The Dragon'S Blue Gem

The Dragon'S Blue Gem
(S2) Chapter 110 [ Raven & Tujuh Dosa Besar ]



Suasana ini benar-benar terasa hangat dihati. Ketujuh orang yang belum saling mengenal, namun sudah bisa saling percaya pada satu sama lain karena diikatkan oleh satu orang yang sama adalah hal yang sulit ditemukan.


Semua orang disana memikirkan hal yang sama. Bahwa Aqua adalah anak yang luar biasa. Dia mampu menyatukan ketujuh orang yang benar-benar berbeda dan menjembatani persahabatan mereka. Ditambah, tak ada dari mereka yang hidup dan masa depannya tidak selamatkan Aqua.


Rasa percaya dan setia mereka sudah di tahap dimana mereka tidak peduli Aqua itu tulus atau memang sudah mengincar mereka dari awal. Karena biar bagaimanapun niat awal anak itu, tindakan yang dilakukannya benar-benar tulus untuk menyelamatkan mereka. Rasanya bagai ditarik kembali ke arah cahaya setelah mereka terperosok dalam dinginnya kegelapan.


Ya... Bagi semua anggota Raven, Aqua adalah matahari mereka.


Ini bukanlah ungkapan yang berlebihan jika memikirkan kembali tindakan yang dilakukan Aqua pada mereka dulu.


Karena apa?


Jika Aqua tidak menyelamatkan mereka dulu, hal yang tidak bisa dibayangkan pasti akan terjadi.


Lix mungkin akan bahagia di awal, tapi dia akan menderita di akhir karena dikhianati orang terpercayanya (alur game).


Elvira dan Elvina akan jadi budak yang hidupnya dipermainkan Pangeran pertama sampai mereka mati mengenaskan.


Neelima pasti tidak akan berakhir baik kalau yang membelinya saat itu bukan Aqua. Bisa saja dia menjadi budak **** atau umpan hidup selamanya.


Pietro memang berakhir bahagia di game. Tapi untuk mencapai kebahagiaan itu, dia harus kehilangan seluruh miliknya kecuali kemampuan menempanya.


Terakhir Mika... entah apa yang akan dialami gadis itu kalau Aqua tidak datang padanya. Hal yang sama berlaku pada Yue dan Ruby juga.


Membayangkan itu semua, membuat hati Mika terasa hangat.


"Ah... aku sungguh-sungguh mencintainya."


"Ada apa?" tanya Aqua khawatir karena melihat Mika menitikkan air mata.


"Tidak... aku hanya terharu saja," jawab Mika seadanya.


Mendadak, tanpa aba-aba ataupun tanda-tanda, Mika berlutut di hadapan Aqua.


"?!"


Semua orang terkejut dengan tindakan Mika yang begitu tiba-tiba. Apalagi Aqua yang sama sekali tidak kepikiran alasan Mika melakukan itu.


"Mika??"


"Envy dari Raven menjanjikan kesetiaan abadi padamu, tuanku!"


Satu kalimat yang keluar dari mulut Mika menggetarkan hati anggota Raven yang lain. Rasanya seperti... hal yang Mika lakukan adalah suatu kewajiban yang mereka lupakan.


Serentak, kelima anggota Raven yang lain ikut bangun dan berlutut di sebelah Mika.


"Wrath dari Raven menjanjikan masa depanku padamu, tuanku!"


"Pride/Lust dari Raven menjanjikan seluruh milik kami padamu, tuanku!" (bersamaan)


"Sloth dari Raven menjanjikan seluruh hidupku padamu, tuanku!"


"Greed dari Raven menjanjikan keberadaanku padamu, tuanku!"


Aqua terpana melihat hal yang terjadi didepannya. Dia sendiri tau kalau anggota Raven yang dipilihnya akan sangat setia padanya dan tidak pernah mengkhianatinya. Tapi tak dia sangka sampai setinggi ini. Dalam pikirannya, tindakan yang dia lakukan bukan hal besar dan hanya demi memuaskan keinginannya semata.


Tapi kalau sekarang dia tetap seperti itu, rasanya seperti dirinya menginjak-injak kepercayaan para rekan hidupnya itu.


"Ha... hahahaha... teman-teman, tolong jangan melakukan hal keren sendirian," tawanya di tengah keseriusan itu.


Setelah puas tertawa sesaat, Aqua mengeluarkan senyuman tulus yang sangat jarang dia perlihatkan.


"Aku bersyukur bisa bertemu dengan kalian semua..."


Aqua merentangkan tangannya ke arah ketujuh rekannya itu. Dia pikir sekarang adalah saat yang tepat untuk melakukan itu.


"Gluttony dari Raven menjanjikan kepercayaan dan kekuatan pada teman, rekan, sahabat dan keluarga di hadapanku. Ini mungkin tidak ada apa-apanya dibandingkan yang kalian berikan padaku dulu ataupun nanti, tapi terimalah... balasan kesetiaan kalian ini..."


CRIIINGGGGGGGGGG


Tubuh keenam anggota Raven itu mengeluarkan cahaya putih keemasan yang sangat indah dan hangat.


Mereka bertanya-tanya apa yang sebenarnya Aqua lakukan pada mereka. Namun tak sampai sepuluh detik, jawaban itu datang dengan sendirinya.


[ Transfer Skill telah berhasil ]


[ New Skill Unlock : Seven Deadly Sins ]


"!!!?"


Sesaat setelah tulisan itu menghilang, ada keterangan bahwa mereka mendapatkan skill yang sama dengan kode name mereka di Raven.



"Aku bisa menyalin skill bawaan hanya dari menghisap darah?!!" kaget Mika.


"Bagiku yang sekarang mungkin sedikit menjijikkan... tapi diriku yang lain adalah vampir, setelah bergabung dengannya... ini akan menjadi skill tanpa kelemahan!"



"Hahahaha... Meningkatkan seluruh kemampuan tanpa cooldown dan efek samping?!! Meski kecerdasanku berkurang, tapi bukan berarti hilang sepenuhnya... ini skill yang luar biasa..."


Saking kagetnya Lix, hanya "luar biasa" saja yang bisa menggambarkan pikirannya sekarang.



"Ini... skill yang curang. Aku bisa memerintah semua makhluk di bawah levelku. Dengan kata lain, kalau aku menembus batasan, tidak ada makhluk didalam batasan yang tidak bisa kuperintah."


"Tuan Aqua... apa skill seperti ini benar-benar boleh diberikan padaku?" batin Vira gemetar.



"Tunggu dulu!! Tidak ada batasan level?!! Artinya bahkan makhluk di luar batasan pun bisa menurutiku selama aku menaklukkannya secara 'seksual'?!" kaget Vina.


"Menaklukkan secara 'seksual' itu tidak selalu tentang '****' saja... ciuman juga terhitung sebagai penaklukan 'seksual'... kakak pasti marah kalau aku mencium orang lain... tapi dengan skill ini..."


Elvina menjilat bibirnya sendiri sambil tersenyum mesum.


"Aku yakin tidak ada yang tidak bisa ku taklukkan... pria maupun wanita."



"Ap... apa-apaan skill OP ini?!! Ini mungkin akan menjadi skill yang tidak berguna bagi orang lain. Tapi bagi sniper sepertiku yang memang tidak bergerak saat pertarungan akan sangat sangat sangat berguna!!!" girang Eli.


"Dengan skill ini, kayaknya aku bisa one hit one kill," senyumnya jahat.



"Aku tidak terlalu mengerti tentang skill dan sihir... tapi aku tau ini luar biasa. Meski... kayaknya aku harus keluar uang banyak untuk memakainya..." pikir Pietro senang.


Pietro mengepalkan tangannya ke atas dan membulatkan tekadnya.


"Aku harus rajin menempa dan menghasilkan uang banyak!"


Melihat teman-temannya senang dengan skill yang mereka dapatkan membuat Aqua merasa senang juga.



"Skill Seven Deadly Sins... memang skill yang menakjubkan."


"Apa kalian menyukai hadiah yang kuberikan?" tanya Aqua memastikan.


"TENTU SAJA!!!!"


Jawaban serempak dengan nada tegas dan penuh kebahagiaan itu membuat Aqua tertawa kecil.


Neelima, "Mendapatkan skill bukan bawaan itu sangat sulit! Tapi sekarang kami dapat skill menakjubkan berkatmu! Mana mungkin kami tidak senang!!"


Pietro, "Benar!! Terimakasih banyak untuk skillnya, Aqua!!"


Lix, "Aku tidak bisa berkata-kata kawan. Yang kami berikan sejauh ini belum pantas untuk mendapatkan ini."


Elvira, "Kami pasti akan menggunakan skill ini baik-baik demi Raven dan demi tuan kami!"


Elvina, "Dengan skill milikku dan kakak, guild informasi pasti akan berkembang lebih besar dengan cepat!"


Mika tersenyum, dia melihat Aqua sedikit merona karena teman-temannya itu.


"Kami pasti tidak akan menyalahgunakan kekuatan yang kamu berikan pada kami."


"Ya. Aku tau itu," senyum Aqua.


"Skill Seven Deadly Sins adalah skill yang membutuhkan kesetiaan dan kepercayaan tinggi antara pemberi dan penerima. Ada satu hal yang belum kukatakan pada mereka... Semakin tinggi kesetiaan dan kepercayaan mereka padaku, maka skill yang dihasilkan Seven Deadly Sins untuk mereka akan semakin menakjubkan."


"Jadi bisa dibilang... skill-skill menakjubkan yang kalian terima itu adalah bukti dari kesetiaan kalian sendiri."


"Kalian semua pantas mendapatkannya."