
Dengan ingatan yang kabur, aku kecil... yah sebut saja Yue kecil pergi ke luar goa karena lapar. Dia terus berjalan sampai menemukan sebuah desa, di desa itu... Yue kecil yang telanja*g karena baju aslinya kebesaran mengambil sebuah baju lusuh di jemuran. Dia juga memetik buah dari ladang orang tanpa mengetahui kalau itu salah.
Para orang dewasa yang melihat Yue kecil dari kejauhan menasihatinya, namun setelah mendekati dan melihat kalau Yue kecil memiliki tanduk iblis dan rambut hitam, mereka langsung memanggil bantuan untuk menyerang Yue kecil.
Setelah dipikir-pikir ini lucu, bukan?
Bisa-bisanya orang dewasa mengeroyok anak kecil dengan senjata tajam hanya karena anak itu ras iblis. Meski iblis, tetap saja anak seumur itu tidak berbahaya karena mananya belum terbangun.
Yue kecil melarikan diri dari satu desa ke desa lain dan bertahan hidup dengan cara mencuri dan mengambil buah di hutan. Namun karena dia tidak tau mana buah yang beracun dan mana yang bukan, dia berkali-kali keracunan. Itulah sebabnya dia memutuskan hanya akan makan hasil curian saja. Anak yang tidak tau apa-apa selain mencuri dan dikejar-kejar orang dewasa itu berakhir kelaparan dan berantakan seperti kucing liar.
Suatu hari disaat anak itu ketahuan orang-orang dewasa di suatu desa dan dikejar-kejar oleh mereka, anak itu ditolong oleh seorang anak laki-laki yang 5 tahun lebih tua darinya. Benar, anak laki-laki yang menolongku saat itu adalah Aqua.
Pada awalnya aku tidak mempercayainya, bisa saja dia cuma berpura pura. Tapi setelah beberapa hari tinggal bersamanya, selain mengejekku, anak itu tidak pernah melukaiku sama sekali. Justru dia memberiku makanan dan melindungiku dari bahaya. Untuk pertama kalinya sejak aku terbangun di goa, aku merasa hidupku aman dan hangat.
Lalu saat aku bangun tidur dan mendapati anak itu tidak ada di sebelahku, aku langsung panik mencarinya. Dia muncul sesaat setelah aku berteriak memanggilnya.
Kau tau? Pada saat dia muncul saat itu, aku baru merasakan bahwa aku tidak ingin kehilangan orang ini. Selepas itu, anak itu memperkenalkan dirinya sebagai Aqua dan merapikan penampilanku.
Dia juga mengajakku ikut dengannya. Aku saat itu tidak ingin kehilangannya. Tanpa ragu aku memilih ikut bersama dengannya, menemaninya dalam setiap perjalanannya.
Perjalanan itu sungguh menyenangkan. Aku jadi bisa bertemu banyak orang baru dan mendapatkan pengalaman baru. Aku juga bertemu dengan anak laki-laki aneh berambut merah yang sering bertengkar denganku. Kami bertiga melakukan perjalanan ke Kerajaan Vittacelar.
Di tengah perjalanan Aqua sering mengajariku sihir. Sebenarnya ini sesuatu yang tidak masuk akal karena anak berumur 8 tahun bisa menggunakan sihir. Namun berbeda dari ras lainnya, kami para iblis sudah membangkitkan sihir kami sejak berumur 5 tahun.
Hari-hari yang damai terus berlanjut sampai kami tinggal di Kerajaan Vittacelar. Setelah itu kami melakukan penjelajahan ke dungeon. Siapa sangka kalau kakak laki-laki yang sangat dipercayai Aqua justru menghianatinya dan membuatnya jatuh ke dasar dungeon. Aku dan Lix dituduh sebagai pembunuh Aqua dan Kak Rin. Kami hampir dieksekusi kalau Nona Zephyr tidak menyelamatkan kami.
Setelah diselamatkan dan mengetahui kalau aku baik-baik saja. Aku dan Lix melakukan perjalanan ke kota bergerak dan memesan sesuatu yang sudah diminta Aqua sebelumnya. Dari sana Lix akan pergi ke akademi sedangkan aku kembali ke dunia peri. Disana aku diajari oleh peri kegelapan secara langsung.
Hingga suatu ketika, sang peri kegelapan menyadari bahwa aku sedang tersegel oleh sesuatu. Dengan berbagai upaya beliau mampu membuka segel yang mengikatku dan membebaskan diriku yang sebenarnya. Seluruh ingatan, kekuatan dan penampilan serta statusku yang asli kembali seperti. Pada saat itu aku benar-benar panik karena baru saja menyadari bahwa sihir ku gagal.
Setelah kuceritakan yang sebenarnya pada Ratu Peri, Nona Zephyr dan peri kegelapan yang menjadi guruku. Mereka bilang bahwa aku boleh bersembunyi di dunia peri sampai raja iblis selanjutnya telah dipilih. Apalagi karena tubuhku ini bisa bertahan lama di dunia peri, jadi selama ratu Peri mengizinkan aku boleh tetap tinggal di sana.
Itu adalah kelegaan terbesarku karena aku merasa bahwa masalah ku hanyalah tinggal bertemu kembali dengan Aqua. Namun ketika aku bertemu dengan wanita cantik dengan rambut biru keperakan. Aku merasakan sengatan listrik dan kepalaku menjadi pusing seketika. Ingatan tentang Aqua dan wanita itu saat berada di dalam dengan dungeon serta beberapa fakta penting yang mereka ketahui merasuki kepalaku begitu saja.
Ini gawat!!
Fakta yang diberikan mereka terlalu mengejutkan bagiku. Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan pada saat itu.
Dan itu bertambah karena penjelasan ratu Peri bahwa aku dan Mika sebenarnya adalah bagian dari jiwa yang sama, jiwa Airella sang Putri Dewi Athena.
Itu semua sama sekali tidak pernah kubayangkan. Kalaualau sudah begini aku harus mengubah rencana, memang pada dasarnya aku tetap tidak boleh menjadi raja iblis. Dan itu juga semakin tidak boleh karena adanya fakta yang aku tau tadi.
Sekarang aku harus menuntaskan semua permasalahan tentang raja iblis ini. Semuanya! Agar tidak membahayakan diriku yang lain dan Aqua saat kami bergabung nanti. Kalau aku tidak menyelesaikan masalahku dan hanya bersembunyi saja, kemungkinan besar Aqua dan Airella akan jadi incaran Raja Iblis, para iblis dan Primordial iblis atau bahkan sampai pasukan Dewa Kejahatan. Aqua dan kami Airella harus menghindari itu sebelum kekuatan kami terkumpul lebih banyak.
Jadi aku memutuskan untuk kembali ke benua iblis dan menyelesaikan semuanya. Ini berat karena aku harus berpisah dengan orang yang kucintai tepat setelah bertemu dengannya. Tapi berpisah selamanya dengan orang yang ku cintai karena kesalahanku itu jauh lebih berat lagi.
Itulah bagaimana aku bisa berada di sini sekarang.
NORMAL POV
Yue berhenti bergerak setelah sampai di ujung Benua Sihir. Dia melihat lautan luas sejauh mata memandang yang sama dengan yang dilihatnya dulu saat melakukan perjalanan bersama Aqua dan Lix. Bau amis yang sama, similir angin yang sama dan deru ombak yang sama membuat gadis itu mengerutkan keningnya sambil tersenyum pahit.
"Benua Iblis ada di sisi lain laut ini."
Sebelum melewati perjalanan, gadis itu mengecek lagi statusnya.
"Kalau saat itu aku punya status ini... Aqua tidak harus hampir mati karena Kraken," batin Yue pahit.
"Aku benci Raja Iblis, tapi ironisnya karena kekuatan Raja Iblis sebelumnya yang diberikan padaku, sejak bangkit aku sudah punya level lebih dari 500."
"Kekuatan Dewa Kejahatan tidak bisa diteruskan. Jadi kekuatan yang diberikan Raja Iblis padaku murni kekuatannya sendiri, bukan kekuatan yang Dewa Kejahatan berikan. Karena itulah kekuatan Raja Iblis ini tidak merusak jiwaku yang terbuat dari cahaya."
"Apa sekarang bisa dibilang aku yang paling kuat dari Airella?" gumamnya.
"Yah... kalau saja cincin Mika tidak hilang, dengan senang hati aku akan bergabung. Karena para iblis dan Primordial Iblis tidak akan bisa menyentuh Airella yang sudah menembus batasan, apalagi sampai tingkat Tría. Tapi kalau sekarang kami bergabung, paling banyak hanya akan mentok di level 1000."
Tidak ada satu orangpun di sekitar Yue. Berbeda dari pelabuhan yang dia kunjungi sebelumnya, kali ini hanyalah pantai sepi yang dikelilingi tebing curam.
Dengan wajah sendu itu, Yue mengeluarkan sayap hitam iblis dan tanduk yang sudah 2 tahun tidak terlihat. Mata emasnya semakin bersinar emas dan rambut hitamnya sedikit memanjang. Tapi yang paling berubah adalah pakaiannya. Pakaian dengan kesan manis dan imut itu menjadi sedikit fulg*r dan terbuka serta berubah warna menjadi navy gelap bercorak emas.
Hanya dengan satu ayunan sayapnya, Yue sudah terbang tinggi sejauh beberapa kilometer dari permukaan.
"Benua Iblis, aku datang."
Ilustrasi Tokoh Yueva (18 Tahun)
(Aku dah nyari2, tapi ini nih yg paling mendekati gambaran Yue di pikiranku)
(Sauce: Illusion Connect)