The Dragon'S Blue Gem

The Dragon'S Blue Gem
Chapter 23 [ Awal Tercipta Raven ]



"Dan itulah yang terjadi! Setelah dokter mengobatimu, aku menempatkanmu ke kamar yang agak jauh dari istana utama. Sepertinya untuk berbagai alasan kamu menyembunyikannya identitasmu, jadi aku tak akan membongkarnya sebelum mu."


Amethyst mengakhiri ceritanya. Ekspresi Aqua terlihat tetap tenang, dia mendengarkan dengan baik sampai akhir. Lix dan Yue menunggu respon Aqua.


"Amethyst Callen El Vittacelar, ya!"


"Jadi Aquamarine. Bisakah kamu memberiku penjelasan?" pinta Amethyst.


"Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih banyak atas bantuan yang Tuan Putri berikan pada saya. Nyawa saya berhasil terselamatkan berkat anda."


"Saya akan menjelaskan semuanya. Tapi tidak sekarang. Master sudah memberi saya amanat untuk mengatakannya secara langsung di depan Ratu dan Tuan Putri. Saat pertemuan resmi nanti, saya berjanji akan menjelaskan semuanya."


Aqua menjawab Amethyst sesopan mungkin. Wajahnya tetap tenang dan tidak tertekan sama sekali. Amethyst tersenyum, dia suka dengan tingkah Aqua yang bisa tetap tenang di depan keluarga kerajaan dan tidak panik sama sekali meski dia hampir saja mati.


"Baiklah. Istirahat dulu saja. Nanti saat sudah sepenuhnya pulih, kamu tinggal bilang pada penjaga di depan untuk menemuiku. Aku akan mengurus pertemuan resmi agar kamu bisa bertemu ratu dan aku bersama nanti. Kamu tak perlu khawatir, penjaga di depan adalah orangku. Mereka tak akan menyebar identitas mu," balas Amethyst.


"Terimakasih banyak, Yang Mulia."


Amethyst memakai kembali jubah dan mahkotanya. Dia melambaikan tangannya dan keluar dari kamar.


Aqua menghela napas.


"Banyak yang terjadi ya. Aku sampai capek," keluhnya.


"Benar, banyak yang terjadi. Kami juga butuh penjelasan loh," sindir Lix.


"Benar, benar!"


"Nanti kalian juga akan ikut mendengarkan disana," jawab Aqua malas.


"Omong-omong, berapa lama aku pingsan?"


"Gak lama, cuma 2 hari," balas Lix santai.


"2 hari… memang gak terlalu lama. Tetap saja, sepertinya aku lapar."


Lix dan Yue tertawa mendengarnya. Mereka juga lega karena Aqua benar-benar sudah baik-baik saja.


"Hahaha… aduh, perutku sakit. Oke, oke… aku akan pergi meminta makanan untukmu," tawa Lix.


Aqua menempelkan kedua telapak tangannya.


"Kumohon, tuan Lix!"


"Baiklah, baiklah. Yue, temani anak ini!"


"Yue sudah tau!!!"


Beberapa saat setelah Lix pergi, Aqua meminta Yue keluar dan meninggalkannya sebentar. Yue ragu untuk keluar, dengan paksaan Aqua dan wajah memelasnya, Aqua berhasil membuat Yue meninggalkannya sebentar.


Begitu Yue keluar kamar, ekspresi santai Aqua berubah 180°. Dia mulai masuk mode serius.


"Aku terlalu lemah!! Betapa bodohnya aku menganggap diriku cukup kuat sekarang."


Aqua marah pada dirinya sendiri. Jika tangannya bisa digerakkan, Aqua benar-benar ingin memukul wajahnya.


"Mungkin aku memang menang, tapi kalau tak ada Amethyst, aku pasti akan mati. Kalau begitu apa yang akan terjadi pada Yue dan lix?"


"Ini tidak bisa dibiarkan! Kalau aku tak mau kejadian seperti ini terulang lagi, aku harus bertambah kuat!"


Aqua mengambil sebuah pena dan note dari inventory. Dia mulai menulis sesuatu dengan menggunakan sihir angin seperti halnya psikokinesis.


"Ini mungkin terlambat, tapi aku akan menulis poin-poin penting di game yang bisa membuatku tambah kuat. Cukup kuat sehingga tak ada seorangpun yang bisa melukaiku dan orang yang kusayang."


"Sudah cukup main-mainnya Aqua! Mulai dari saat ini, dunia ini bukan lagi dunia game. Ini adalah dunia dimana hanya yang kuat yang bertahan. Aku harus menggunakan semua senjata yang diberikan padaku sebaik mungkin!"


Jika sebelumnya tujuan Aqua sekedar bertahan hidup di dunia ini, sekarang tujuannya berubah jadi menjadi yang terkuat di dunia. Aqua memanfaatkan semua informasi yang dia punya, baik dari dunia sebelumnya maupun saat ini.


Aqua menuliskan rencana detail untuk menjadi orang yang terkuat di dunia, daftar orang-orang yang harus dijadikan rekan serta lawan yang akan dihadapi. Tak lupa berbagai item yang akan membantunya. Dan kejadian masa depan yang akan mengubah sejarah.


"Ini salahku karena berpikir aku tak akan terlibat dengan gamenya, jadi informasi itu tak penting. Akan kumanfaatkan semua yang bisa dimanfaatkan. Baik itu kawan maupun lawan!"


Detik itu juga tekad Aqua telah bulat. Dia akan segera memulai rencana jangka panjangnya. Bahkan jika itu membuat Aqua di benci, dia akan tetap menjalankannya. Selama dia bisa melindungi yang ingin dia lindungi, apapun resikonya dan siapapun lawannya, Aqua tak peduli.


"Mulai sekarang. Aquamarine tak akan pernah kalah!! Tidak akan! Bahkan jika lawannya... dewa sekalipun!"


...***...


TOK TOK TOK


Lix mengetuk pintu dari luar.


"Aqua! Ini aku dan Yue! Apa kami sudah boleh masuk?"


Aqua segera merapikan note dan penanya.


"Masuk saja!"


"Kenapa kamu menyuruh Yue menunggu diluar?" Tanya Lix sambil menaruh nampan di meja sebelah Aqua.


"Aku cuma ingin waktu sendiri sebentar," jawab Aqua dengan nada yakin.


Lix menatap sekilas Aqua. Setelah sup ada di atas meja, dia berjalan ke jendela dan duduk di sana dengan santainya.


"Kamu pasti punya sesuatu kan? Wajahmu mengatakan kamu ingin bilang sesuatu."


Kata-kata Lix tepat sasaran. Aqua sudah tau kalau Lix itu anak yang peka. Tapi tetap saja, dia sedikit terkejut dengannya.


"Benar! Aku memang punya."


Dengan jeda yang agak panjang, Aqua mulai berbicara serius pada mereka.


"Apa yang terjadi pada kita hari itu memang mengejutkan. Tapi kita tak punya waktu untuk merenung dan memikirkannya saja."


"Lix! Yue! Aku punya rencana, sebuah rencana yang bisa meningkatkan kekuatan kita secara signifikan. Rencana ini juga berbahaya dan tidak mudah. Namun jika kita melakukannya, maka tak seorangpun di dunia ini yang bisa merendahkan kita! Jadi sebelum aku mengatakan itu, biar kutanya pada kalian. Apa kalian masih mau mengikutiku dan rencana gilaku?!"


Yue dan Lix, "!"


"Aku akan selalu mengikutimu selama kamu tak membuang ku. Jadi katakan! Akan kudengarkan!" balas Lix cepat.


"Jika itu bisa membuatku lebih berguna baginya, apapun akan kulakukan!"


"Yue juga! Akan selalu dan selalu bersama Aqua. Jadi Yue juga mau dengar!!!"


Aqua lega karena dua temannya tidak trauma dengan yang terjadi sebelumnya dan masih mempercayainya.


"Pertama akan kukatakan dulu pada kalian. Aku punya kemampuan khusus yang membuatku bisa melihat status seseorang. Dengan status itu, ditambah beberapa koneksiku, aku bisa meningkatkan kekuatan kalian secara permanen."


".... Apa karena itu kamu menolongku?"


Tanya Lix bernada kecewa.


"Apa yang kau katakan? Sok kecewa sekarang. Bukankah aku sudah bilang kalau aku menolongmu karena melihat potensi mu?" sindir Aqua.


"Sandiwaramu tak berguna! Menurutmu berapa lama kita sudah bersama, bodoh! Tentu aku dan Aqua sudah tau sandiwara konyolmu itu!!" timpal Yue.


"Ahaha, ketahuan?"


"Pasti!" Jawab Aqua dan Yue serentak.


"Maaf, maaf. Oke lanjutkan, jadi apa yang ingin kau lakukan?" elak Lix.


"Ha~aa… dengarkan baik-baik!"


Aqua menghela napas, dia menatap Yue dan Lix dalam.


"Aku akan membuat sebuah kelompok!"


"Kelompok? Semacam party?" tanya Lix.


"Ya, tapi ini akan lebih berguna daripada party. Dengan membuat kelompok, aku harap sesama anggota akan saling tolong menolong dalam menghadapi musuh dan yang lain. Tujuan kelompok ini adalah untuk mencari Kekayaan, Kekuatan, Kesejahteraan, Perlindungan dan Kedamaian untuk anggotanya. Semakin kuat anggotanya, semakin kuat kelompok dan semakin menguntungkan!"


"Yue! Lix! Maukah kalian bergabung dengan kelompokku?" tanya Aqua memastikan.


"Yue akan selalu bersama Aqua!!" jawab Yue cepat.


"Padahal kamu sudah tau, masih tanya aja. Aku ikut!" jawab Lix tanpa ragu.


"Apa nama kelompoknya dan siapa anggota lainnya?"


"Kelompok ini… Raven."



Bagi pemain Dragon Wings, nama 'Raven' tak terdengar asing lagi. Raven adalah organisasi tentara bayaran rank A dan S yang dipimpin Aqua. Itu adalah organisasi besar berisi 57 orang dari berbagai ras.


Di rute lain, Raven baik-baik saja dan berjaya. Tapi di Rute Aqua, Raven akan mengalami kehancuran. Banyak orang yang mati dan hanya menyisakan 3 orang saja. Semua ini karena Raven menjadi tameng Aqua dan Heroine saat menghadapi Raja Iblis yang bangkit dan demi kenaikan tahta Aqua.


"Aku sama sekali tak ada niatan membuat Raven yang seperti itu. Raven yang kubuat adalah Raven ku sendiri!"


"Raven? Burung gagak? Kenapa namanya begitu?" tanya Yue bingung.


"Burung gagak adalah burung yang memiliki kecerdasan tinggi dan bisa memecahkan masalah rumit. Selain itu, Raven akan menjadi kelompok misterius yang tak bisa diketahui identitas anggotanya. Jadi anggotanya bisa hidup damai tanpa menarik perhatian yang tak perlu," terang Aqua.


"Jadi begitu!"


"Bagaimana anggotanya?" tanya Lix.


"Aku sudah menentukan siapa saja anggota Raven. Ada 7 orang! Untuk saat ini, selain kita akan ku rahasiakan. Kalian tak perlu khawatir, aku akan memastikan semua orang yang kumau bergabung dengan Raven. Kita pasti akan menjadi kelompok terkuat!"


"Oke, aku percaya padamu. Akan kunantikan, seperti apa Raven nanti."


"Nantikan saja!"