The Dragon'S Blue Gem

The Dragon'S Blue Gem
Chapter 22 [ Saudara ]



Mengabaikan tugasnya, dia langsung menggunakan kertas teleportasi ke guild, tentu sebelum itu Amethyst mengganti warna rambutnya jadi pirang. Namun saat tiba disana, Aqua sudah tak ada di guild. Tapi Amethyst tak menyerah, dia mengelilingi kota mencari Aqua. Akhirnya dia berhasil menemukannya saat Aqua hampir meninggalkan gerbang.


Awalnya Amethyst ingin bergabung dengan Aqua, namun dia lebih penasaran dengan yang Aqua lakukan selama perjalanannya. Diapun mengikuti Aqua dan teman-temannya diam-diam.


"Apa kamu itu Stalker?" pikir Aqua, Lix dan Yue tertekan saat mendengarkan.


Aqua sama sekali tak menyadari keberadaan Amethyst karena jarak level yang terlalu jauh. Dia menikmati semua yang Aqua lakukan hingga mereka menaiki kapal.


Kejadian tak terduga terjadi di kapal, mereka diserang Kraken yang jauh lebih kuat dari Aqua. Saat itu, Amethyst sudah siap menunjukkan dirinya. Meski dia masih ingin mengamati, nyawa banyak orang harus diprioritaskan.


Namun begitu Amethyst merapal sihir tingkat Epic, Aqua dan yang lain bertindak untuk menolong orang-orang di kapal. Karena itu Amethyst memutuskan untuk mengamati sedikit lebih lama.


"Monster itu jauh lebih kuat dari murid senior. Apa yang akan dilakukannya?"


Semua berjalan cukup baik pada awalnya, Amethyst juga ikut membantu menyembuhkan orang yang terluka dengan sihir penyembuh. Tiba-tiba warna air dilaut berubah hitam.


"Ohh… sepertinya tinta Kraken sudah keluar. Dia hebat juga bisa memaksa Kraken menggunakan tintanya."


"Tinta Kraken itu sangat berbahaya, tinta itu beracun. Racunnya bahkan masuk ke daftar racun paling mematikan di dunia. Hanya tersentuh saja sudah bisa membuat tubuh mengalami kelumpuhan dan HP turun dengan cepat. Jika tersentuh terlalu lama, MP akan menyurut secara permanen. Benar-benar lawan yang merepotkan."


"Jadi bagaimana anak itu menghadapinya? Sejauh ini dia berhasil mengalahkan banyak monster rank tinggi di perjalanan, aku cukup berharap padanya sekarang."


Amethyst dikejutkan dengan lingkaran sihir tingkat Epic di langit.


"Sihir tingkat Epic? Anak sekecil itu?"


Tapi yang lebih mengejutkan adalah sihir yang Aqua gunakan adalah sihir petir tingkat Epic.


"Apa dia gila?!!!!! Dia juga akan terkena dampaknya kalau begitu!!!"


Sebelum Amethyst sempat membuat sihir pembatal, sihir itu meluncur dengan cepat dan menyambar laut. Semua makhluk di laut mati seketika, termasuk Kraken.


"Gawatt!!!"


Amethyst melumuri tubuhnya dengan mana. Tanpa membuang waktu, dia segera melompat dari kapal ke tempat Aqua berada. Karena tinta, agak sulit baginya menemukan Aqua.


"Dasar nekat! Aku tidak akan membiarkanmu mati. Atau senior akan marah padaku nanti."


Amethyst berhasil menemukan Aqua. Dia segera memeluk Aqua dan menariknya ke permukaan.


"Bwahh…"


"Syukurlah aku tepat waktu, dia masih hidup," kata Amethyst bersyukur.


Awan gelap mulai memudar, menampakkan bulan purnama yang bersinar sempurna. Cahaya dari bulan itu membuat laut terlihat berkilau. Namun ada hal yang lebih menyilaukan dari pantulan cahaya di laut.


Rambut silver pendek yang terpantul cahaya bulan terlihat sangat bersinar melebihi permata manapun. Mata Amethyst sampai terpana melihatnya.


"Cantik…"


"Hmm?!"


"Rambut silver?!!!!!!!"


Begitu tersadar, Amethyst sangat terkejut dengan fakta di depannya.


"Bagaimana mungkin? Hanya keluarga kerajaan Vittacelar yang punya rambut warna silver. Bagaimana anak ini bisa?! Tunggu dulu, senior pernah bilang kalau muridnya itu Half-elf kelas atas. Jangan bilang?? Anak ini… apa benar???"


"Tidak Amethyst, pikirkan itu nanti saja. Sekarang nyawa anak ini lebih penting."


Amethyst merapalkan mantra angin, dia terbang bersama Aqua di tangannya. Mereka mendarat di kabin kapal. Yue dan Lix bergegas menghampiri mereka begitu melihatnya. Amethyst lalu membaringkan Aqua di kabin.


Betapa terkejutnya mereka melihat Aqua saat itu, selain karena rambut peraknya. Saat baju Aqua di buka, luka sambaran petir terlihat sepanjang tubuhnya. Itu benar-benar luka yang parah. Sungguh luar biasa tubuh kecil itu masih hidup meski menerima luka seperti itu.


"Menjauhlah sedikit!" seru Amethyst.


Lix dan Yue mundur sedikit, mereka juga memohon pada Amethyst untuk menyelamatkan Aqua.


"Kalian tak perlu memintaku. Anak ini… aku pasti akan menyelamatkannya apapun yang terjadi."


Amethyst merapalkan mantra penyembuh tingkat tinggi, namun tak luka Aqua tak terlalu berkurang.


Amethyst merapalkan sihir yang cukup panjang, lingkaran sihir besar muncul di atas dan bawah Aqua. Tubuh Aqua mengeluarkan cahaya hijau muda yang menenangkan. Bersamaan dengan munculnya cahaya itu, luka Aqua perlahan memulih hingga tak berbekas lagi.


Amethyst sedikit terengah-engah karena mengeluarkan sihir tingkat Epic. Mana miliknya berkurang lebih dari setengah.


"Terimakasih banyak!! Benar-benar, terimakasih!!!" ucap Lix sambil membungkukkan tubuhnya.


"Yue juga sangat berterima kasih!! Yue akan melakukan apapun sebagai gantinya!!" kata Yue sambil ikut menunduk.


"Kalian tak perlu berterima kasih. Menyelamatkannya sudah jadi tugasku."


Amethyst tersenyum ramah dan meminta mereka untuk berhenti menunduk.


Sebenarnya ras Elf bukanlah ras yang ramah pada ras lain. Mereka adalah ras yang tertutup dan jarang berinteraksi dengan ras lain. Meski begitu ada beberapa pengecualian, ada juga ras Elf yang memilih keluar dan melihat dunia daripada tertahan di Kerajaan. Tapi yang seperti itu jumlahnya sangat sedikit dan bisa dihitung dengan jari.


"Awalnya kupikir anak ini menarik karena dia murid senior. Aku tak menyangka nilainya jauh lebih tinggi dari itu. Kalau dia punya rambut perak, kemungkinan anak ini… putra Sappy. Satu-satunya peninggalan adikku."


Pikir Amethyst sedikit sedih.


Amethyst menggendong Aqua.


"Aku akan pergi ke Kerajaan Vittacelar untuk memberinya pengobatan lebih lanjut. Apa kalian mau ikut?"


"Kerajaan Vittacelar? Itu memang tujuan Aqua. Baiklah!" jawab Lix tanpa ragu. "Sekarang aku tau kenapa Aqua mau kesana. Rambut perak adalah ciri khas keluarga kerajaan Vittacelar. Aqua ini, dia benar-benar keluarga raja!"


"Yue juga! Yue mau bersama Aqua!!"


"Pegang tanganku!"


Lix dan Yue memegang tangan Amethyst, mereka langsung teleport ke Kerajaan Vittacelar meninggalkan kapal.


Begitu mereka berpindah tempat, mereka sudah berada di dalam kamar Amethyst. Amethyst mengubah warna rambut Aqua dulu dengan sihirnya sebelum memanggil penjaga.


"Panggilkan dokter kerajaan! Suruh dia mengobati anak ini langsung. Dia adalah tamu istimewaku!" seru Amethyst.


"Baik, Yang Mulia Putri!"


Penjaga segera pergi memanggil dokter.


"Putri?!" kaget Lix dan Yue.


Amethyst sedikit lupa dengan itu. Dia tertawa geli.


"Maafkan aku, sepertinya aku belum memperkenalkan diri ya."


Warna rambut Amethyst yang berwarna pirang itu perlahan mulai memutih seperti warna rambut Aqua.


"Namaku Amethyst Callen El Vittacelar, Putri Pertama Kerajaan Vittacelar."


"Ehh?!!!!"


.


.


.


.


.


.


Ilustrasi Tokoh Amethyst



(Sauce: Twitter YOHAKU)