
Wanita berambut ungu muda dan telinga serigala terbaring di lantai yang penuh dengan kertas-kertas berserakan. Rambutnya berantakan, pakaiannya kusut dan tertekuk-tekuk. Kacamata bulat tebal masih terpasang di matanya.
TAP TAP TAP
"Kakak!!!!" jeritan seseorang perlahan mendekat.
KRIEEEEEETTTT
"Woahhh!!!" kaget wanita berambut merah muda begitu dia masuk ke dalam ruangan itu.
"Apa yang terjadi selama aku pergi?"
Elvina berjongkok di dekat kakaknya yang terbaring di lantai. Dia menyolek pipi kakaknya dengan jari telunjuknya.
"Oiii... apa kakak masih hidup?" canda Elvina.
Kening Elvira mengernyit, mata mengantuknya mulai terbuka. Pandangannya yang awalnya buram perlahan kembali normal.
"Urggh..."
Elvira terbangun sambil memegangi kepalanya yang terasa pusing. Wanita ini melirik ke jendela yang dibiarkan terbuka.
"Sudah siang aja..." keluhnya pusing.
Elvina terkikik geli, dia mengambil sebuah gelas dan mengisinya dengan air lalu memberikannya ke Elvira. Setelah mengucapkan terimakasih, Elvira meminumnya perlahan.
Pemimpin guild informasi adalah "Pride" dan "Lust" dari Raven. Pride bertugas di internal dan mengurus semua dokumen yang masuk dan menatanya, dia juga bertugas mencari dan menghubungkan informasi yang diperlukan klien. Sedangkan Lust bertugas di eksternal, tugasnya adalah mencari informasi yang dibutuhkan Pride sekaligus mengawasi kerja lapangan anggota guild.
Guild informasi juga terbagi menjadi 3 bagian. Kelompok yang dipimpin langsung oleh Pride untuk mengurus internal disebut White Mask. Kelompok yang dipimpin langsung oleh Lust untuk mengurus eksternal disebut Black Mask. Terakhir, kelompok yang bertugas sebagai perantara, resepsionis, bandar, dsb disebut Golden Mask.
Hanya dalam 1½ tahun ini, Guild informasi sudah menjadi guild besar yang memiliki berbagai cabang di Benua Manusia, Benua Sihir dan Benua Suci. Memang di Benua Iblis dan Melayang tidak ada, namun hanya dengan itu pengaruh guild informasi sudah sangat besar.
Meski begitu tidak ada yang mengetahui identitas sebenarnya pemimpin guild informasi. Ditambah karena "Raven" belum resmi keluar, Pride dan Lust belum mengungkap diri sebagai anggota Raven.
"Apa ada informasi bagus?" tanya Elvira setelah sepenuhnya sadar.
"Banyak, tapi tidak ada yang begitu mempengaruhi Raven," jawab Elvina.
Elvira melepas kacamatanya dan mengelapnya.
"Begitu... bagaimana dengan anak-anak dunia lain itu?"
Elvina duduk santai di sofa sambil menuangkan teh
"Tidak ada yang spesial. Mereka berlatih dan leveling di bawah pengawasan Kekaisaran Anessa."
"....... Perkembangan yang lain?"
"Sepertinya Yue sudah bertemu Aqua dan pergi bersamanya. Gadis itu sudah tidak ada di dunia peri."
"Baguslah."
Elvira merapikan pakaian dan rambutnya. Dia juga merapikan dokumen yang berserakan di lantai. Melihat kakaknya melakukan itu, Elvina bermaksud membantunya. Namun saat dia mengambil salah satu kertas, tiba-tiba angin bertiup kencang melewati jendela dan menerbangkan dokumen Elvira.
"Ahh!!!" panik Elvira.
Dokumen yang sudah dia rapikan berantakan lagi.
"Pfftt... dasar kakak ini..." gumam Elvina.
Selesai tertawa kecil, Elvina merasa ada yang janggal. Angin tadi menerbangkan abu dan membuat abu itu mendarat di salah satu kertas kosong.
"!"
Elvina mengambil kertas yang dijatuhi abu tadi. Abunya membentuk beberapa kalimat yang tersusun rapi di atas secarik kertas.
Setelah membacanya sebentar, Elvina berjalan mendekati kakaknya.
"Informasi yang kubawa tidak lebih menarik dari ini," ucapnya saat memberikan kertas itu.
"?"
Elvira menerima kertas itu dan mulai membacanya. Wanita itu menghela napas setelah selesai.
"Aqua tidak bisa berhenti mengejutkanku," keluhnya.
"Benar, bisa-bisanya hal sangat penting begini di tulis sesingkat itu," sindir Elvina.
Elvina mengambil salah satu buku di rak buku. Buku berjudul "Σπάνια φυτά" yang mereka dapat dari salah satu klien itu berisi beberapa informasi tentang tanaman dan hewan langka.
"Yah, kesampingkan point pertama sampai terakhir kedua. Ada apa dengan Rainbow Crystal Flower? Itu tanaman langka yang lebih sulit ditemukan daripada Kynlaus, loh."
"Rainbow Crystal Flower ya... apa yang tertulis di sana?" tanya Elvira lelah.
"Bunga langka yang hanya mekar setiap 1000 tahun sekali. Karena teksturnya mirip kristal, bunga ini sangat rapuh dan mudah rusak. Bunga ini juga sulit hidup, sekali lepas dari tanah maka hanya bisa bertahan selama 15 menit," jelas Elvina.
( ilustrasi hanya contoh )
"Karena iklim yang buruk sedikit saja bisa merusak bunganya, bunga ini cuma bisa di temukan di Benua Melayang. Tepatnya di sekitar Yggdrasil Hadya."
Elvira memegangi kepalanya.
"Kenapa Aqua ingin mencari bunga yang seperti itu? Apa efeknya?"
Elvina mengembalikan buku itu sambil menghela napas panjang.
"Bunga tidak berguna... disana tertulis kalau Aqua bersama Arc-Angel Michael, kan?" tanya Elvira memastikan.
"Iya. Kenapa?"
"Arc-Angel Michael tidak mungkin tidak tau bunga apa itu dan betapa tidak gunanya bunga itu sekarang. Tapi Aqua masih tetap mencarinya, Arc-Angel Michael juga tidak melarangnya. Artinya..."
"Artinya?"
"Kemungkinan Arc-Angel Michael dan Aqua menemukan manfaat bunga itu. Mereka membutuhkannya tapi tidak bisa mendapatkannya di Benua Melayang. Itulah kenapa mereka meminta kita mencarinya," terang Elvira.
"Kakak pintar!! Benar juga, aku gak kepikiran!" puji adiknya riang.
Elvira bangun sambil melepas jas putihnya.
"Untuk sekarang, ayo kembali ke Akademi sambil menyampaikan surat Aqua ke Lix juga. Setelah itu kita tinggal mencari bunga itu selain di Benua Melayang lewat jaringan informasi guild."
"Oke, aku akan menyuruh mereka teliti mencarinya. Pasar gelap, dunia bawah, jaringan bangsawan, di manapun pasti akan kutemukan!" jawab Elvina bersemangat.
"Tolong ya, bunga itu pasti sangat penting bagi Master kita sampai meminta kita langsung untuk mencarinya."
"Tidak perlu meminta," senyum Elvina.
Setelah selesai mengganti pakaiannya, kakak beradik kembar itu keluar rumah menuju Akademi dengan setelan Guru Akademi Mackenzie.
...***...
-Desa Rocco-
"Apa menurutmu Elvira dan Elvina bisa menemukan bunga itu? Kemungkinan bunga itu ada di luar Benua Melayang sangat kecil loh," cemas Mika.
"Jangan khawatir. Kita sedang membicarakan pemimpin guild informasi sekarang. Mereka pasti akan menemukannya," balas Aqua yakin.
"Kamu sangat mempercayai mereka ya," senyum Mika.
"Ya, karena mereka adalah rekanku yang berharga."
Aqua dan Mika berjalan mengelilingi desa. Sepanjang perjalanan, tatapan tajam para dwarf seolah menusuk mereka. Bukan karena para dwarf membenci mereka. Tapi karena para dwarf mendengar kalau kelompok Aqua membawakan rancangan menakjubkan yang diserahkan pada Recho Chalcedony.
Jadi ya... tatapan tajam para dwarf itu adalah tatapan iri hati.
Mika melirik Aqua.
"Selain Rainbow Crystal Flower, kamu juga belum punya Dryad Pure Water dan Yggdrasil Gold Leaf, kan?"
"Ya."
"Bagaimana caramu mendapatkannya?"
"Aku tau wilayah Dryad dimana. Gold Leaf Yggdrasil bisa kudapatkan setelah kembali ke Kerajaan Vittacelar nanti. Yang sulit didapat hanya Rainbow Crystal Flower."
Aqua melirik Mika gantian.
"Kalau aku berhasil mendapatkan mereka semua... ramuan itu benar-benar bisa berhasil, kan?" tanya Aqua memastikan.
Mika memunyunkan bibirnya.
"Kau pikir aku siapa? Tentu saja bisa! Jangan meremehkan penelitian dan kecerdasanku!"
Aqua tertawa agak keras sambil menyentuh kedua pipi Mika dengan kedua tangannya hingga bibirnya tambah munyun.
"Aku tidak akan pernah meremehkanmu. Hanya saja... yang akan kita buat ini adalah ramuan tabu. Jadi aku agak khawatir."
Mika melepas tangan Aqua dari pipinya.
"Tenang saja. Arc-Angel Michael adalah Arc-Angel dengan ilmu sains paling tinggi di antara semua malaikat. Tidak ada penelitianku yang akan gagal," sombong Mika
"Bahkan jika itu menghidupkan orang mati sekalipun."
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
[ Moshi Moshi, Cha_nyann desu. Author cuma mau bilang. Entah kenapa karya author Grim Reaper Contract juara ke-7 :v ]
[ Menurut author pribadi sih, karya-karya lain jauh lebih bagus dan like nya juga lebih banyak. Makanya akuh terkedjoet terheran-heran :v ditambah author berhenti di tengah-tengah karena bosen nulis chat story :D ]
[ Yah, cuma mau bilang sih. Makasih bagi yang udah mendukung karya itu (≧▽≦) ]