The Dragon'S Blue Gem

The Dragon'S Blue Gem
(S3) Chapter 132 [ Kita Bertemu Lagi ]



Seorang nona muda bergaun biru muda panjang mendekatiku dengan kipas menutupi wajahnya. Beberapa nona lain mengikutinya dibelakang seperti anak ayam.


"Ara~ lihat siapa ini? Bukankah nona adalah tokoh utama pesta hari ini?"


"Kenapa nona tidak berdansa?" sindir nona muda itu.


Aku mengenalnya. Dia adalah putri Count Albert, Diana Albert. Dia salah satu pengikut Nedura. Pasti sekarang anak ini sedang mencari perhatian Nedura.


Kekanak-kanakan.


"Saya sedang tidak dalam kondisi yang baik untuk berdansa, Nona Albert."


Aku menjawabnya setengah hati dengan senyum dipaksakan. Kalau dia peka, dia akan berhenti bertanya.


"Hohoho~ kalau kondisi anda tidak baik, anda dapat meninggalkan aula pesta untuk istirahat!" ucapnya dengan nada menyebalkan.


Salahku berharap dia peka.


Gadis ini pasti tau kalau tokoh utama pesta dilarang meninggalkan aula pesta selama pesta berlangsung. Tapi dia sengaja menawarkan itu. Kau pikir aku sebodoh itu?


"Ups, salah saya~ anda adalah tokoh utama pesta ini. Jadi anda tidak boleh meninggalkan aula. Maafkan saya, saya melupakan itu."


"Fufufufu..." tawa nona lain.


"šŸ’¢"


Nona ini begitu menyebalkan. Dia bermaksud bilang kalau dia lupa akulah tokoh utamanya karena aku tidak menonjol.


"Tidak apa-apa, anda sampai kesulitan mengingat Tata Krama dasar seperti itu, guru anda pasti kurang baik. Saya bisa merekomendasikan guru tata Krama yang baik untuk anda. Apakah anda mau menerimanya?" jawabku santai.


Wajah Nona Diana memerah.


"Ap-apa!?"


Nona-nona dibelakang Nona Diana tertawa kecil dengan tingkahnya. Setelah merasa dirinya dipermainkan, Nona Diana meninggalkanku dengan langkah berat.


Hufth... terlalu cepat 100 tahun untukmu melawanku.


TAP TAP TAP


"Bukankah sudah kukatakan sebelumnya!? Kamu jangan berbuat sesuatu yang menarik perhatian!"


Aku melirik asal suara itu. Ternyata dari Nedura, sepertinya dia melihat semuanya.


"Saya tidak bermaksud seperti itu."


"Lalu apa maksudmu!? Di saat seperti itu harusnya kau diam saja!!" marah Nedura.


Diam saja disaat aku dihina? Hah! Lucu!! Tapi yang lebih lucu adalah aku tidak bisa membalasnya karena kontrak sialan ini.


"Saya minta maaf..."


Nedura menyeringai, senyumnya itu benar-benar membuat hatiku mendidih.


"Baguslah kalau kau tau!"


Sampai kapan... sampai kapan aku harus menahan penghinaan ini. Pada manusia rendahan yang bisa kubunuh kapanpun aku mau.


"TURN TURUUNNTT TURNTT"


Bunyi terompet lagi? Kali ini siapa datang? Terompet hanya di tiupkan saat yang datang adalah Keluarga Kerajaan atau setingkat dengan itu.


"Yang Mulia Pangeran Pertama, Tuan Putri Pertama, Tuan Putri Kedua, Tuan Putri Ketiga dan Tuan Putri Keempat memasukki ruangan!"


Apa?


Bukan hanya aku yang kebingungan, sepertinya semua bangsawan sama sepertiku.


Tentu saja, ini tidak biasa untuk sebuah pesta di datangi seluruh Keluarga Kekaisaran. Jelas semua akan kebingungan.


"Kenapa semua Pangeran dan Tuan Putri datang?"


"Apa ada sesuatu yang spesial di pesta ini?"


"Setelah dipikir-pikir, Permaisuri yang jarang mendatangi pesta juga hadir!"


"Apa Nona Arsilla punya hubungan dengan mereka semua?"


"Itu tidak mungkin, dia bahkan hampir tidak pernah keluar rumah!"


Di tengah kebisingan pelan para bangsawan yang saling bisik-bisik, seorang nona muda bangsawan memecah kebisingan.


"Tidak saya sangka rumor itu benar!"


"Rumor? Nona Myquella, bisa anda jelaskan rumor apa itu?" tanya tuan muda didekatnya.


Bangsawan lain, baik muda maupun tua langsung memasang telinga mereka. Nona didepan mereka itu adalah Nona kedua Viscount Myquella, Varmelly Myquella. Dia sangat terkenal sebagai agen rumor karena dia tau setiap rumor yang beredar di pesta.


Kalau di dunia modern, dia bisa dibilang Agen Gosip.


"Saya mendengar ini dari Kakak saya yang bersekolah di Akademi Sihir. Sepertinya pemilik menara sihir sedang mencari murid!" jawabnya bersemangat.


"Murid!? Sang Ratu Sihir yang itu?!" kaget mereka semua.


"Tunggu nona, apa hubungannya dengan pesta sekarang?"


Nona Myquella mengibaskan kipasnya.


"Inilah intinya, Ratu Sihir itu berniat mendatangi pesta ini karena beliau kenal baik dengan Tuan Marquess Arsilla. Anda semua pasti tau apa yang saya maksudkan?"


"Jadi begitu! Ini adalah kesempatan langka untuk bertemu Ratu Sihir dan jika beruntung bisa menjadi muridnya!! Itulah sebabnya para Pangeran dan Tuan Putri mendatangi pesta ini!"


Para bangsawan sepertinya memperoleh kesimpulan yang sama. Menjadi murid Ratu Sihir? Jangan mimpi!


Di dalam game dijelaskan alasan kenapa Ratu Sihir sangat tidak menerima murid. Itu karena tidak ada yang mampu menerima latihan nerakanya. Alasan Aqua bisa menjadi muridnya... mungkin karena dia berhasil melalui latihan itu.


Pangeran, Tuan Putri, Permaisuri dan Kaisar duduk di bangku khusus yang disiapkan untuk Keluarga Kekaisaran. Setiap pesta, wajib menyediakan jumlah bangku itu sebanyak anggota Keluarga Kekaisaran. Meski tidak semuanya akan hadir.


Jadi ini pemandangan langka.


Pesta telah mendekati akhirnya. Baik Aqua maupun Ratu Sihir sama sekali tidak terlihat.


Pangeran, Putri dan Bangsawan lain terlihat kecewa. Mungkin... aku juga.


Yang tersisa sekarang hanyalah dansa akhir dan sambutan penutup dari Keluarga Kekaisaran.


Sang Kaisar mengangkat gelas anggurnya.


"Tak terasa pesta akan berakhir. Ini adalah pesta yang indah. Terlihat Keluarga Arsilla mempersiapkannya dengan baik. Sayang sekali Marquess Arsilla tidak mampu menghadiri pesta ini."


Ah... semuanya akan berakhir begitu saja...


"Semuanya! Angkat gelas kalian! Mari kita akhi-"


"TURUNNT TURNNTTTTT TURNN"


Perhatian semua orang di aula langsung teralih dari Kaisar, bahkan Kaisar itu sendiri.


"Siapa orang yang datang di akhir pesta seperti ini!? Sungguh tidak sopan!!!" kesal Nedura.


Dia ada benarnya, mendatangi pesta di saat pesta hampir berakhir adalah tindakan tidak sopan. Tapi tidak ada yang berkomentar sepertinya. Itu karena terompet di tiupkan. Artinya yang datang pasti orang penting.


Penjaga gerbang yang bertugas menyerukan identitas tamu yang datang gemetaran, membuat semua orang bingung.


"Ra-ra..."


"SANG RATU SIHIR DAN... DAN... PA-PANGERAN KEDUA KERAJAAN VITTACELAR MEMASUKI RUANGAN!!!!!"


Mungkin karena terlalu gugup, dia sampai mengucapkannya dengan nada tinggi.


Tapi apa!!?


"!!??"


Semua orang seketika terkejut mendengarnya. Ratu Sihir dan siapa!??


"Pangeran Kerajaan Vittacelar!? Elf!!?" jerit Kaisar kaget.


Permaisuri, Pangeran dan Putri juga sama terkejutnya. Mereka sampai tidak bisa berkata-kata. Tentu saja apalagi bangsawan. Bahkan akupun juga sama.


Apa yang Elf lakukan disini!?


Tapi... Kerajaan Vittacelar... itu kerajaan asal Aqua, kan? Apa dia sepupunya Aqua?


Pintu masuk Aula yang begitu besar itu terbuka. Tidak ada seorangpun yang tidak memperhatikan arah itu. Dari sana, masuk seorang wanita rubah pirang berekor 9 yang memakai kimono sakura.


Dalam sekali lihat, semua orang langsung tau bahwa dia adalah Sang Ratu Sihir, Vashlana Magiya.


Pria yang mendampingi Ratu Sihir tak kalah mencoloknya. Rambut perak pendek dan badan tinggi sempurna berjalan disampingnya. Seperti halnya Ratu Sihir, semua orang langsung tau dia adalah Keluarga Kerajaan Vittacelar yang sesungguhnya. Alasannya sudah pasti, yaitu rambut perak.


Tidak ada yang berani mendekati mereka, apalagi menyapanya. Semua orang hanya bisa terkagum-kagum melihat keindahan itu.


Tapi karena jarakku dari sana terlalu jauh, aku tidak begitu bisa melihat wajah sang pangeran. Apa memang setampan itu?


Kaisar bangkit dari duduknya dan segera menyapa Ratu Sihir.


"Saya tidak mengira anda benar-benar akan datang di tengah kesibukan anda, Nyonya Magiya."


"Yah, karena aku sudah berjanji."


Ratu Sihir menjawabnya santai tanpa keformalan. Di dunia ini, tidak banyak yang bisa membuat Ratu Sihir berbicara formal, bahkan kaisar sekalipun.


"Jadi begitu, anda benar-benar menakjubkan. Kalau saya boleh tau, alasan apa yang mampu membuat anda menghadiri pesta ini dan... kenapa anda bersama Pangeran Kerajaan Vittacelar?"


Kaisar menanyakan hal yang paling membuat penasaran.


Eskpresi semua orang menegang, menanti jawaban yang akan keluar dari mulut wanita itu.


Hal yang terlihat setelah itu adalah seringai Ratu Sihir. Namun sebelum perkataannya selesai, ada sesuatu yang memotongnya.


"Fufufu biar kuberitau. Aku datang kemari karena janjiku pada Nona Rubylia. Dan anak ini adalah-"


"!"


Belum sempat perkataan Ratu Sihir selesai, Pangeran Elf ini berjalan menjauhi gurunya dan Kaisar.


Tentu saja seperti itu memang sudah selayaknya, pandangan semua orang mengikuti sang pangeran. Mereka penasaran akan apa yang akan dilakukan oleh Pangeran Elf ini.


Tapi tunggu...


Bukankah dia ini...


Sedang berjalan ke arahku?


"???????"


Baik aku maupun orang yang melihatku kebingungan. Tapi sepertinya pria ini tidak peduli dengan itu. Dia hanya berjalan santai dan berdiri di depanku.


Kali ini aku bisa melihat wajahnya. Mungkin.


Hmm?! Sebentar!?? Wajah ini... mata biru laut ini... Jangan bilang!!?


"Sudah lama kita tidak bertemu. Sekitar 2 tahun, bukan? Maaf aku datang terlambat, Ruby."


Kalimat yang keluar dari mulutnya terdengar hangat.


"!!!??"


Semua orang, termasuk aku mematung di tempat. Kalau dalam pikiran orang lain adalah apa hubunganku dengannya sampai dia datang ke pesta kedewasaanku dan kenapa dia memanggil nama panggilanku begitu saja.


Tapi yang kupikirkan adalah... identitas pria ini.


"Kamu... Aqua!??" kagetku.


Pria itu hanya tersenyum tanpa menjawabku. Tiba-tiba dia berlutut didepanku dan meraih tangan kananku untuk diciumnya.


"!?"


Entah kenapa wajahku terasa panas. Aku belum pernah menghadapi situasi semacam ini sebelumnya.


Sembari melirikku dengan matanya yang indah dalam posisi masih mencium tanganku, pria ini tersenyum misterius.


"Tolong maafkan ketidak sopanan saya yang datang tanpa pemberitahuan dan belum memperkenalkan diri pada hadirin sekalian."


Aqua (?) bangun lalu mengalihkan pandangannya ke arah Ratu Sihir, Kaisar dan kerumunan bangsawan. Dia melakukan salam ras Elf dengan begitu elegan dan bermartabat sampai membuat siapapun terpana.


"Biarkan saya memperkenalkan diri saya sendiri. Saya adalah Pangeran Kedua Kerajaan Vittacelar sekaligus murid tunggal Ratu Sihir, Aquamarine Valler El Vittacelar."


"Dan juga... tunangan dari tokoh utama pesta ini, Nona Rubylia Arsilla."