
Istana, Kekaisaran Levana
Kaisar memegangi kepalanya yang terasa pusing. Akhir-akhir ini banyak masalah yang harus ia selesaikan. Tidak semuanya berjalan sesuai harapan.
"Haa~ahh... Situasi saat ini tidak bagus. Pahlawan masih belum ditemukan dimanapun. Itu bagus para Arc-Angel akan segera menyegel Dewa Kejahatan... tapi kalau itu terjadi, artinya Raja Iblis juga akan bangkit. Disaat seperti itu, keberadaan pahlawan tidak diketahui."
"Semoga saja Benua Suci tidak menemukannya duluan," pikir sang Kaisar kelelahan.
TOK TOK TOK
"Baginda Kaisar, putra mahkota mohon izin masuk," ujar seorang ksatria didepan pintu.
"..... Masuk saja."
Seorang anak laki-laki seumuran Aqua dengan rambut pirang dan mata biru memasuki ruangan. Laki-laki itu memakai pakaian yang terlihat mewah lengkap dengan mahkotanya.
"Analic Rozon de Levana menghadap Matahari kekaisaran," kata sang putra mahkota memberi salam.
"Ya. Apa yang kau mau Analic?" tanya Kaisar.
"Baginda, sebentar lagi hari kedewasaan saya. Yang mulia Ratu dan Pangeran Pertama sudah mengikat bangsawan kelas atas dari Fraksi Bangsawan dengan cara pertunangan. Saya pikir sekarang sudah saatnya saya memiliki tunangan saya juga untuk memperkuat posisi saya sebagai Putra Mahkota," kata Putra Mahkota sopan.
"Tunangan ya... Haahhh... Nona Arsilla seharusnya adalah kandidat paling sesuai untukmu. Berasal dari keluarga Marquess yang setia dengan kekaisaran dan keluarga fraksi kekaisaran juga. Tapi kenapa malah... haahhhhh," keluh Kaisar.
"Mungkin saja ini adalah rencana Yang mulia Ratu," balas Putra Mahkota.
"Kalau tentang hilangnya Nona Arsilla ke hutan sihir, itu mungkin iya. Tapi pertemuan dengan tunangannya... aku yakin itu bukan rencana wanita itu."
"Aku sudah menyuruh orangku mencari tau siapa tunangan Nona Arsilla. Hasilnya tidak ada yang ditemukan. Sebenarnya siapa anak yang menjadi tunangan Nona Arsilla?" lanjut Kaisar.
"Kalau orangnya Baginda saja tidak bisa menemukannya, kemungkinan orang itu bukan Bangsawan kekaisaran. Bahkan ada kemungkinan dia bukan Bangsawan," jawab Putra Mahkota.
"Bukan bangsawan... jika itu benar, maka ini penghinaan terhadap keluarga kekaisaran. Beraninya dia yang sudah hampir menjadi Putri Mahkota justru bertunangan dengan orang biasa," marah Kaisar.
"Tolong tenangkan diri anda, Baginda. Jika kita mengecualikan Nona Arsilla, apakah ada kandidat lain yang tidak kalah membantu daripada dia?"
"...... Tidak ada yang sebagus dia. Setidaknya yang bisa membantumu. Hmm... kandidat terbaik kedua setelah Nona Arsilla adalah sepupumu Nedura Arsilla."
"!"
"Baginda! Saya dengan Nedura?!" kaget Putra Mahkota.
"Kenapa? Pernikahan antar sepupu itu legal di Kekaisaran. Apalagi kalian juga berbeda nenek," kata Kaisar cuek.
"..... Apa Baginda benar-benar berpikir kalau Nedura cocok menjadi Putri Mahkota?" tanya Putra Mahkota tak percaya.
"Sifat bisa dilatih. Kalau kamu melihat struktur keluarganya, dia lebih bagus dari Nona Arsilla. Bagaimanapun dia juga keluarga kekaisaran."
"......."
"Haahhhh... tidak ada kandidat lain yang sebagus mereka berdua di fraksi kekaisaran. Kebanyakan Nona bangsawan kelas atas dari fraksi kekaisaran sudah mempunyai tunangan masing-masing. Ini bukan saatnya menjadi keras kepala, Analic. Kamu sendiri yang menginginkan tunangan yang memperkuat posisimu."
Putra mahkota tidak bisa membalas Kaisar. Dia diam membeku.
"Baginda benar. Memang aku sendiri yang menginginkan tunangan yang membantuku melawan Pangeran pertama dan Ratu. Tapi dari semua orang... kenapa harus gadis manja itu?!"
"...... Baginda, saya akan melakukan apapun yang bisa membantu saya menjadi Kaisar selanjutnya," jawab Putra Mahkota yakin.
"Itu bagus! Kalau kamu memang ingin menjadi Kaisar, kamu harus memiliki tekad itu. Nanti aku akan mendiskusikannya dengan Estifa ( Machioness Arsilla ). Pembicaraan selesai, sekarang pergilah! Banyak yang harus aku selesaikan."
"Baik, Baginda."
Putra Mahkota tidak bisa menolak usulan Kaisar jika dia ingin mewarisi tahta. Tidak seperti Pangeran Pertama yang memiliki dukungan Ratu dan koneksi berbagai Bangsawan. Putra Mahkota kehilangan ibunya begitu dia lahir. Ibu dari Putra Mahkota adalah bangsawan kelas atas dari Keluarga Count Demifa. Meskipun hanya 'Count', keluarga Demifa selalu menjadi penyihir tingkat tinggi. Jadi statusnya tidak kalah dengan keluarga Marquess.
Ibu Putra Mahkota juga adalah Yang Mulia Ratu sebelumnya yang merupakan istri ke-1 sekaligus tunangan kaisar. Oleh karena itu, dukungan Fraksi kekaisaran sudah pasti jatuh ke tangan Putra Mahkota.
"Semua tidak akan serumit ini kalau aku memiliki putra atau putri yang memiliki Dragon's Eye," pusing Kaisar.
Kaisar berjalan mendekati jendela dan memandang bulan yang bersinar putih berkilau. Mata kiri Kaisar juga terlihat berwarna emas bersimbol seperti Aqua sebelum perubahan.
"Setiap melihat bulan... aku selalu teringat padanya. Ini sudah 15 tahun sejak saat itu. Apa dia baik-baik saja?" kata Kaisar rindu.
Sang Kaisar belum pernah jatuh cinta sebelumnya, bahkan pada tunangan maupun istri-istrinya sendiri. Satu-satunya alasan dia membantu putra mahkota bukan karena Kaisar mencintai ibu putra mahkota. Tapi karena ibu putra mahkota adalah adik dari sahabatnya, Count Demifa saat ini.
Namun semua berubah 15 tahun lalu. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Kaisar jatuh cinta pada pandangan pertama. Pada seorang wanita Elf cantik yang dia temui saat sedang menyamar. Kaisar dan wanita Elf misterius menjadi dekat dalam waktu singkat karena kepribadian mereka cocok. Wanita itu menemani sang Kaisar dan membantunya menyelesaikan masalahnya di kota perbatasan.
Mereka bersama cukup lama, sekitar 3 bulan saat Kaisar harus menetap disana. Sebenarnya Kaisar sudah menyelesaikan urusannya di bulan pertama, tapi dia menunda-nunda kepulangannya demi bisa bersama wanita itu lebih lama. Dikala itu, kaisar sempat tidur dengan wanita Elf itu meski hanya sekali. Tetapi begitu dia terbangun, sang wanita Elf tidak ada disampingnya, bukan... bahkan tidak ada di seluruh kota itu. Kaisar menggila dan mencari wanita Elf kemana-mana namun dia tidak pernah berhasil menemukannya.
BUUUKKK
Kaisar memukul tembok sampai tangannya memerah. Dia mengerutkan keningnya dan mengigit bibirnya agak keras.
"Sejak hari itu... aku tidak bisa menemuinya lagi! Sial!!!"
Pria itu menghela napas panjang dan terduduk di lantai dekat jendela sambil memegangi kepalanya.
"Kalau saja... kalau saja gara-gara hari itu... kami memiliki seorang anak. Maka... apapun yang terjadi... apapun yang dikatakan orang lain. Aku pasti akan mendudukkannya di tahta kaisar."
"Bagaimana kalau aku bilang kalian memang memiliki seorang anak?"
"!!!"
Sang kaisar dikejutkan dengan kemunculan pria misterius berpakaian serba hitam yang berdiri di jendelanya.
"Katakan siapa dirimu?!!" tanya Kaisar tetap tenang.
Pria itu tersenyum menyeringai.
"Itu tidak penting. Bukankah anda harusnya bertanya sesuatu yang lain?"
"...... Apa maksud perkataanmu sebelumnya?!"
Sang pria tertawa menakutkan. Kaisar memegang pedangnya, bersiap untuk apapun yang dilakukan pria itu.
"Yah... seperti kataku. Kalian! Anda dan wanita Elf itu! Kalian memiliki seorang anak yang mewarisi gen kalian."
"!!"
"Aku dan dia punya anak katanya?"
"Atas dasar apa aku harus mempercayai pernyataanmu?!" tanya Kaisar memastikan.
"Hmm..."
Sang pria menunjukan sebuah emblem yang memiliki tanda pedang dan darah.
"Itu! Apa yang dilakukan guild assassin disini?" marah Kaisar.
"Woah, woah. Tolong jangan marah. Aku datang dengan niat baik."
"Umm... begini-begini aku bukan anggota biasa loh. Yah, bisa dibilang aku wakil ketua guild."
"Wakil ketua?! Kenapa wakil ketua mendatangi istana langsung?" pikir Kaisar.
"Beberapa tahun lalu, salah satu klien kami meminta permintaan pembunuhan pada kami. Target kami adalah seorang wanita Elf dan anaknya. Kami berhasil membunuhnya sesuai permintaan klien, namun tim yang kami utus juga mati. Jadi kami menyelidiki lebih jauh tentang identitas target. Disana kami menemukan fakta yang cukup mengejutkan."
"Wanita Elf katamu?!! Jangan bilang?!!!"
"Yap. Target kami adalah wanita Elf yang sama dengan yang anda temui 15 tahun lalu."
"BERANINYA KAMU!!!!!!"
Kaisar sangat murka mendengarnya. Dia langsung mengeluarkan aura membunuh luar biasa yang bisa menekan orang-orang dalam radius 100 m didekatnya.
"Hei, hei! Jangan marah dulu! Kami adalah guild yang memprioritaskan permintaan klien demi uang. Siapapun permintaannya dan siapapun targetnya, selama masih bisa kami tangani maka tidak masalah. Menyalahkan kami percuma saja, kalau mau menyalahkan lebih baik salahkan saja kliennya."
Kaisar masih marah, namun aura membunuhnya sudah mereda.
"Dan kenapa guild yang seperti itu membocorkan informasi klien?"
"Karena fakta yang kami temukan tentang identitas target terlalu berbahaya. Tentu kami sudah tau kalau wanita itu adalah wanita Kaisar sebelum melakukan aksi. Tapi identitasnya lebih dari itu," jelas pria misterius.
"Apa identitasnya?! Siapa klien itu?!!"
"Itu tidak bisa kami katakan. Yang bisa kami katakan sebagai ganti rugi kematiannya adalah... sang anak masih hidup. Meskipun sang anak juga target kami, karena kami menghormati Kekaisaran ini... kami tidak menyentuhnya."
"?!!"
"Dimana anak itu?!!"
"Kami tidak tau. Kami kehilangan jejaknya karena seorang wanita 4 tahun lalu. Yang bisa kami katakan hanya itu saja. Kalau begitu, aku pergi dulu!"
"Tunggu!!! Bagaimana identitas anak itu?!!!" tanya Kaisar sambil mengacungkan pedangnya.
"..... Laki-laki. Dia sangat mirip dengan wanita itu dan memiliki warna rambut yang sama dengannya. Karena anda manusia dan dia Elf, maka anak itu adalah Half-elf."
BWWWOOOSSSHHHHH
Pria misterius dari Guild Assassin menghilang bersamaan dengan kabut hitam yang muncul.
BRAAAKKK
"SIALL!!!!!!!"
Kaisar menghancurkan tembok dengan pedangnya sampai dinding istana berlubang. Para ksatria langsung berlari memasuki ruangan untuk melindungi Kaisar. Namun yang mereka temukan hanyalah kaisar seorang dengan pedang dan aura membunuhnya.
"Baginda!! Apa yang terjadi?!" tanya Kepala Ksatria.
"......."
Kaisar diam dalam kemarahannya.
"Wanita itu dibunuh katamu?!!!"
"Pergilah!"
"Tapi, Baginda..."
"Kubilang pergi!!!"
Ksatria langsung berdiri tegak.
"Baik!"
Setelah para ksatria tidak ada disekitarnya.
"Shadow!"
"Ya, Baginda!" jawab 6 orang berpakaian serba hitam yang muncul entah darimana bersamaan.
Shadow adalah pasukan khusu yang bertugas dari balik bayangan untuk para Kaisar dari generasi ke generasi. Berbeda dengan ksatria, Shadow lebih sering melakukan kerja kotor seperti pembunuhan dan lain-lain. Keberadaan shadow sendiri hanya diketahui oleh Kaisar saja.
"Kalian dengar tadi, kan?! Selidiki siapa klien yang membunuh Elvy ( nama samaran Putri Sapphire ) dan... bawa anaknya kemari secepat mungkin!"
"Baik, Baginda!"
Shadow menghilang dengan cepat kedalam langit malam.
"Anak Elvy dan aku... aku harus menemukannya!!"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
[ Moshi Moshi... Cha_nyann desu~
Gimana ya... author malah jadi promosi nih. Dari awal nulis nih novel, author memang gak berencana buat Aqua jadi jahat, mungkin kalau sedikit dingin dan kejam sih iya. Tapi jangan terlalu berharap kalau Aqua bakal kujadiin Villain kek Eren gitu. Konsep awal author nulis TDBG adalah menciptakan novel dimana MC nya berpetualang bersama rekan dan kekasih sembari mencari kebahagiaan mereka sendiri ]
[ Karena novel yang MC nya adalah orang dingin, kejam, pemalas, sadis dan bodo amatan itu beda lagi sama The Dragon's Blue Gem ]
[ Ini nih novelnya, masih belum tayang karena author nabung dulu agak banyakan biar nanti gak kesusu update ]
[ Ah, waktu terbitnya bisa author majuin mundurin sesuka hati. Tapi kalau banyak yang menantikan, ntar tak majuin dah ]
[ Oh ya... selain itu... aku lagi bingung. Ini aku dah nulis sampai Aqua keluar dungeon. Enaknya balas dendam dulu apa nyari anggota 2 lagi dulu? ]