
Dunia Peri, Istana
TAP TAP TAP TAP
"Baginda Ratu, apakah anda memanggil saya?" tanya seorang gadis berambut hitam pekat.
{ Kamu sudah datang. Bagaimana latihanmu? } tanya Ratu Tiana ramah.
"Semuanya berjalan lancar, Baginda. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan," jawabnya sopan.
Ratu Tiana tersenyum dengan senyuman yang sulit diartikan.
{ Apa kamu tau apa alasan aku memanggilmu? }
"Tolong maafkan ketidak tahuan saya, Baginda."
{ Fufufu... coba tebak? Ada orang yang akan datang kemari sebentar lagi. Apa kamu tau siapa itu? } goda sang Ratu.
"?"
Yue berpikir sejenak. Memangnya siapa yang akan datang ke dunia peri kalau dia bukan peri? Orang yang mampu melalukan itu hanya sedikit jumlahnya.
"!"
"Baginda, jangan-jangan?!" kaget Yue setelah berhasil menebak.
{ Ara~ sudah bisa menebak? Kalau begitu, mungkin kamu sudah tau kebenarannya. Benar, tamu kita kali ini adalah sang Pangeran Kedua Kerajaan Vittacelar, Aquamarine Valler El Vittacelar }
Wajah Yue langsung berseri-seri. Dia sudah sangat menunggu saat ini tiba. Sudah 1½ tahun berlalu sejak dia berpisah dengan Aqua. Sejak hari itu, tak sekalipun Yue tidak merindukan Aqua. Bahkan gadis itu sampai menitikkan air mata terharu.
{ Apa kamu senang? }
"Sangat senang, Baginda..."
{ Aku tidak tau apa ini akan merusak kesenanganmu atau tidak. Tapi kedatangan Aqua kali ini adalah untuk membahas sesuatu yang sangat penting }
"?"
"Urusan penting?"
{ Iya. Ini berhubungan dengan kehidupan kalian di masa lalu dan hilangnya sebagian jiwamu. Aku percaya, baik itu kamu maupun Aqua harus mendengarkan langsung masalah ini dariku }
"Jadi tentang itu... Saya rasa ini memang sudah saatnya semua misteri yang memusingkan ini terjawab," kata Yue yakin.
{ Ah, dan lagi. Selain Aqua, kamu juga akan bertemu seseorang lagi }
"Seseorang? Siapa Baginda?"
{ Sang Arc-Angel terkuat yang menghilang, Michael }
"Eh?!!!! Kenapa malaikat sepenting itu akan datang?!!" kaget Yue.
{ Fufufu, kamu akan tau nanti }
...***...
Kamar Penginapan
"Apa... apa tadi dia bilang... EINS?!!!!!!!"
Aqua tertawa kecil melihat ekspresi kaget + shock Neelima itu. Anak ini berdiri dan menepuk pundak Neelima.
Rasanya seluruh kecanggungan dalam dirinya tadi lenyap seketika. Yang berdiri di sini bukan lagi Aquamarine dan Neelima, tapi Zwein dan Eins.
"A... A... Aaa..."
Otak Neelima masih memproses apa yang sebenarnya terjadi sekarang. Orang yang mengetahui bahwa Kirana Hadenova adalah Eins dari Squad A-0 hanyalah anggota Squad A-0 itu sendiri.
Neelima bangun dengan cepat, dia langsung mengguncang tubuh Aqua.
"SIAPA KAMU?!! NULL?! ZWEIN?! DREI?! VIER?! FÜNF?! YANG MANA?!!!!" jeritnya.
Aqua memegangi kedua lengan Neelima agak kasar.
"Tenanglah!"
"BAGAIMANA AKU BISA TENANG?!!!"
Meski sudah melepaskan guncangannya, Neelima tetap tidak merendahkan suaranya. Untung saja sebelum pergi, Mika sudah memasang sihir kedap suara di ruangan itu.
Aqua menghela napas, lalu menekan pundak Neelima agar duduk di kasur.
"Apa kamu tidak bisa menebaknya?"
"...... Biarkan aku berpikir dulu," balas Neelima.
"Kapten Null itu sifatnya bar-bar agresif, Zwein itu siscon ramah, Drei sedi-... sangat narsis, Vier kayak bancong dan Fünf seorang gigolo bisexual... setelah kusebut sekarang ini... kok anggota Squad A-0 yang normal cuma aku aja...?" ejek Neelima.
"💢"
"Kamu itu Kukang pemalas yang suka molor. Wanita dewasa yang tidak bisa mengurus dirinya sendiri," kesal Aqua.
"Bahkan Master tidak separah kamu."
"Malas itu bukan kelainan, oke?!!" marah Neelima.
".......!"
"Tunggu... yang memanggilku 'Kukang' hanya Zwein saja!!" batin Neelima.
"Kamu... Zwein?!"
Aqua tersenyum, "Baru menyadarinya?"
Wajah terkejut Neelima perlahan membuatnya mengeluarkan air mata. Bukan air mata yang keluar akibat kesedihan, saat ini dia benar-benar senang bisa bertemu dengan Zwein lagi setelah sekian lama.
"Itu... sungguhan kamu..."
"!"
Aqua tidak pernah terbiasa melihat orang yang dekat dengannya menangis. Satu-satunya yang bisa dia lakukan di situasi ini hanyalah menepuk pelan kepala Zwein.
"Hiks... ya...! Senang bertemu lagi denganmu... Zwein...!!"
"Anda benar Dewi. Bisa bertemu kembali dengan Zwein seperti ini... benar-benar terasa seperti takdir."
Setelah selesai menangis, Neelima dan Aqua mengobrol banyak hal. Tentang pengalaman mereka begitu tiba di dunia ini, tentang masa lalu mereka bersama Squad A-0, tentang orang-orang yang mereka temui, dsb. Tak terasa, langit biru keputihan yang terlukis di jendela sudah berubah warna menjadi jingga.
TOK TOK TOK
"Sudah selesai reuni nya?" tanya seorang gadis dengan senyumannya.
"Mika!" seru Aqua senang.
Mika berjalan mendekati Aqua dan tanpa rasa bersalah duduk di pangkuannya.
Aqua, "????????"
Neelima, "???????"
Mika, "........ ( tersenyum )."
Keheningan itu terjadi beberapa saat hingga Neelima angkat bicara.
"........ Ekhm! A-Aku baru ingat ingin bertanya sesuatu. Zwe-.... Aqua, siapa perempuan ini? Apa dia kekasihmu?"
"Ah... kenalin, dia-"
"Namaku Mika! Panggil aja Mika! Aku tunangan Aqua!" potong Mika sambil melepas topengnya.
"!!!"
"Tunangan??!!" bingung Neelima.
"Yah... itu terjadi begitu saja. Penjelasannya panjang, yang harus kamu tau cukup dia adalah tunanganku," balas Aqua.
Neelima memandang Mika curiga.
"Aku tau kamu Siscon berat. Tapi sampai bertunangan dengan wanita yang mirip dengan adikmu, sejak kapan kamu jadi bajingan seperti itu?" sindir Neelima.
"Aku tidak memandang Mika sebagai pengganti adikku sama sekali. Mika ya Mika, dan Tiara ya Tiara. Meskipun..."
"Meskipun?"
"Bisa jadi aku adalah reinkarnasi Tiara, adik Aqua di kehidupan sebelumnya," timpal Mika.
"APA?!!"
"APA-APAAN KEHIDUPAN PENUH DRAMA ITU?!" jerit Neelima kaget.
"Kehidupan penuh drama, ya... Benar juga."
"Apa kalian tidak mau menyelidiki masalah ini?" tanya Neelima penasaran.
"Tentu saja ingin. Sekarang kami sedang menunggu pertemuan pada orang yang bisa menjelaskan semuanya pada kami," jawab Aqua tenang.
SRIIIIIIIIIINGGGGGGGG
Aqua, Mika, Neelima, "!!!!!!?????"
Tepat setelah Aqua mengatakan itu, sebuah lingkaran sihir berwarna platinum keemasan langsung muncul di bawah kaki mereka dan memindahkan mereka yang semula berada di kamar penginapan langsung ke ruang singgasana Istana Peri.
"Njirr, baru juga diomongin," batin Neelima, Aqua dan Mika kalau itu.
Dalam pandangan Aqua, Mika dan Neelima, terlihat Ratu Peri dan beberapa peri tingkat tinggi disebelahnya. Aqua melihat dengan sangat jelas layaknya resolusi tinggi. Sedangkan Mika dan Neelima yang tidak memiliki darah peri namun masih golongan ras spesial bisa melihat tubuh para peri yang wajahnya tersensor cahaya ilahi.
"AQUUUUUUUAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!"
Suara nyaring dan sedikit cempreng itu sudah lama tidak didengar Aqua. Begitu Aqua menoleh ke asal suara itu, tubuhnya langsung jatuh terduduk karena gadis memeluknya dengan kecepatan tinggi.
"APA AQUA TAU BETAPA YUE MERINDUKAN AQUA!!?" jerit sang gadis.
"Yu-Yue?!"
Aqua terkejut melihat gadis yang sangat mirip dengan Yue namun berwujud lebih dewasa. Jika sebelumnya Yue adalah loli berumur 8 tahun, normalnya sekarang umur Yue masih 10 tahun. Tapi perempuan yang memeluknya hingga terduduk ini jauh dari kata gadis kecil. Yue terlihat seumuran dengan Mika sekarang. Dengan kata lain, Yue sudah seperti gadis remaja berusia 18 tahun.
"Apa pertumbuhan ras iblis secepat ini?!!"
"Aqua!! Aku kangen Aqua!!! Tidak ada hari aku tidak memikirkan Aqua!!!!"
Yue terlalu senang melihat Aqua lagi sampai lupa memperhatikan sekitarnya. Mika hanya memandangnya penasaran. Karena Aqua membelakangi Mika, dia tidak terlalu melihat gadis bernama Yue itu.
"Yue..."
Aqua mengusap lembut kepala Yue seperti yang biasa dia lakukan dulu.
"Aku juga merindukanmu."
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Sementara itu...
{ Baginda, mereka lupa kalau kita ada disini } ucap Zephyr geli.
{ Ara... Ara... biarkan saja. Kita akan memulai pembicaraannya setelah mereka selesai } jawab Ratu sambil tersenyum senang.