
Beberapa hari kemudian, para ksatria Elf mendatangi rumah Aqua dan yang lain sambil membawa jas dan gaun yang terlihat mahal. Tidak seperti halnya jas dan gaun kerajaan lain di benua manusia, yang dimiliki Elf lebih tipis dan elegan. Tidak berat dan ribet namun masih berkelas.
Para ksatria meminta Aqua dan yang lainnya untuk menghadiri Penobatan Ratu baru Elf.
"2 jas dan 3 gaun… sebenarnya kapan mereka tau temanku bertambah? Pasti ulah guru, huh."
"Dilihat dari manapun, penobatan ini terlalu mendadak. Apa yang sedang terjadi ya?" tanya Elvina curiga.
"Itu bukan sesuatu yang harus kita tau, Vina. Biarkan Elf menyelesaikan masalahnya sendiri," balas Elvira.
"Aqua! Apa ini ada hubungannya dengan perang?" ucap Lix ragu.
"Kupikir begitu, aku tidak bisa memikirkan alasan lain kalau bukan perang."
Adalah salah satu event flashback penting dalam Dragon Wings. Diceritakan dalam perang itu, para malaikat dan Arc-Angel akan berperang melawan Dewa Kejahatan dan pasukannya. Ini disebabkan Dewa Kejahatan sudah berhasil mengumpulkan kekuatan yang cukup untuk keluar dari penghalang Benua Iblis dan mulai menginvasi ras lain. Karena ini hanya sekadar flashback, detail perang tidak terlalu diceritakan. Hanya hasil perangnya saja, yaitu kemenangan pihak malaikat.
Meski mengalami kerugian besar, Dewa Jahat berhasil disegel kembali. Namun itu justru membawa masalah lebih lanjut. Kekuatan dewa jahat yang memiliki kesadaran sendiri mencari wadah baru di antara iblis berdarah murni. Iblis tak beruntung yang terpilih itulah yang akan menjadi Raja Iblis nantinya.
"Di dalam game, 1 dari 5 Arc-Angel tewas dalam perang. Itu membuat moral para malaikat naik untuk membalas dendam. Semuanya mulai mengarah ke hal merepotkan," pikir Aqua.
Elvira, Elvina dan Yue keluar dari kamar setelah memakai gaun mereka. Gaun putih yang terkesan suci dan elegan ditambah kesan cantik dan imut membuat penampilan mereka sangat mempesona.
"Aqua! Aqua! Bagaimana menurutmu?" tanya Yue antusias sambil menyibakkan gaunnya.
"Cantik. Kamu sangat cantik dan imut. Biasanya kamu memang imut, tapi sekarang lebih imut lagi," puji Aqua sambil mengelus kepala Yue.
"Hehehe, Aqua juga keren banget!" pujinya sambil memeluk lengan Aqua.
"Ara Ara… bukankah kamu cocok jadi penakluk wanita?" goda Elvina.
"Tolong jangan menggodaku. Lagian bukankah aku mustahil menaklukkan hati kalian?"
"!"
Elvina terkejut sesaat, lalu dia tersenyum. Elvina segera mendekat dan memeluk lengan Elvira manja.
"Sepertinya kamu sudah tau, jadi aku tidak perlu menyembunyikannya."
"Kalian… jangan meributkan hal yang tidak penting. Dan Vina, jangan begini di depan anak kecil," ucap Elvira.
"Ehh… kalau begitu 2 tahun lagi boleh? Mereka sudah hampir dewasa loh."
Elvira menghela napas lelah. Dia menggelengkan kepalanya, membiarkan saja tingkah adiknya itu.
Aqua tertawa canggung dalam hatinya.
"Kayaknya kamu juga dalam situasi yang merepotkan ya, Kak Vira."
"Hmm?"
Aqua baru menyadari perubahan ekspresi Lix. Wajahnya terlihat sedikit shock dan sangat bingung.
Kepalanya memutar ke arah Aqua dengan kaku. Jarinya menunjuk ke arah Elvira dan Elvina.
"Aqua… jangan-jangan?"
Aqua mengangkat tangannya dan menjentikkan jari kelingkingnya.
"Yap, mereka begini."
Lis terjatuh sujud.
"Hahahaha. Sudahlah, kita sudah membuang waktu cukup lama. Semuanya, ayo kita pergi. Ke istana Kerajaan Vittacelar."
Ketiga perempuan itu mengangguk, Aqua menyeret Lix yang masih sujud murung di lantai. Mereka keluar bersama dan pergi ke Istana didampingi Ksatria yang menunggu di luar.
Sepanjang jalan ke Istana sangatlah ramai. Elf-elf berdandan semaksimal mungkin. Bagaimana tidak? Tidak seperti penobatan manusia yang terjadi sekitar 20-30 tahun sekali. Penobatan Elf terjadi sekitar 400-700 tahun sekali. Jika umurmu tak panjang, maka bisa menghadirinya adalah suatu keberuntungan besar.
Jalan sangat ramai dan penuh dengan orang. Meskipun mendadak, tak hanya Elf saja yang ada. Beberapa perwakilan dari sekutu Elf juga datang. Keamanan istana menjadi lebih ketat dari sebelumnya. Aqua dan yang lain diarahkan ksatria ke tempat pertemuan keluarga di istana.
Citrine dan Turquoise juga ada disana, memakai gaun dan jas yang mirip dengan yang dipakai Aqua.
"Aqua!!!" sapa Citrine senang.
"Kak Rin!"
Citrine memeluk Aqua hangat.
"Kamu terlihat cocok dengan jas itu."
Aqua tersenyum hangat membalasnya.
"Kakak juga cocok."
"!"
"Apa mereka teman barumu yang dibicarakan Tuan Alesta?" tanya Citrine begitu melihat Elvira dan Elvina.
"Iya, perkenalkan-"
Elvira dan Elvina menunduk sedikit dan melakukan salam ras Elf.
"Yang mulia, saya Elvira dan dia adik kembar saya, Elvina."
Citrine mengangguk pelan.
"Tak perlu kaku begitu, para fenrir bukanlah ras yang lebih rendah dari Elf. Nyatanya bahkan kalian sudah seperti dewa para Beastskin."
"Baiklah."
Seperti kata Citrine, fenrir adalah makhluk yang terlahir agung seperti halnya Naga. Kecepatan pertumbuhan mereka luar biasa, mereka dapat menjadi kuat dengan cepat. Yang masih belum dewasa saja sudah sangat kuat. Apalagi Fenrir dewasa yang selalu menjadi makhluk legenda. Bara Beastskin menyembah Fenrir sebagai dewa pelindung mereka, tentu saja tak setinggi Dewi Athena yang merupakan Dewi Demetria.
"Dimana Yang Mulia Amethyst dan Yang Mulia Ratu?" tanya Aqua.
"Ah, ibu sedang didandani untuk persiapan penobatan. Nenek ada di perpustakaan, katanya waktunya tidak banyak. Segera setelah penobatan selesai, dia harus segera pergi ke menara sihir untuk sesuatu yang penting," jawab Citrine.
"Sudah kuduga ini tentang perang. Kalau pergi ke menara sihir, artinya Master juga terlibat ya. Tidak mungkin tidak sih."
Deru kaki yang tergesa-gesa mendekat ke ruangan itu. Beberapa ksatria memasuki ruangan setelah mendapat izin dari Turquoise.
"Yang mulia sekalian, waktunya sudah tiba. Tolong segera pergi ke Aula istana. Yang Mulia Ratu dan Putri serta para petinggi sudah berada disana."
"Aku mengerti, tolong pandu jalannya."
Mereka bertujuh berjalan menuju Aula. Dari dalam istana saja sudah terdengar suara-suara orang dari luar yang siap menunggu upacara pelantikan selesai dan menyambut Ratu baru mereka.
Aqua dan yang lainnya sudah sampai di Aula istana. Tempat itu cukup ramai dan berisi orang-orang penting. Keluarga Kerajaan Vittacelar, petinggi ras Elf, diplomat kerajaan sekutu, dll. Turquoise, Citrine dan Aqua berdiri di dekat Amethyst sebagai bagian dari keluarga. Sedangkan Lix, Yue, Elvira dan Elvina berdiri di jajaran para diplomat.
Upacara pelantikan segera terjadi setelah semua tokoh penting lengkap. Upacara ini sedikit berbeda dari upacara pelantikan ras manusia. Ratu Elf sebelumnya dan selanjutnya akan berdiri di depan altar yang berisi Pohon Yggdrasil kecil. Kedua Elf itu berlutut di depannya, lalu cahaya kehijauan akan keluar dari Yggdrasil dan mengelilingi ruangan. Dalam pandangan manusia dan ras lain mungkin itu hanya cahaya biasa. Namun tidak dengan Elf, cahaya itu adalah peri-peri kecil.
Mungkin banyak yang belum tau, ras Elf adalah ras yang memiliki darah peri. Seperti spirit, peri tak bisa tinggal lama di dunia. Mereka tinggal di dalam Yggdrasil dan mengawasi serta membantu menjaga keseimbangan dunia. Peri hanya dapat tinggal lama di Demetria saat pemanggilan Elf atau saat mereka sudah berkontrak dengan ras lain.