The Dragon'S Blue Gem

The Dragon'S Blue Gem
Chapter 5 [ Belajar Sihir ]



Ashlan terdiam dan tak lama kemudian senyuman sadis itu kembali terlukis di wajahnya. Aqua tau jika Masternya tersenyum seperti itu, tak ada hal baik yang akan terjadi padanya.


"Haha… ha," tawa Aqua tertekan.


"Sebenarnya kemana wanita lembut yang memelukku sambil gemetaran?"


"... Oh ya!"


Tiba-tiba Aqua teringat sesuatu.


"Master! Apa sebelum itu aku boleh bertanya sesuatu?"


"Tentu! Kenapa baru sekarang?"


"Aku hanya… merasa bahwa nanti kesempatan seperti ini sulit didapat."


"Baiklah. Tanyakan saja," kata Ashlan sambil mulai duduk di kursi dan meminum teh.


"Master… sebenarnya apa elemen sihir master? Kenapa master menyegel mata kiriku di awal pertemuan kita? Bagaimana master bisa tau aku seorang penyihir 7 elemen? Dan… master… siapa master sebenarnya?" tanya Aqua beruntun.


"Kamu banyak tanya juga hari ini?" ucap Ashlan.


"Kalau master tidak mau menjawab, tidak apa-apa."


"Tidak, kujawab kok. Hmm… elemen sihir ku ya? Tak sebanyak kamu, aku seorang penyihir 5 elemen. Kenapa aku menyegel matamu? Tentu saja karena aku tidak mau status ku seenaknya dilihat." sindir Ashlan.


Aqua memalingkan wajahnya karena merasa tersindir.


"Hehehe."


"Lalu, bagaimana aku tau elemenmu? Mudahnya karena mataku ini spesial. Tak seperti matamu yang bisa melihat status detail. Mata ras rubah bisa melihat elemen seseorang dari aura yang mengelilinginya."


Ashlan diam sejenak dan menyeruput tehnya. Dia melihat wajahnya di pantulan air teh lalu tersenyum.


"Tentang siapa aku sebenarnya, kamu akan mengetahuinya nanti. Tidak sekarang," kata Ashlan mengakhiri pembicaraan.


"Untuk hari ini beristirahatlah. Besok temui aku di depan rumah pagi-pagi. Kita akan mulai latihan tahap selanjutnya."


"Baik, master."


Ashlan bangkit dari kursi dan berjalan menuju kamarnya meninggalkan Aqua. Aqua merasa bahwa dia menyentuh bagian yang tidak ingin dibicarakan masternya. Jadi dia sedikit merasa bersalah.


"Master…"


Keesokan harinya


Aqua sudah berada di depan rumah pagi-pagi dan melakukan pemanasan sambil menunggu masternya. Ashlan keluar rumah dengan tampilan mengantuk dan berantakan.


"Apa master habis begadang?"


Ashlan duduk di kursi panjang depan rumah. Dia menepukkan tangannya ke kursi sebelahnya untuk menyuruh Aqua agar duduk di sana. Aqua berjalan ke arah gurunya dan duduk disebelahnya.


"Aqua, dunia ini luas. Tidak peduli betapa kuatnya dirimu, berpikirlah bahwa ada yang lebih kuat darimu. Jangan pernah merasa bahwa dirimu adalah uang paling kuat sehingga kamu bisa melakukan apapun yang kamu mau," ucap Ashlan sambil memandang langit.


"Baik, master."


"Kau tau, alasan lain aku memilihmu menjadi muridku adalah karena auramu jerih. Kami ras rubah, selain bisa melihat aura elemen seseorang juga bisa melihat seberapa jernih atau keruh aura seseorang."


"....."


"Semakin keruh aura yang kami lihat, maka semakin busuk hati orang itu dalam memanfaatkan kekuatannya. Aku jarang melihat aura sejernih milikmu. Saat melihatmu dulu, aku langsung berpikir. Ah… anak ini tidak akan menyalah gunakan kekuatannya. Itulah mengapa aku memilihmu menjadi muridku," senyum Ashlan ke Aqua.


"Master… "


"Ya?"


"Kenapa tiba-tiba? Kayak bukan master aja," bingung Aqua tanpa niat jahat.


"!!!💢"


Ashlan mencubit dua pipi Aqua hingga melebar kesamping dan menguyel-uyelnya. Aqua yang merasa tidak bersalah bingung dengan kelakuan masternya.


"Mwastwer kwenwapwa??" (Master kenapa?)


"Ha~ah. Aku bilang gitu karena kita akan memulai latihan yang sesungguhnya sekarang."


Ashlan melepas cubitannya dan berjalan menuju area yang agak luas dengan Aqua dibelakangnya.


"Sebelumnya, biar kukatakan dulu. Tempat ini adalah hutan sihir. Area terdalam hutan sihir, sebelum aku mengizinkanmu. Jangan keluar penghalang dulu! Banyak monster rank A sekitar level 100-200 berkeliaran di sekitar sini. Mengerti?!"


"Mengerti, Master!" jawab Aqua tegas.


"Rank A?"


"Meski begitu monster di hutan sihir tidak terlalu kuat jika dibandingkan dengan monster di Benua Iblis. Jadi jangan besar kepala nanti jika kamu berhasil mengalahkan satu atau dua dari mereka."


"Baik, Master!"


"Bagus! Sekarang aku akan mulai melatih sihir dasar ketujuh elemenmu. Kita mulai dari Air, Api, Angin, Tanah dan Petir. Cahaya dan kegelapan tingkat dasar saja sudah sulit, jadi kita lakukan nanti."


Pelatihan Aqua yang sebenarnya dimulai. Untuk melatih elemen Air, Aqua harus bisa mengangkat air dari sungai dekat rumah dan mempertahankannya untuk beberapa saat.


Ashlan membuat beberapa target untuk diserang dengan elemen api. Untuk elemen angin, Aqua diajarkan cara menerbangkan benda-benda kecil dengan angin. Membuat dinding pertahanan dengan tanah dan menyambar petir ke boneka jerami.


Setelah Aqua berhasil mempelajari semua itu dengan sempurna. Ashlan mengajarkan variasi-variasi lain dari sihir Elemen dan secara bertahap meningkatkan kesulitannya.


Hari demi hari berlalu, Aqua telah secara sempurna mengendalikan elemennya tanpa mengalami pingsan karena kehabisan mana. Ashlan menuju tahap selanjutnya, dia mengajarkan kombinasi elemen agar menjadi serangan elemen yang lebih kuat.


Air dengan angin menjadi Es.


Api dengan tanah menjadi Magma.


Tanah dengan air menjadi Kayu.


Dan berbagai kombinasi lainnya.


Disela-sela itu semua, Ashlan juga mengajarkan sihir penyembuh dari elemen cahaya dan sihir kegelapan juga. Meski sudah bisa menebaknya, Ashlan tetap terkejut dengan kecepatan belajar Aqua yang luar biasa.


Setelah semua sihir tingkat dasar telah selesai. Ashlan menangkap beberapa monster dan menyuruh Aqua melawannya. Aqua harus belajar cara melawan monster tanpa mengandalkan mata kirinya dan mengandalkan pengamatannya sendiri.


Monster yang dibawa Ashlan teracak sehingga Aqua tidak tau tingkat kesulitannya. Setiap Aqua hampir mati karena melawan monster, barulah Ashlan turun tangan menolongnya. Jika Aqua belum hampir mengalami kematian, Ashlan hanya diam menonton saja.


Lama kelamaan, Aqua terbiasa dengan kehidupan barunya.


Ashlan merasa bangga karena muridnya sama sekali tidak mengecewakannya. Dia merasa bahwa Aqua sudah siap mempelajari tingkat selanjutnya dan mulai mengajar sihir tingkat menengah.


Ashlan juga sudah tidak membawakan monster untuk Aqua dan justru mendorong Aqua keluar penghalang hingga Aqua berkali-kali menghadapi situasi hidup dan mati.


Mendorong Aqua ke bawah air terjun.


Memasukkannya ke sarang ular raksasa.


Membuat burung besar membawanya.


Mengikatnya di pohon pemakan manusia.


Memaksanya berkemah di gua skeleton.


Dan berbagai aksi berbahaya lainnya.


Selama Aqua tidak mati, Ashlan berpikir tindakannya tidak berlebihan dan justru menikmati ekspresi muridnya sambil duduk memakan camilan.


Meskipun terlihat kejam dan tidak berperasaan, nyatanya latihan dari Ashlan berefek besar pada Aqua. Tanpa Aqua sadari, dia telah menjadi jauh lebih kuat dari anak seumuran dengannya. Aqua juga sudah bisa menggunakan sihir tingkat tinggi yang mana hanya penyihir hebat yang bisa menggunakannya.


Tak terasa, beberapa bulan telah berlalu sejak Aqua menjadi murid Ashlan.


[ Awalnya Cha_nyann mau buat Ashlan jadi guru yang bijak, cantik dan baik. Tapi kok rasanya jadi kurang seru :v yaudahlah Ashlan ku buat jail, sadis dan santuy aja :D ]