
Gadis aneh berambut perak yang lebih jernih dari siapapun dan memiliki wajah yang jauh lebih indah dari siapapun yang pernah kulihat selama hidupku itu tiba-tiba mendatangiku dengan wajah penuh rasa simpati yang anehnya tidak manusiawi. Selain keindahannya, kekuatan dan aura yang kurasakan dari gadis itu juga terlalu di luar nalar sampai kupikir seorang Dewi turun dari khayangan.
Gadis itu menawarkan satu hal padaku.
Dia akan memaksimalkan kemampuan regresiku hingga aku bisa pergi ke titik yang kuinginkan dalam hidupku. Sebagai gantinya, beban dari melakukan itu akan membuat jiwaku hampir hancur sehingga kesempatanku hanya sekali. Dengan kata lain, ini akan menjadi kali terakhir regresiku.
Aku yang sangat putus asa pada masa itu, mengiyakan penawarannya setelah memikirkannya matang-matang. Saat itu hanya satu hal yang ada di pikiranku.
"Pokoknya aku harus menyelamatkan kakak dan yang lainnya di pengulangan serta kehidupan terakhir ini. Aku juga akan mengetahui semuanya, semua yang bahkan aku yang sekarang tidak mengetahuinya."
Gadis itu tersenyum setelah aku mengatakan titik regresiku kali ini. Dia sempat melambai juga sebelum kesadaranku hilang karena mendadak kepalaku terpisah dari tubuhku. Anehnya setelah itu, aku tidak ingat apapun tentang dirinya selain fakta bahwa dia seorang gadis berambut perak yang cantik. Wajah, suara, ukuran tubuh, panjang rambut, tak ada dari semua itu yang kuingat. Semuanya begitu buram.
Meski banyak pertanyaan tentang dirinya dan yang lainnya, aku mengesampingkan semua itu dan hanya fokus pada tujuanku.
Dan begitulah bagaimana ingatan ratusan kali regresi terkirim dengan baik ke Mika begitu dia lahir. Mika sangat tau kalau mengubah masa lalu terlalu banyak juga dapat membuat masa depan semakin buruk, itulah kenapa dia menyegel ingatannya sendiri dan mengaturnya agar terbuka ketika dia bertemu dengan Aqua.
Sebelum itu, dia sempat menunjukkan ingatan regresi terakhirnya pada dua sahabatnya, Elvira dan Elvina. Mika juga berpesan agar mereka mengatur agar secepatnya bertemu dengan Aqua yang telah mengingat kehidupan kelimanya secara alami dan menjadi rekan anak itu. Selain pertemuan mereka dengan Aqua dan mereka yang menjadi rekannya, Mika melarang dua fenrir kembar itu merubah masa lalu apapun agar tidak terjadi penyimpangan yang tidak perlu.
Setelah itu, semua terjadi secara alami tanpa campur tangan Mika. Satu-satunya hal yang dia ubah begitu segel ingatannya hancur, adalah menahan Aqua di dungeon dan melatihnya agar menjadi lebih kuat selama 10 tahun. Hasilnya menakjubkan, bagai sebuah domino jatuh yang membuat rentetan domino ikut jatuh, tindakan itu membuat masa depan banyak berubah ke arah yang lebih positif.
Anggota Raven terkumpul lebih cepat, Aqua berhasil membunuh Turquoise dan keluarga kecilnya begitu keluar (aslinya butuh bertahun-tahun), koneksi dengan para peri menguat, Raven yang menjadi lebih mandiri berhasil meningkatkan kekuatan dengan cukup drastis, Yue kecil berhasil menjadi dirinya yang asli dan yang paling penting... kebenaran Aidan dan Airella dapat diketahui lebih cepat.
Poin itulah yang paling mengubah masa depan, tepatnya mengubah Aqua menjadi lebih matang sehingga masa depan menjadi lebih baik.
Tapi itu semua masih belum cukup. Masih ada banyak lagi rencana Mika yang belum terealisasikan. Dan kini, salah satu rencana itu telah terwujud.
Yaitu penggabungan Michael dan Rubylia Arsilla sebelum Mika mencapai batasnya.
"Ha~ahh... sungguh perjalanan yang panjang dan rumit..." keluhku.
Seharusnya aku tidak perlu menjabarkan kembali tindakanku selama ini, aku melakukannya agar aku bisa menata perasaanku. Dan sekarang perasaanku sudah stabil berkat itu.
"Memang ya..."
"Mau bagaimanapun, aku memang adalah aku... tak peduli ingatan apapun yang bercampur, selama itu adalah ingatanku, maka aku tidak akan pernah kehilangan jati diriku."
Baiklah, sudah cukup merenungnya. Sekarang aku sudah tidak seemosional tadi. Lagipula aku bisa sesensitif dan seemosional tadi karena ingatan sebagai Tiara yang terlalu shock.
Sekarang sudah tidak apa-apa.
Sama seperti aku yang tetap menjadi aku.
Kakak juga tetap menjadi kakak.
Mulai dari kehidupan pertama hingga kehidupan terakhir ini, kakak akan selalu menjadi kakakku. Bahkan meski kami tidak punya hubungan darah lagi.
Tentang perasaan sebagai kekasih dan adik ini... nanti akan kurapikan pelan-pelan. Aku tidak boleh menghindar lagi.
BZZZT BZZZT BZZZT
"?"
"....!!"
Heh... (tersenyum puas)
Akhirnya datang juga!
Sesuatu yang selalu keluar begitu aku menyelesaikan penggabungan pertamaku.
Kali ini lama juga... pasti karena status Mika terlalu tinggi dibandingkan sebelumnya. Sebelumnya, saat bergabung pertama kali, Mika tidak setinggi itu levelnya dan tidak pula sebanyak itu skillnya. Semua berkat leveling 10 tahun di dungeon.
Individu [XXXX], huh...
Saat pertama kali melihatnya dulu, aku kebingungan tentang apa yang harus kulakukan dengan ini. Jadi aku memutuskan menggunakan nama Airella.
Tapi itu adalah suatu kesalahan besar. Menggunakan nama itu di status, sama saja dengan mengibarkan langsung bendera perang pada musuh Dewi Athena dan anak kembarnya. Beda cerita kalau menggunakan nama karakter penting seperti sebagai marga, kalau digunakan untuk nama individu... Cari mati itu...
Aku juga sempat meminjam nama salah satu dari kami untuk nama permanen kami, tapi hasilnya juga tidak begitu bagus. Maksudku... ternyata aku bisa mengganti-ganti nama di statusku jadi nama asli salah satu pecahanku setelah memenuhi beberapa kondisi. Jadi mengisi dengan nama asli akan membuatku kehilangan kesempatan mempunyai nama baru yang akan berguna nanti.
Selain itu...
"....Kan gak adik buat yang lainnya kalau aku milih nama salah satu buat dipakai..."
"Sama... kan gak adil kalau cuma kakak yang selalu punya nama baru di setiap kehidupannya..."
Karena itu sejak regresi ke-107, aku memutuskan menggunakan nama baru yang merupakan gabungan dari nama kami. Tentu saja ketiganya setuju dengan suara bulat.
Dengan mengambil beberapa huruf dari nama-nama itu secara runtut, maka namaku kini ialah...
[ Evelyn Airella ]
Diambil dari Yueva Michael Rubylia in Airella. Arti namanya sendiri cukup bagus dan cocok dengan "kami". Evelyn, Cahaya Kehidupan. Bukannya itu terdengar pas untuk Airella yang jiwanya tercipta dari cahaya dan selalu memperjuangkan hidupnya bersama orang terkasih?
Selain itu... bukankah manusia pertama yang tercipta di Bumi, tempatku berasal sebelumnya adalah Adam dan Eve?
Bukan di Bumi sih, tapi Airella adalah perempuan pertama yang diciptakan langsung oleh Dewi Athena dan memiliki wujud manusia serta tumbuh besar sebagai putrinya.
Entah kebetulan atau takdir, tapi nama ini sangat pas denganku.
"......."
Dibandingkan nama... inilah sesuatu yang paling membuatku deg-degan.
Pertama, sudah kuduga usiaku akan jadi 15 tahun. Usia Michael terlalu abstrak sehingga tidak bisa digunakan.
Terus rasnya masih sama seperti sebelumnya.
Level... nambah 1 aja?
Pfftt... hahahahaha, memang apa yang ku harapkan sih... exp yang dibutuhkan untuk naik level akan meningkat drastis seiring tingginya level tersebut. Meski level Ruby sudah 100 lebih, kalau buat ngisi exp Mika ya... gitu...
Nambah 1 aja harusnya udah syukur.
Okelah, terus...
Hmm....
Semua skill dan tittle-ku sebagai Michael dan Rubylia masih ada. Syukurlah.
Yang berubah di skill cuma 1. Ruby punya skill [ The Blessing of Water Magic ] dan skill itu menghilang. Tapi sebenarnya bukan menghilang juga, skill itu terserap ke skill lainnya.
[ The Blessing of Ice Magic ] bisa dibilang adalah versi rare lanjutan dari skill itu.
Baguslah...
Secara keseluruhan statusku cukup bagus. Dengan status seperti ini, aku bisa menembus batasan kalau bergabung dengan Yue nanti. Dan kalau cincin halo ku sudah kembali, menembus ke tingkat Téssera bukanlah hal yang mustahil.
Sejauh ini semuanya sesuai rencana. Semoga saja tidak ada badai yang tiba-tiba datang, menghancurkan segalanya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bonus
Status Mika yang tidak bisa dilihat Aqua.