The Dragon'S Blue Gem

The Dragon'S Blue Gem
(S2) Chapter 80 [ Akhirnya Keluar Dungeon ]



"Aure!!!!!!!!" jerit seorang anak laki-laki.


{ Oh, sudah selesai ceritanya? } tanya Aure begitu melihat Aqua berlari ke arahnya.


"Sudah. Tentang itu... ada satu hal yang ingin kutanyakan."


{ Apa lagi? Masih tentang tunangan? }


"Ya. Aure... berapa banyak orang yang terhubung denganku? Apa hanya Ruby dan Mika?" tanya Aqua memastikan.


{ Loh, kukira kau sudah tau. Dari mataku sih... benang yang terhubung denganmu bercabang 3 }


"3?!! Siapa yang satu lagi?!!" kaget Aqua.


{ Kamu ini gimana sih! Padahal sebelumnya kalian selalu bersama. Maksudku, si gadis iblis yang selalu mengikutimu itu! }


"?!!!!!"


"YUE JUGA?!!!"


Aqua menghela napas sambil memegangi kepalanya yang mendadak terasa pusing.


"Kau benar, Mika. Takdir benar-benar mempermainkan kita."


{ Omong-omong Aqua, dimana kau temukan dia? Kekasih barumu itu }


"..... Mika? Mika kutemukan di dasar dungeon. Fallen Angel Lucifer yang menyegelnya di sini."


{ Kenapa gadis biasa sepertinya disegel di dasar dungeon? }


"........"


"Ah... penampilan Mika saat ini sama sekali tidak terlihat seperti Arc-Angel. Sayap dan simbol matanya di hilangkan. Selain kecantikannya, dia jadi terlihat seperti gadis biasa bagi yang tidak mengenalnya. Tapi yang paling mencolok... karena cincinnya tidak ada."


".... Ada alasannya. Kamu tidak perlu tau, ini tidak terlalu berhubungan denganmu."


{ Yasudah kalau gitu... Jadi? Apa yang mau kau lakukan sekarang? }


"Terimakasih sudah bertanya. Aku sudah memutuskan tadi. Berhubung penelitian terakhir kami sudah selesai, kupikir ini sudah saatnya keluar dungeon," jawab Aqua yakin.


{ Ohh!! Beneran nih?! }


"Ya. Dan lagi... Aure, tolong bawa kami menemui Ratu Peri. Kurasa saat ini... hanya beliau yang dapat menjawab pertanyaan kami," pinta anak itu.


{ Tentu! Serahkan padaku!!! }


"Terimakasih... tolong tunggu disini sebentar. Aku akan siap-siap dulu."


{ Jangan lama-lama!!!! }


Aqua mengangguk, dia berlari menuju pondoknya. Begitu anak ini membuka pintu, terlihat Mika yang tertidur dengan ekspresi bermasalah.


"Mika..."


Aqua mendekati Mika dan menyentuhnya pelan-pelan.


"Mika... apa kau tidur?"


"Tidak."


"!"


Aqua bermaksud membangunkan Mika kalau gadis itu tertidur. Tapi Mika hanya memejamkan mata sejenak karena kelelahan. Tepat setelah Aqua menanyainya, mata Mika terbuka. Berbeda dari sebelumnya, sekarang simbol ☮️ terlihat kembali.


"Sudah selesai bicaranya?" tanya Mika saat dia terbangun.


"Sudah. Ayo pergi ke dunia Peri! Saat ini mungkin hanya ratu peri yang bisa menjawab pertanyaan kita," jawab Aqua tanpa keraguan.


"....... Kupikir kau benar. Kita sudah terlalu lama bersantai, berlatih dan meneliti disini. Ini sudah saatnya kita serius menghadapi semuanya."


"Termasuk hubungan kita..."


Mika yang biasanya ceria dan hangat berubah ke mode serius dan tenang seorang Michael.


Mereka sudah menyetujui keputusan itu. Waktu main-main sudah habis. Saatnya mereka serius menghadapi semua masalah mereka. Baik tentang dendam, Raven, Arc-Angel, jiwa mereka dan yang lainnya.


Aqua dan Mika mengganti pakaian santai mereka. Aqua memakai jubah hitam dengan hiasan biru yang panjang.



Sedangkan Mika memakai jubah hitam dengan hiasan emas yang terlihat feminim namun juga keren.



Mika juga memakai masker berwarna hitam polos yang membantunya menutupi wajah.


Rambut biru keperakan Mika dan rambut silver Aqua sangat menonjol. Tidak seperti Aqua yang rambutnya khas rambut keluarga kerajaan Vittacelar. Rambut Mika ini tidak bisa ditemukan di manapun. Tidak ada catatan orang di dunia ini dari ras manapun yang memiliki rambut biru keperakan seperti Mika. Orang-orang yang mengetahui rambut asli Michael juga tidak banyak.


Jadi meski tidak akan dikenal sebagai Michael, Mika akan tetap mencolok. Untuk mengurangi perhatian yang tidak perlu, baik Aqua maupun Michael mengubah rambut mereka menjadi abu-abu. Mewarnainya menjadi pirang agak beresiko, karena hanya bangsawan saja yang berambut pirang. Jarang ditemukan rakyat biasa dari ras manusia yang berambut pirang. Tapi kalau Elf dan malaikat sudah beda cerita lagi.


"Sudah siap?" tanya Aqua.


"Ya!" jawab Mika.


Aqua dan Mika keluar dari pondok. Setelah keluar, Aqua menjentikkan jari. Tepat setelah itu, pondok mereka menghilang ke dimensi yang berbeda.


"Ayo pergi!"


"Oke!"


Karena persiapan sudah selesai dan semua hadiah sudah dibawa. Aqua, Mika dan Aure bergerak keluar dungeon dengan cepat. Tidak seperti sebelumnya dimana Aqua sangat kesulitan dan membutuhkan waktu lama, saat ini Aqua dan Mika tidak perlu membuang-buang waktu untuk pergi. Tidak ada lagi monster selain Dullahan dan Leviathan yang mampu menandingi mereka.


Kenapa mereka tidak menghancurkan inti dungeon saja?


Bukankah itu lebih cepat?


Tidak bisa. Jika mereka ingin keluar dan balas dendam mendadak, mereka tidak bisa melakukan itu. Mereka harus tetap membuat musuh berpikir mereka sudah mati atau tetap berada disana. Dan lagi kalau orang-orang mengetahui bahwa dungeon rank SSSS telah diselesaikan, pasti terjadi kegemparan.


Aqua dan Mika berhenti sejenak di lantai 96, tempat Leviathan berada.


"Tuan Leviathan! Tolong keluarlah!" seru Aqua.


Laut berseru hebat, ombak-ombak menyapu daratan dengan kuat. Suara menakutkan Leviathan bergema ke seluruh lantai 96. Dari kejauhanpun dapat terlihat, tubuh raksasa Leviathan muncul dari dasar laut.


Aqua mengeluarkan sayap naganya keluar. Jubah mereka sudah dirancang agar sayap mereka bisa keluar tanpa merusak jubah.


"Tentu."


Anak itu terbang mendekati Leviathan. Kalau dibandingkan tubuh raksasa Leviathan, Aqua seperti seekor lalat saja.


"Tuan Leviathan, lama tak jumpa," sapa Aqua.


⟨ Hmm... sudah 10 tahun ya. Kenapa kau kemari lagi? Butuh bantuan apa lagi kali ini? ⟩


"Bukan begitu. Karena sudah 10 tahun, kurasa ini saatnya aku keluar dungeon. Maafkan aku, tapi aku tidak bisa menghancurkan inti dungeon untuk beberapa alasan. Tapi jangan khawatir, aku punya cara lain untuk mengeluarkanmu dari sini."


⟨ Lakukan saja! Aku tidak peduli apa caranya. Yang paling penting adalah hasilnya ⟩


"Baik. Nanti aku akan melepas tubuhmu ke laut, setelah itu tergantung tuan sendiri untuk menemukan dan bersatu dengan tubuh asli tuan."


⟨ Jangan meremehkanku bocah!!. Sesuatu seperti itu tidak sulit bagiku!!! Cepat lakukan saja!! Aku bosan ada disini ⟩


"Karena tuan sudah memberiku izin, maka tolong bersabarlah sebentar."


Selama 10 tahun ini, salah satu penelitian Aqua dan Michael adalah sihir "dimensi." Mirip seperti sihir ruang Inventory Aqua, namun sihir dimensi ini adalah gabungan dari sihir ruang dan waktu. Sejauh ini sihir ruang tidak bisa digabungkan dengan sihir waktu, kalau skill masih bisa namun skill itu adalah bakat bawaan, jadi tidak bisa dipelajari.


Oleh karena itu, sihir yang diciptakan Aqua dan Mika ini adalah terobosan baru yang hanya bisa digunakan mereka berdua.


Dengan sihir itu, Aqua memasukkan Leviathan yang sangat besar ke dalam dimensi yang berbeda. Saat ini kemampuan Aqua hanya bisa membuat dimensi seukuran sebuah kota saja. Setidaknya masih bisa dimasuki Leviathan. Berbeda dari Inventory, sihir ini seperti membentuk dunia baru dimana makhluk hidup bisa masuk di dalamnya.


Setelah Leviathan masuk, Aqua terbang kembali ke Mika.


"Maaf membuatmu menunggu, urusanku sudah selesai. Ayo pergi!"


"Gendong!" seru Mika sambil mengacungkan tangannya.


"?!"


Aqua dan Aure terkejut melihat Mika.


"Bukannya kamu bilang mau mulai serius sekarang? Kenapa malah manja begini?" goda Aqua.


"Kitakan belum keluar, tidak masalahkan?" jawab Mika dengan senyuman manis.


Aqua menghela napas sambil tersenyum. Ekspresinya seolah berkata "Apa boleh buat."


Anak itu menggendong Mika di pelukannya dan terbang menaiki lantai dungeon. Mika tersenyum-senyum dengan wajah agak merona kemerahan. Sedangkan Aure yang menonton mereka memasang ekspresi kesal dengan kebucinan itu.


Hanya dalam waktu kurang dari sehari, mereka bertiga berhasil sampai di lantai 1 dungeon. Aqua menurunkan Mika sebelum keluar dari dungeon. Mereka merapikan diri sekali lagi dan memastikan mata kiri Aqua tertutup poni dan mata Mika terlihat biasa.


{ Akhirnya kita keluar juga!!! }


Hembusan angin menerpa wajah mereka. Rambut panjang Aqua dan Mika berkibar ke belakang karena tertiup angin. Perasaan rindu yang sulit dimengerti menyerbu hati anak itu.


"Sudah 25 tahun aku didalam dungeon, ya..."


"!"


Tangan kanan Aqua di genggam Mika tiba-tiba. Begitu Aqua menatap wajah gadis disebelahnya, gadis itu cuma mengeluarkan senyum lembut padanya.


"......."


Aqua membalas senyuman itu.


"Jadi kita merasakan hal yang sama."


"Apa kita akan langsung ke dunia peri?" tanya Mika.


{ Itu akan sulit! Pertama, gate ke dunia peri hanya ada sedikit. Yang terdekat adalah Yggdrasil kecil di Kerajaan Vittacelar. Kedua, aku harus minta izin Baginda Ratu dulu. Jadi tunggulah nanti! }


"Aku paham. Tapi Aure, kalau bisa tolong minta Nona Zephyr untuk membawa kami menemui Ratu Peri tanpa melewati gate. Seperti saat dia membawa Lix dan Yue," pinta Aqua.


{ Aku tidak yakin... tapi baiklah. Jangan terlalu berharap loh! Keputusan mau atau tidaknya Nona Zephyr menjemput kalian ada di tangannya dan Baginda Ratu }


"Iya, aku tau. Terimakasih."


{ Yasudah! Aku kembali duluan! Sampai ketemu lagi Aqua dan... em... }


"Aku belum memperkenalkan diri ya. Panggil saja aku Mika, Aure."


{ Oke! Sampai ketemu lagi Aqua! Mika!! }


"Sampai ketemu lagi," balas mereka bersamaan.


Wujud roh Aure tak lagi kelihatan, meski kecil namun dia sangat cepat.


"Fufufu... dia peri kecil yang bersemangat ya," ucap Mika.


"Yah... dia memang selalu seperti itu."


"Karena kita tidak bisa langsung pergi ke dunia peri, apa yang mau kamu lakukan sekarang?"


"Apa kamu tidak mau pergi ke tempat Arc-Angel lain?"


"Tidak. Kalau Luciel tau aku keluar dari dungeon, situasinya akan lebih rumit untukku dan mereka. Dan lagi... setidaknya aku tau mereka baik-baik saja darimu, itu sudah cukup."


Karena Mika mengucapkannya dengan sangat yakin, Aqua memilih membiarkannya saja.


"Jadi kalau kamu ingin aku mengikutimu, bilang saja. Dengan senang hati aku akan menemanimu yang kesepian ini~" goda Mika.


"Baiklah, banyak yang harus kulakukan saat ini. Tolong temani aku, Mika."


Aqua mengikuti alur gadis didepannya. Terkadang mereka memang seperti itu, jadi biarkan saja.


"Tentu!"


Begitulah bagaimana perjalanan Aqua dan Mika yang baru saja keluar dari dungeon dimulai. Selama berada di dungeon mereka tidak menyadari waktu diluar, jadi aneh saja rasanya begitu keluar masih pagi hari biarkan mereka sudah didalam dungeon seharian.


Berkat pelajaran dari Mika, tidak sulit untuk Aqua kembali menyesuaikan diri dengan lingkungan di luar dungeon. Harusnya begitu keluar, Aqua akan kesulitan mengontrol kekuatannya. Pelajaran yang diberikan Mika tentang kontrol tenaga adalah dengan bermain alat musik Lyra.



Setiap kali Aqua gagal mengontrol tenaganya, benang Lyra akan terputus. Dan saat itu terjadi, Mika akan menghukum Aqua dengan berbagai kejahilan. Contohnya memaksa Aqua memakai pakaian wanita, mencoret-coret wajahnya, menggendong Mika keliling lantai, mengumpulkan kerang cantik sebanyak 1000 buah, memijat Mika, dll. Mengingat itu semua membuat Aqua merinding.


"Kamu kenapa?" tanya Mika.


"Tidak, hanya teringat kejadian masa lalu."


"Dasar aneh."