The Dragon'S Blue Gem

The Dragon'S Blue Gem
(S2) Chapter 89 [ Lagu Kebenaran ]



Suasana ruang singgasana langsung hening. Semua orang disana menunggu sang Ratu mulai berbicara.


{ ....... Setelah kupikir-pikir, penjelasannya terlalu rumit dan panjang untuk kalian yang tidak bisa berada terlalu lama disini. Lupakan saja! }


GUBRAKKK


{ Ya tidak bisa seperti itu dong, Baginda!! Kasian mereka yang sudah menunggu!! } marah Zephyr.


"Tolong marahi Baginda, Nona Zephyr!!" batin Aqua, Mika dan Yue.


{ Tapi Zephyr... kau tau sendiri kalau kebenaran mereka terlalu panjang untuk diceritakan dalam waktu singkat... } keluh Ratu Tiana.


{ Itu... memang benar sih. Bagaimana bisa kita menjelaskan sejarah beberapa kehidupan pada mereka dalam waktu sesingkat itu }


"?"


Ratu dan Zephyr berdiskusi sejenak, meninggalkan Aqua, Mika dan Yue dalam keadaan kebingungan.


{ Sudah diputuskan! Zephyr akan menyanyikan kalian sebuah lagu. Nanti kalian bisa bertanya kalau ada pertanyaan. Dan detail penjelasan harus kalian ingat sendiri! } seru Ratu Tiana senang.


{ Tunggu!! Saya?!! Kenapa bukan yang lain saja!? Suara saya tidak begitu bagus! } kaget Zephyr.


{ Suaramu yang lembut dan merdu itu sudah paling cocok. Lakukan saja!! }


Para peri tingkat tinggi lain mengangguk menyetujui ucapan Ratu. Karena sepertinya tidak ada yang memihaknya, mau tidak mau Zephyr harus melakukannya.


{ Ukhh... baiklah }


"Apa maksudnya?" tanya Mika.


"Aku juga tidak terlalu mengerti," jawab Aqua.


"Kita dengarkan saja dulu!" timpal Yue.


Zephyr maju beberapa langkah, raut wajahnya terlihat agak ragu. Tapi begitu peri suara memainkan Lyra-nya membentuk suatu melodi yang indah, raut wajah Zephyr mulai tenang.


Dibukanya mata cantik itu perlahan. Mulutnya mulai terbuka, mengeluarkan suara elok yang mampu menenangkan siapapun yang mendengarnya. Berbeda dari ucapan terlalu merendah Zephyr yang tadi, nyatanya suara Zephyr adalah yang paling merdu dan lembut hingga mampu menenangkan jiwa yang tersesat.


Saking merdunya, orang-orang disana sampai lupa kalau Zephyr akan menyanyikan lagu kebenaran dan hanya terpesona saja. Semua, kecuali Aqua yang sedari tadi masih memasang wajah serius.






Zephyr mengakhiri nyanyiannya. Terlihat wajah membeku dan terkejut Aqua, Mika, Yue dan Neelima yang sedari tadi memojok.


Sama sekali tidak ada yang bicara. Lebih tepatnya tidak ada yang tau harus berkata apa sekarang. Melihat ketiga anak didepannya sedikit shock dan membeku, Neelima memutuskan bertanya mewakili mereka.


"Baginda, saya mungkin tidak ada hubungannya. Tapi apa saya juga boleh bertanya sesuatu?" tanya Neelima sopan.


{ Apa maksudmu tidak ada hubungannya? Kamukan guardian yang dikirim Dewi Hestia, tentu kamu juga memiliki hubungan } jawab Ratu ramah.


"!"


"Anda juga mengetahui itu, ya."


Neelima sudah terlalu banyak dikagetkan hari ini. Rasanya sesuatu seperti ini sudah tidak membuatnya shock lagi.


{ Jadi apa yang ingin kamu tanyakan, anak Kynlaus? }


"Kalau menurut lagu tadi dan suasana sekarang, ini hanya tebakan saya... tapi apa sebenarnya Aqua itu adalah reinkarnasi Aidan, putra Dewi Athena?"


Pertanyaan blak-blakkan Neelima mengejutkan Aqua, Mika dan Yue yang menginginkan jawaban yang sama. Mereka menunggu jawaban Ratu meski hati mereka menyadarinya.


{ Ping pong! Benar! Aqua adalah kehidupan ke-6 Aidan, Putra Dewi Athena sekaligus kehidupan terakhir yang diuji sang Dewi. Sedangkan ketiga jiwa Airella saat ini adalah Rubylia, Yueva dan Michael! } jawab Ratu dengan santainya.


"......!!!"


"Ba-bagaimana dengan adik Aqua di kehidupan sebelumnya, Tiara?! Kalau menurut cerita..." tanya Mika masih memproses informasi.


{ Tiara adalah Airella di kehidupan kelima }


{ Ah, tentang detailnya. Kalian harus berusaha mengingatnya sendiri! Ingatlah semua ingatan kehidupan ke 1-6. Setelah itu, kalian baru bisa memutuskan sendiri sisanya! }


Memang semua pertanyaan yang selama ini mereka inginkan jawabannya sudah terjawab. Tapi rasanya justru membuka ribuan pertanyaan baru. Kelebihan informasi yang mereka alami sekarang membuat mereka memerlukan waktu untuk mencernanya.


{ Ini sudah saatnya kalian pergi. Tubuh kalian tidak akan bisa bertahan kalau terlalu lama berada disini. Senang bisa melihat putra dan putri beliau hari ini. Sampai berjumpa lagi! }


Ratu Tiana menjentikkan tangannya, tepat setelah itu pemandangan ruang singgasana kembali menjadi kamar penginapan. Aqua, Mika, Yue dan Neelima berkumpul di satu tempat.


"Aku ingin berpikir sebentar!" seru Aqua sambil meninggalkan kamar.


"Iya..."


"Ka-Kalau gitu aku ikut Aqua dulu!" ujar Neelima mengikuti Aqua keluar kamar meninggalkan Yue dan Mika berdua.


"....."


"....."


"....."


"....."


"....."


"....."


"Canggung!" batin Mika.


"Maaf, aku tidak tau harus bilang apa," ucap Yue memecah kecanggungan.


"Tidak, aku juga sama."


"....."


"....."


"Hei diriku, bagaimana menurutmu?" tanya Yue sedikit bercanda.


"Yahh, ini benar-benar aneh dan memusingkan, diriku."


Mika membalas candaan Yue, dia menidurkan dirinya di kasur.


"Kurasa aneh saja tidak cukup untuk menggambarkan situasi kita saat ini."


Kali ini Yue juga menidurkan dirinya di sebelah Mika.


"..... Nee, kamu ingin bergabung atau tetap seperti ini?" tanya Mika tiba-tiba.


Yue memejamkan matanya.


"Itu sulit dijawab. Kita pada dasarnya adalah 1 orang yang sama. Sejujurnya yang aneh adalah terpecahnya kita. Kalau dilihat dari berbagai sisi, tentu aku akan memilih bergabung. Tapi... kamu tau situasiku, kan?"


"Aku tau."


"Aku tidak bisa bergabung sekarang meskipun aku mau. Sebelumnya pun aku berpikir harus segera menyelesaikan urusan keluargaku dulu, dan sekarang... setelah mendengar semua fakta itu... aku semakin harus menyelesaikannya."


"Kapan kamu akan memberitahu Aqua kalau ingatanmu sudah kembali?"


Mika bangun dengan ekspresi tidak percaya.


"Kenapa?! Masalahmu itu tidak kalah rumit denganku! Kamu bisa meminta pertolongan kami!!"


Yue tersenyum kecut.


"Kamu adalah aku juga. Harusnya kamu tau, dengan masalah Aqua yang sekarang saja sudah membebaninya. Aku tidak boleh menambah masalah Aqua."


"Yue..."


Mika menghela napas panjang.


"Kita bertiga punya satu sifat yang mirip. Sama-sama suka memendam sesuatu sendiri."


"...... Karena itu... kamu boleh mengandalkanku. Gimanapun aku juga adalah kamu," lanjut Mika.


Yue terdiam melihat Mika mengatakan itu dengan wajah serius.


"Pfftt... terimakasih. Padahal aku adalah yang paling tua dari kita bertiga, tapi aku justru yang paling kekanakan ya."


"Usia tidak ada masalah!"


Yue dan Mika tertawa pada satu sama lain. Mereka menghabiskan waktu dengan saling bercerita dan bercanda. Rasanya seperti bertemu kembali dengan sahabat yang sudah sekian lama tidak bertemu.


.


.


.


.


.


.


.


.


Sementara itu...


AQUA POV


"Oi!! Aqua!!! Tunggu aku, sialan!!!" ujar Neelima mengejar langkahku yang semakin cepat.


Aku berhenti di sebuah taman kecil tengah kota. Taman itu memiliki ayunan gantung dan perosotan untuk anak-anak. Karena tidak ada tujuan lain, aku memilih duduk di salah satu ayunan itu.


"Haahhh... hahh... haahh... cepet amat langkahmu..." kata Neelima sambil memegangi pohon.


Aku keluar untuk menjernihkan pikiranku dan berpikir tentang semuanya. Tapi yang ada justru semakin pusing, sialan!!


Putra Dewi Athena?!!


Yang benar saja... kalau begini, bukannya semua akar masalah dunia ini ada pada aku dan Airella?


Sejarah terbentuknya dunia dan lagu yang lama terlupakan... semuanya benar-benar terhubung langsung dengan masalah kami...


Ini rumit.


Baik informasi hari ini maupun perasaanku sekarang... semuanya jadi rumit.


Alasan aku mudah jatuh cinta dengan Mika dan merasa tidak boleh menyakiti dan harus menjaga Mika, Yue dan Ruby adalah karena ikatan yang melampaui kehidupan itu.


Mereka bertiga adalah Tiara di kehidupan saat ini... itulah kenapa mereka sangat mengingatkanku padanya.


Tiara... ya...


!


!?


Tunggu?!


Tiara?!!!


Karena semua informasi ini, aku sempat melupakan beberapa hal. Melihat Neelima dan aku bereinkarnasi di saat yang tidak terlalu jauh, kenapa Tiara juga sama??


Apa anak itu... mati tidak lama setelah aku mati?!


Terlepas dari dia bereinkarnasi menjadi 3, aku tidak tau sama sekali apa yang terjadi setelah aku mati. Bagaimana Tiara bisa mati??


Sebentar... mimpiku beberapa tahun lalu saat pertama kali pergi ke Kota Aranyu. Kalau mimpi itu bukan mimpi biasa dan Tiara benar-benar bicara padaku, artinya anak itu...


Tiara...


Apa sebelum bereinkarnasi kamu... mengingat semuanya? Ingatan sejak masih hidup sebagai Airella sampai menjadi Tiara?!


Seberapa banyak dan bagaimana kamu bisa mengetahui semua itu?!!


Tiara... apa setelah Mika, Yue dan Ruby kembali menjadi satu jiwa yang seutuhnya, semua ingatan yang sudah kamu ketahui akan terbuka kembali??


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


[ Nah, kan dah pada tau nih kebenarannya. Jadi gak papa kalau sekarang kalian liat gambar ini. Ceritanya Aqua lagi sama Airella ( Gabungan Mika, Yue, Ruby ). Airella digambarkan ( nanti ) punya warna rambut Mika. Gaya rambut + mata Yue. Wajah Ruby ( di filter Mika dikit ). Dan tubuhnya rata-rata mereka, tapi karena mereka semua punya body goals tentu hasilnya juga mirip ketiganya. Ah au, kurang lebih jadi gini kalau Mika, Yue dan Ruby bergabung jadi satu ]





[ Aku tau kalian pada ingin liat Airella yang wujud perubahan. Tapi author lagi sibuk persiapan UTBK. Jadi mungkin butuh waktu lama untuk gambar itu, karena author harus pintar curi-curi waktu ]


[ Polosan ada di IG Author, @CPatra_HA ]


[ https://www.instagram.com/reel/CT0-iSmB9Nr/?utm\_medium\=copy\_link ]