
{ Ah... kita tidak boleh membuang waktu lagi. Nanti Baginda Ratu akan menunggu terlalu lama!!!! } seru Aure panik.
Aure menarik tangan Aqua, mereka menuju ke dasar Gerda Yggdrasil. Disana banyak peri dengan ukuran lebih besar dari Aure. Ada 3 tingkatan para peri. Peri level rendah, menengah dan tinggi. Namun terlepas dari tingkatan itu, peri dengan kemampuan tertinggi dan yang memimpin para peri adalah sang ratu peri. Bentuk peri juga tak selalu seperti manusia bersayap, ada yang hewan, tumbuhan, dll. Saat ini, peri dengan wujud serigala navy sedang berjaga di depan gerbang.
{ Oh! Aure ya! Siapa anak itu? } sapa peri itu.
Suaranya terdengar berat seperti kakek-kakek.
{ Paman Lender! Baginda ratu ingin bertemu anak ini, jadi aku mengantarnya }
{ Baginda ratu? Kalau begitu anak ini pasti orang penting, ya }
{ Ya begitulah. Sudah ya paman! Aku tidak mau membuat ratu menunggu }
Aure melambaikan tangannya dan pergi memasuki gerbang. Aqua menunduk untuk sekadar bersikap sopan, dia segera mengikuti Aure pergi.
"Siapa dia? Kamu terlihat akrab dengannya," kata Aqua basa basi.
{ Paman Lender. Dia peri tingkat menengah yang menjaga gerbang Gerda. Dia ramah sama siapa saja. Aku sering bertemu dengannya di taman bunga }
"Heem..."
{ Kenapa? }
"Tidak, tidak ada."
Setelah melewati beberapa prosedur, Aure dan Aqua masuk ke dalam wilayah Gerda. Peri-peri lain yang tidak bersangkutan hanya bisa menemani sampai gerbang saja, setelahnya hanya Aure saja yang menemani Aqua. Demi melindungi Yggdrasil, guardian yang di tunjuk harus menjaganya dengan sangat hati-hati. Para Elf mendirikan kerajaan disekitar dan melindungi hutannya. Para malaikat memberi sihir pelindung berlapis-lapis dan meletakkannya di bagian terdalam wilayahnya.
Namun karena para peri ada di dimensi yang berbeda, mereka hanya perlu menjaga agar dimensinya tak dimasuki makhluk asing. Meski begitu, meninggalkan Yggdrasil begitu saja akan tidak sopan, jadi para peri mendirikan istana peri tepat di samping Gerda. Ratu peri akan melindungi Gerda dan peri lain dari istana itu. Meski dibilang istana, tempat itu tak semewah istana di Demetria. Lebarnya hanya sebesar villa biasa. Tempat itu juga tak terlalu mewah, namun masih terlihat cantik dan berkelas.
Sesampainya didepan pintu masuk istana, Aure mengetuk pintu beberapa kali. Tak ada penjaga disana, penjaga yang ada hanya sebatas penjaga gerbang didepan saja.
{ Iya!!! Tunggu sebentar! }
Suara seorang perempuan terdengar dari dalam. Tak lama pintu terbuka, menampakkan seorang wanita berambut pirang kemerah-mudaan yang sangat cantik.
{ Aure! Apa ini anak yang dimaksud Undine? } tanya wanita itu bersemangat.
{ Benar Nona, apa saya boleh tau dimana Baginda? }
{ Baginda sudah menunggu didalam, ayo masuk saja! }
Aqua merasakan sesuatu begitu melihat wanita itu. Rasanya wanita itu adalah orang terkuat yang selama ini pernah Aqua temui, tentu lebih kuat dari Masternya, Ashlan. Dia tiba-tiba menjadi gugup begitu memikirkan kalau ratu yang akan ditemuinya akan lebih kuat.
{ Anak manusia! Beri hormatmu! Dia adalah peri angin tingkat tinggi, Nona Zephyr. Nona juga adalah peri yang selalu berada di sisi Ratu }
"Senang bertemu dengan anda, nona. Saya Aquamarine Valler El Vittacelar."
Aqua memberi hormat dan menunduk sedikit.
{ Fufufu... anak yang sopan ya }
Aure dan Aqua mengikuti Zephyr masuk. Beberapa perabotan sederhana namun mengandung nilai seni terlihat sepanjang jalan. Mereka terus berjalan hingga sampai ke taman belakang istana. Hanya sebuah taman kecil dengan ayunan bulat untuk membaca.
Wanita cantik terlihat sedang membaca buku disana. Wanita dengan harum dan warna rambut bunga matahari dan mata hijau muda yang terlihat bersinar penuh harapan itu seperti diciptakan khusus oleh Dewi Athena.
{ Saya sudah membawa mereka, Baginda! }
Zephyr memberi salam, setelah itu dia mendekat dan berdiri di belakang wanita yang dipanggilnya Baginda.
{Terima kasih sudah membawanya, Zephyr, Aure }
Wanita cantik itu menutup bukunya, dia memandang Aure dan Aqua yang telah tiba.
{ Dalam sekali lihat aku langsung mengenalmu, anak yang di ramalkan }
Saat itu Aqua tidak tau maksud dari sang ratu peri. Dia hanya mengikuti alur saja.
"Senang bertemu dengan anda, Baginda ratu peri. Saya Aquamarine Valler El Vittacelar."
{ Aquamarine? Aqua? Begitu ya... Aqua ya... aku memang merasakan mana milik beliau darimu. Jadi kamu memang anak beliau }
"Mohon maaf Baginda. Apa yang anda maksud anak yang diramalkan?" tanya Aqua.
{ Ara? Aku lupa, yang bukan peri tidak tau itu ya...} kata Ratu peri sambil menutup mulutnya.
{ Baginda... tolong jangan lupakan hal yang penting } timpal Zephyr.
Ratu Peri berdiri mendekati Aqua. Dia mengangkat wajah anak itu dengan lembut dan menatap matanya lekat-lekat.
Sebagai catatan kecil, para peri memang memiliki mulut. Tapi mereka terbiasa berkomunikasi dengan mengirim pikiran mereka ke lawan bicara. Mirip dengan telepathy namun sedikit berbeda. Itulah kenapa, percakapan para peri sulit dimengerti.
Ratu peri tersenyum hangat, dia mengelus lembut rambut Aqua.
{ Mana mu benar-benar murni. Itu tentu saja, lagipula kamu anak beliau }
Aqua sedikit kebingungan mendengarnya. Siapa 'beliau' yang dimaksud Ratu peri? Apakah itu ayahnya atau ibunya?
{ Beliau memintaku untuk menjaga anaknya. Karena anak beliau sudah terlalu menderita
Di kehidupan kali ini, beliau ingin anaknya bisa melakukan apapun yang dia mau dan bersenang-senang }
"?"
Aqua masih tidak paham sama sekali yang dikatakan Ratu peri sejak tadi.
"Sebenarnya apa maksudnya? Apapun itu, sepertinya dia tau aku seorang reinkarnator."
Sang ratu membelai rambut Aqua. Tangan putih wanita itu menyibak poninya pelan hingga dahi Aqua terbuka.
{ Sebagai bentuk kasih sayangku, biarkan aku memberimu berkat perlindungan... }
Ratu peri mencium lembut kening Aqua. Saking terkejutnya, Aqua sampai membeku ditempat.
"Ti-tiba... Tiba-tiba apa yang anda lakukan?" ucapnya kaget.
{ Itu berkat dari peri. Jika peri memberi berkat perlindungan, kamu akan terlindungi di saat-saat tertentu. Tentu semakin tinggi perinya, semakin kuat perlindungan itu. Bocah, kamu menerima berkat perlindungan langsung dari Ratu peri. Berterima kasihlah!! }
Penjelasan dari Aure menyadarkan Aqua. Anak itu langsung menundukkan punggungnya.
"Saya sudah lancang karena tidak menyadari kebaikan anda. Terima kasih banyak atas perlindungannya, Baginda Ratu."
{ Fufufu... aku suka anak yang sopan dan tidak kurang ajar sepertimu. Seperti yang diharapkan dari anak beliau }
{ Aqua, kan? Aku memanggilmu karena aku ingin melihat sendiri anak beliau dan memberimu berkatku. Meski aku yang memanggilmu, maaf tapi ras lain tidak bisa lama berada di dunia peri. Tujuanku sudah tercapai, kamu bisa pulang sekarang }
Ratu melepas cincinnya dan memberikannya pada Aqua.
{ Berikan ini pada adikmu. Dia akan membutuhkan perlindunganku juga }
"!"
"Adik!?" kaget Aqua kebingungan. Aqua mendadak meninggikan kewaspadaannya.
"Saya tidak punya adik, Baginda."
Ratu tersenyum, dia menyentil kening Aqua pelan.
{ Kamu punya. Harusnya kamu yang paling tau itu, bukan? Perasaan seperti seseorang mengingatkanmu pada adikmu }
Aqua tersentak, anak itu memang beberapa kali merasa seperti itu. Ruby dan Yue, setiap melihat mereka, Aqua selalu teringat adiknya walau kepribadian mereka berbeda.
"Apa Ruby dan Yue ada hubungannya dengan Tiara?!"
.
.
.
.
.
.
Ilustrasi Tokoh Ratu Peri
(Sauce: Pinterest Guisel Luo - Love Nikki)