The Dragon'S Blue Gem

The Dragon'S Blue Gem
Chapter 19 [ Kraken Muncul!! ]



Aqua, Lix dan Yue masuk ke dalam ruangan kecil di dalam kapal. Di ruangan itu terdapat 3 buah kasur untuk istirahat penumpang. Mereka berganti pakaian lalu pergi ke ruang makan. Makanan disana bisa dibilang mewah. Aneka seafood dan daging tersebar di atas meja.


Lix belum pernah melihat makanan seperti itu sebelumnya, dia mengambil cukup banyak dari biasanya.


"Apa kamu yakin itu bisa habis?" ragu Aqua.


"Jangan khawatir! Aku tidak akan membuang-buang makanan!" jawab Lix dengan sangat yakin.


Aqua tersenyum dan menghela napasnya, dia berharap Lix benar-benar tidak membuang makanannya. Disisi lain sepertinya Yue tak terlalu suka dengan hidangannya.


"Aqua… Yue… mau yang makan yang agak ringan. Perut Yue terasa aneh," ucap Yue sambil memegang perutnya.


".... Ah! Dia mabuk laut!"


"Oke, aku akan bilang pelayanannya agar membiarkanmu sesuatu yang ringan tapi mengenyangkan. Kamu tunggu bersama Lix dulu, ya." balas Aqua hangat.


Yue mengangguk lesu, dia duduk di sebelah Lix yang makan dengan lahapnya. Wajah Yue mulai memucat dan wajahnya seperti ingin menangis.


Aqua bergegas ke pelayan dan memesan sesuatu. Pelayan itu membungkuk dan pergi ke dapur. Tak lama dia keluar dengan sebuah mangkuk besar. Pelayan itu memberikan mangkuk sup itu ke Aqua. Aqua berterimakasih dulu sebelum pergi ke Yue.


"Yue, ini sup seafood. Ini ringan di perut, kok. Makan ya…"


Nada suara Aqua terdengar khawatir saat mengatakannya. Yue pelan-pelan memakannya. Awalnya dia ragu tapi setelah dimakan, perut Yue terasa mendingan daripada sebelumnya.


Melihatnya membuat Aqua lega. Aqua juga ikut makan bersama mereka bertiga. Setelah kenyang, mereka kembali ke kamar dan bersiap untuk tidur.


BRUKKKK BRAAAAKKKK


"Kyaaaaa!!!!!!!" jerit Yue.


"Waaahhh!!!!!!!" jerit Lix.


Kapal mendadak oleng, orang-orang didalamnya teraduk dalam kapal.


"Apa yang terjadi?!!!!" kaget Aqua.


Sesaat sebelum kepala Yue menabrak dinding kapal, Aqua memeluk Yue sehingga tubuhnya menghantam dinding kapal. Lix jatuh tepat disebelah Aqua.


"Kapalnya!!! Apa ada monster menyerang?" panik Lix.


"Cih… kenapa harus sekarang!? Lix! Yue! Kita keluar! Ayo lihat apa yang terjadi?!"


"Baik!"


Mereka bertiga bergerak dengan cepat ke luar kabin. Banyak orang pingsan dan berdarah akibat benturan yang terjadi. Banyak juga yang berlarian panik ke sana kemari. Menerobos kerumunan orang itu cukup sulit dan memakan waktu.


Begitu mereka bisa keluar kabin dan melihat apa yang terjadi, tentakel raksasa dengan cepat mengarah ke mereka.


"Menghindar!!!!!"


Berkat kegesitan Aqua dan Lix, mereka bertiga berhasil menghindari tentakel itu tepat waktu.


"Kenapa benda itu bisa memasuki kapal?! Bukankah ada sihir pelindung di kapal!!!?"


Baik Aqua maupun Lix mencoba memahami situasi mereka.


"Melihat benda itu ada disini, kita bisa menganggap sihir pelindung sudah tak ada!" kata Aqua serius.


"Ya. Kalau begitu para penyihir pelindung kapal memiliki 2 alasan. Pertama mereka sudah dikalahkan sehingga sihirnya hilang. Kedua mereka harus menyerang gurita besar itu dan tak bisa mempertahankan sihir itu dengan mana mereka!" sambung Lix.


"Aqua!!! Ada banyak orang yang sedang menyerang gurita besar!!" timpal Yue tiba-tiba.


"!"


"Yue, kamu bisa melihatnya? Harusnya dari sini tidak kelihatan!"


Mata emas Yue bercahaya.


"Bisa! Percaya pada Yue! Situasinya terlihat gawat, tak satupun serangan orang-orang itu yang memberikan damage ke gurita besar."


"...."


"Ini merepotkan!"


"Lix! Yue! Aku punya rencana. Tolong aku!" seru Aqua.


"Serahkan pada kami!!!"


"Terimakasih. Yue, tolong bantu orang-orang. Berikan mereka pertolongan pertama dan kumpulkan di satu tempat. Lalu Lix! ………"


Dengan lincahnya, Aqua berhasil menghindari setiap serangan yang ditunjukkan padanya. Hanya dalam waktu singkat, Aqua sudah berada di tiang kapal.


Mata kiri Aqua terfokus pada gurita itu.



"Rank S?! Sial, levelnya jauh lebih tinggi dariku."


Aqua berpikir dengan keras bagaimana caranya mengalahkan Kraken dengan levelnya yang sekarang.


"Argghh!!!!!"


Kraken menyerang para penyihir di depannya. Banyak yang terpental hingga cukup jauh dari tempat aslinya. Banyak juga yang dimakan langsung.


"Sial!!! Pikirkan sesuatu Aqua!!!!!" tekan Aqua pada dirinya sendiri.


"Gurita biasanya hidup dengan cara menempel dan bergerak di bagian dasar perairan. Dia juga mulai beraktivitas pada malam hari atau nokturnal dan waktu siangnya dihabiskan dengan berdiam diri di celah bebatuan."


"Tunggu! Celah bebatuan!!!"


Aqua mengeluarkan keringat dingin. Dia menertawai dirinya sendiri. "Benar-benar rencana yang gila."


Anak itu menarik napas panjang beberapa kali. Begitu dia siap, pandangannya langsung terfokus ke Kraken.


"Yah… aku sudah mengalami ratusan kejadian hampir mati karena Master. Tambah satu lagi, gak apa kan?"


[ Ice Spear ]


Tiga tombak es raksasa muncul di atas Aqua. Sihir tingkat menengah, Ice Spear. Aqua mengarahkan tombak es itu ke tiga hati Kraken. Dia berusaha mengalihkan perhatian Kraken ke dirinya sendiri.


Tombak melaju dengan cepat dan menancap di lokasi yang berbeda. Sayang sekali, tombak itu tak mencapai hatinya karena terlalu dalam. Tapi Aqua berhasil menarik perhatian Kraken.


Kraken itu marah dan hanya menyerang Aqua saja. Semua tentakelnya menusuk cepat ke Aqua. Berkat stat Aqua yang cukup tinggi, dia berhasil menghindari luka serius dari semua serangan itu.


Kraken tambah marah, dia menggoncangkan kapak Aqua agar Aqua jatuh dari tiang.


"Woaaahh!!!! Tu-tunggu dulu!!! Aku masih belum mau jatuh!"


[ Vines ]


Tanaman merambat keluar dari tangan Aqua. Tanaman itu mengikat Aqua dengan tiang agar tak jatuh. Kraken semakin marah karena tak satupun serangannya berhasil melukai Aqua. Dia melontarkan sihir air dari mulutnya berkali-kali.


Aqua tak bisa menghindari semua serangan sihir itu tanpa meninggalkan tiang. Tubuh kecil itu tersayat cukup parah.


"Ck, Apa masih belum?"


"Aqua!!!! Aku sudah membawa semua penyihir ke ruang kendali! Yue juga sudah mengumpulkan penumpang di satu tempat. Lakukan!!!!!"


Aqua tersenyum menyeringai mendengar jeritan Lix. Sekarang dia bisa melakukan apapun yang dia mau tanpa perlu mengkhawatirkan orang lain akan terluka.


"Okee!!! Saatnya giliranku gurita besar! Aku akan membuatmu jadi Takoyaki!!"


.


.


.


[ Ekhm! Cha_nyann desu~ Ah nggak, nggak. Sebenarnya terserah kalian mau baca atau nggak, karena... Cha_nyann gatel pingen spoiler!!!!! 1 aja!! Boleh ya! 1 aja kokk! Gak banyak kok! Gak penting-penting amat kok. Boleh ya? Hehehe :D ]


.


[ Oh ya, btw sekarang kalau Aqua buka Status, layarnya jadi kayak gitu. Kalian bisa liat ulang eps sebelumnya juga, sudah Cha_nyann ganti ]


.


.


.


.


.


.


[ Jadi gini nih... Tempat ini Aqua sekarang bukan dunia game!!!! Yuhuu!!! Lah, kok bisa? Moehehehe. Bisa dongss. Cha_nyann cuma pingen yang baca spoiler gak nganggep ini dunia game. Ya... cuma mirip lah, jadi jangan nganggep semua karakter sebatas NPC ya ]