


Saat itu, karena terlalu senang mendengar adanya dungeon baru, Aqua tak menyadari ada sesuatu yang mencurigakan. Tidak, atau mungkin anak itu tidak mau mencurigainya.


Dan itu akan menjadi penyesalan terbesar Aqua nantinya.


...***...


Turquoise tersenyum ramah.


"Apa kalian sudah siap? Level lantai 1 dungeon itu 50. Mungkin kita bisa masuk beberapa lantai," ucapnya.


"Siap!!!"


"Oho~ kalau seseorang melihat ini, mereka akan berpikir kalian yang menemukan dungeon nya, loh!" timpal Citrine dengan senyum mengejek.


"Hahahaha!"


Meski beberapa kali bertengkar sepanjang perjalanan. Nyatanya kelima orang itu cukup akur dan bersenang-senang serta saling percaya satu sama lain. Mereka tiba di dungeon yang dimaksud Citrine dan Turquoise.


Dari depan tak terlihat seperti dungeon, hanya goa biasa yang cukup terpelosok didalam hutan.


"Kita sudah sampai, persiapkan diri kalian!"


Dalam party ini, Turquoise mengambil peran sebagai pemimpin party.


"Baik!!"


Aqua sebagai damage dealer, Yue sebagai mage, Lix sebagai assassin support dan Citrine sebagai archer sekaligus priest.


Monster yang mereka temui di lantai pertama adalah adalah monster rank D biasa. Monster itu adalah gerombolan goblin. Sebenarnya hanya dengan satu dari mereka sudah cukup untuk mengalahkannya. Namun lengah di dungeon sama saja mencari mati.


Mereka berhasil mengalahkan setiap monster yang menghalangi mereka dengan kerja tim yang cukup bagus. Kesulitan dungeon itu akan meningkat seiring dengan turunnya mereka. Yang awalnya hanya monster rank D, lama kelamaan menjadi monster rank A.


"Hah... hahhh... hahh... Sepertinya kita sudah masuk cukup jauh."


Lix menyeka keringat yang ada diwajahnya.


"Lix benar... ini belum ada 1 hari dan kita sudah mencapai lantai 24. Ayo istirahat dulu... kakiku mau patah rasanya..."


Citrine duduk di samping dinding dungeon. Gadis itu menyelonjorkan kakinya karena kelelahan.


"Yue lapar... Aqua! Boleh makan dulu?" tanya gadis kecil itu saat memegang perutnya.


"Mungkin sebaiknya kita istirahat dulu sebentar," usul Aqua.


Turquoise terlihat masih ingin masuk lebih lama, namun dia tak bisa mengabaikan rekan mereka. Jadi dia memilih untuk beristirahat sebentar.


Aqua mengeluarkan makanan yang disimpan di inventory sebelum penjelajahan dimulai. Mereka makan dengan lahap tanpa mengendurkan kewaspadaan.


"Sayang sekali, sihir terbang dan teleportasi tidak bisa dipakai disini..." keluh Citrine.


"Ya... aku paham kenapa tidak bisa. Maksudku, banyak monster tipe terbang yang kita hadapi. Tentu akan mudah kalau kita bisa terbang juga. Kalau teleportasi, kurasa pencipta dungeon ini cukup kejam sampai tidak mengizinkan yang sudah masuk langsung keluar begitu saja," terang Aqua.


"Ini baru lantai 24 dan sudah sampai monster rank A. Ini pasti dungeon tingkat tinggi. Bisa saja lantai 50 keatas sudah bukan level kita lagi," kata Turquoise serius.


"Karena itu, ayo akhiri ini di lantai 25. Kita akan pulang setelahnya."


Tidak ada pertentangan di sana. Semua orang setuju untuk mengakhiri penjelajahan ini di lantai 25. Mereka terlalu lelah untuk lanjut lebih jauh, namun masih cukup kuat untuk menghadapi 1 monster lagi.


"Ayo saja kak! Manaku masih bisa untuk satu lantai lagi!" jawab Aqua.


"Kamu sudah melakukan Mana Coercion 2x. Apa kamu baik-baik saja?" tanya Citrine khawatir.


Aqua tersenyum untuk menghapus kekhawatiran Citrine.


"Tidak apa-apa. Batasku sampai 3x. Kalau cuma segini, tubuhku masih bisa menahannya."


"Jangan memaksakan diri. Andalkan juga anggota party mu," saran Turquoise.


Aqua mengangguk senang. Dibanding bertarung sendirian, memiliki party memang menguntungkan.


"Baiklah! Cukup istirahatnya, ayo kita segera selesaikan ini dan kembali pulang bersama!"


"Oke!!!"