
Tuan Putri Kerajaan Vittacelar, Citrine Caller El Vittacelar saat ini tengah menduduki kursi Putri Mahkota, Elf dengan status tertinggi setelah Ratu Elf. Meski akademi adalah tempat dimana status sosial tak berlaku, namun hal itu tak membuat orang-orang lantas memperlakukan gadis ini seperti halnya murid biasa.
Setiap kali gadis ini lewat, orang-orang langsung membuka jalan tanpa aba-aba. Begitu banyak tatapan kagum, cinta, tertarik bahkan benci yang mengarah padanya. Sayangnya gadis ini tak peduli akan itu semua. Dia terlalu fokus memikirkan sesuatu sedari tadi.
"3 blazer merah dan 1 biru, ya..." gumamnya.
Sang putri mengangkat kepalanya ke arah jendela.
"Jadi itu mereka, pahlawan dari dunia lain. Kukira sehebat apa, ternyata cuma anak SMA biasa yang dibekali kekuatan super khas MC cerita Isekai."
"Mari kita lihat dulu, apakah keberadaan mereka akan menjadi masalah untuk Raven atau tidak. Selama mereka tidak menganggu, kami juga tak perlu melakukan sesuatu yang tidak berguna," batinnya.
Pangeran Aquamarine yang kini tengah menyamar menjadi Putri Citrine itu pergi meninggalkan ketiga temannya beberapa saat yang lalu karena divisi mereka berbeda. Dia adalah satu-satunya di antara mereka yang berada di divisi healing magic. Eli, Pietro, Lix, Ruby dan Elvira berada di divisi attack magic sedangkan Elvina berada di divisi support magic. Jangan mengira kalau jaringan Raven hanya sebatas OSIS, divisi attack magic, healing magic dan support magic. Raven juga menempatkan "mata-mata" di divisi protective magic dan magic tool. Hanya saja, belum saatnya untuk mereka menunjukkan diri.
Selain itu, disaat Raven lain + tunangannya berada di divisi yang berbeda, Aqua mendapatkan seseorang sebagai gantinya. Orang yang bisa dipercaya Raven sekaligus orang yang akan menjadi asisten dan tangan kanannya selama di divisi healing magic. Orang itu adalah...
TAP TAP TAP TAP
"Saya telah menunggu anda, Yang Mulia. Mulai sekarang saya yang akan menjadi pelayan pribadi anda," sapa seorang gadis berambut merah maron dengan sangat sopan begitu tak ada orang lain disekitar mereka.
Aqua tersenyum melihat kedatangan gadis itu.
"Kau sudah datang. Kau tau apa tugasmu, kan?"
"Tentu, Yang Mulia. Saya akan melakukan yang terbaik untuk mensupport anda sebagai Tuan Putri, menjadi mata dan telinga anda serta menutupi segala hal yang mencurigakan, termasuk identitas anda. Anda dapat memberikan perintah apapun pada saya," jawabnya tanpa ragu.
"Bagus, sepertinya Pride dan Lust melatihmu dengan baik. Seperti yang diperintahkan, kau tak perlu berhubungan denganku di depan orang lain, bersikaplah seperti pelajar biasa," senyum Aqua.
"Baik, Yang Mulia! Lalu, bagaimana dengan prestasi saya? Haruskah saya menyembunyikan kemampuan asli saya?"
"Maaf, tolong ya. Tak perlu membuat dirimu terlalu rendah, cukup jangan terlalu mencolok. Bertemanlah dengan semua orang, namun jangan sampai terlalu dekat. Tolong utamakan misi utamamu."
Gadis itu mengangguk mendengar kata-kata Aqua.
"Saya mengerti, Yang Mulia. Jika dengan itu saya dapat berguna untuk Yang Mulia, maka saya pasti akan memerankan peran saya sebaik mungkin."
"Ya. Aku mengandalkanmu, Clelia. Tolong jaga dia untukku."
"Serahkan saja pada saya, Yang Mulia."
Tak hanya menjadi asisten dan tangan kanan Aqua secara diam-diam, gadis yang dipanggil Aqua sebagai Clelia ini juga berperan menjadi maid pribadi orang yang paling dicintai Aqua. Tak mungkin meninggalkan Michael sendirian di mansionnya. Jadi Aqua membawa Mika bersamanya ke asrama akademi. Hanya saja, Aqua yang sedang menjadi Citrine, tidak bisa menidurkan Mika di kamarnya. Karena kamar seorang "Tuan Putri" akan sering dikunjungi orang-orang.
Sebelumnya Ashlan juga mendaftarkan Mika sebagai siswi baru dengan nama "Yue" bukannya "Michael" di divisi healing magic, tentu saja atas permintaan dan izin dari Yue sendiri. Meski begitu, Mika juga tidak bisa mengambil kamar sendiri. Karena jumlah kamar sudah pas dengan jumlah siswa. Dari sanalah peran sebagai pelayan pribadi sekaligus teman sekamar Mika jatuh kepada Clelia. Kamar Mika dan Clelia tepat berada di sebelah kamar Aqua, jadi Aqua dapat turut mengawasi juga.
Selain itu, ada alasan lain kenapa Clelia menjadi orang yang paling tepat untuk sekamar dengan Mika. Lebih dari Aqua, anggota Raven lainnya, anggota party pahlawan dunia lain atau siswa divisi healing magic lainnya. Clelia adalah anak dengan berkah elemen cahaya terkuat yang bisa dibilang setara dengan Citrine yang mana merupakan Saintess masa depan. Karena itu, dirinya dapat membuat kondisi Mika lebih stabil dengan berada di sisinya setiap waktu. Tak perlu di tanya kenapa bisa begitu, bukan?
FUIIIINNGGG FUIIIINNGGG FUIIIINNGGG
"!"
Bunyi bel yang terdengar seperti siulan burung telah berkumandang ke penjuru akademi.
"Cukup sampai disini saja. Kamu boleh pergi," ucap Aqua.
"Baik, Yang Mulia."
Gadis berambut merah maron itu berjalan meninggalkan Aqua sendirian. Karena pembicaraan mereka memang berada di penghujung bel, jelas tidak ada anak di sekitar mereka. Anak-anak lain sudah masuk ke kelas lebih dulu.
Aqua meremas wall mounted stainless steel di sebelahnya agak kuat.
"Satu bulan. Ingat Aqua, satu bulan. Aku harus membuat Ruby bersatu dengan Mika secara alami dalam satu bulan. Untuk itulah aku sampai membawa Mika ke akademi."
Gadis(?) perak itu termenung sesaat sebelum kembali melangkah menuju kelasnya sebelum terlambat.
"Baiklah, semua persiapan yang dibutuhkan telah selesai."
"Party pahlawan dunia lain, para tokoh penting game 'Dragon Wings' dan juga Raven kini berada di satu tempat yang sama. Aku yakin, ini akan menjadi badai yang mengguncang akademi. Yang jadi masalah, apakah aku bisa mengendalikan dan memanfaatkan badai itu atau tidak."
Aqua berhenti didepan pintu raksasa dengan desain super mewah. Tak dibuka dengan cara normal, pintu di Akademi Mackenzie dibuka dengan scan telapak tangan. Hanya orang-orang yang telah terdaftar yang dapat membukanya.
"..... Rasanya ada terlalu banyak masalah merepotkan yang harus kuurus. Padahal awalnya tujuan hidupku adalah hidup santai dan bisa bermalas-malasan, jauh dari hal merepotkan. Kenapa bisa begini ya?" tawa Aqua dalam hatinya.
TIIIIN
Pintu raksasa telah terbuka, menampakkan sebuah ruang kelas yang sangat besar dengan kapasitas 50 anak. Selain Aqua, tidak... selain Citrine, semua anak telah duduk di kursi mereka masing-masing. Kursi dengan meja panjang untuk 4 orang layaknya tempat kuliah di dunia Aqua dulu. Pandangan semua orang seketika menuju ke Citrine yang baru saja masuk.
"Yah, semerepotkan apapun kehidupanku kedepannya, aku tak akan menyesalinya. Karena ini semua adalah jalan yang kupilih."
"Untuk saat ini, ayo fokus pada apa yang ada didepan. Lagipula sekarang, kehidupan akademiku telah dimulai."