The Dragon'S Blue Gem

The Dragon'S Blue Gem
(S2) Chapter 73 [ Kisah Arc-Angel Terkuat (3) ]



Keempat Arc-Angel selain Luciel berkumpul di ruangan yang sama untuk membahas rencana penyelamatan Luciel.


Gabriel, Uriel, Michael dan Raphael duduk berhadapan di sebuah meja bundar. Mereka merembukkan rencana dengan matang. Meski banyak perdebatan yang keluar, mereka berhasil mencapai hasil.


"Sudah diputuskan. Gabriel dan Michael yang akan melakukan misi penyelamatan. Kalian berdua harus membawa pasukan sesedikit mungkin, ini adalah misi berbahaya. Berhati-hatilah!" kata Uriel mengakhiri rapat.


"Lalu Gabriel... aku titipkan Michael padamu. Anak ini terlalu mudah terbawa emosi. Aku jadi khawatir," lanjutnya sambil mencubit pelan pipi Michael.


"Hahaha... tidak perlu khawatir, aku akan menjaga Michael dan menjemput Luciel," balas Gabriel yakin.


"Aku tidak seperti itu! Aku juga tau cara menyampingkan emosi dan bertindak rasional!" sanggah Michael.


"Hahahaha...."


Pembicaraan singkat namun menyenangkan itu diakhiri saat itu. Kedua Arc-Angel itupun bersiap untuk misi penjemputan Luciel. Beberapa orang yang bukan malaikat namun memiliki kekuatan dan kecerdasan yang hebat juga diajak.


Misi berjalan cukup mulus. Para iblis tidak menyadari penyamaran mereka. Kalaupun ada yang menyadarinya, mereka dengan mudah mengalahkan iblis-iblis itu.


Melihat bekas pertempuran penuh darah, Michael dan Gabriel mengkhawatirkan keselamatan Luciel. Namun karena tak ditemukannya tubuh Luciel dan tanda kelahiran Arc-Angel baru, artinya Luciel masih baik-baik saja.


Michael dan Gabriel menjadi pemimpin yang baik, berkat itu tak ada satupun pasukan yang tewas di misi itu. Perjalanan mereka terasa singkat, tak terasa... kedua Arc-Angel itu telah sampai ke area Pasukan Ignatius.


Tentu Uriel sudah mengira bahwa ada kemungkinan kalau itu adalah jebakan. Itulah sebabnya Uriel mengirim Michael dan Gabriel dengan pasukan sesedikit mungkin namun memiliki kualitas yang bagus.


Dan benar saja, Luciel di tahan di tengah-tengah benteng dalam keadaan terluka. Sayapnya sobek dan ada yang terbakar, cincin Halo-nya tidak ada di atas kepalanya. Seorang pria dan wanita duduk di atas sofa dekat Luciel berada.


"Hecate?!! Bagaimana kau bisa ada disini?! Aku yakin sudah mengalahkanmu!!!" bingung Gabriel.


"Ah... yang melawanmu di perbatasan hanyalah klonku saja. Hebat bukan? Aku ini bisa membuat klon yang sulit dibedakan dari yang asli, loh!!" jawab Hecate ceria.


"Jadi kau yang ini yang asli?!"


"Coba tebak~"


Cincin Halo Luciel berada di tangan wanita itu, dia memutarnya di jari seolah benda itu adalah mainan.


Michael tidak bisa menahan amarahnya. Dia segera terbang menghampiri Luciel dan menyerang pria dan wanita itu dengan sihir cahaya tingkat Legend. Pertarungan terjadi dengan sengit, baik pria maupun wanita itu adalah jendral Dewa Kejahatan, Ignatius dan Hecate.


Meskipun Michael juga hampir mencapai tingkat Téssera, sulit untuk bisa memenangkan pertarungan 2 vs 1.


Kenapa 2 vs 1? Kemana Gabriel?


Jawabannya... Gabriel dan pasukan yang lain dihadang sesaat setelah Michael pergi. Tujuan Jenderal-jenderal itu adalah memisahkan kekuatan lawan dan menyerangnya satu per satu. Pasukan Ignatius dan Hecate akan menahan Gabriel dan yang lain selama 2 jendral itu bekerja sama menyerang Michael.


Julukan Arc-Angel terkuat bukanlah sembarang julukan.


Michael benar-benar merupakan Arc-Angel terkuat yang memiliki berbagai sihir sampai ke tingkat Mythic.


Semua kemampuan itu ditambah kegigihan dan kemarahannya berhasil membuatnya mengalahkan Ignatius dan Hecate. Di saat Gabriel datang segera setelah mengalahkan pasukan mereka, pemandangan yang dilihat Gabriel adalah Michael yang penuh dengan luka dan tatapan dingin yang memandang rendah lawannya. Tubuh Ignatius berubah menjadi abu dan menghilang begitu saja dengan sihir cahaya Michael. Ditangan kiri malaikat itu, Hecate di jambaknya hingga terangkat dari tanah.


"Mi-Michael..."


Gabriel membeku di tempat. Dia tidak pernah melihat Michael seperti itu sebelumnya. Michael yang dia kenal adalah seorang gadis remaja yang ceria, hangat dan ramah. Namun sosok yang dilihatnya sekarang, berbeda 180° dengan Michael.


Michael menatap tajam Hecate lalu membantingnya ke tanah. Dia menggosokkan tangannya seolah baru saja menyentuh sesuatu yang kotor. Malaikat itu berjalan mendekati sofa yang tadi dan mengambil cincin Halo Luciel.


"Berbeda dari ras lain, kekuatan kami para malaikat, 80% tersimpan di cincin kami. Bagi kami, cincin adalah hal penting yang melebihi hidup kami sendiri. Dan kamu!! Berani-beraninya meletakkan tangan kotormu di cincin suci kami!!" marah Michael sambil menendang kepala Hecate sampai terpental jauh.


"Cukup Michael! Itu sudah cukup! Sudah tidak apa-apa sekarang... Tenanglah..." kata Gabriel menenangkan Michael.


Gabriel baru saja mengerti sesuatu sekarang. Ternyata yang dimaksud Uriel saat dia bilang bahwa Michael mudah terbawa emosi bukanlah kenaifan atau rasa keadilan tinggi. Yang dimaksud adalah... Michael kesulitan mengendalikan ***** membunuhnya dan sifat dingin kejam itu. Selama ini sifat itu tidak keluar karena Uriel selalu berhasil menahannya, tapi Uriel tidak ada di sini sekarang.


"!"


"........ Maafkan aku Gabriel... kau benar, aku terlalu berlebihan..." sesal Michael setelah menyadari perbuatannya.


"Tidak apa-apa... ayo bawa Luciel dan kembali ke rumah."


"Iya."


Para Arc-Angel terbuat dari cahaya. Jika mereka memberikan cahaya mereka pada satu sama lain, cahaya itu akan saling memantul. Karena itulah mereka tidak bisa mengobati satu sama lain. Namun jenis cahaya Saintess dan ras lainnya sedikit berbeda. Ada beberapa kandungan yang berbeda didalamnya yang mana membuat cahaya itu akan menyerap atau masuk ke cahaya yang lain.


Mereka membiarkan mantan Saintess mengobati Luciel. Sayapnya yang sudah putus tidak bisa kembali lagi. Luciel memiliki 3 pasang sayap berwarna putih bersih, namun kini sepasang sayap itu sudah terlepas dari tubuhnya.


Setidaknya hidup Luciel tidak terancam berkat mantan Saintess. Perlahan, matanya terbuka.


"Mi... chael?" ucap Luciel begitu melihat Michael tepat didepannya.


Michael menangis bahagia, dia segera memeluk Luciel erat.


"Luciel!!!! Syukurlah!!! Aku benar-benar bersyukur..."


Wajah Luciel terlihat kebingungan. Dia bergantian menatap Gabriel yang memandangnya lega. Gabriel memasang ekspresi, "Biarkan saja... dia sangat mengkhawatirkanmu..." seperti itu.


Luciel mengangguk, dia menepuk lembut kepala Michael yang menangis sesegukan di pelukannya.


"Terimakasih... kamu menyelamatkanku..."


"Emm... emm..."


Michael menggelengkan kepalanya.


"Tidak perlu berterimakasih... itu sudah pasti."


Michael dan Gabriel saling pandang dengan senyum hangat. Gabriel menyerahkan cincin halo Luciel yang tadi di titipkan Michael padanya.


"Ambilah... kamu akan dalam masalah tanpa ini, kan?"


"Terimakasih... Gabriel..."


Pemandangan mengharukan ketiga Arc-Angel itu mampu menghangatkan hati pasukan yang melihatnya. Mantan Ratu Elf ( Mantan Saintess ) tersenyum melihat mereka yang sangat akur. Dia jadi teringat dengan kedua putrinya.


"Tujuan kita sudah tercapai... ayo kita pulang!" ajak Michael.


"Benar, Uriel dan Raphael pasti sangat mengkhawatirkanmu... kita harus kembali secepatnya," sambung Gabriel.


"Michael... Gabriel... Iya."


Michael dan Gabriel mengulurkan tangannya pada Luciel. Malaikat itu menerima uluran mereka dengan senang hati. Bersama, mereka berjalan ke arah para pasukan yang sudah siap menunggu mereka kembali.


"Itu berjalan cukup baik, kan?" komentar Aqua.


"......... Semua akan baik-baik saja kalau berakhir disana," murung Mika.


"?"


"Benar juga... kalau semua itu berjalan dengan benar, Mika tidak akan ada disini..."


"Akan ku lanjutkan....."


Baru beberapa langkah mereka berjalan. Suara gemuruh terdengar semakin dan semakin mendekat. Ketiga Arc-Angel itu langsung berada dalam posisi tempur mereka.


Semua yang terjadi baru saja hanyalah awal dari perangkap yang sebenarnya. Pasukan mereka yang hanya berjumlah 15 malaikat dan 10 ras lain dikepung oleh pasukan Dewa Kejahatan yang berjumlah 10.000 prajurit.


"Gahahahaha!!!!! Informasi itu memang benar!! Michael sang Arc-Angel terkuat benar-benar masuk ke dalam jebakan!!!" jerit seorang pria tampan dengan wajah menyebalkan diantara pasukan itu.


"Siapa kau?!" marah Gabriel.


"Ochh... aku sudah tidak sopan. Biarkan aku memperkenalkan diri dengan benar pada sang Arc-Angel yang agung. Namaku Zalacca, salah satu dari 8 Jendral Dewa Kejahatan dan orang yang akan mengambil nyawa kalian," ucapnya dengan seringai licik.


Zalacca adalah salah satu Jendral terkuat Dewa Kejahatan. Tingkatannya sendiri sudah mencapai Téssera berkat menghisap jiwa ribuan makhluk hidup. Zalacca bukanlah ras biasa, dia adalah ras kuno yang disebut Chrysaor.


< Chrysaor >


Chrysaor merupakan saudara dari Pegasus. Sedikit yang dapat diketahui dari Chrysaor tetapi kemudian ia dikenal sebagai prajurit yang berhati kuat dan gagah berani. Namanya berarti pedang emas. Dia berayahkan Geryon. Penampilannya gagah besar dengan kulit biru dan rambut canary. Senjatanya adalah sebuah trisula besar berwarna emas.


"Levelnya berbeda dari Jendral yang sebelumnya dikalahkan Michael... ini buruk... orang ini berbahaya!!!"