
Semua orang memiliki kesibukannya masing-masing. Aqua yang hanya bisa fokus menguatkan dirinya di dungeon sambil melatih transformasi naganya. Elvira dan Elvina yang terus mengembangkan guild informasi sembari mengajar di akademi. Feirlyx yang membangun koneksi dengan bangsawan berpengaruh sambil mencari informasi di akademi. Maupun Yue yang terus berlatih di dunia peri. Anehnya anak itu seakan tidak terpengaruh peraturan dunia peri dan tinggal disana sambil belajar dari peri kegelapan secara langsung.
Begitulah, hari-hari yang sibuk berlalu dengan cepat. Sampai tak terasa, 3 bulan telah berlalu.
Dungeon, Lantai 99
"Ini sudah hampir 5 tahun sejak aku mengalahkan Medusa. Di dunia nyata artinya kurang lebih sudah berjalan 3 bulan. Waktu sebelum aku menjadi dewasa ( 15 tahun ) tinggal 8 bulan lagi."
Saat ini Aqua sedang menduduki tubuh tak bernyawa Hecatoncheires dengan satu kaki di atas kaki lainnya. Dia memandang sekelilingnya dengan mata bosan, seolah sedang mencari sesuatu yang menyenangkan.
< Hecatoncheires >
Hecantoncheires berarti “seratus tangan”. Mereka besar sekali, mempunyai 50 kepala dan seratus tangan yang mempunyai kekuatan hebat. Ada 3 makhluk ini yaitu Briareus yang juga dipanggil Aegaeon, Cottus, dan Gyges yang juga dipanggil Gyes. Mereka bisa melemparkan batu-batu yang sangat besar 100 kali lebih banyak daripada lawannya.
"Butuh waktu 1 tahun untuk leveling di masing-masing lantai. Karena masih ada 8 bulan atau kurang lebih 15 tahun lagi... mungkin aku akan berlatih di dasar dungeon."
Aqua menoleh ke bawah, tempat mayat Hecatoncheires berada.
"Mahkluk ini berlevel 847. Aku ingin tau, setinggi apa level boss lantai 100," gumamnya.
"Lantai 94 Cerberus (701), lantai 95 Medusa (712), lantai 96 Leviathan (743), lantai 97 Rusalka (779), lantai 98 Learnaean Hydra (819), lantai 99 Hecatoncheires (847). Pencipta dungeon ini menakjubkannya... bisa-bisanya dia mengumpulkan makhluk legenda di satu tempat."
Aqua bangun sembari merapikan pakaiannya. Anak itu turun dari tubuh raksasa Hecatoncheires. Dalam satu jentikan tangan, tubuh besar berukuran lebih dari 70m itu langsung menghilang dari pandangannya. Sebenarnya saking seringnya Aqua menggunakan Gluttony, sekarang Gluttony bisa diaktifkan hanya dengan jentikan saja. Skill 7 dosa besar Aqua yang lain juga sudah terbuka dan mulai berkembang
"Levelku sudah 724... transformasi dragon sudah naik tingkat menjadi anak naga. Kukira ini sudah saatnya turun ke lantai 100."
Ada 7 tingkatan dalam evolusi naga. Perbedaan kekuatan tiap tingkatan sangat jauh.
Baby Dragon
Children Dragon
Teen Dragon
Adult Dragon
True Dragon
Great Dragon
God Dragon
Lantai 99 yang di tapaki Aqua saat ini adalah sebuah area dengan kehidupan purba kala. Bangunan-bangunan yang tersusun di sana terbuat dari batu dengan ukuran sangat besar. Satu-satunya bangunan yang dibuat dengan rapi dan bagus hanyalah sebuah piramid di tengah-tengah lantai. Hecatoncheires adalah penghuni piramid raksasa itu.
Ada sebuah lubang di dinding piramid yang mengarah langsung ke dasar dungeon, lantai 100. Lubang itu hanyalah lubang kecil berukuran orang dewasa yang berbentuk seperti seluncuran anak-anak.
Tanpa ragu dan berpikir dua kali, Aqua langsung terjun ke lubang itu. Anak itu meluncur dengan cepat dan lancar. Meskipun raut wajahnya terlihat tenang, nyatanya Aqua sangat berdebar-debar. Rasa takut, tidak sabar, khawatir, dll menyatu dalam pikirannya.
"Lantai 100... lantai seperti apa lantai 100 itu?"
Aqua menelan ludahnya. Semakin dia menuruni lubang, semakin kencang debaran hatinya.
SWOOOSSSHHH
Tepat setelah kaki anak itu menapak di tanah. Angin sepoi-sepoi menyerbu rambut panjangnya yang terkuncir rapi. Dalam 15 tahun ini, rambut silver cantik Aqua sudah memanjang sampai punggungnya.
Mata Aqua terbelalak. Dia pikir dirinya sudah terbiasa dengan iklim dan kondisi yang berbeda-beda di setiap lantai. Namun pemandangan di dasar lantai benar-benar berbeda dari pikirannya.
"Cantik..."
Seperti kata Aqua, tidak ada kata-kata yang bisa menggambarkan pemandangan didepannya selain itu. Lantai 100 adalah sebuah tempat dengan suasana malam hari yang dipenuhi dengan bintang dimana-mana. Pepohonan yang menghiasi lantai terlihat seperti siulet dibawah bulan raksasa yang terlihat dari sana.
Bintang jatuh dan Aurora menambah daya tarik dan keindahan alami. Tak jauh dari letaknya, laut menjuntai panjang memantulkan cahaya bulan. Pasir pantai terlihat bersinar keemasan di pesisir. Ditambah kabut tipis yang terlihat seperti awan, Aqua tak bisa mengalihkan pandangannya dari sana.
"Apa tempat ini benar-benar dungeon?" ucapnya tak percaya.
(Illustration from Google)
Namun semua pemandangan indah itu seolah tidak terlihat mencolok karena ada sesuatu yang langsung mengalihkan diri Aqua hanya dalam sekali lihat.
Sebuah altar yang terbentuk dari batu kristal di tengah-tengah pantai mencuri perhatiannya. Bukan karena keindahan altar atau yang lainnya, itu karena di tengah-tengah altar terdapat tiang tinggi yang menggantung seseorang seperti huruf T.
Dibandingkan semua keindahan alam disana. Kecantikan seseorang yang tergantung itu jauh melebihi semuanya. Seorang perempuan dengan rambut biru keperakan yang bersih dan bersinar, terbalut kain putih tipis dengan sedikit hiasan. Kulitnya sangat putih dan terlihat halus seperti kapas. Bibir ranum merah muda lembut yang mampu menggoda siapa saja. Namun yang paling mencolok adalah... sayap putih panjang yang hampir patah di punggungnya.
Jika Dewi Athena yang tidak diketahui rupa aslinya dikecualikan, maka... bisa dikatakan dengan pasti. Tidak ada seorangpun pria maupun wanita yang mampu menandingi keindahan dan kecantikan perempuan itu.
Bahkan Aqua yang selalu melihat perempuan cantikpun terpana melihatnya. Untuk berbagai alasan hatinya berdebar dengan cepat. Dia terjatuh terduduk ditempat. Air matanya mengalir tanpa disadarinya.
Dia mengenali perempuan itu.
Meski wajahnya sedikit berubah seolah di filter. Meski warna rambutnya sama sekali berbeda. Meski usianya lebih dewasa dari ingatannya. Meski ekspresi yang terlihat tenang itu tak pernah dilihatnya sebelumnya dari dirinya.
Tapi Aqua mengenalinya.
"Tidak mungkin... kenapa kamu ada disini?" tanya anak itu dengan air mata yang terus mengalir.
Tanpa mempedulikan bahwa dirinya ada di lantai terdasar dungeon, Aqua langsung berlari sekuat tenaganya menghampiri perempuan itu. Raut wajahnya beberapa kali berubah. Senang, rindu, sedih, rasa bersalah, dll bercampur aduk sekarang.
"Hahh... haahh... ahh... hah..."
Aqua berdiri di depan altar tepat sang perempuan tergantung. Sebelumnya dia tidak terlalu melihatnya karena letak altar yang terlalu jauh. Karena sekarang dia sudah tepat didepannya, raut wajah Aqua memucat.
Dia marah. Sangat marah dengan apa yang dilihatnya.
Bukan hanya tergantung begitu saja. Perempuan itu ternyata lebih menyedihkan dari pada itu. Sebuah parit yang melingkar membentuk pola di atas altar, terisi cairan bening berwarna keemasan yang indah. Namun sumber dari cairan tersebut adalah sang perempuan itu sendiri.
Cairan keemasan itu keluar dari celah-celah antara punggung sang perempuan dengan sayapnya. Seperti yang bisa ditebak, cairan itu bukanlah cairan biasa.
"Darah?!" ucap Aqua terkejut.
"Sebenarnya berapa lama dia begini?!!!" marah Aqua.
Aqua menggertakkan giginya hingga mulutnya berdarah. Matanya melolot tajam memandang perempuan itu. Dia mengepalkan tangannya terlalu keras sampai kukunya menusuk tangannya sendiri. Lebih daripada sebelumnya, Aura membunuh Aqua bocor keluar.
"TIDAK BISA DIMAAFKAN!!! JALA*G YANG MEMBUAT DIRINYA SEPERTI INI TIDAK BISA DIMAAFKAN!!!!! BAHKAN JIKA KAMU ADALAH ARC-ANGEL, AKU PASTI AKAN MENGIRIMMU KE DASAR NERAKA!!!!!!!!!!"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
[ Ini ilustrasi bukan dari aku ya. Cuma karena mungkin banyak yang tidak tau seperti apa bentuk monster nya. Jadi aku bantu searching google untuk kalian ]
Hecatoncheires
Learnaean Hydra
Leviathan
Cerberus
Medusa
Rusalka
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
[ Oy pembaca sekalian!!!!!!! Dengerin deh. Entah gara-gara sekali upload langsung tamat jadi kurang dikenal atau karena alasan lain. Author punya novel yang sudah dibukukan ( sendiri ). Nih novel itu ceritanya genre misteri supranatural. MC cewek yg jenius. Banyak plot twist ]
[ Ini author lagi mempertimbangkan ada atau enggaknya buku ke-2 dari novel ini. Ya semacam S2 tapi bukan S2 gitu. Sama seperti yg pertama dimana langsung tamat dalam 100-150 halaman word, buku ke-2 juga gitu. Jadi kalau ternyata ramai peminatnya yg nunggu S2, nanti author akan nulis. Tentu kalau gak banyak yang nunggu, author jadi males lanjutin ]
[ Daripada gabut, coba deh baca dan komen nih novel. Menurut author sendiri sih ceritanya cukup bagus dan menghibur. Ditambah banyak hal gak disangka disana ]
[ Ini bisa dibilang spoiler. Tapi nanti MC dan kelompoknya akan jadi buronan kelas dunia di ending. Dan di S2 gara-gara dunia gak percaya sama mereka, dunia hampir hancur ]
[ Yah... have fun aja sih ]