The Dragon'S Blue Gem

The Dragon'S Blue Gem
(S2) Chapter 83 [ Festival Perbudakan ]



Sebuah kota besar yang sangat ramai dan penuh warna terpampang di depan mata Mika. Berbeda dari kota-kota kecil yang dilewati mereka, kota ini sangat luar biasa ramai. Banyak hiasan-hiasan yang tergantung di dinding maupun gerbang, beberapa kereta kuda yang cukup mewah mengantri untuk masuk ke kota.


"Wah!!! Apa sedang ada festival??" tanya Mika bersemangat.


"Aku tidak tau. Kunjunganku sebelumnya tidak seramai ini," jawab Aqua.


Aqua dan Mika tengah mengantri untuk memasuki Kota Aranyu. Berbeda dari sebelumnya, kali ini penjagaan diperketat. Beberapa perusahaan menyewa banyak prajurit dan tentara bayaran untuk berjaga.


Giliran Aqua dan Mika tiba. Penjaga gerbang meminta kejelasan identitas mereka. Aqua bisa dengan mudah masuk berkat tanda pengenal penyihir miliknya.


"Nanti aku harus memperbarui ini setelah bertemu Master."


Setelah mereka masuk, suasana didalamnya lebih ramai dari dugaan mereka. Banyak orang-orang dari berbagai ras berkumpul. Stan-stan dan toko-toko juga bertambah lebih banyak dari sebelumnya.


Aqua membeli crepe dua buah dan memberikan salah satunya pada Mika.


"Sebenarnya apa yang sedang dirayakan disini?" tanya Mika saat menerima crepe.


"Mungkin ini memang festival," balas Aqua santai.


"Tidak, tidak! Ini tidak sesederhana itu, anak muda. Apa kalian bukan orang Benua Sihir?!" timpal penjual crepe tiba-tiba.


"Iya, pak. Kami baru tiba di Benua Sihir kemarin sore," jawab Mika ramah.


"Yah... secara teknis aku tidak bohong."


"Pantas saja kalian tidak tau. Satu Minggu ini ada sebuah festival besar yang dinamakan Festival Perbudakan."


Pak tua itu menjelaskan semuanya pada Aqua dan Mika.


"Festival budak?"


"Di festival ini, kamu bisa mendapatkan budak dari berbagai Benua. Mulai dari budak ras langka sampai yang biasa ditemui. Kalian juga bisa menjual budak kalian. Lihat! Disana ada sebuah GOR bukan?! Pelelangan budak langka dan mahal akan dilakukan disana!" kata pak tua sambil menunjuk GOR besar.


Raut wajah Mika seperti merendahkan semua orang yang terlibat festival perbudakan ini. Dia memang tidak peduli nasib ras lainnya yang tidak berhubungan dengan dirinya. Tapi dia tetap tidak menyukai perbudakan. Terutama jika budak itu adalah anak-anak.


Aqua memahami perasaan Mika, bagaimanapun dia tetap mantan orang modern dimana tidak ada perbudakan di dunianya.


"Mau pergi saja?" tawar Aqua.


"Tidak. Kita sudah sampai disini. Ayo pergi setelah mendapatkan apa yang kita mau."


"Kalian beruntung, nak! Hari ini adalah hari pelelangan budak langka dilakukan!! Bahkan hanya untuk melihat saja butuh biaya masuk 5 koin emas!!! Apa kalian tertarik?! Kalau iya pergilah nanti siang! Jam 10!!" ujar pria tua itu dengan senyum lebarnya.


"........"


Wajah Mika tetap tenang tanpa memperlihatkan perasaannya.


"Apa yang mau kamu lakukan?"


"Ras langka... sejujurnya aku ingin melihatnya. Boleh kita lihat sebentar?"


Aqua berhati-hati agar Mika tidak marah atau menganggapnya bajingan.


"....... Kalau cuma lihat-lihat..."


"Terimakasih."


Karena sudah diputuskan, Aqua dan Mika berpamitan pada pak tua penjual crepe. Mereka kembali pergi mencari barang yang dibutuhkan Aqua agar nanti bisa menghadiri pelelangan.


Tidak ada yang menarik perhatian mereka berdua. Hanya senjata tingkat tinggi dan Epic tidak cocok dengan tingkatan mereka sekarang. Akhirnya Aqua mengajak Mika turun ke bawah tanah bahkan sampai ke rumah lelah yang sebelumnya dikunjungi Aqua. Tapi hasilnya tetap sama saja. Senjata yang dijual di sana tidak ada yang tingkatannya melebihi Epic.


"Inilah kenapa Pietro sangat dibutuhkan Raven," kesal Aqua.


"Hahahaha... liat sisi baiknya. Kita sudah mempunyai item-item yang kamu butuhkan selain senjatanya."


"Ternyata mencari senjata tingkat Legend ke atas sangat sulit. Tongkat sihir tingkat Legend Master itu pasti sulit didapatkan," keluh Aqua.


"Tombak kembar Kak Vira dan Vina... benar-benar keberuntungan bisa mendapatkannya."


Aqua berjalan keluar zona bawah tanah.


"Sudahlah, lupakan saja. Nanti aku pergi ke desa dwarf dan mendapatkan dagger baru."


"Desa Dwarf? Desa terpencil itu? Bagaimana caramu bisa masuk ke sana."


Aqua melirik Mika yang berjalan disampingnya.


"Pedang kecil Mika... harusnya itu senjata tingkat Mythic."


"Punya ratusan yang begitu dan sudah ada sejak dia lahir, pasti enak."


Senjata tingkat Mythic adalah sebuah senjata yang memiliki 5 bintang. Bintang 1-5 sangat berbeda kualitasnya. Kebanyakan makhluk di dalam batasan hanya bisa memiliki item tingkat Mythic bintang 1. Sedangkan milik para Arc-Angel adalah Mythic bintang 5. Itu sama sekali berbeda meski sama-sama tingkat Mythic.


"Ini sudah hampir jam 10, pergi sekarang?"


"Oke."


Kerumunan orang-orang dari berbagai wilayah semakin dan semakin ramai seiring mendekatnya mereka ke GOR tempat pelelangan budak langka. Sepanjang jalan, ada saja orang yang membawa bermacam-macam budak. Mulai dari pria, wanita, anak-anak, orang tua, sampai bayipun ada.


Mood Mika juga semakin buruk melihatnya. Ingin rasanya dia menghancurkan kota itu dan membebaskan para budak. Tapi dia tau, budak tidak ilegal di Benua Manusia dan Sihir. Tidak ada yang bisa dilakukannya. Melakukannya pun tidak ada untungnya bagi diri sendiri.


Tak terasa mereka sudah di depan GOR. GOR itu sangat teramat besar. Ribuan orang bisa masuk didalamnya.


"Kalau idol ada di dunia ini, pasti mereka akan konser di tempat seperti ini," pikir Aqua.


Penjagaan sangat ketat. Hanya orang dengan undangan atau membayar dalam jumlah besar saja yang boleh masuk. Aqua dan Mika tidak mempunyai undangan, jadi mereka membayar sebesar 5 koin emas seperti kata pak tua penjual crepe.


Semua orang yang masuk ke dalam wajib memakai topeng khusus yang menyembunyikan identitas mereka. Hal itu demi menutupi bahwa bangsawan, keluarga kerajaan atau orang penting datang ke sana juga. Seperti halnya pelelangan biasa, di tempat ini juga ada kursi biasa dan VIP.


Karena Mika terlihat tidak nyaman dengan kerumunan orang, gadis itu membeli tiket VIP seharga 50 koin emas. Jumlahnya saja sudah 10x lipat harga kursi biasa. Tapi itu tidak masalah bagi mereka yang sekarang sangat kaya.


Cincin Mika memang diambil Lucifer, tapi gelang item boxnya tidak. Banyak item-item berharga Mika didalamnya. Tentu saja Uang juga termasuk.


Mika mengikuti Aqua memasuki salah satu ruangan di lantai 2 yang memungkinkan mereka menonton pelelangan dengan lebih jelas. Tempat itu sangat mewah, bahkan hotelpun masih kalah. Meski hanya seluas kamar hotel kecil, fasilitas disana sangat maju.


Aqua dan Mika duduk di sofa empuk mewah ruangan itu yang menghadap langsung ke panggung pelelangan.


"Ladies and gentleman!! Bertemu lagi bersama saya, MC yang akan menemani kalian di pelelangan ini!!!" seru sang MC di tengah-tengah panggung.


"Orang itu... jadi kali ini dia menjadi MC pelelangan ini."


Aqua pernah melihat sang MC saat di pelelangan area bawah tanah bersama Elvira dan Elvina dulu.


"Tuan-tuan dan nyonya-nyonya pasti tidak sabar lagi melihat budak-budak yang dijual hari ini!! Maka persiapkanlah uang anda semua!!! Karena pelelangan akan dimulai sekarang!!!!!"


"WOOOOOOOOOAAAAAHHHHH!!!!!!!!!!!!!"


Sorakan para pembeli terdengar memenuhi GOR. Mereka semua tidak sabar ingin membeli atau sekedar melihat budak yang dijual.


"Kenapa mereka semangat sekali?" bingung Mika.


"Kesempatan melihat ras langka itu sangat kecil. Bahkan para malaikat yang berjumlah ribuan pun sangat jarang ditemui, apalagi ras-ras langka lainnya," terang Aqua.


"Heh... kalau begitu, apa aku juga boleh beli?"


"!!"


"Bukannya kamu tidak suka budak!?" kaget Aqua.


"Aku tidak suka orang yang membeli budak, bukan budaknya. Lalu... aku ingin membeli dan membebaskan budak anak-anak."


Mika bersandar di lengan Aqua sambil menatap panggung dengan wajah sendu.


"Aku tidak suka masa depan mereka hilang begitu saja hanya karena mereka terlahir sebagai budak. Setidaknya... itulah yang bisa kulakukan sebagai orang yang terlahir lebih beruntung."


Aqua diam memandang panggung yang sama.


"Anak yang terlahir sebagai budak akan selalu dibayang-bayangi oleh itu dan tidak bisa maju semudah anak lainnya. Mereka akan kesulitan melakukan segala sesuatu selain yang diperintahkan. Jadi meskipun kamu membebaskan mereka, mereka hanya akan mati oleh kejamnya dunia."


"Apa kamu benar-benar berpikir aku tidak tau itu? Tentu aku tau. Membantu orang setengah-setengah bisa memperburuk situasi mereka," balas Mika.


"Aku punya rencanaku sendiri. Dan itu juga akan menguntungkanku dan dirimu."


"Kalau begitu, lakukan apapun yang kau mau. Aku akan membantu kalau kamu butuh sesuatu."


"Terimakasih."