The Dragon'S Blue Gem

The Dragon'S Blue Gem
(S3) Chapter 182 [ Petunjuk Dari Leviathan ]



"Guru... Saya!?" kaget Aqua.


Tentu saja Aqua tau jelas bahwa gurunya, Vashlana Magiya adalah orang hebat dan kuat, namun dia juga tau bahwa levelnya yang jauh melebihi Ashlan sekarang artinya dia jauh lebih kuat juga dari sang guru. Meskipun begitu, Leviathan justru mengatakan kalau Ashlan dapat merobeknya dengan mudah kalau Ashlan mau. Dan yang paling mengejutkan adalah... Leviathan adalah guru dari gurunya Ashlan!? Artinya Leviathan adalah gurunya Penyihir Agung!?


"Tapi level Master..."


⟨ Ya, anak itu yang sekarang memang melemah dibanding yang dulu. Banyak hal terjadi pada dirinya selama ratusan tahun ini ⟩ balas Leviathan seakan menghela napasnya.


⟨ Si kakak menyegel kekuatannya yang sebenarnya. Kalau kau mau si Ashlan itu membantumu mengulur waktu lebih lama, pertama minta dia lepas segelnya dulu ⟩


Tangan Aqua terkepal erat, "Kenapa... Master menyegel kekuatannya sendiri?"


⟨ Kau harus mendengar alasannya dari dirinya sendiri. Yang bisa kukatakan adalah... Dia bukan hanya sekedar menyegel kekuatannya saja, bisa dibilang dia juga menyegel dirinya yang dulu karena sesuatu yang dianggapnya sangat buruk. Membuka kembali segel itu, artinya kau juga memintanya menghadapi kembali ketakutan terbesarnya. Ini takkan mudah ⟩


"Masa lalu master... seburuk apa masa lalunya hingga Master melepaskan sebagian besar kekuatannya dan membuat Tuan Leviathan sampai bilang kalau Master menyegel dirinya yang dulu? Master... Sebenarnya apa yang terjadi padamu dulu?"


Terjadi pertentangan batin pada diri Aqua. Disatu sisi dia marah pada Masternya yang menyegel kekuatannya sendiri padahal dunia membutuhkannya. Namun disisi lain dia marah pada dirinya sendiri yang tidak menyadari masternya mengalami siksaan batin hingga rela melakukan semua itu terlepas dari resikonya. Ashlan yang selalu terlihat hangat, ramah, jail dan selalu tersenyum ternyata menyimpan sesuatu yang mungkin saja jauh lebih gelap dari perkiraannya.


Aqua, "......"


"..... Tadi anda mengatakan dua dari tiga adalah murid dari murid Anda. Apa mungkin si kakak yang anda maksud adalah murid Penyihir Agung yang satunya lagi?" tanya Aqua memastikan.


⟨ Ya. Si Kakak yang kumaksud adalah murid sulung Penyihir Agung itu. Gurumu adalah murid bungsunya ⟩


"Jadi begitu, siapa murid sulung ini?"


⟨ Seorang dryad muda, menurut kabar terakhir yang kudengar, dia telah menjadi Permaisuri dari Kekaisaran Levana ⟩


"!!??"


"Permaisuri Kaleena!?"


⟨ Ohh, benar. Anak itu bernama Kaleena ⟩


Aqua mengacak poninya karena kejutan beruntun yang dia dapatkan.


"Ha... Haha... Kebetulan macam apa ini?"


"Guru saya sang Ratu Sihir menyembunyikan kekuatan dan masa lalunya yang sebenarnya. Lalu senior guru saya ternyata adalah Permaisuri Kaleena yang merupakan ibu tiri saya. Dan keduanya adalah murid Penyihir Agung yang adalah murid dari Great Dragon Leviathan."


"Sungguh permainan takdir yang menggelikan," batin Aqua.


Aqua merasa telah benar-benar dipermainkan oleh takdir. Rasanya takdirnya telah menjadi seperti benang ruwet sejak kedatangannya ke dunia ini. Mengingat semua yang telah terjadi mulai dari dirinya mengingat kembali ingatannya sebagai Syam hingga sekarang, semuanya benar-benar menjadi sangat tak beraturan namun juga sangat teratur di saat yang sama. Seolah-olah ada yang memang sengaja menempatkannya di titik tengah semua masalah dunia.


"..... Saya mengerti. Saya akan berbicara pada mereka berdua secara pribadi nanti."


Aqua mengangkat kepalanya untuk menatap langit yang telah cerah, tak seperti suasana hatinya sekarang.


"Kalau begitu siapa orang terakhir yang anda maksud?"


⟨ Levana ⟩


".....?"


"Apa?"


"Bi-Bisa ulangi lagi?"


⟨ Levana ⟩


"......."


Aqua pikir dirinya salah dengar. Ternyata memang benar. Orang terakhir yang di rekomendasikan Leviathan adalah mantan Great Dragon Langit, Levana. Kaisar pertama Kekaisaran Levana sekaligus leluhurnya.


"Baginda Levana!?"


⟨ Kenapa kau sekaget itu, nak? ⟩


"Tidak, maksud saya... beliau masih hidup?"


⟨ Kau ini gimana, memangnya Levana itu manusia? Meskipun sudah bukan Great Dragon lagi, dia masih tetap naga. Umurnya sudah jelas sangat panjang seperti Elf dan yang lainnya ⟩


"Itu... Benar juga. Karena dia selalu disebut hanya sebagai leluhur keluarga kekaisaran dan Kaisar pertama, ditambah dirinya yang tidak pernah terlihat ada di Kekaisaran, orang-orang jadi berpikir kalau dia sudah mati," batin Aqua.


"Maafkan saya yang berpikiran terlalu pendek, Tuan Leviathan. Jadi dimana saya dapat menemukan pria itu?" tanya Aqua dengan perasaan yang aneh.


⟨ HAHAHAHAHAHA!!!!!!! PRIA? PRIA KATAMU!? ⟩


Tawanya yang sangat menggelegar bahkan dapat membuat Tsunami kecil karena getaran dahsyat oleh tubuh besarnya itu. Aqua yang berada di dekatnya bahkan hampir memecahkan gendang telinganya.


"Apa ada yang aneh dengan kata-kata saya?"


⟨ Kenapa kau bisa berpikir Levana itu pria? ⟩


"?"


Aqua, "Apa bukan?"


"Dalam sejarah disebutkan bahwa Great Dragon Levana menikahi Putri pertama kerajaan kecil manusia dan beliau membantu meluaskan kerajaan tersebut menjadi kekaisaran sehingga beliau menjadi Kaisar pertama di Kekaisaran Levana," jawab Aqua.


⟨ Kamu berpikir dia pria dari dia menjadi Kaisar atau dia menikahi Tuan Putri? ⟩


"Tentu saja dari beliau menikah dengan Tuan Putri. Potret Baginda Levana memang sama sekali tidak ada. Tapi bukankah karena beliau menikah dengan Tuan Putri dan menghasilkan keturunan dengan darah naga adalah buktinya?"


⟨ Itu tidak salah, tapi juga tidak benar. Kami para Great Dragon tidak benar-benar memiliki gender. Kami bisa menjadi pria maupun wanita semau kami. Namun pastinya kami juga memiliki tubuh manusia yang sudah sangat nyaman kami gunakan hingga kami malas atau tidak mau menggantinya jika bukan karena keadaan mendesak ⟩


"Saya mengerti..."


⟨ Dan si Levana itu, dia hampir tidak pernah memakai wujud manusia laki-laki, baik itu sebelum maupun setelah pernikahannya ⟩


JEDEEEEERRRRRRRRR


Aqua tidak bisa berkata-kata dibuatnya. Saking mengejutkannya, dia sama sekali tidak menemukan sesuatu untuk dikatakan. Karena sedari awal sejarah yang telah ia pelajari itu salah, dirinya tidak tau harus berbuat apa.


⟨ Dasar manusia. Mereka bahkan tidak menjelaskan itu dengan benar pada keturunannya. Apa mereka benar-benar menghormati leluhur mereka? ⟩ dumel Leviathan.


⟨ Ya kan, nak? ⟩


"......."


⟨ Nak? ⟩


".....!"


"Ah, maaf, maafkan saya. Kepala saya menyerap terlalu banyak informasi, jadi saya membutuhkan waktu untuk memprosesnya," balas Aqua terbata-bata.


⟨ Hmm... Apa semengagetkan itu? ⟩


"Iya... begitulah...."


"Bagaimana mungkin aku gak kaget!? Dari semua orang, ini kita sedang membicarakan leluhurku sendiri! Argghhh... sudahlah, toh ini bukan urusanku."


Aqua memutuskan untuk tidak terlalu memikirkan sesuatu yang sudah terjadi begitu lama dan fokus ke apa yang akan terjadi saja.


"Ba-Baiklah... Saya juga akan mencari Baginda Levana. Beliau sekarang ada dimana?"


⟨ Mana aku tau ⟩


"???"


⟨ Jangan salah paham nak, aku cuma bilang kalau jeda waktu hingga Nostra bisa menyerang makhluk dalam batasan besar-besaran dapat di perlama jika ketiga orang itu membantu dengan seluruh kekuatan mereka ⟩


⟨ Jika kau ingin mendapatkan bantuan mereka, kau sendiri yang harus mencari dan mendapatkannya ⟩


Apa yang dikatakan Leviathan memang benar. Karena Levana sekarang bukan lagi Great Dragon, otomatis hubungannya dengan Leviathan, Great Dragon Laut dan Hennie, Great Dragon Darat telah terputus.


⟨ Tapi... Setidaknya aku tau kalau dia tidak akan meninggalkan Kekaisaran kalau bukan karena sesuatu yang sangat penting ⟩


"Beliau tidak akan meninggalkan Kekaisaran?"


⟨ Ya, Levana berjanji akan melindungi Kekaisaran sampai akhir hayatnya. Itulah kenapa Kekaisaran itu sampai sekarang tidak pernah mengalami bencana yang berarti. Jadi Levana seharusnya berada di suatu tempat di Kekaisaran, mengamati dan melindungi Kekaisaran secara diam-diam dari pihak luar ⟩


Entah kenapa hati Aqua sedikit menghangat. Dia memang merasa ada yang aneh, tak peduli sebesar apa Kekaisaran Levana, mereka tetap hanya Kekaisaran manusia yang tidak memiliki kekuatan khusus dalam militer seperti Kerajaan Vittacelar, tempat dimana seluruh penduduknya adalah Penyihir, seperti Kekaisaran Anessa yang dipimpin paus dan tempat Paladin, Saintess dan Pahlawan berada, atau seperti Kerajaan Furrani yang dipenuhi beast skin dengan kekuatan fisik dan ciri khas tak biasa.


Senyuman puas merekah di wajahnya, "Terimakasih banyak atas informasinya, Tuan Leviathan. Saya dan Raven akan melakukan yang terbaik untuk membujuk ketiga orang yang anda sebutkan sehingga jeda waktu yang ada akan lebih banyak."


"Setelah itu saya akan memastikan, bahwa saya dan Raven akan menjadi cukup kuat untuk bertahan hidup serta membalikkan keadaan."