The Dragon'S Blue Gem

The Dragon'S Blue Gem
Chapter 45 [ Perginya Ratu Elf & Rencana Raven ]



Itu terjadi secara tiba-tiba. Berita kematian yang datang beserta jasad ratu Elf sebelumnya.


Langit mendung penuh awan. Didepan makam keluarga kerajaan, terdapat beberapa orang dengan ekspresi pundung. Amethyst menangis tanpa suara sambil memeluk makam ibunya. Citrine, elf muda itu ikut menangis di pelukan kakakknya. Sementara Aqua dan Turquoise tak menangis, namun bukan berarti mereka tidak sedih. Mereka hanya menahannya saja.


Padahal belum lama sejak perayaan penobatan ratu baru yang dipenuhi kebahagiaan. Kerajaan dengan cepat jatuh dalam kondisi berduka atas kehilangan ratu mereka yang sebelumnya. Langit seolah ikut sedih dengan mereka. Hujan turun tak lama kemudian, memaksa elf-elf itu berteduh didalam istana.


Ratu Elf, para petinggi dan Pangeran Putri mengadakan rapat bersama di ruang rapat. Dalam kondisi masih sedih, keadaan memaksa mereka untuk tetap tegar dan segera mengambil keputusan.


Dengan mata sembab, Amethyst membuka rapat.


"Sepertinya situasi perang sangat tidak baik. Bukan hanya ibu, banyak korban yang berjatuhan..."


"Yang Mulia! Anda tidak perlu memaksakan diri. Biar kami saja yang menjelaskan situasinya!" seru para petinggi.


"Tidak! Ini kewajiban ku. Biarkan aku saja!"


Meski keadaannya berantakan, Amethyst tetap memaksa dirinya memimpin rapat sebagai Ratu Vittacelar.


"Aku tidak tau detailnya, sepertinya ada pengkhianat di antara pasukan kita yang memberikan informasi pada musuh. Dan buruknya, belum diketahui siapa pengkhianat itu. Karena ulang pengkhianat itu, banyak korban berjatuhan dan situasi kita sangat buruk sekarang. Namun penyebab utama situasinya memburuk adalah..."


Ratu mengambil jeda sejenak. Dia memasang wajah pahit.


".... karena pasukan kehilangan 2 tokoh penting. Yang pertama nenek kalian, Agate Stella El Vittacelar. Lalu..."


"Siapa yang satunya, ibu?" tanya Citrine serius.


"Ratu sebelumnya memang kuat, tapi kenapa hanya dari kematiannya bisa sangat mempengaruhi pasukan?" bingung Aqua.


Amethyst menyadari ekspresi bingung Aqua.


"Kamu belum tau ya, Aqua. Nenekmu itu... selain dia adalah anggota party pahlawan, menurutmu dia juga apa?"


"?"


"Aku ganti pertanyaannya. Menurutmu dia bergabung dengan party pahlawan sebagai apa?"


".... Priest?"


"Benar. Ibu adalah Priest yang sangat hebat dalam sihir penyembuhan. Dalam perang, beliau juga menjadi orang yang memimpin regu penyembuh. Ditambah... sebelum menjadi Ratu Elf, tepatnya saat masih menjadi putri. Ibu... Agate Stella El Vittacelar adalah Saintess sebelumnya Benua Suci."


"Saintess sebelumnya?!!" kaget Aqua.


Amethyst, Citrine dan Turquoise mengangguk membenarkan.


"Jadi saintess tidak hanya dari manusia saja, ya. Tapi tidak kusangka Elf akan menjadi saintess, mengingat mereka ras penyendiri."


< Saintess >


Sebagian mungkin tak asing dengan gelar ini. Saintess adalah orang yang dipilih oleh Dewi Athena sebagai perantara antara dirinya dan dunia. Saintess memiliki hati yang sangat murni karena menampung sifat dasar Sang Dewi. Selain itu, kemampuan Saintess dalam sihir cahaya adalah yang terbaik setelah para malaikat.


"Aku lanjutkan! Satu yang lain... tidak, atau mungkin justru dialah penyebab kekuatan pasukan kami sangat mengalami keruntuhan. Sang Arc-Angel terkuat dari kelimanya, Arc-Angel Michael."


"!!!!!!!!!!"


"Arc-Angel kata ibu??!!" kaget Turquoise.


"Bagaimana bisa seorang Arc-Angel kalah dengan pasukan dewa kegelapan?!"


"Benar! Bukankah kekuatan para Arc-Angel ada di dimensi yang berbeda?!!" kaget Citrine.


Aqua terkejut bukan karena kalahnya Michael, tapi karena hal lain.


"*Didalam game, salah satu Arc-Angel memang hilang dan itu jadi penyebab perang tidak seimbang. Tapi... yang hilang itu Michael?"


"Kenapa... kenapa aku sangat marah saat mendengar kalau yang hilang itu Michael*?!!"


"Aku sudah bilang, aku tidak tau detailnya. Intinya, sepertinya pasukan dijebak dan dengan pengorbanan Michael, mereka bisa selamat. Namun karena itulah, Michael menghilang sampai sekarang. Tidak ada yang tau apa dia masih hidup atau tidak."


Suasana rapat mulai menegang.


"Penjelasannya cukup sampai disitu. Sebagai ganti hilangnya banyak kekuatan utama, banyak orang dengan level tinggi ditarik masuk kedalam perang sekarang. Alesta dan aku akan pergi ke Medan perang!" seru Amethyst.


"Tunggu sebentar ibu! Kalau begitu bagaimana dengan Kerajaan Vittacelar?!" jerit Citrine.


"Sementara kuasa tertinggi akan ada di tangan Turquoise dan Citrine, anakku. Namun para petinggi memiliki hak menentang karena pengalaman kalian. Itu saja!"


"Yang Mulia, bukankah ini rapat? Namun anda hanya mengatakan pendapat anda dan tidak mendengarkan pendapat yang lain!!" sanggah para petinggi.


"Apa ini situasi yang bisa di ganti semudah itu?! Kalau dalam perang ini kita kalah, dunia akan hancur. Tentu aku menyayangi Kerajaan Vittacelar. Tapi kalau dunia hancur, apa kau pikir Kerajaan ini masih bisa ada?!"


Tidak ada yang menjawab. Semua orang sibuk di pikirannya masing-masing. Mereka tidak ingin Ratu meninggalkan Kerajaan, namun mereka juga tidak ingin kerajaan hancur karena ratu tak ikut berperang. Sungguh pikiran yang kontradiksi.


"Ha~ahh... jangan salah sangka! Aku pergi bukan untuk mati. Aku pergi untuk menang. Aku hanya menitipkan kerajaan sebentar. Hal bagus dari hilangnya Arc-Angel Michael adalah membuat moral para malaikat dan pasukan lain meningkat. Jika terus begini, kami bisa menang dalam 1 atau 2 tahun lagi."


"Yang Mulia..."


Semua orang yang ada disana jatuh dalam pikiran yang sama. Mereka akan melindungi Kerajaan Vittacelar sampai Ratu kembali dari peperangan dan membawa kemenangan.


Tak ada lagi pertentangan dalam rapat itu. Karena keadaannya sudah berantakan, apapun yang dilakukan tak akan berpengaruh besar. Lebih baik membiarkan situasi berjalan sesuai arusnya dan bekerja sama mempertahankan kedamaian yang hampir rusak ini.


Hasil rapat telah keluar. Ratu akan pergi ke Medan perang menggantikan Ratu sebelumnya. Pangeran Turquoise dan Putri Citrine akan menjalankan tugas Ratu dibantu para petinggi. Sedangkan Aqua akan menjalankan tugas pangeran.


Tanpa memiliki waktu untuk berduka lebih lama, Ratu langsung berangkat keesokan harinya. Para Elf memberikan penghormatan dan doa mereka saat kepergian sang Ratu.


"Yang Mulia dan guru sudah pergi..." gumam Aqua didepan gerbang masuk Kerajaan Vittacelar.


Lix mendengus melihatnya. Anak itu memukul punggung Aqua cukup keras.


PLAAAKKK


"Apa-apaan sih?!!!" marah Aqua.


"Suasana melankolis tidak cocok dengan imagemu!" ucapnya datar.


"Hahh?!"


"Berhenti murung begitu. Lakukan saja yang harus kamu lakukan!" ucapnya santai.


Aqua sedikit terdiam mendengarnya.


"Pfftt... apa-apaan? Kamu menghiburku?"


"Tidak!" jawabnya cepat.


"Yahh... terima kasih. Ayo kita kembali ke rumah! Ada yang harus dibicarakan sekarang. Sesuatu yang harus Raven lakukan!"


"Osu!"


Aqua dan Lix kembali ke rumah pohon mereka. Yue, Elvira dan Elvina sudah menunggu dengan cemas. Namun begitu melihat tatapan bercahaya dari mata Aqua, mereka sadar bahwa mencemaskannya tak ada gunanya.


"Semuanya! Ayo berkumpul! Sekarang kita harus membahas rencana Raven selanjutnya."


"Baik!"


Kelima anggota Raven berkumpul di ruang keluarga dan membahas tentang detail rencana Raven untuk dua tahun kedepan. Beberapa informasi yang dikeluarkan Aqua untuk membantu rencana berjalan mengejutkan anggota lainnya. Mereka penasaran darimana Aqua tau tentang semua itu.


"...... Itu saja! Baiklah, rencana akan di mulai besok. Kak Vira dan Vina! Kalian pergilah ke Kekaisaran Levana! Dirikan sebuah organisasi pencari informasi yang bergerak di bawah Raven. Jangan pedulikan hal lain, cukup kembangkan saja hingga tak ada informasi yang tak bisa kalian dapatkan! Sembari menciptakannya, selesaikan misi lainnya juga."


"Baik!"


"Raven akan resmi terbentuk 2 tahun lagi. Aku ingin saat itu terjadi, Raven sudah memiliki kekuatan yang membuatnya tak bisa diremehkan. Lalu Lix dan Yue! Aku punya misi terpisah untuk kalian. ½ tahun lagi, pergilah menuju kota berjalan Sayyar. Dalam setengah tahun, kalian akan bisa melihat kota itu di dekat Kota Aranyu. Disana ada seorang pengrajin tak terkenal bernama Artigiano. Minta dia untuk membuat topeng sihir dan anting sesuai desain ini berjumlah 7!"


Aqua menyerahkan sebuah sketsa bergambar anting dan beberapa keterangan.


"Sekarang mungkin dia tak terkenal. Tapi dalam ±2 tahun lagi, item buatannya akan sangat sulit didapat dan terjual mahal. Sebelum itu terjadi, kita harus mendapatkannya duluan. Aku tidak terlalu berharap tinggi melebihi itu. Tapi kalau bisa, kontrak dia agar bekerja untuk Raven selama 5 tahun saja."


"Ini semua adalah misi wajib. Apapun yang terjadi, jangan pernah gagal menyelesaikannya. Apa kalian mengerti?"


"Kami mengerti, leader!!!!"