
< Lich >
Makhluk yang hanya bertubuh tulang belulang, Lich adalah penyihir kuat yang terampil dalam necromancy yang mencari kehidupan abadi menggunakan zat langka dalam ritual magis untuk menjadi mayat hidup. Tidak seperti skeleton dan Undead biasa, yang sering digambarkan tidak punya pikiran, lich mempertahankan kecerdasan dan kemampuan magis mereka sebelumnya.
"Bukankah perbedaan level boss lantai 24 dan 25 terlalu lebar!!? Di lantai 24, boss nya berlevel 200-an. Tapi kenapa di lantai 25 langsung naik jadi 300 lebih?!!"
Aqua mulai panik dan memikirkan ratusan rencana agar bisa selamat dari Lich.
"Sial! Karena kami terlalu kelelahan, melawan Lich dan kembali hidup-hidup akan sulit."
⟨ Orang rendahan! Raja ini bertanya pada kalian, kenapa kalian memasuki wilayah ku? ⟩
Turquoise diam tak bisa berkata-kata. Dia terlalu takut untuk bicara. Aqua menoleh ke rekannya yang lain, sepertinya keadaan mereka sama saja.
Aqua mengeluarkan keringat dingin.
"Wahai Yang Mulia Raja! Kami tak bermaksud untuk menerobos wilayah anda. Kami hanya ingin turun ke lantai selanjutnya atau keluar saja dari sini jika diperbolehkan."
Lich menatap Aqua dingin. Lich tidak punya bola mata, hanya semacam cahaya yang ada di lubang matanya saja. Namun cahaya itu seakan mata yang menatap tajam mereka.
⟨ Apa kau pikir aku akan membiarkan penyusup seperti kalian begitu saja?! ⟩
Nada suara Lich terdengar agak marah.
"Iya tentu saja. Kalau memang bisa, kami sudah pergi dari tadi," pikir Aqua.
⟨ Tapi karena aku murah hati dan kamu sudah bersikap sopan, aku akan memberi kalian penawaran ⟩
"Penawaran? Tolong katakan penawaran itu pada kami yang rendahan ini, Yang Mulia."
Aqua berusaha menunduk serendah mungkin dan berbicara sesopan mungkin. Jika dia bersikap kurang ajar disini, itu akan sangat berbahaya.
⟨ Aku suka anak yang tau diri sepertimu. Jadi aku akan menawarkan kalian untuk bergabung dengan pasukanku. Bagaimana? ⟩
"Bergabung dengan pasukannya? Jangan bercanda!!!! Menjadi pasukan Lich sama saja dengan mati dan menjadi undead!!!"
Aqua menelan ludahnya.
"Bagaimana jika kami menolak?"
⟨ Kurang ajar! Menolak tawaran berhargaku sama saja dengan meminta mati!! ⟩
"Hahaha... apapun pilihannya, mati tetap akhirnya. Kalau begitu lebih baik mati daripada jadi Undead!!"
"Sepertinya tidak ada lagi yang bisa dibicarakan. Semuanya!!! Kembali ke formasi!!!!" jerit Aqua.
Keempat rekannya tersentak kaget. Mereka bangun dari ketakutan mereka dan langsung masuk dalam formasi menyerang.
⟨ Sayang sekali. Padahal aku tidak mau membunuh anak berbakat sepertimu. Tapi kamu yang memintanya! ⟩
Lich mengangkat tongkat sihirnya tinggi. Sebuah lingkaran sihir keluar dari belakangnya. Dari lingkaran itu, keluar pasukan mayat hidup dan skeleton tingkat tinggi.
"Sihir tanpa rapalan?! Dia juga bisa?!!"
"Ck, ini merepotkan. Kak Turquoise, Lix dan Yue! Tolong kalian urus skeleton dan Undead nya!! Kak Rin!! Bantu aku hadapi Lich!!!" seru Aqua.
"Baik!!!"
Mereka langsung berpencar tanpa membuang waktu. Turquoise, Lix dan Yue menggiring undead-undead itu menjauh dan berusaha mengalahkan mereka. Aqua dan Citrine maju mendekati Lich.
Lich merapal sihir dengan cepat. Sebelum rapalan sihir berakhir, Aqua langsung bergerak menyerangnya dengan dagger dari belakang. Makhluk itu berhasil menghindari serangan Aqua dan langsung menyelesaikan rapalannya.
[ Spear of Darkness ]
Tombak kegelapan meluncur dengan cepat ke arah Aqua dan Citrine. Aqua menendang dinding dan memantulkan dirinya agar bisa menghindar sembari menarik Citrine.
[ Flame ]
Tanpa menunggu lama, Aqua segera mengeluarkan sihir api.
[ Barrier ]
Sihir Aqua bahkan tak membakar jubah Lich berkat sihir pelindung.
"Kak Rin!! Pegang aku baik-baik kalau kakak tidak mau terlaka!!"
"Ah, iya!!"
Citrine memeluk Aqua dari belakang. Anak itu menciptakan pijakan dengan sihir es sebagai ganti terbang. Meski es-es itu dengan cepat jatuh, namun Aqua berhasil memanjat ke tempat yang lebih tinggi.
Lich tidak diam begitu saja, dia menghentakkan tongkatnya dan seketika terbang.
Setelah berada di langit-langit, Aqua membuat pijakan permanen dari sihir tanah.
"Kak Rin!!"
"Oke!!!!!"
Citrine merapal sihir cukup lama. Sementara itu, Aqua mengeluarkan puluhan lingkaran sihir dari atas.
[ A Thousand Ice Bullets ]
Ribuan pecahan es melaju dengan kecepatan tinggi layaknya peluru sungguhan. Dengan jumlah yang sangat banyak, hampir mustahil Lich bisa menghindarinya.
Barrier yang dibuat Lich berhasil ditembus. Beberapa peluru es Aqua berhasil mengenainya dan mengurangi HP-nya. Namun dengan regenerasi HP Lich, HP-nya pulih dengan cepat. Dengan kuantitas pelurunya, Aqua bisa mengimbangi kecepatan regenerasi Lich.
"Jangan kau kira akan berakhir disini!!"
[ Tornado Ice ]
Angin tornado tercipta, angin itu membawa pecahan peluru es didalamnya. Lich terjebak didalam tornado itu dan pecahan-pecahan es menggores tubuhnya.
⟨ Serangan lemah seperti ini tidak cukup untuk mengalahkan ku!! ⟩
Lich merapal dengan cepat. Semburan api keluar dari lingkaran sihir. Semburan itu sangat panjang hingga bisa membakar langit-langit.
"Gawat!!!!"
[ Multiple Layers of Protection ]
Demi melindungi dirinya dan Citrine, Aqua mengeluarkan lapisan pelindung yang memiliki 5 lapis. Meski sudah memasang itu, api tetap sulit ditahan.
"Uhhh... panas!"
Lich mengayunkan tongkatnya ke samping. Beberapa lingkaran sihir terbentuk seketika. Dari lingkaran-lingkaran itu, berbagai macam jenis sihir keluar. Semuanya adalah elemen kegelapan, seperti api kegelapan, tombak dan pedang, dll.
"Jadi begitu, Lich hanya bisa menggunakan sihir tanpa rapalan untuk sihir kegelapan!"
Semua serangan itu terlempar sekaligus.
"Kakak! Apa masih lama?!"
"Sebentar lagi!!! Jangan ganggu konsentrasiku sebentar!" jerit Citrine.
"Tolong cepatlah, aku kesulitan disini!"
"Iya! Iya!"
Aqua menatap tajam Lich.
"Menghindar atau berlindung tidak efisien. Kalau begitu, aku hanya harus menghilangkan serangan itu!"
[ Apollo's Arrow of Light ]
Terlihat cahaya membentuk seorang pria dengan busurnya. Pria itu memanah tepat ke arah Lich berada. Panah melaju dengan cepat, semua serangan Lich tadi berhasil menghilang tak berbekas setelah panah itu melewatinya.
⟨ Bagaimana bisa bocah sepertimu menggunakan sihir cahaya tingkat tinggi?! ⟩
Lich kelabakan menahan panah cahaya itu dengan berbagai sihirnya. Sayangnya berkat usahanya itu, panah Aqua berhasil tertahan dan tidak menggores Lich.
⟨ Sepertinya aku terlalu meremehkan bocah-bocah zaman sekarang. Berterima kasihlah karena bisa melihatku bertarung dengan serius! ⟩
"Jangan banyak bicara dan lakukan saja, kakek!! Dalam pertarungan, yang paling banyak ngomong yang kalah."
Aqua memprovokasi Lich dan membuatnya marah.
⟨ Hmph! Dasar bocah kurang ajar! Kalau begitu, coba kau tahan ini!!! ⟩
Lich mengayunkan tongkatnya dengan kasar ke kanan dan ke kiri. Mendadak suasana dalam ruangan memburuk. Tanah bergetar hebat, langit-langit seolah mau runtuh karena guncangannya.
[ Nine Death Gates ]
Sembilan gerbang muncul dari bawah tanah. Tampilan menakutkan dan hawa yang keluar dari gerbang itu sudah cukup untuk memberi tau siapapun kalau benda itu berbahaya.
⟨ Muahahahahahahaha!!!! Takjublah kalian didepan sihir hebatku. Hibur aku selama mungkin, bocah-bocah!! Buat agar aku tidak bosan dan membunuh kalian dengan cepat ⟩
Aqua menelan ludah, keringat dingin mulai mengalir dari tengkuknya.
"Yang benar saja... baru mulai sudah sihir tingkat Epic?!!!"