The Dragon'S Blue Gem

The Dragon'S Blue Gem
(S2) Chapter 65 [ Apa Yang Sebenarnya Terjadi? ]



Elvira gemetaran menahan tawanya.


"Vina... sepertinya Aqua benar-benar mengenalmu."


"Ckckck... bagian mananya dariku yang mirip 'Lust'?" kata Elvina sambil memunyunkan bibirnya.


{ Kamu bertanya karena tidak tau? Kupikir Lust itu sangat kamu sekali }


"Apa kamu keberatan, Vina?"


"Keberatan sih tidak juga... memang dari pada 7 dosa besar lainnya, aku paling pas sama Lust. Tapi tidak kusangka anak itu memandangku begitu."


{ Hampir semua memandangmu begitu... Oh, benar juga. Kenapa Elvira cocok dengan Pride? }


"Lebih daripada aku, kakak jauh lebih cocok dengan namanya. Mungkin tidak terlalu terlihat, tapi kakak ini sangat tidak mau kalah. Jika kalah sekali, dia akan terus menantang sampai menang. Dan jika sudah menang, meskipun dia tersenyum saja, rasanya aura kesombongan langsung menyebar," kata Elvina setengah mengejek.


"Aku...! Tidak... begitu," sanggah Elvira malu.


"Tidak, tidak, tidak! Kakak memang begitu. Terakhir kali saja kakak kalah dari Yue dalam game menembak Aqua. Terus kakak meminta Yue terus bermain ulang sampai anak itu kelelahan."


"Itu..."


Wajah Elvira memerah karena malu. Baginya, kejadian seperti itu adalah aib yang seperti kelemahannya.


"Lupakan itu. Aure, siapa nama yang lainnya?" tanya Elvina.


{ Feirlyx adalah Wrath dan Yue adalah Envy. 2 lainnya aku masih belum tau }


"Lix Wrath dan Yue Envy, ya. Kalau Aqua sendiri?"


{ Gluttony. Nama Aqua adalah Gluttony }


"Kenapa Gluttony? Kalau menurut tangga tingkatan 7 dosa besar, bukankah dia bisa memilih yang lebih tinggi?" tanya Elvira setelah tersadar dari lamunannya.


{ Anak itu tidak peduli. Dia hanya memilihkan nama yang sesuai dengan anggotanya }


"Yah... tidak masalah, kan. Dia memang cocok dengan nama Gluttony," ucap Elvina.


"..... Setelah dipikir-pikir memang cocok. Anak itu sangat haus akan kekuatan. Maksudku, kebanyakan akan puas hanya dengan 1 jenis saja, tapi Aqua mau belajar semua jenis," sambung Elvira.


{ Karena aku sudah menyampaikan pesan pemimpin kalian, aku pergi dulu ya. Aku masih harus melapor ke Baginda ratu dan Nona Zephyr! Aku juga harus mengatakannya ke Yue }


"Sebenarnya aku ingin kamu sedikit lebih lama disini. Apa boleh buat, hati-hati di jalan."


Elvira melambaikan tangannya pelan sambil tersenyum lembut.


Elvina ikut-ikutan melambaikan tangannya lebih cepat dengan senyum riangnya.


"Aku juga akan merindukanmu!! Hati-hati!"


{ Hahahaha!! Aku pasti akan datang lagi! Jangan terlalu merindukanku!!! }


Setelah Aure menghilang dari pandangan mereka, dua wanita kembar menurunkan tangannya.


"Kak, kalau ada kepedean di 7 dosa besar. Pasti Aure yang akan memilikinya," ejek Elvina.


"Fufufu... sepertinya begitu."


Tidak ada lagi suasana riang dan hangat. Baik Elvira maupun Elvina langsung berhenti tersenyum-senyum. Wanita kembar itu mulai masuk ke topik serius.


"Apa kamu sudah menemukannya?"


Nada penuh penekanan dan kekhawatiran keluar dari mulut Elvira.


"Kakak pikir aku siapa? Tentu sudah. Dan itu sama sekali bukan berita baik."


"Aku bisa menebaknya. Sudah pasti itu berita buruk."


"Sebelumnya biar kukatakan dulu. Dungeon ini disebut Dungeon Waktu, Eilian. Hadiah penyelesaiannya kebanyakan adalah buku sihir dan skill."


"Buku skill?!!! Bukan hanya buku sihir?!" ucap Elvira terkejut.


"Benar. Sesuatu yang luar biasa untuk hadiah penyelesaian lantai dungeon, kan?"


"Itu sudah lebih dari luar biasa. Skill itu sangat sulit didapat. Jika kita bisa belajar skill hanya dari membaca bukunya sekali, pasti kekuatan akan bertambah sangat kuat. Dan itu akan lebih hebat bagi ras umur panjang," balas sang kakak.


"Ini membuktikan kalau boss akhirnya memang rank EX. Setidaknya kita sudah memberitahu Aqua tentang itu, jadi dia bisa lebih berhati-hati."


"Benar kak."


Elvira mengambil napas panjang, mempersiapkan dirinya mendengar informasi selanjutnya.


"Jadi? Apa alasan sebenarnya dungeon sehebat itu diciptakan di Benua Sihir?"


"Alasan dungeon itu diciptakan di Benua Sihir karena tak seorangpun di Benua Sihir yang mampu menyelesaikan lebih dari 90 lantai. Tidak seperti di Benua Iblis. Si jala*g itu tidak mau siapapun menyelesaikan dungeon ini."


"Kenapa...?"


"Itu karena..."


Elvina membisikkan alasan terbentuknya dungeon waktu, Eilian ke telinga kakaknya. Ekspresi wajah Elvira yang mendengarnya semakin dan semakin menegang.


BRAAAKKKKKK


"Apa-apaan itu?!!! Itu tidak masuk akal!!!!" marahnya.


"Tenanglah... Aku juga berpikir begitu, kak. Tapi jangan hancurin meja juga, kali."


"Ah... maaf."


"Ukhm!! Sial... jala*g itu benar-benar gila!! Bisa-bisanya dia melakukan sesuatu seperti itu. Kenapa dia bisa sebegitu terobsesi pada itu sih!!?" kata Elvira pusing.


"Dengan informasi itu saja sudah cukup untuk membuat kita tau alasan si jala*g mengkhianati pasukan. Seorang Arc-Angel bisa senekat itu karena kecemburuan semata... itu gila!" lanjutnya.


"Ya... cinta yang berlebihan itu juga tidak baik. Bisa dibilang peristiwa ini contoh dari itu," timpal Elvina.


"Apa Arc-Angel lainnya sudah tau ini?"


"Tidak sebanyak kita."


"Haa~ah... apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Elvira lelah.


"Tidak ada yang bisa kita lakukan. Akan butuh waktu lama bagi kita menyelesaikan dungeon itu. Dan bukan berarti tidak ada taruhan nyawa juga. Lebih baik kita percayakan ini pada Aqua dan tetap fokus pada misi kita saja," jawab sang adik.


".... Kau benar. Semoga saja... entah secara kebetulan atau takdir... Aqua bisa menyelesaikan masalah itu."


"Benar."


...***...


Istana Arc-Angel, Benua Melayang


"Apa ada yang sudah menemukan Michael?" tanya seorang perempuan cantik berambut kelabu panik. Perempuan itu memiliki sayap putih bersih panjang di punggungnya dan cahaya membentuk lingkaran di atas kepalanya.


"Raphael... maafkan aku... kalau saja aku bersama Michael saat itu..." sesal perempuan cantik lainnya. Seperti yang sebelumnya, perempuan ini juga memiliki sayap dan lingkaran cincin yang indah.


"Emm..." Raphael menggeleng kepalanya pelan.


"Ini bukan salahmu, Gabriel... Kalaupun ada yang harus disalahkan... itu mungkin aku. Harusnya aku menghentikan Michael saat itu."


"Tidak! Senior tidak ada yang salah!!! Ini bukan cuma kesalahan senior!! Ini salah kita semua karena itu... Senior Michael jadi..." sedih Arc-Angel cantik lainnya.


"Zaphy..."


PLAAKKKK


Gabriel menampar dirinya sendiri cukup keras sampai menarik perhatian para malaikat disana.


"Sudah cukup! Kita sudah memutuskan untuk menghentikan pembicaraan ini sebelumnya. Itu cuma buang-buang waktu. Apa ada informasi terbaru tentang Michael?"


"Yang mulai kan kamu," pikir Raphael.


"Bagaimana kabar dari guild informasi? Meski cuma ras biasa, kemampuan mereka mendapatkan informasi cukup mengagumkan."


"Itu... guild informasi belum bisa dihubungi sejak 12 hari yang lalu," jawab seorang malaikat biasa.


"Belum ya... terima kasih. Kamu boleh pergi," seru Gabriel.


"Baik."


Para Arc-Angel memiliki perbedaan cukup besar dari malaikat biasa dalam segi penampilan. Pertama sayap mereka lebih dari sepasang. Kedua cincin halo mereka lebih besar dan bervariasi dari pada cincin halo polos malaikat biasa. Ketiga, kelima Arc-Angel memiliki mata sapphire dengan simbol perdamaian ☮️. Dengan tiga hal itu, cukup mudah membedakan Arc-Angel dan malaikat biasa dalam sekali lihat.


Mungkin beberapa dari kalian ada yang berpikir kalau bisa saja Michael sudah mati. Meski begitu kenapa yang lainnya bersikeras mencari Michael? Tentu karena jika Michael sudah mati, mereka akan menjadi yang pertama mengetahui itu. Jika Arc-Angel sudah gugur, kekuatan dari Arc-Angel itu akan kembali pada sang Dewi dan diberikan ke Arc-Angel baru. Karena tidak adanya kemunculan Arc-Angel baru, artinya Arc-Angel Michael masih hidup.


"Kemana lagi kita harus mencari Michael?" kata Raphael sedih.


Gabriel dan Zaphkiel iku ikut sedih mendengar pertanyaan Raphael. Pengkhianatan salah satu dari mereka, ditambah menghilangnya Michael sangat memukul fisik dan mental mereka.


BRAKKK


Pintu terbuka dengan keras, mengejutkan para Arc-Angel didalamnya. Lagi-lagi perempuan cantik dengan sayap dan cincin halo terlihat. Perempuan itu masuk ke dalam ruangan, mengabaikan Arc-Angel lainnya.


"Kalian ini kenapa?! Sadarlah!! Kita sedang di tengah pertempuran. Aku juga ingin segera mencari dan menyelamatkan Michael, tapi bukan itu tugas kita sekarang!" seru perempuan itu.


"Ha~ahh... katakan padaku! Apa tugas kita, para Arc-Angel?!"


"...... Menjaga keseimbangan dunia dan menekan kekuatan pasukan Dewa Kejahatan," jawab Raphael.


"Benar! Itu tugas kita. Sekarang fokus pada itu!! Karena begitu perang selesai, kita akan langsung menyelamatkan Michael!"


"!"


"Uriel... apa maksudnya itu? Kamu sudah tau dimana Michael?!" tanya Gabriel terkejut.


Raphael dan Zaphkiel tidak kalah terkejutnya mendengar pernyataan dari Uriel yang baru kembali entah darimana.


Uriel tersenyum hingga menampakkan salah satu taringnya.


"Sudah! Jadi persiapkan diri kalian!"


Wajah murung ketiga Arc-Angel didepannya langsung mencerah dan berseri-seri.


"Oke!!!"