
Penobatan telah berakhir, setelah Ratu menyapa rakyatnya, acara selanjutnya adalah pesta. Pesta ras Elf dilakukan bersama-sama. Walau memiliki ratu dan keluarga kerajaan, Elf tidak memiliki strata sosial seperti tangga kebangsawanan. Keluarga Kerajaan adalah satu-satunya pemimpin mereka, sedangkan petinggi adalah orang yang membantu keluarga kerajaan. Namun para petinggi bisa datang dari siapa saja yang memang memiliki kemampuan, bukan dari garis keturunan.
Beberapa kali disebutkan sebelumnya kalau Kerajaan Vittacelar adalah kerajaan kecil dan dekat dengan rakyatnya. Tapi kenapa kerajaan kecil seperti itu ditakuti banyak kerajaan dan kekaisaran?
Setiap kerajaan hanya memiliki penyihir sebanyak jumlah bangsawannya. Ini karena kebanyakan penyihir terlahir di keluarga bangsawan. Lebih tepatnya, bangsawan adalah keturunan penyihir di masa lalu. Jika diumpamakan, setiap kerajaan memiliki ±50-100 penyihir dan kekaisaran memiliki ±100-500 penyihir. Kemampuan penyihir sangat luar biasa, penyihir rank rendah saja bisa dengan mudah membunuh orang, apalagi tingkat yang lebih tinggi.
Kalau begitu, bagaimana jika dalam satu kerajaan terdapat lebih dari 2000 penyihir? Tentu kemampuan tempur mereka tak bisa diremehkan. Ditambah karena umur panjang dan garis keturunannya, penyihir ras Elf jauh lebih berkualitas dari ras manusia. Sekarang kalian taukan apa yang terjadi jika memusuhi Kerajaan Vittacelar?
Banyak rakyat kerajaan yang berkumpul dan berpesta pora. Memanfaatkan kesempatan itu, ratu berdiri di panggung pesta untuk mengumumkan sesuatu.
"Semuanya! Aku punya satu pengumuman lagi yang harus kalian dengar!!".
Keramaian pesta seketika menghilang, semua pandangan menuju ke arah Ratu. Mereka menantikan apa yang akan Ratu umumkan di tengah pesta seperti ini.
"Kira-kira Yang Mulia akan mengumumkan apa ya?" tanya Aqua basa-basi dengan Citrine.
Citrine tersenyum, dia berbalik dan menggandeng Aqua bersamanya.
"Coba tebak!"
"Tu-tunggu dulu!"
Citrine menarik lengan Aqua, dia menuju ke panggung tempat Amethyst berada.
"Aku sudah membawanya, ibu!"
Amethyst tersenyum dan mengangguk. Wanita itu mendorong Aqua maju ke depan sehingga terlihat oleh yang lain.
"Anak ini adalah putra Sapphire, Aquamarine! Mulai dari sekarang, aku akan menjadikan anak ini putra angkatku dan membesarkannya menggantikan adikku!!!"
"!!!!!!!!!!!!!"
"!!!!!!!!!!!!!"
Tak ada pengumuman yang lebih mengejutkan dari itu. Aqua sendiri tak pernah berharap kalau dia akan diangkat menjadi anaknya Ratu. Makanya dia juga sangat terkejut mendengarnya. Para Elf langsung heboh sendiri. Banyak yang senang karena Putri Sapphire yang sudah meninggal mewariskan seorang putra. Tapi banyak juga yang tidak setuju dengan pengangkatan Aqua, mengingat dia adalah Half-elf.
"Semuanya tenang!!!!"
Ratu menghentikan kebisingan yang mulai membesar itu.
"Aku, Ratu sebelumnya dan para petinggi telah mendiskusikan tentang ini. Kami sepakat bahwa mulai hari ini, Aquamarine akan menjadi bagian dari keluarga kerajaan Vittacelar! Sebagai Pangeran kedua Kerajaan Vittacelar, Aquamarine Valler El Vittacelar!!!"
Para Elf yang tadinya heboh dan penuh kebingungan langsung berlutut dan melakukan salam ras Elf.
"Kami memberi hormat pada bintang kerajaan!"
"?!"
Aqua masih belum bisa mencerna pernyataan mendadak yang dikeluarkan Amethyst. Dia terdiam dan tak tau harus bagaimana.
Citrine menyenggol lengan Aqua. Dia berbisik membantu Aqua.
"Hasil dari diskusi Ratu dan petinggi itu bersifat mutlak. Karena apapun hasilnya, pasti akan menguntungkan kerajaan. Jadi jangan khawatir hal yang tidak penting!"
"Ah… terimakasih Kak."
Ratu, Citrine dan Aqua turun dari panggung dan berbicara sebentar.
"Aku sudah mengabulkan permintaanmu. Tepati janjimu, lalu ditambah satu syarat lagi. Anakmu nanti tidak akan bisa mewarisi margamu. Mengerti?"
"Saya mengerti Yang Mulia. Terima kasih sudah mengabulkan permintaan saya."
"Jangan terlalu kaku begitu, proses adopsi akan selesai besok. Jadi berhenti bicara kaku saat hanya ada kita."
"Baik, bibi."
Amethyst tersenyum, dia menepuk pundak Aqua pelan dan berjalan menghampiri Elf lain untuk mengobrol. Citrine langsung memeluk Aqua begitu ditinggal berdua.
"Hore!!! Dengan begini kamu sudah resmi menjadi adikku, kan?" ucap Citrine senang.
"......."
Pelukan Citrine diputuskan paksa oleh seseorang.
"Adik kita, bukan?" timpal Turquoise yang mendadak muncul.
Turquoise menghela nafas melihat kelakuan adik perempuannya yang tidak bermartabat.
"Pergilah! Bukankah teman-temanmu menunggu?"
Aqua mengangguk, dia menunduk sebentar dan langsung pergi meninggalkan dua sepupunya.
"Iya, terimakasih banyak!"
Aqua berlari menuju keempat temannya berada. Mereka yang terkejut langsung menarik penjelasan Aqua. Lix dan Elvina merangkul Aqua, Yue memeluk depan Aqua dan Elvira yang menonton sambil minum wine benar-benar terlihat akrab. Suasana meriah pesta itu menjadi momen tak terlupakan bagi sebagian orang.
Pada saat itu, Aqua sangat bersyukur karena telah dikaruniai keluarga yang baik dan teman yang luar biasa. Dia berharap momen seperti ini tak akan berakhir selamanya.
Namun tak ada yang abadi di dunia ini…
...***...
"Ah… tadi itu cukup melelahkan…" keluh Lix sesampainya mereka di rumah.
"Capek sih, tapi Yue suka pesta kok!" ucap Yue senang.
"Justru yang harusnya paling kaget itu Aqua sendiri, kan?" lanjut Lix.
"Ahahaha…"
Kelima orang itu sudah kelelahan. Lix dan Yue langsung tiduran di ruang keluarga. Elvina menjadi bantal pangku Yue, dia juga mengelus-elus Yue sampai anak itu tertidur. Jam sudah menunjukkan pukul 11 lebih, memang sudah waktunya bagi anak-anak untuk tidur.
Elvina bangun dan menggendong Yue ditangannya.
"Aku akan menidurkan anak ini di kamarnya."
Lix ikut bangun dan menuju kamarnya sendiri. Meninggalkan Elvira dan Aqua berdua.
"Aku juga mau tidur aja!"
Dengan senyum di wajahnya, Elvira menarik Aqua ke kamarnya dan Elvina. Tentu saja tanpa maksud tertentu. Ada yang ingin dibicarakan secara pribadi olehnya. Setiap kamar di rumah itu sudah dipasangi sihir suara oleh Elvira dan Elvina, jadi setiap kamar menjadi kedap suara.
Sesampainya mereka disana, Elvira langsung meminta Aqua duduk di kuris dan mendengarkan laporannya.
"Jadi informasi apa yang kalian dapatkan?" tanya Aqua serius.
"Master, kami sudah mengetahui beberapa fakta penting. Pertama, perang suci sudah dimulai. Tepatnya dimulai hari ini. Selain para malaikat dan Arc-Angel, beberapa ras lain dengan level cukup tinggi juga bergabung dalam perang. Mantan ratu dan pemilik Menara sihir juga ikut."
"Aku sudah tau informasi itu."
"Lalu?"
"Mantan ratu diminta untuk mengikuti perang sebagai Priest. Tapi beliau tidak bisa meninggalkan Kerajaan Vittacelar begitu saja, jadi dia meninggalkannya pada putrinya, ratu saat ini.'
"Lawan di perang suci ini bukanlah ras sembarangan. Lawannya adalah dewa kejahatan yang berusaha melarikan diri dari Benua Iblis. Dia dan pasukannya punya level yang sangat tinggi…"
"Kenapa? Lanjutkan!"
"Itu… ratu berspekulasi bahwa perang ini sangat sulit dimenangkan. Kemungkinan untuk kembali hidup-hidup akan sangat sulit. Bahkan untuk beliau dan pemilik Menara sihir sekalipun…"
.
.
.
.
.
.
.
.
[ Beberapa dari kalian mungkin sudah tau. Wahahahaha!!!!!! Akhirnya oh akhirnya!!!!! The Dragon's Blue Gem sudah menjadi karya kontak!!! Meski gak terlalu berubah karena masih sedikit dan levelnya masih 3, tapi setidaknya author mau berbagi rasa bahagia yang teramat sangat ini pada para pembaca. Makasih kalian semua yang sudah menemani author dari karya ini masih sedikit, ya memang sekarang juga masih sedikit sih... hehe :v ]