The Dragon'S Blue Gem

The Dragon'S Blue Gem
(S2) Chapter 124 [ Rencana Gila Aqua & Mika ]



Para tetua iba dengan kondisi Ratu dan berusaha menenangkannya. Melihat ada banyak yang akan menjaga dan berada di sisi juniornya, Ashlan memutuskan meninggalkan Ratu Amethyst sebentar agar dia lebih tenang. Lalu Ashlan berjalan mendekati Aqua dengan senyum menyeramkan.


Aqua yang menyadarinya merasakan sesuatu yang berbahaya mulai mendekat.


"Ma-master?"


BRUGGGGHHHHHHH


Dan benar saja. Tanpa belas kasihan sedikitpun, Ashlan langsung meninju perut Aqua sampai anak itu terhempas jauh ke atap hingga membuat atap retak.


"??!!!"


Semua orang langsung melongo melihat reuni aneh guru murid itu. Tak ada dari mereka yang tidak terkejut.


Dengan kecepatan kilat, Ashlan langsung terbang ke Aqua yang tersangkut di atap dan membantingnya ke lantai hingga lantainya retak juga.


"Bangun! Aku tau kau tidak akan pingsan hanya karena itu!" ucap Ashlan dingin.


Tubuh Aqua gemetaran. Dia berusaha berdiri. Nyatanya tidak semudah itu. Saat Ashlan memukulnya, ada mana yang dimasukkan ke tubuh anak itu untuk mengacaukan aliran mana dalam tubuhnya. Bahkan untuk Aqua, butuh waktu untuk menetralisirnya.


"Master... bukankah master terlalu kejam? Padahal kita baru bisa bertemu setelah 2 tahun..." keluh Aqua setengah bercanda.


Ashlan menarik kerah Aqua dan menatapnya tajam.


"Dasar murid bodoh! Apa kau tau betapa khawatirnya aku saat mendengar kamu terjebak di lantai bawah dungeon rank EX?!!"


"Begitu keluar, bukannya langsung menemuiku! Kamu malah mengacau Kerajaan Vittacelar karena dendammu!!?" marah Ashlan.


"Maafkan aku, Master..."


"Aku memang sudah melihat yang terjadi di dungeon bersama Amethyst. Tapi aku ingin mendengar penjelasan langsung dari mulutmu!!!" seru Ashlan.


Melihat pembicaraan ini mulai masuk ke ranah pribadi, Ratu Amethyst yang lupa akan lelahnya karena tingkah guru murid itu langsung memerintahkan para tetua meninggalkan ruang singgasana. Saat ini yang tersisa di ruangan itu hanyalah dirinya, Ratu Sihir, Aqua dan gadis bercadar yang bersama Aqua.


"Senior, nanti senior harus mengembalikan semuanya seperti semula atau membayar ganti ruginya, ya?" senyum Amethyst menyeramkan.


"Ahh... iya... Maaf..." jawab Ashlan sambil menggaruk pipinya canggung.


"Ekhm! Lanjutkan tadi. Aqua!"


"Master... seperti yang anda dan Bibi lihat. Apa yang terjadi saat itu..."


Aqua mulai menjelaskan secara langsung apa yang terjadi sejak Citrine mengajaknya ke dungeon baru saat dia di perpustakaan sampai saat kematian kakaknya dan darah naganya yang bangkit karena itu.


Begitu cerita Aqua selesai. Wajah Amethyst dan Ashlan kembali menegang. Terutama Amethyst yang kehilangan anak bungsunya karena pengkhianatan anak sulungnya.


Meski Ashlan mengenang karena alasan yang berbeda. Dia tau kalau Keluarga Kekaisaran memiliki darah naga. Tapi tak dia sangka kalau pemilik "Dragon's Eye" bisa bangkit menjadi naga.


"Soal urusan kamu yang bangkit menjadi naga, kita akan bicarakan nanti," bisik Ashlan mengingat kondisi Amethyst sedang tidak baik-baik saja.


"Baik, Master..."


Amethyst menghela napasnya panjang.


"Pundung seperti ini juga tidak ada gunanya. Apa yang sudah terjadi tidak bisa diubah. Yang harus kita pikirkan adalah apa yang akan terjadi."


"..... Sepertinya ini adalah akhir dari darah murni Keluarga Kerajaan Vittacelar. Leluhurku pasti akan mengutukku dari sana," senyum Amethyst kecut.


Namun dengan tegasnya, Aqua menyangkal.


"Tidak, bibi. Anda sama sekali salah. Ini semua belum berakhir."


"?"


Mata yang memancarkan tekad kuat dan penuh percaya diri ini mampu menggoyahkan hati Amethyst dan Ashlan.


"Kak Rin... maksud saya Citrine Caller El Vittacelar akan menjadi Ratu selanjutnya Kerajaan Vittacelar!"


"?!"


"Bukannya kamu bilang sendiri Citrine sudah mati?!" kaget Amethyst.


"Benar. Tapi saya akan menghidupkan kembali Kak Rin bagaimanapun caranya!" tekad Aqua.


"Itu gila! Sepanjang hidupku, aku tidak pernah mendengar ada yang bisa menghidupkan kembali yang sudah mati selain menjadi Undead," sangkal Ashlan.


"Itu benar! Sihir tabu seperti itu... sama saja menentang kehendak Dewi! Kamu bisa menjadi musuh Benua Melayang dan Benua Suci!" sanggah Amethyst.


"Di tambah lagi... untuk mencapai hal yang tabu seperti itu... jenius saja tidak cukup untuk melakukannya! Aku mohon padamu... tolong jangan membuatku berharap akan sesuatu yang jelas mustahil..." lirihnya.


Aqua tidak berniat menghentikan bicaranya sama sekali. Anak itu hanya tersenyum misterius sambil mempersilahkan tunangannya maju ke depannya.


"Saya tau itu tabu. Dan saya juga tau kalau itu sangat sulit dan nyaris mustahil jika dilakukan orang biasa... tidak, bahkan jenius sekalipun. Tapi gadis ini... dia adalah seorang jenius diantara jenius. Bersama dengannya, kami berhasil menciptakan resep ramuan yang mampu menghidupkan kembali Kak Rin dengan persyaratan tertentu."


Kata-kata yang keluar dari mulut Aqua langsung menarik perhatian Ashlan dan Amethyst. Ashlan yang terkejut karena ada yang berhasil membuat ramuan seperti itu dan Amethyst yang terkejut karena ada kemungkinan anaknya bisa hidup kembali.


Namun berbeda dengan Amethyst. Meski sama terkejutnya, Ashlan lebih curiga dan tidak mudah percaya begitu saja.


"Tunggu! Sebelum itu, katakan padaku! Siapa gadis itu?"


Aqua tidak menjawab, hanya tersenyum saja dan membiarkan Mika mengatasinya.


Mika dengan tenangnya memberi salam pada Ashlan dan Amethyst.


"Maafkan ketidak sopanan saya yang belum memperkenalkan diri pada dua sosok yang berperan penting di Benua Sihir dan Manusia ini."


Mika melepas cadarnya bersamaan dengan Aqua yang melepaskan sihir pengganti warna rambut Mika.


"Karena anda berdua juga mengikuti perang suci. Mungkin di beberapa kesempatan, anda berdua pernah melihat saya."


Mata Ashlan dan Amethyst langsung terbelalak lebar. Bagaimana tidak? Gadis yang ada di depan mereka ini beberapa kali memberi perintah sebagai komandan besar di perang suci beberapa waktu lalu. Sesosok gadis yang keberadaannya menghilang dari mata dunia kini datang bersama Aqua didepan mereka.


"Nama saya Mika. Meski kalian lebih mengenal saya sebagai salah satu dari 5 Arc-Angel di Benua Melayang, Michael."


Begitu Mika selesai memperkenalkan dirinya. Ashlan dan Amethyst membeku di tempat sampai lupa memberi salam karena secara teknis, Mika ada di atas mereka.


"Emm... Master? Bibi?" tanya Aqua geli.


...***...


Dentingan pena seolah bernada lembut menggores kertas. Sosok wanita fenrir yang memakai kacamata tebal sibuk menuliskan beberapa informasi di kertas tipis atas mejanya.


"Tidak peduli bagaimanapun aku mencarinya... satu-satunya tempat yang memiliki bunga itu selain Benua Melayang hanya tempat itu..." gumam wanita itu.


"Bukankah sudah kubilang? Sudah berapa kali kakak menyuruhku mengecek lagi soal itu?" keluh sang adik sambil memberikan gelas kopi pada kakaknya.


Elvira menerima kopi itu dengan tangan terbuka, di hirupnya aroma kopi yang cukup wangi itu.


"Maaf... kukira ada kemungkinan lain selain itu. Karena bagaimanapun, master kita tidak ingin mendekati Kekaisaran."


"Aku juga tau itu, kak. Tapi Aqua sepertinya sangat membutuhkan bunga itu."


"..... Ini sudah di luar tangan kita. Bahkan untuk Raven sekalipun, untuk sekarang akan sangat sulit mencurinya dari sana. Tapi mengambil langsung itu... Aqua hanya punya 2 pilihan untuk melakukannya. Dan keduanya... aku yakin itu pilihan yang dia benci."


"Pffttt... kupikir ini cukup menarik melihatnya berusaha mendapatkan bunga itu dengan cara kedua," tawa kecil Elvina.


".... Aqua akan sangat marah padamu kalau kamu menertawai nanti," ingat sang kakak.


"Maaf, maaf... tidak seharusnya aku menertawakan tekadnya untuk menghidupkan kembali kakaknya meski harus melakukan itu."


"Jadi? Apa kita akan memberikan informasi itu?" tanya Elvina.


"Kita tidak punya pilihan lain. Tentang cara Aqua mendapatkannya, itu adalah pilihan anak itu," jawab Elvira pasrah.


"Benar!"


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.



[ Wahh!!! Baru nyadar author. Makasih loh, buat 1000 komennya!!!!! ]


[ Sejujurnya author gak terlalu berharap banyak pembaca yang rajin komen kayak Arion, Apollo, Lapice (Abis Emerald»Laplace»Aiko»Lapice). Jadi makasih untuk yang udah luangin waktu komen-komen di setiap chapter nya meski kalian gak tau mau komen apa. Karena baik dulu maupun sekarang, author selalu menunggu komen-komen datang, terutama dari fans yang udah author tau betul!!! ]


[ Mulai sekarang tetap rajin-rajin komen ya!! Ketahuilah, komen adalah hal yang paling ditunggu author bahkan diatas like. Ah, bukan berarti author gak suka like. Tapikan komen kayak wujud nyata partisipan kalian gitu! ]


[ Oke, itu aja dari author! Awas ya! Kalau suatu saat nanti ada 1 chapter yg gak ada komennya, saat itulah Hiatus menjadi santapan kalian. Muahahahaha!!!!!! ]


[ Nih, untuk hadiah 1000 komennya, author kasih bonus tambahan 1 chapter aja :v ]