The Dragon'S Blue Gem

The Dragon'S Blue Gem
Chapter 24 [ Bertemu Ratu Elf ]



Aqua menghabiskan hari-harinya memulihkan tubuhnya. Meski sudah tak ada luka lagi, tapi efek paralyz sihir petir itu masih ada. Yue dan Lix membantu Aqua dalam setiap kebutuhannya. Seperti makan, mandi, membaca, dll.


Berkat itu, Aqua telah pulih total dua hari setelahnya. Aqua meminta pertemuan seperti kata Amethyst sebelumnya. Amethyst benar-benar serius dalam membuat pertemuan resmi Aqua dengan Ratu dan petinggi Elf.


Hari Pertemuan


"Wah… Yue gugup. Bagaimana kalau nanti Lix membuat masalah?",


"Oi! Kenapa jadi aku, bocah!? Harusnya kamu mengkhawatirkan dirimu sendiri dulu! Biang masalah!!"


"Apa?! Yue bukan biang masalah! Ya kan Aqua?!"


"Tenanglah kalian berdua! Kita sudah mau masuk ke ruang singgasana loh!"


"Tuh! Dengerin kata Aqua!"


"Yue sudah tau!!!"


Aqua, Yue dan Lix berjalan menuju ruang singgasana didampingi 2 pengawal. Mereka memakai pakaian resmi yang sudah disediakan Amethyst. Rambut Aqua kembali berwarna coklat gandum dengan sihirnya. Saat ini, mereka tengah berada di depan pintu ruang singgasana.


"Aquamarine, murid Ratu Penyihir dan dua temannya telah tiba!"


Suara pemberitahuan datang dari penjaga di depan pintu. Pintu besar itupun terbuka, menampakkan beberapa singgasana dan Elf yang duduk di atasnya. Semua Elf yang duduk di singgasana itu memiliki warna rambut yang sama, perak platinum yang indah. Beberapa Elf berdiri berjejer di bawahnya sambil bersikap hormat.


Aqua, Lix dan Yue berjalan masuk perlahan hingga tepat di bawah singgasana. Mereka berlutut di hadapan keluarga kerajaan Vittacelar. Para keluarga kerajaan itu menatap tiga anak itu dengan dingin, kecuali Amethyst yang menyeringai senang sendiri.


"Salam kepada penjaga Yggdrasil yang agung, Yang Mulia Ratu Elf dan para keluarganya!"


Mereka bertiga mengucapkan salam secara bersamaan di hadapan Ratu Elf. Begitu Ratu Elf mengangkat sedikit tangannya, mereka baru diizinkan untuk kembali berdiri.


"Jadi kamu anak yang diceritakan Vashlana. Seorang Half-elf dengan 7 elemen sihir. Kata Vashlana, dia ingin mengirimmu berlatih di Kerajaan Vittacelar dengan Alesta, sang penyihir kegelapan."


Ratu Elf yang duduk di hadapan Aqua bukanlah wanita tua atau sepuh yang akan segera menurunkan tahtanya. Dia terlihat sangat muda dan cantik seperti halnya wanita 20-an. Bahkan Amethyst hanya terlihat seperti adiknya dari pada anaknya.


"Benar, Yang Mulia Ratu."


"Hohoho, Alesta bukan Elf yang dengan senang hati akan mengajari siapapun. Buat dia mengakui mu, baru dia akan mengajarimu."


"Terima kasih atas perhatiannya, Yang Mulia."


"Aquamarine, kan? Apa kamu tau tradisi Keluarga Kerajaan Vittacelar?"


"Dengan segala hormat, tradisi seperti itu telah menjadi pelajaran penting bagi saya saat masih dalam pengawasan master."


"Kalau begitu coba kamu katakan!"


Nada Ratu terdengar seperti sedang menguji Aqua. Sepintas itu hanya terdengar seperti ujian belaka. Tapi Aqua tau, kemana arah pembicaraan ini.


"Keluarga Kerajaan Vittacelar akan menggunakan nama permata sebagai nama depan putra putrinya. Nama depan hanya boleh diucapkan oleh sesama keluarga atau orang terdekat. Bagi orang lain, mereka harus menyebut nama tengah para Keluarga Kerajaan."


"Ada lagi?"


".... Keluarga Kerajaan Vittacelar juga bisa menamai anak orang lain dengan nama permata. Namun hanya orang hebat yang telah mereka akui yang bisa menggunakannya."


"Benar. Nilai 100 untukmu."


"Terimakasih banyak Yang Mulia."


"Kamu sudah tau itu. Jadi! Kenapa nama mu mengandung nama permata?! Katakan padaku, siapa yang memberikanmu nama itu?!!"


Nada suara Ratu terdengar marah. Aura menekan menyebar ke seluruh penjuru ruangan. Bagi yang tidak bisa menahan aura itu, rasa sesak akan menggerogoti tubuh. Mereka akan sulit bergerak atau bahkan bernapas.


Tatapan Aqua menajam, dia tidak suka melihat bagaimana Yue dan Lix menderita karena hal yang tak ada hubungannya dengan mereka.


Diam-diam Aqua menggunakan sihir untuk melindungi Yue dan Lix. Dia sendiri tak terlalu terpengaruh oleh itu, karena Ashlan sudah membiasakan Aqua menahan aura hebat luar biasa miliknya.


"Tolong tenangkan diri anda, Yang Mulia! Anak-anak tak akan sanggup menahan aura anda."


Amethyst mengeluarkan suaranya. Ratu sedikit tersentak, dia berhenti mengeluarkan aura intimidasi itu. Bukan hanya Aqua dan yang lain, petinggi Elf lain juga ikut terkena dampaknya.


"Ekhm! Maafkan aku. Aku terbawa suasana."


"Tolong jangan meminta maaf Yang Mulia. Saya dapat memahami alasan begitu anda marah," balas Aqua.


"Baiklah, jadi? Jawab pertanyaanku!"


"Meskipun ibumu itu Elf, dia harusnya tau kalau selain keluarga kerajaan tidak ada yang boleh menyematkan nama permata untuk anaknya."


Ekspresi Ratu masih terlihat agak kesal. Tapi Aqua tetap tenang-tenang saja. Aqua sudah memasukkan kejadian hari ini di rencananya. Tinggal melakukan sesuai rencana dan dia akan baik-baik saja.


"Tentu Yang Mulia. Ibu saya sangat mengetahui tentang itu."


Aqua diam sejenak.


"Justru karena itulah dia menamai saya seperti itu."


"?!"


"Yang mulia! Anak itu sudah kurang ajar pada anda! Kita harus menjebloskannya ke penjara!!" marah seorang petinggi.


"Benar Yang Mulia! Kekurangan ajaran anak itu sudah tak bisa dimaafkan!!"


Para petinggi Elf ribut sendiri ingin mengusir Aqua dari sana.


"Diam!!!"


Seruan Ratu Elf membuat ruangan yang tadinya berisik langsung hening. Ratu Elf menghentakkan jarinya di gangang singgasana. Dia memikirkan sesuatu.


"Katakan! Apa maksud perkataanmu?!"


Tanya Ratu pada Aqua.


"Yang Mulia… terkadang tindakan lebih dipercaya daripada perkataan."


"?"


Semua yang ada disana bingung dengan jawaban Aqua. Namun itu tak berlangsung lama. Dengan cepat kebingungan itu berubah menjadi keterkejutan yang luar biasa. Bagaimana tidak? Begitu Aqua mengatakan itu, warna rambut coklat gandumnya berubah warna menjadi silver.


"!!!!!!!"


Amethyst tersenyum puas melihatnya. Sepertinya dia geram sendiri dari tadi karena Aqua tak segera melepas sihir perubahan warna itu.


"Apa maksudnya itu?!! Kenapa warna rambutmu berwarna silver?"


Sekali lagi, bersamaan dengan nada mengancam itu, Ratu mengeluarkan aura intimidasinya.


"Sihir perubahan warna rambut tidak bisa mengubah warna ke tipe khusus seperti rambut silver keluarga kerajaan Elf, rambut hitam iblis, rambut pelangi unicorn dan rambut emas para dewa. Jadi Aqua tak mungkin memalsukannya." pikir Amethyst.


"Yang Mulia Nenek! Tenanglah… bagaimana dia bisa menjawab kalau nenek mengeluarkan aura begitu!"


Seorang gadis seumuran Aqua yang duduk di sebelah Amethyst mencoba menenangkan Ratu Elf. Ratu Elf sedikit menahan auranya, tapi aura itu masih tetap ada.


"Yang Mulia, biarkan saya memperkenalkan diri sekali lagi."


Aqua meletakkan tangan di dada dan menunduk sedikit.


"Nama saya Aquamarine. Murid dari pemilik Menara sihir, Vashlana Magiya. Serta Putra tunggal dari Putri kedua Kerajaan Vittacelar, Sapphire Vallen El Vittacelar."


"!"


.


.


.


.


.


.


.


Ilustrasi Tokoh Ratu Elf



(Sauce: Twitter @nevakuma)